Retno punya semua yang diinginkan oleh gadis seusianya, kedua orang tua sempurna, harta dan kehormatan. Hidupnya sangat bahagia dan disiplin, ayah bilang disiplin membedakan manusia dengan binatang. Sejak kelas dua sekolah dasar saat bangun tidur Retno tidak boleh keluar dari kamarnya sebelum membereskan tempat tidurnya, kelas tiga ayah memeriksa kerapihan tempat tidurnya.
"Kerapihan tempat tidur akan mengubah duniamu dan menentukan siapa dirimu" pesan ayah selalu.
Saat kedua orang tuanya meninggal Retno tak tahu apa yang harus dilakukan sampai dirinya bertemu dengan Keanu Hartono
"Retno....maukah kau ikut denganku.?" Keanu menghembuskan nafas panjang, antara yakin dan tidak dengan ucapannya namun kata ajakan itu sudah meluncur dari bibirnya.
Retno menatap wajah didepannya, tak ada senyum disana kecuali sepasang mata yang menatapnya serius. Retno menimbang kesungguhan dalam tatapan itu, Retno hanya bertemu Keanu beberapa kali itupun tanpa komunikasi karena biasanya ia datang menemui ayah. Retno hanya tersenyum dan mengangguk jika bertemu sebagai tanda penghormatan pada tamu ayahnya. Sekarang laki-kaki ini mengajaknya tinggal dirumahnya.
Keanu Hartono adalah seorang CEO NSP Bank yang terpaksa turun lapangan untuk mengatasi Kredit Macet seorang pengusaha daerah yang telah meninggal dunia bernama Bintoro Aldi ayah Retno. Keanu tahu betul apa yang terjadi dengan keluarga tersebut termasuk menyaksikan bagaimana ekonomi keluarga tersebut pelan-pelan hancur. Keanu juga menjadi saksi gadis yang dulunya ceria itu pelan-pelan kehilangan senyumnya. Gadis ABG yang membuat dunianya jungkir balik!
Bagaimana nasib membawa Retno dan adiknya, ikuti kisah ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjani Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part-21 The Ambassador's Journey
Menjadi terkenal adalah impian sebagian besar orang muda tapi buat Retno seperti kehilangan waktu kontemplasi dengan dirinya. Ponselnya terus berdenting, tang tung tang tung dari watsapp, facebook, instagram belum lagi dering telepon yang terus menjerit. Tidak cukup memiliki hanya satu ponsel, management memberikan iphone dan simcard khusus komunikasi dengannya. Jika dulu Retno memilih bajunya sendiri sesukanya, menyisir rambutnya, make up sekarang tak bisa lagi. Setiap jam 07:00 WIB pintu apartement-nya ada yang mengetuk dan lima orang masuk dengan tugas masing-masing. Ibu Lula Management-nya, Mbak Yuke Management Trainingnya yang ber tugas memberikan motivasi kepada Retno agar mentalnya kuat, publik speaking dan menjadi pribadi yang menarik. Yanti dan Sardi periasnya, tugasnya dari menyisir rambut hingga make up agar tahan 8 jam tidak luntur. Shinta wardrobe, tugasnya memilihkan pakaian yang cocok untuk acara sesuai tema dan situasinya. Kadang ada perasaan tidak nyaman tapi Retno harus tetap bersyukur. Berada diposisi ini tidak mudah, menjadi pemenang bukanlah akhir dari perjuangan tapi awal dari sebuah pengorbanan!
Uang mengalir lancar direkeningnya namun transfer dari Keanu tak pernah berhenti. Keanu tetap membiayai hidupnya dan Aldi sekalipun tahu kini Retno telah memiliki penghasilan lebih dari cukup. Ketika dirias ada notif di ponselnya, instrumen lagu yang sangat dikenalnya. Bad Liar by Anna Hamilton, itu notiv saat transferan Keanu masuk ke rekeningnya. Namun senyum Retno menghilang ketika tahu bahwa hari ini Keanu kembali ke Jakarta, Retno tak mungkin ikut menjemput bersama Andre dan Mommy. Kakinya gemetar dan wajahnya berubah muram tiba-tiba. Ini adalah saat pertama Retno tidak bisa menepati janjinya pada Keanu.
"Hai, kamu kenapa Retno?" Yanti yang kemayu menegurnya, tangannya yang sedang mengulas blush on di pipinya terhenti.
"Hari ini sebetulnya aku ada janji untuk jemput saudara di bandara" Retno menunduk, ia ingin menangis karena akan mengingkari janjinya. Ingin telepon Keanu untuk minta maaf tapi tak memiliki keberanian. Memang siapa dirinya berani tidak menepati janji dengan Keanu. Sekalipun sudah terkenal Retno bukanlah apa-apa dibanding Keanu, lelaki itu bisa mendapatkan wanita sepuluh kali lebih baik dari dirinya jika mau. Keanu adalah pemimpin holding company, pesonanya tak mungkin diabaikan oleh wanita manapun. Keanu adalah permata mahal yang hanya dimiliki oleh para bangsawan, bukan rakyat jelata sepertinya. Retno cukup tahu diri namun yang dilakukannya sekarang adalah kesalahan besar!
