NovelToon NovelToon
Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Triana mutia

Menceritakan tentang perjalanan empat sekawan para pria yang kaya raya, dan Cindy sari yang bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah karaoke

Semua kisah berawal dari Cindy yang akhirnya di nikahi oleh Aditya Pratama salah satu anggota empat sekawan CEO yang kaya raya dan baru pertama kalinya jatuh cinta


Tetapi karena perbedaan status keluarga Adit tidak menyetujui pernikahan tersebut, mereka pun menggunakan cara kotor untuk memisahkan Adit dan Cindy. Rencana mereka pun berhasil, Adit meninggalkan Cindy yang ternyata saat itu sedang berbadan dua

Cindy meninggal dunia saat melahirkan anaknya yang bernama Zahra Pratama

Bagaimana kah nasib buah hati mereka berdua ?

Apakah Zahra bisa membantu Adit bangkit dari keterpurukannya saat mengetahui semua kebenarannya ?

Lanjut di baca ya ada seribu kesedihan di dalam nya..

baru belajar maaf kalo masih banyak typo..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon Istri

FLASH BACK

Setelah Cindy sudah benar-benar menghilang dari pandangan Adit, dia pun mulai melajukan mobilnya dari gang tempat kost Cindy untuk kembali ke kantornya yang berada di pusat ibu kota

Adit melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang hingga dia melewati salah satu toko perhiasan, Adit langsung memutuskan untuk berhenti dan memarkirkan mobilnya, dia pun turun dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam toko tersebut

" Selamat siang pak " ucap salah seorang pelayan dengan sopan

" Siang "

" Ada yang bisa saya bantu pak ? "

" Saya lagi cari sebuah cincin "

" Kalo saya boleh tau tujuannya untuk apa ya pak ? " pelayan itu hanya ingin memastikan, agar dia bisa memberikan beberapa pilihan yang sesuai

" Saya mau melamar seorang gadis " Adit mengucapkan kata-kata itu dengan sangat yakin

Pelayan itu pun tersenyum mendengar ucapan Adit, lalu dia mulai mengeluarkan beberapa koleksi terbaik yang ada di tempat itu

" Kalo saya boleh tau ukurannya berapa ya pak ? "

" Aduh.. Gw mana tau ukuran jarinya, gw kan mau kasih surprise ga mungkin dong gw tanya sama dia, ya udah nanti tinggal beli lagi aja kalo kurang pas di jarinya "

" Hmm... Saya kurang tau "

Adit pun menjawab pertanyaan dari pelayan itu dengan menahan malu, bagaimana mungkin ingin membeli sebuah cincin untuk melamar seorang gadis tetapi dia sendiri tidak mengetahui ukurannya

Pelayan itu pun hanya bisa terdiam, cukup lama juga Adit memandangi beberapa pilihan cincin yang sudah terpajang di hadapannya

" Ya udah saya ambil yang ini aja "

Adit menjatuhkan pilihannya pada sebuah cincin berlian bermata satu yang sangat indah, dia hanya berpikir bila Cindy akan semakin cantik saat memakai cincin tersebut

" Untuk pembayaran mau pakai cara apa pak ? "

Adit langsung mengeluarkan salah satu koleksi kartunya untuk melakukan pembayaran, dan memberikan kartu tersebut kepada si pelayan

" Baik pak mohon tunggu sebentar "

Setelah selesai melakukan transaksi pembayaran pelayan tersebut mengembalikan kartu Adit, pelayan itu pun mulai merapikan cincin tersebut untuk berpindah tangan

" Ini pak.. Terima kasih "

" Ya.. Makasih "

Adit pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari toko perhiasan tersebut, dia pun masuk ke dalam mobilnya untuk kembali ke kantornya

FLASH OFF

" Apa kamu yakin Dit ? " ucap Cindy sambil mengerutkan keningnya

" Saya yakin kamu adalah orang pertama yang benar-benar bisa masuk ke dalam hati saya " Adit mengucapkan kata-kata itu dengan yakin sambil menatap wajah Cindy dengan lembut

" Tapi kita baru kenal Dit "

" Kita bisa mulai pacaran saat kita sudah menikah, saya cuma ingin memiliki kamu seutuhnya "

