NovelToon NovelToon
Cinta Kembarku

Cinta Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sanny Rama

Sequel DUREN MANIS...

Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.

Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.

Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?

Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.

Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.

Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?

Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Mau ngapa-ngapain

Rava terus berlari menghindari Devina yang

mengejarnya dengan kalap. Kelakuan mereka berdua menarik perhatian semua orang

di rumah itu.

“Ciee... Kak Devi kayak orang India lagi pacaran.

Aca, aca.”goda Leon, putra kedua Lili dan Dion.

Devina segera berhenti berlari, ia melihat

sekeliling banyak mata yang menatapnya. Devina menunduk malu, ia berlari

kembali ke kamarnya.

“Iya, beneran kayak orang India, kepergok trus

kabur sambil malu-malu gitu.”kata Donatello kompak. Putra pertama Riri dan Elo

itu ganti menatap Rava yang duduk santai di depannya. “Uncle Rava suka ya sama

kak Devi?”

Prrfftt! Riri menyemburkan minuman yang baru di

minumnya. Ia terbatuk-batuk sambil melirik reaksi Rava yang masih santai.

“Kagak. Habisnya galak gitu. Mana ada cowok normal mau

sama dia?”jawab Rava cuek. Donatello dan Leon saling pandang, mereka menahan

senyumnya melihat Devina kembali ke ruang tengah.

“Ach, beneran nich nggak suka sama kak Devi. Ntar

direbut orang gimana, uncle?”tanya Leon memanas-manasi Rava.

“Biar aja direbut orang. Nggak peduli.”saut Rava

merasa tengkuknya tiba-tiba dingin. Merasakan firasat buruk, Rava menoleh ke

belakang dan... plak! Devina menampar pipi Rava sekali lagi. Rava yang

terpancing emosi, sontak bangun lalu mengejar Devina yang berlari duluan masuk

ke kamarnya. Duk! Rava terlambat mengerem, alhasil jidatnya membentur pintu kamar

Devina.

“Woiii!!! Salah gue apa sich? Dasar cewek sensi!!”teriak

Rava kesal. Devina tidak menjawab, ia kembali menangis kesal mendengar

kata-kata Rava tadi.

“Apa dia nggak tahu kalau aku suka banget sama dia.

Tapi malah ngomong kayak gitu. Rava jahat!!”teriak Devina kesal juga.

Mia yang melihat kejadian itu, memahami sesuatu

sudah terjadi pada Devina. Mungkin gadis itu menyukai Rava. Tapi setahu Mia,

Rava sedang berusaha mendekati Diva. Pusing memikirkan kisah cinta putranya,

Mia hanya bisa geleng-geleng kepala.

*****

Flora menoleh ketika melihat Reva tiba-tiba

memegang pipinya sendiri. Mereka baru sampai di tepi pantai yang pasirnya mulai

panas membahana. Serasa di sauna tapi bikin kulit gelap. Flora memilih duduk di

pinggir tebing yang sedikit teduh. Matanya menyipit melihat dikejauhan ada

perahu nelayan yang semakin menjauh dari bibir pantai.

Reva juga ikutan duduk di samping Flora. Ia

mengeluh panas sambil memegang pipinya lagi.

“Kenapa sich ngajak aku ke sini? Panas banget lagi.

Itu kenapa pipi dipegang terus? Kayaknya aku nggak nampar sekeras itu dech.”kata

Flora.

“Kamu emang nggak nampar keras, tapi ini masih

sakit, nggak tau kenapa.”kata Reva.

Flora menusuk pipi Reva dengan jarinya. Ia melihat

ekspresi Reva yang biasa aja. Flora kembali menusuk pipi satunya, tetap tidak

ada reaksi apapun.

“Jangan ditusuk-tusuk, cium gitu dong.”pinta Reva

menggoda Flora.

Flora berjengit menatap Reva malas. Reva membelai

pipi Flora, “Masih galau? Teriak gih.” Flora menatap Reva dengan bingung saat

pria itu menariknya berdiri. “Teriak yang keras apa yang buat kamu gini.

Ayolah, Flo. Kamu yang kayak gini beneran bukan kamu.”

Reva beranjak ke belakang Flora, memeluk pinggang

gadis itu lalu meminta Flora menatap ke laut lepas. “Katakan, sayang. Luapkan

semuanya. Teriak yang lantang.”

Flora menarik nafas panjang dan berteriak dengan

keras. “Aaaaa...!!!! Menyebalkan!!! Emang kenapa kalo aku cuma pembantu!!!

B****!!”

Reva sampai menjauhkan telinganya dari suara

cempreng Flora. Gadis itu terus berteriak sampai suaranya mulai tercekik.

Tenggorokannya juga mulai seret. Flora menarik nafas dalam, ia mencoba mengatur

nafasnya yang ngos-ngosan. Reva menyodorkan sebotol air minum pada Flora yang

langsung menghabiskan separuh isi botol itu.

“Udah puas teriaknya? Mandi yuk.”ajak Reva sambil

membuka bajunya. Flora menatap Reva tidak percaya kalau pria itu mengajaknya

mandi di pantai siang bolong. “Kamu nggak takut gosong kan?”

*****

Flora dan Reva masuk ke dalam rumah sambil ketawa

cekikikan berdua. Mereka hampir menabrak Mia yang berdiri di dekat meja makan.

Padahal masih jam dua siang tapi Mia sudah pulang dari rumah Riri.

