seorang wanita Roseline Selin yang awlnya hanya berkerja diperusahaan cabang terpaksa dipindahkan ke perusahaan pusat karena memerlukan karyawan tambahan
rose memiliki kekasih bernama Derin Haga seorang pengusaha hebat yang mencintainya apa adanya begitupun sebaliknya
semenjak kepindahannya tempat berkerja semua berubah dari dirinya yang bertemu CEO tampan bernama Angga Hardiwijaya pemilik perusahaan tempan dia berkerja dan rose yang diangkat menjadi sekretaris dadakan sang CEO tampan membuatnya bertemu dengan anak laki-laki tampan ternyata adalah anak dari sang CEO
bagaimana kisah kelanjutannya ikuti terus ceritanya dan jangan lupa beri tukung untuk penulis dengan berikan vote,like dan komen kalian
terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risgun29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mood
Mata rose mulai terbuka memperlihatkan mata coklat mengkilapnya dia melihat sekeliling sampai terhenti saat melihat angga yang tertidur disofa
Rose memejamkan matanya kepalanya masih terasa pusing bayangan dirinya ditampar dan dihina membuat hatinya kembali sakit air matanya mengalir membuat isak tangisnya terdengar ditelinga angga pria itu mengerjapkan matanya lalu beralih pada rose
"Sayang kamu sudah bangun?hay kenapa menangis?"angga mengelus rambut rose lembut
"Apa aku terlalu hina sampai semua orang membenciku"angga membawa rose dalam pelukannya wanita itu pun memeluk angga erat
"Sssttt sayang tenanglah"angga terus berusaha menenangkan rose sesekali mencium pucuk kepala rose
"Kenapa semua orang memandang ku dengan sebelah mata...hiks...kenapa aku selalu mendapatkan semua hinaan itu angga kenapa?apa aku tidak pantas untuk bahagia"angga semakin mempererat pelukannya tangannya terkepal
"Tidak akan ku biarkan siapa pun yang membuat mu menangis bisa hidup tenang sayang,tidak akan"
Ceklek
Pintu kamar rose terbuka dan memperlihatkan dua orang yang bediri didepan pintu
"Mamah"teriak michael rose melepas pelukannya dan menghapus jejak tangisnya
Angga menatap gihon tajam pria itu menunduk sebagai permintaan maaf walau tak terucap dari mulutnya
"Papah naikan aku"pinta michael angga mengangkat tubuh kecil michael keatas ranjang pasien rose
"chael kamu tidak sekolah sayang?"tanya rose lembut sambil mengelus pipi michael
"Chael ingin menemani mamah disini"jawab michael
"Kamu pulang lah mamah mu sedang sakit chael dia tidak bisa menjaga mu disini"ucap angga kesal karena waktunya berdua bersama istrinya terganggu oleh michael
Hay angga tidak puaskah kau berduan dengan rose terus dikamar
"Papah kenapa selalu melarang chael?"ucap michael sedih
"Sayang biarkan saja chael disini setidaknya selama kau berkerja aku tidak kesepian karena ada teman,yakan jagoan mamah?"michael mengangguk senang
"Terserah"balas angga melangkah pergi dari kamar itu rose hanya diam menatap kepergian angga
Gihon mendekat dan meletakan keranjang buah untuk rose "nona ini saya bawakan buah untuk nona"ucap gihon rose terseyum dan mengangguk
"Semoga cepat sembuh nona"
"Terimakasih gihon"balas rose terseyum manis membuat gihon pun terseyum
Gihon undur diri menyusul kepergian angga meninggalkan rose yang dalam kebingungan
Sebenarnya ada apa denganya?-rose hanya bisa bertanya dalam hati
Diluar kamar angga sudah berdiri menunggu gihon menghampirinya
"Atas perintaha siapa kau membawa tuan muda kemari?"ucap angga suaranya terdengar dingin dan tajam
"Maaf tuan tapi tuan muda chael mangis meminta ikut bahkan dia sampai memeluk kaki saya ingin ikut menemui nona muda rose"jawab gihon tenang tanpa nada bergetar atau pun rasa takut jika angga memberinya pelajaran
"Kau mengacaukan mood dengan membawa tuan muda kemari"ucap angga lalu melangkah pergi diikuti gihon dibelakangnya
Gihon melajukan mobilnya dengan kecepan sedang bukannya dia takut laju hanya saja mood tuan mudanya sedang tidak baik karenanya
"Tuan ingin mengganti baju terlebih dahulu?"tanya gihon saat melihat baju angga yang masih memakai baju kemarin
"Hm"balas angga gihon mengangguk paham lalu memumutar stir mobil menuju sebuah toko baju
Setelah selesai mengganti bajunya angga melanjutkan perjalannya menuju perusahaannya
"♢"♢"♢"♢"♢"♢"
Jam sangat cepat berlalu angga juga sudah selesai dari pekerjaannya dia melihat jam yang melingikar dipergelangan tanganya jam 7 malam
Angga menghelakan nafasnya berat begitu banyak yang dipirkan pria itu sampai membuatnya terlihat berantakan tapi tetap tampan
"Selamat malam tuan"gihon memasuki rungan angga
"Ada apa gihon?"balas angga tidak membalikan badan melihat sekretarisnya sekaligus kaki tanganya
"Nona rose menanyakan kapan tuan pulang"ucap gihon
"Kenapa dia tidak menelpon ku?"angga yang bingung meraih ponselnya yang ternyata mati
"Ponsel tuan tidak bisa dihubungi tuan"jawab gihon angga mengangguk lalu meminta gihon untuk pergi
"Katakan padanya aku lembur dan akan pulang sedikit larut"ucap angga gihon mengangguk lalu pergi
Dirumah sakit..