Wajah Cindy saat itu entah sudah semerah apa, Cindy mendapatkan serangan yang sangat bertubi-tubi dari Adit, Cindy pun menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia setuju, Adit yang merasa lamarannya di terima memeluk Cindy dengan erat

" Terima kasih "

Adit mulai melepaskan pelukannya dan hendak memasangkan cincin tersebut di jari manis Cindy, dan ternyata ukuran cincin itu tidak sesuai dengan jari Cindy, cincin tersebut sedikit longgar di jari manis Cindy

" Maaf.. Saya ga tau ukuran jari kamu jadi kebesaran cincinnya "

" Terima kasih Aditya Pratama sudah akan menemani perjalanan hidup saya ke depannya, semoga ini adalah pilihan terbaik untuk kita berdua "

Cindy pun tersenyum bahagia tidak ada satu kata pun yang dapat terlontar dari bibir Cindy pada saat itu, dia hanya langsung memeluk Adit dan di balas pelukan hangat dari Adit, lalu Adit mencium ujung kepala Cindy

Mereka pun berbincang hingga hampir satu jam lamanya menghadap hamparan pantai di depan mata mereka, dan tangan Adit selalu setia menggenggam tangan Cindy

Ting..

Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Adit dan ternyata itu adalah pesan yang di kirim oleh Rangga

" Lo balik lagi ke sini ga bro ? "

" Iya.. Sebentar lagi gw balik ke situ "

" Ok "

Adit mengembalikan ponselnya ke dalam saku celananya dan langsung menatap ke arah Cindy

" Ke karaoke xx yuk, tadi aku tinggal mereka di sana "

" Kamu aja ya biar saya langsung pulang aja, saya kan kerja di situ ga mungkin dong saya datang ke situ bertamu "

" Mulai detik ini kamu ga boleh lagi kerja di situ " ucap Adit sambil mengusap rambut Cindy

" Kenapa ? "

" Kamu kan sekarang udah jadi calon istri Aditya Pratama, jadi kamu ga boleh lagi kerja di situ sayang.. " ucap Adit sambil mencium kening Cindy

Cindy pun hanya bisa terdiam mendengar panggilan sayang untuk pertama kalinya dari bibir Adit, Cindy hanya merasakan detak jantungnya yang berdetak dengan sangat cepat seperti suara hentakan kaki kuda yang sedang berlari dengan sangat cepat

Adit pun mulai berdiri sambil terus menggenggam tangan Cindy, mereka berdua berjalan menuju ke arah mobil Adit, dan kini mobil itu sudah melaju ke arah karaoke xx

" Aku besok mau keluar kota beberapa hari sayang, pulang dari sana aku mau kamu ketemu keluarga aku ya "

" Apa keluarga kamu bakal terima saya ? "

Adit menolehkan kepalanya menatap Cindy sambil tersenyum dengan sangat hangat

" Kamu ga usah ada pikiran yang aneh-aneh ya sayang, kan ada aku " Cindy pun hanya bisa tersipu malu

" Oh ya sayang.. Kamu udah terima loh mau jadi calon istri aku, jadi jangan kamu saya lagi dong "

Dalam sekejap wajah Cindy pun kembali merah merona, dan dia pun hanya bisa menjawab dengan menganggukkan kepalanya

" Kalo belum biasa panggil sayang, panggil nama aku aja ga apa kok, asal jangan panggil bapak lagi ya " ucap Adit sambil tertawa

Cindy pun hanya bisa tertunduk dan tersipu malu, dia benar-benar tidak menyangka pria tampan yang baru saja dia kenal ini sekarang sudah menjadi calon suaminya

" Nanti setelah ketemu mama dan kakak perempuan aku, kita langsung rencanakan pernikahan kita ya "

" Seorang Cindy harus menjadi milik Adit seorang " sambung Adit menolehkan wajahnya ke arah Cindy sejenak dan tersenyum

Entah sudah semerah apa wajah Cindy saat itu, Adit yang melihat calon istrinya tersipu malu menepuk pelan kepala Cindy dan membelai rambutnya

Mereka berdua pun kini sudah tiba di karaoke xx, Adit menggenggam tangan Cindy untuk masuk ke dalam, Adit tidak perduli dengan para karyawan yang berpapasan dengan mereka berdua, lain hal dengan Cindy yang hanya bisa tertunduk malu, karena para karyawan karaoke xx memberikan tatapan yang sedikit terkejut