"Kamu harus menghubungi ibu Lula dulu untuk negosiasi jadwal pribadi di jam kerja Retno, jam 09:00 WIB kamu ada wawancara dengan NET teve, jam 13:00 kamu berada di pantai untuk menemani gunting pita menteri pariwisata dalam acara pembukaan pantai Marina-2. Jadwalmu padat sampai habis maghrib sayang, tolong dimengerti dan tidak ada acara diluar itu" Sardi ikut-ikutan menceramahinya.
"Aku mengerti" Retno hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan sudut mata berkaca.
"Tapi senyummu menghilang sayang, aku make up artis terbaik dikota ini. Tapi tak ada artinya jika wajahmu murung, smile sayang ayo..." pancing Yanti dengan gerakan kemayu.
Retno tersenyum tapi hanya dibibirnya saja sementara hatinya menangis. Keanu hampir tiap malam menelponnya, kadang merajuk karena Retno tak pernah menelpon duluan. Saat mengingat akan menelfon Keanu seseorang mengajaknya bicara atau ada urusan lain sehingga lupa pada tujuan awalnya. Kadang Retno malu, seorang seperti Keanu masih mengingatnya tiap hari untuk komunikasi. Tapi dirinya....? Baru terkenal sudah kebingungan mengatur jadwal. Baru selesai dirias Fadly sudah menunggu di apartement-nya, pemuda itu tersenyum melihatnya lalu berbicara serius dengan ibu Lula. Jam 08:00 WIB Retno dan tim sudah meluncur ke NET teve, wawancara tentang prospek pariwisata indonesia.
" Bagaimana menurut Anda prospek pariwisata Indonesia kedepan?" Armani, presenter pariwisata memberinya pertanyaan.
"Sangat cerah, bahkan setiap provinsi telah berbenah untuk menjual daerahnya menjadi tujuan pariwisata baru."
"Seperti apa pariwisata yang cocok untuk Indonesia tercinta ini?"
"Pariwisata Indonesia harus maju dengan kekuatan budaya bangsa karena setiap budaya itu unik, disitulah nilai jualnya."
"Wow, luar biasa. Pantas Anda nemenangkan kontes Putri Pariwisata Indonesia" puji presenter pariwisata NET teve.
"Terima kasih."
"Mas Fadly Renaldy, bagaimana tanggapan anda dengan pendapat mbak Retno Ayu Pratiwi?"
"Kekuatan budaya itu sama dengan kekuatan sebuah negara karena setiap bangsa dikenal karena budayanya. Tugas pengembangan pariwisata justru harus melindungi budaya itu sendiri agar tidak punah dimakan zaman" jawab Fadly mantab.
"Luar biasa, menurut anda bagaimana cara melindungi budaya itu?"
"Dengan mengajak generasi muda untuk mencintai budaya lokal, contoh seperti tarian tradisional diajarkan kesekolah-sekolah sebagai ekstra kurikuler sehingga mereka mengenal, menjaga dan mengimplementasikan di acara-acara sekolah dan luar sekolah."
"Wow, kami takjub pada kalian berdua. Luar biasa, gelar yang pantas untuk anda terima saat ini."
"Terima kasih."
Acara dilanjutkan dengan dialog interaktiv antara audiens dan pemirsa televisi dirumah.
Dipesawat Keanu membuka teve kecil didepannya, televisi mini yang menempel dipunggung kursi setiap penumpang. Pilihan acaranya film dan destinasi wisata dunia, dibukanya destinasi wisata Indonesia. Dalam acara 'Hidden Paradise Pahawang' Keanu melihat lima gadis yang melompat dari atap sebuah kapal kecil, direview nya gambar itu untuk memperjelas wajah salah satu gadis yang melompat itu. "Wow, Retno...?" Kening Keanu mengkerut, gadis lemah-lembut itu berani melompat dari sebuah atap kapal...? Tentu saja tidak semua bagian dari kepribadian Retno diketahui termasuk saat ini menjadi seorang bintang. Keanu mengingat bagaimana pertama kali bertemu Retno dan bagaimana kehidupan telah mengubah gadis itu menjadi seperti sekarang. Retno mengalami metamorfosis kehidupannya dari seekor kepompong menjadi seekor kupu-kupu cantik yang diinginkan banyak orang. "Semoga kamu menjadi pribadi yang lebih baik sayang" doa Keanu namun senyumnya menghilang menyadari bahwa waktu bertemu Retno sudah semakin sempit. Setiap ditelpon Retno sudah tertidur dan tampak kelelahan. Dan hari ini Keanu juga tahu jika Retno tak bakal menjemputnya di bandara, ia hanya menghela nafas panjang mengingat itu. Gadis kecilnya yang polos dan baik hati telah memiliki sayap dan mengepak ketempat yang lebih tinggi seperti burung Elang.