“Eh, mama. Udah pulang, mah.”

“Kalian kenapa bisa basah kuyup gini? Flora,

kulitmu kenapa merah gitu?”tanya Mia cemas.

Reva cemberut karena Mia hanya memperhatikan Flora.

Mia menyuruh Flora segera mandi dan mendinginkan kulitnya dengan pelembab yang

akan ia berikan nanti. Sedangkan Reva masih harus menjelaskan apa yang terjadi

dengan mereka berdua.

Reva berlari ke lantai atas setelah menjelaskan

secara singkat pada Mia yang belum juga puas. Ia berjanji akan cerita

pelan-pelan nanti sehabis mandi. Sambil mandi, Reva teringat saat dirinya dan

Flora berenang bersama di pantai. Flora yang tidak terlalu pintar berenang,

memegang erat pundak Reva selama di dalam air yang dalam.

Gadis itu terlihat senang sekaligus takut melihat

air di sekitarnya. Hanya setengah jam mereka berenang, tapi Reva senang sekali

bisa memeluk Flora terus. Ia memberanikan diri menanyakan pada Flora apa gadis

itu mau jadi pacarnya.

Saat itu Flora mulai bercerita tentang asal

usulnya. Flora gadis dari kampung, ia hanya anak petani dan kedua orang tuanya

sudah tidak ada. Flora selalu berusaha menabung untuk setiap uang yang ia

terima dari orang tuanya. Meskipun akhirnya harus ia keluarkan untuk memenuhi

kebutuhan keluarganya.

Flora mengatakan kalau tidak ada Alex, mungkin saat

ini dia sudah menjadi istri tuan tanah mesum. Melihat statusnya yang cuma

pembantu di rumah Alex, Flora minta pada Reva untuk memikirkan lagi tentang

keinginannya untuk menjadikan Flora pacar Reva.

Reva masih bisa mendapatkan pacar dari keluarga

yang sepadan. Yang sama-sama kaya dan berpendidikan tinggi. Lagipula Flora

merasa dirinya tidak cukup pantas untuk mendampingi Reva. Kalaupun Reva

memaksakan hubungan ini, yang akan terluka tetap Flora karena orang-orang akan

mempertanyakan tentang asal usulnya.

Mendengar penuturan Flora, Reva hanya tertawa. Ia

sudah bertanya pada Mia kalau Reva menyukai Flora, apa mereka boleh bersama dan

Mia mengatakan untuk menjalani saja dulu. Mereka tidak tahu apa Reva dan Flora

akan berjodoh atau tidak. Mia juga tidak keberatan kalau Reva mendekati Flora

tapi kalau sampai Reva berani main-main, Mia akan mengirim Flora ke rumah Rara

atau Riri.

Reva teringat reaksi Flora saat itu, ia tersenyum setelah

Reva selesai mengatakan apa yang Mia katakan. Flora merapikan rambut Reva yang

basah dan menutupi jidatnya. Flora meminta mereka untuk menjalani saja dulu tanpa

ikatan. “Toh, kalau pacaran juga sama saja kan?”

“Kalau kita pacaran, kan aku boleh ngapa-ngapain

kamu. Boleh nyium, boleh peluk, boleh pegang-pegang.”saut Reva keceplosan. Flora

mencubit pipi Reva sampai bibirnya dower.

“Jadi kamu mau pacaran sama aku cuma buat

ngapa-ngapain aku?”tanya Flora menahan amarahnya.

“Bukan gitu maksudku. Hehe... jangan marah dong.

Maksudku kalo kita pacaran, kamu kan nggak bisa berhubungan sama pria lain. Aku

juga gitu. Trus nanti kalo ada yang nanya status kita, aku jawab apa? TTM?

Nggak enak banget kayak digantung di pohon tomat gitu loh. Hubungan tuch harus

jelas kalo saling cinta ya pacaran trus nikah, trus punya anak, trus punya anak

kedua, anak ketiga juga, terus anak terakhir.” Flora menutup mulut Reva yang

banyak bicara.

*****

Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu

rate bintang 5, like, komen, dan yang paling penting vote, vote, vote. Ty.

1
Eka Sari Agustina
👍👍👍👍👍
G
lanjut
Mella Soplantila Tentua Mella
dasar Reva mesuuum... ha ha hahaaa ketangkap basah sm ibu negara
Martini
di tunggu kelanjutannya Thor kan flora hamil
Martini
wah dapat mantu Sekai 2 mama jelita god
Martini
anaknya mami jelita gresek semua
Martini
bakal kena semprot tu jeny
Martini
gawangnya udah gol ya reva
Martini
selalu seru aja Thor karyamu
Martini
hahaha camer sama menantu klop geseknya
Martini
pembantu ganjen di pecat aja Thor bisng kerok itu
Martini
iya Reva itu kan bucin
Martini
jangan bikin aq baper donk Thor kasihan ravanya
Martini
aq sampai ikut nangis Thor kasihan rava perjuanganya tidak ada artinya di depan diva
Martini
diva kok sadis tadi aja berharap sekarang malah bikin rava hanjur
Martini
semoga Frank ya thor
Martini
aq setuju kalau Roger sama jeny
Martini
mungkin lagi berhai hai Thor Reva sama flo
Martini
kayaknya dapat lampu hijau dech Juan Ama devina 👍👍👍
Martini
Devina kok hadi gadis bar bar sich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!