Mereka berdua pun mulai memasuki ruangan yang sudah di isi oleh para sahabat Adit, semua yang ada di dalam ruangan itu menjadi riuh melihat kehadiran mereka berdua

" Cie.. Cie.. Pantes aja langsung kabur pas baru dateng tadi, ternyata jemput pujaan hatinya " ledek Rangga

" Bukan pujaan hati lagi tapi calon istri gw " ucap Adit dengan bangga sedangkan Cindy hanya bisa menundukkan kepalanya menahan malu

" Waw amazing.. Calon istri kilat "

Ledekan dari Rangga sontak saja membuat semua yang berada di dalam ruangan itu tertawa, dan memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua

Adit membisikan sesuatu kepada Erik, lalu Erik langsung beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan itu, Erik ingin memberitahukan kepada pihak manajemen bahwa Cindy tidak akan bekerja lagi di tempat itu

Tak butuh waktu lama Erik pun sudah kembali ke dalam ruangan itu, Erik pun menganggukkan kepalanya tanda dia sudah selesai menjalankan tugasnya

" Mau minum apa sayang ? atau kamu mau minum itu " ucap Adit sambil menunjuk botol Jack Daniels

" Tapi jangan deh sayang nanti kamu cium bibir aku lagi, walaupun aku ga akan nolak kalo kamu mau cium bibir aku " Adit pun memberikan senyuman menggoda

" Enggak akh.. Aku minum orange juice aja " ucap Cindy lalu memajukan bibirnya

Tanpa menunggu perintah Erik pun langsung berdiri dan keluar dari dalam ruangan itu, sedangkan Adit hanya bisa tersenyum melihat kelakuan calon istrinya itu

" Makasih ya kamu orang pertama yang membuat aku tau apa itu cinta "

bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

terima kasih 😊

maaf masih banyak typo masih belajar

1
Yuningsih Nining
mungkin zahra hamil , ini ngidam awal 🤣si David di kerjain calon debay, tengah malam lagi
Yuningsih Nining
semangaaat juga like nii👍👍
Yuningsih Nining
setelah ketemu klg Bastian lain nya utamanya ibunya alvian jg istri Bastian, buat nadin merubah pikiran utk Nggak kembali nyakitin klg bastian
Yuningsih Nining
cihuyyy akhirnya Vian baikan lagi sm lena👍👍👍👍 4 like dach
Yuningsih Nining
pinisirin alias penasaran niii jadinya
Yuningsih Nining
sebener nya siapa yaa cewek yang jebak vian wktu vian abis dari toilet itu yang emng lagi mabok di tmbh sm si waitres suruhan tuh cwk yang sngja jebak vian
Yuningsih Nining
ini salah satu watak klg pratama Keras kepala jg Angkuh nya keluar lagi.... ampuuun dah
Yuningsih Nining
nyessek
Yuningsih Nining
👍👍Like & Bagus
Yuningsih Nining
ara sayang kayaknya mn bisa tuh ayah Adit berjauhannkamu naaakk tapi jg sm bunda liana jg gabisa jauh2 dari km😭😭
Yuningsih Nining
😭😭thooorr np simpan bawang deket2 terus di cerita inj
Yuningsih Nining
Adit kasih sesuatu yang bikin emak Linda mu nyadar Perbuatan nya buat Cindy mu jg Kamu selama ini
Yuningsih Nining
😭😭😭meewekk
Yuningsih Nining
mita ngidam tuh rangga
ciyeee yng bentar brp bln lagi nyusul jd papa
Yuningsih Nining
Adit keras kepala nya minta ampuuun , gamau denger lg nm cindy , padahal temn² nya niat baik ngasih tau kalau cindy hamil anak dia, sapatau malah jalan bersatu lg sm cindy
Raja Rosnenty
Luar biasa
falea sezi
enak bgt jd liana tau tau hidup bahagia ma Adit hadehh emak zahra dr awal menderita ampe mati gk adil bgt
Arwondo Arni
jgn biarkan nadin berbuat jahat,lembutkan hatinya agar bisa bahagia dgn Kel barunya
Arwondo Arni
kasihan juga hidup Nadin semoga Nadin bertemu laki2 yg mau menerima apa adanya
Arwondo Arni
semoga nanti bahagia hidup dgn Kel ayah kandungnya dan menjadi lbh baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!