"Tuan sedang lembur malam ini nona,dia akan pulang larut hari ini"
Pesan yang diterima rose dari gihon membuat rose kecewa dia berharap suamianya itu menemaninya disini tapi dia memilih mengurus perkerjaannya michael sudah pulang dijemput gihon siang tadi jadi rose sendiri sekarang
"Bolehkan aku cemburu dengan perkerjaan mu,semua istri pasti mau suaminya ada disampingnya"gumam rose menatap keluar jendela kamar inapnya
Berharap apa kau rose tidak ada yang bisa kau lakukan tuan angga tetap tuan angga jelas dia lebih mementingkan perkerjaan karena baginya itu sebuah prioritas utama lagi lagi rose terseyum miring mengharap mendapatkan perhatian dari suaminya tapi dia lupa kalau angga bukanlah pria yang akan lembut setiap waktunya
"Kau hanya mainannya"
Rose memejamkan matanya berusaha untuk tidur dan melupakan semua pikirannya untuk sementara waktu setidaknya dia bisa tenang
Jam 11 malam angga membuka pintu kamar inap rose dan melihat istrinya yang tertidur pulas
Angga terseyum melihat wajah damai istrinya mengusapnya lembut agar rose tidak terbangun dari tidurnya tapi ternyata sentuhan angga membangunkan rose
"Ugh"rose mulai membuka matanya saat merasakan sentuhan angga
"Maaf aku menganggu tidur mu"ucap angga rose menggeleng
"Tidak papa"balas rose
Tangan angga masih betah mengelus pipi rose memandangi wajah istrinya membuat pikirannya tenang
"Tidurlah lagi"ucap angga lalu melangkah pergi menuju kamar mandi dikamar inap itu
Rose mantap kepergian angga pria itu sepertinya ada yang disembunyikan dari rose terlihat jelas wajah angga yang kelelehan
"Kau belum tidur"ucap angga yang baru keluar dari kamar mandi
"Kemarilah"ucap rose menepuk tempat disampingnya
Angga hanya menurut dan duduk diatas ranjang pasien rose dan mengahadap istrinya
"Kenapa?"tanya angga tangan rose terangkat mengelus pipi angga
"Aku perhatikan sikap mu akhir-akhir ini berbeda"ucap rose
"Hanya perasaanmu saja sayang"ucap angga menggenggam tangan rose yang berada dipipinya
"Aku tidak papa"ucap angga
Rose mendekat dan memeluk angga membenamkan wajahnya didada bidang angga
"Walau aku belum lama mengenal mu,tapi aku tau bagaimana sikap mu ada kau sembungikan dari ku"ucap rose
"Tidak ada sayang aku tidak menyembunyikan apa pun dari mu"ucap angga mengelus kepala rose lembut
"Baiklah untuk sekarang aku percaya"ucap rose melepas pelukannya angga terseyum
"Temanin aku tidur"ucap rose angga terkekeh melihat wajah manja rose begitu imut
"Baiklah ayo kita tidur"ucap angga menaikan dirinya keatas rajang pasien rose dan memeluk rose
"Tidurlah sayang"ucap angga membenakan wajah rose didadanya
Rose merasa nyaman dan hangat pun memeluk angga erat seperti tidak ingin melepaskan angga
Tangan angga terus mengelus kepala rise lembut menyalurkan kasih sayang pada wanita itu
"Selamat malam,bidadari ku"ucap angga lalu mencium kening rose dan ikut terlelap
Wajah angga yang terlihat lelah hilang setelah begitu dalam masuk dalam tidurnya yang begitu nyenyak tangannya masih memeluk rose erat walau sudah tertidur
terlihat begitu jelas angga begitu mencintai rose tapi belum ada satu kapan pun yang keluar dari mulutnya yang menyatakan perasaan pada rose membuat wanita itu sering marasakan sakit hati
sukses
semangat
mksh