Semua berubah seiring waktu, tidak ada yang abadi didunia ini kecuali perubahan itu sendiri. Keanu datang ke apartement Retno tanpa pemberitahuan, jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 11:00 tepat, teleponnya dari siang belum diangkat juga watsapp nya belum dibaca. Ketika sampai di lobby Keanu melihat Retno yang tengah berbicara serius dengan Fadly, keduanya duduk berhadapan sementara yang lain duduk dimeja terpisah mungkin management-nya. Keanu mengambil tempat duduk dikursi lain, menunggu Retno menyelesaikan urusannya. Keanu memainkan ponselnya, dari kejauhan sesekali Keanu melirik Retno dan Fadly yang masih terlibat pembicaraan. Menjelang pukul 11:30 keduanya bubar, tampak Retno berjalan menuju apartement-nya diikuti Fadly. Keanu berjalan dibelakang keduanya agak jauh sambil memasang tudung sweater nya agar tak terlihat. Terlihat Retno melambai pada Fadly sebelum membuka pintu apartement-nya, rupanya apartement keduanya berdampingan. Mungkin agar memudahkan keduanya untuk bekerja sama, meski kurang nyaman tapi Keanu berusaha positif thinking. Bagaimana tidak, orang yang dicemburuinya memiliki apartement yang berdampingan dengan kekasihnya dan setiap hari bertemu dan bekerja sama. Keanu menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar, berusaha mengusir energi negatif yang mulai menguasai benaknya. Ketika Retno akan masuk ke apartement Keanu membekap mulut gadis itu agar tak berteriak melihatnya. Keanu membawa gadis itu kedalam ruangan dalam keadaan meronta, mungkin Retno mengira dirinya seorang penjahat. Setelah menutup pintu Keanu membuka tudung Sweater-nya, Retno yang terkejut langsung memeluknya dan memukuli dada Keanu gemas.
"Kakak, kenapa lakukan ini? Kakak jahat sekali, aku hampir mati ketakutan" protes Retno masih dalam dekapan Keanu, sedetik kemudian Retno melepaskan diri menyadari kesalahannya namun Keanu malah mengeratkan dekapannya.
"Please sayang, aku kangen berat. Satu tahun kita tidak ketemu, aku mengerti ketakutanmu tapi aku juga manusia biasa. Tidak ada yang akan terjadi, aku hanya ingin memelukmu lebih lama" keduanya berpelukan dalam diam, mendengarkan degup jantung yang bertalu bersaing dengan detak jam dinding. Retno merebahkan kepalanya didada Keanu, dihirupnya wangi maskulin dari tubuh kekasihnya. Keanu mencium pucuk kepala Retno berkali-kali seperti tak pernah puas, harum rambut yang tertutup hijab membuatnya tenang. Keduanya menyadari, seharusnya tidak boleh seperti ini apalagi ditengah malam buta tapi siapapun tahu betapa sulitnya mengendalikan diri pada saat seperti ini.
"Yang jahat aku apa kamu, coba lihat ponselmu. Berapa kali aku menelfonmu tanpa jawaban, watsapp tanpa balasan. Jangan katakan kau sibuk karena jadwalmu padat, aku tidak mau mendengarnya" Keanu merajuk, ternyata bukan hanya wanita yang suka merajuk, kini Keanu menuntut haknya.
"Maafkan, aku belum familiar dengan jadwal ketat ini Kakak. Semoga kedepan aku bisa menyeimbangkan waktuku" Retno menunduk sambil memainkan kuku jarinya, itulah kebiasaannya saat gelisah.
"Aku mengerti sayang, aku hanya ingin menemuimu. Sekarang aku sudah dirumah, datanglah jika ada waktu. Mommy, bik Sumi, Siti Sendari, pak Bambang dan semua yang ada disana merindukanmu termasuk aku" Keanu menatapnya tersenyum, hati Retno berdesir.
"Ya Kakak, aku akan mengatur jadwal libur dengan ibu Lula" Retno menghembuskan nafas berat.
"Bisa buat kopi sayang" Keanu melirik kopi dan teh sachet lengkap dengan perebus air listrik di meja kecil.
"Tentu Kakak" Retno melepas stiletto dan menggantinya dengan sendal tidur berkepala panda dengan sepasang bola mata hitam yang lucu.
