NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Pesilat

Perjalanan Sang Pesilat

Status: tamat
Genre:Kultivasi Modern / Horor / Tamat
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: safitri

Alvarok, seorang bocah yang memimpikan menjadi atlet silat bertaraf internasional, sering diremehkan dan dibully teman-temannya karena dianggap mustahil meraih cita-cita itu. Kehidupannya mulai berubah saat datang murid pindahan dari Prancis bernama Akbar, yang ternyata memiliki minat serupa dan menjadi sahabat sekaligus penyemangat bagi Alvarok untuk terus berjuang mewujudkan mimpinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji yang di tepati

Ujian semester satu sudah selesai jadi hari libur di mulai, di rumah Alvarok sedang berbaring di tempat tidur sembari memainkan ponsel nya.

"Apa Akbar lupa dengan janji nya ya," batin Alvarok sambil menatap layar ponsel nya.

"Kalau pun lupa engga papa juga sih soal, itu hanya sebuah tes," batin Alvarok kembali sambil menatap layar ponsel.

Disaat Alvarok sedang memikirkan apakah yang dijanjikan oleh Akbar itu ditepatinya atau tidak, tiba-tiba ada ketukan pintu dari luar rumah.

Tok!

Tok!

Pintu rumah Alvarok diketuk oleh seseorang dari luar, dikarenakan ayah dan Ibu Alvaro sedang ke sawah jadi hanya dia seorang diri berada di dalam rumah. Alvarok keluar dari kamar dan berjalan ke arah ke depan pintu. Alvarok membuka pintu di sana dia melihat sosok Akbar yang berdiri di  depan rumahnya beras sama dengan Deka.

"Aku mohon jadikan lagi  temanmu lagi  Apapun yang kamu inginkan akan ku kabulkan," ucap Akbar yang sedang berdiri di depan rumah  Alvarok.

"Aku  cuman bercanda Akbar walaupun kamu tidak mengabukan ke ingin ku tidak marah kok." sambil melihat ke arah Akbar yang sedang berdiri di depannya.

" Karena berhubung aku udah janji sama kamu jadi kamu harus ikut aku pulang ke rumahku yang ada di negara Prancis, karena aku juga ingin membawa kamu ke rumahku yang ada di sana." sambil melihat ke arah Alvarok yang sedang berdiri di depan.

" Oh begitu, tapi aku ingin minta izin  sama Mama sama Ayah aku dulu soalnya mereka ada di sawah apa kalian ingin ikut atau menunggu di sini saja?" sambil melihat ke arah Deka dan Akbar.

" Aku tunggu di sini aja kakak Alvarok soalnya pakaian aku udah rapi dan bersih," tolak  Deka  dengan halus sambil melihat ke arah Alvaro.

"Aku ikut deh soalnya aku ini membawa anak om dan tante kalau tidak minta izin auto diomelin nanti kalau anak-anak kenapa-napa," jawab Akbar sembari melihat ke arah Alvaro dengan sedikit nada bercanda.

" Baiklah." sambil melihat ke arah Akbar yang sedang berdiri di depannya.

Alvaro menutup pintu lalu berjalan pergi meninggalkan Deka yang menunggu di depan rumah saja, sedang Alvaro dan Akbar berjalan di Jalan Setapak yang jalan itu menuju ke sawah Ayah dan Ibunya Alvarok.

 Saat berjalan sejauh mata memandang di sana ada hamparan padi yang ditanam oleh petani padi yang menghijau dan air sungai yang mengalir dan juga dari cium aroma tanah, itu membuat siapa saja merasa relax Mereka pun terus berjalan di Jalan Setapak dan akhirnya mereka melihat ayah dan ibu Alvarok sedang menanam padi di sawah.

"Om, tante, apa kabar," teriak Akbar dari kejauhan sembari Melambaikan tangannya ke arah ibu dan ayah Alvarok.

Mendengar teriakan seseorang ayah dan ibu Alvarok  seketika melihat ke arah sumber suara itu dan mereka melihat sosok Akbar dan Alvarok sedang berjalan ke arah mereka.

"Kami baik nak, Ada apa kamu ke sini ini kotor loh nak apalagi kamu menggunakan baju yang rapi pakai jas lagi," sahut ibu Alvarok sambil teriak.

Setelah berjalan kaki ke arah mereka berdua Alvaro dan Akbar sampai ke sawah orang tua Alvaro yang sedang menanam padi tadi saat melihat kedatangan Alvaro. dan Akbar orang tua Alvaro yang sedang menanam padi tadi berhenti untuk sesaat.

"Begini Tante aku mau izin membawa anak tante ke negaraku Prancis jadi aku minta izin Tante Boleh nggak aku , ngebawa anak tante soalnya aku ingin mengenalkan dia dengan orang tuaku yang di sana kalau aku punya temen di Indonesia," ujar Akbar sambil melihat ke arah orang tua Alvarok  yang sedang di sawah.

" Bagaimana ya , itu kan negara asing sedangkan anak tante tidak bisa menggunakan bahasa asing," ucap Ibu Alvarok sambil melihat ke arah Akbar yang sedang berdiri di depannya.

" Di sana juga ada yang bisa Bahasa Indonesia tante ;nggak usah khawatir ditambah lagi aku akan menjaga anak tante saat dia berada di sana bersamaku," sahut Akbar sembari berusaha meyakinkan orang tua Alvarok agar pengijinkannya membawa nya.

" Baiklah untuk kali ini aku izinkan tapi jika terjadi sesuatu ,maka aku tidak mengizinkannya lagi untuk pergi ke luar negeri kecuali tanding," ujar  ibu Alvarok sambil melihat ke arah Akbar.

" Terima kasih Tante, aku janji akan menjaga anak tante selagi dia ada di sana," ucap Akbar berusaha meyakinkan orang tua Alvarok  kembali.

Setelah mendapatkan izin dari orang tua Alvarok Akbar dan Alvaro pamit kembali ke rumah untuk mengemas baju yang ingin dia bawa ke luar negeri. Tentu saja mendapatkan izin dari orang tua Alvarok membuat Akbar merasa bahagia karena dia bisa membawa teman masa kecilnya untuk bertemu orang tuanya. Setelah mengemas beberapa pakaian Alvarok  dibawa ke suatu lapangan dan di sana sudah ada pesawat milik Akbar yang sedang mendarat di sana.

" Wah apakah ini pesawat besar sekali," ucap Alvaro setelah melihat pesawat yang dibawa oleh Akbar karena baru kali ini dia melihat pesawat yang asli biasanya dia melihat hanyalah di atas langit Itu pun terlihat kecil.

" Iya, Pesawatku jadi kita masuk," ajak Akbar sembari menarik tangan Alvarok untuk menaiki pesawat.

Akbar Dika Alvarok mereka masuk ke dalam kabin pesawat di dalam sana tentu saja ada ruangan pribadi seperti kursi dan lainnya. Ditambah lagi ada pelayanan yang ramah. Akbar Alvarok dan Dika duduk di salah satu kursi yang sudah disediakan di saat Alvarok dan Akbar sedang duduk tiba-tiba salah seorang pelayan Akbar yang pesawat itu mendekat ke arah Akbar. Dia membisikkan sesuatu di telinga Akbar itu membuat wajah Akbar seperti kelihatan sedang menahan amarah. Apakah yang dibisikkan oleh orang itu hingga membuat wajah Akbar sedang menahan amarah tunggu bab berikutnya.

Bersambung...

1
Safitri / Fi
terimakasih kakak
anggita
ikut dukung ng👍like, iklan☝ sja. moga novelnya lancar👌.
Abu Yub
iklan
Abu Yub: masama dedek/Rose//Rose/
total 2 replies
Abu Yub
lanjut
Abu Yub
Semangat dedek/Rose//Rose//Rose/
Athena
msh kecil mulutnya udh julid kek gini, hadeh
Abu Yub
Lanjut dedek/Rose//Pray/
Abu Yub
Semangat dedek/Pray//Rose/
Abu Yub
Mereka
Abu Yub
Aku senang
Abu Yub
Nah,
Abu Yub
Oh, jadi gini
Abu Yub
Saya ingin
Abu Yub
Wah
Safitri / Fi
sebentar masih di revisi kakak
Khairul Azman Abdul Kahar
kalau mau tulis novel biar logik dari France ke Indonesia naik helicopter hanya beberapa jam
Scorpion Monarch
hmm memang perlu penyesuaian/ perbaikan.

kalau mau aku bantu bisa chat priv, aq bakal kasih contoh untuk pembukaan awal.
Safitri / Fi: iya nanti nya
total 1 replies
Abu Yub
komen
Abu Yub
like
Abu Yub
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!