Wangi kopi memenuhi ruangan ketika Retno menyeduh dan mengaduknya dengan sendok kecil, dibukanya gorden sekaligus pintu menuju balkon. Satu stel kursi unik dan meja bulat ada disana, Retno memberikan cangkir kopi kepada Keanu tapi laki-laki itu menolaknya.
"Kenapa Kakak, kopinya tidak seperti yang dirumah?" Retno menatap heran.
"Aku mau kamu meminum kopi itu dulu sayang" Keanu menatap lembut.
"Baiklah" Retno menurutinya, setelah itu menyerahkan cangkir itu pada Keanu.
Keanu meminum kopi dari cangkir bekas bibir Retno sambil menatapnya, Retno tersipu. Ia tahu apa yang dirasakan Keanu karena perasaannya juga sama. Retno terus istighfar untuk meredam keinginannya sendiri, jika Keanu melakukan lebih mungkin Retno tak akan mampu menolaknya. Sudah setahun mereka tidak bertemu, hanya komunikasi lewat telepon. Kini komunikasi itupun mulai tersendat karena kesibukan, kini keduanya bertemu hanya berdua ditengah malam disaat setan dan iblis bergentayangan menghasut para manusia untuk melakukan perbuatan durjana!
"Bagaimana perasaanmu setelah menjadi terkenal sayang?" Keanu bukannya kesal malah tersenyum.
"Masih bingung Kakak, aku baru tahu bagaimana uang bekerja dan mengatur kehidupan kita" Retno menatap bintang-bintang yang berpendar.
"Tak ada yang gratis didunia ini, setiap rupiah yang kamu terima dari orang lain membuatmu kehilangan waktu untuk dirimu sendiri."
"Bagaimana Kakak bisa menjalani kehidupan selama ini?"
"Kakak mengkader pemimpin dikantor, setelah itu Kakak mempercayakan sebagian pekerjaan pada mereka dengan mengontrolnya lewat laporan yang dibuatnya. Itulah kenapa Evelin sangat profesional dengan pekerjaannya."
"Sepertinya mudah buat Kakak."
"Tidak ada yang mudah sayang. Experience is the best teacher, pengalaman adalah guru terbaik. Semua melewati tahapan, suatu saat kamu akan paham kenapa orang bisa menjadi kaya dan sukses" Keanu menyeruput kopinya tepat dari bekas bibir Retno dicangkir yang sama, rasa kopinya terasa lebih nikmat menurutnya karena membayangkan bibir pembuatnya menempel dicangkir.
Sukses tidak dicapai dalam semalam, selama lima tahun pertama kepergian Daddy Keanu tidak pernah cuti atau merasakan liburan. Ia belajar dan terus memperbaiki kinerja perusahaan keluarganya agar tidak tumbang. Dua tahun ke-enam ia kehilangan Monique, gadis itu memilih pria lain yang bisa memenuhi harapannya. Moniq tidak salah, keadaanlah yang membuat perpisahan itu ada. Sejak itu Keanu tak pernah memiliki teman gadis spesial lagi, takut kecewa dengan kesibukannya sampai Retno datang dalam hidupnya. Semua berubah, hasratnya sebagai lelaki yang membutuhkan pasangan pada suatu saat kelak tak terbendung.
Kebanyakan orang mengagumi kesuksesan seseorang tanpa melihat bagaimana caranya berjuang dan berkorban untuk mencapainya dimasa lalu. Kaya, dermawan dan cerdas, ini yang membuat Keanu Hartono menjadi sosok yang dikagumi dan disegani oleh banyak orang, khususnya lawan bisnisnya. Selain kerja kerasnya yang konsisten selama bertahun-tahun, ia juga memiliki sejumlah aturan yang ketat di dalam hidupnya. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu kunci keberhasilan di dalam karirnya.
"Ya, bahkan ada orang yang spesial menangani permasalahan orang lain, berarti masalah adalah berkah baginya. Ada orang yang khusus menangani perusahaan bermasalah, membelinya dan membuatnya menjadi perusahaan yang lebih baik dan menguntungkan agar tidak ada satupun pegawai yang kena PHK" Retno mengerling Keanu, menyindirnya akan kemampuannya yang briliant.
"Kemampuan itu sekarang gak ada artinya sayang..."
"Maksud Kakak?"
"Karena orang itu belum mampu mengajak gadisnya menikah, sekarang kekasihnya malah menjadi orang terkenal dan susah ketemu..." gantian Keanu menyindir Retno.
"Kakak, jangan menyindirku."
"Aku mengatakan yang sebenarnya sayang" Keanu sibuk mengendalikan keinginannya, ia ingin menghormati Retno seperti tuntutan agama tapi dirinya juga manusia biasa.
"Boleh tanya yang serius nggak?" Retno menatap Keanu yang juga sedang menatapnya.
Mencintai membuat dua orang saling menatap namun ketika cinta itu hilang maka keduanya berhenti untuk saling menatap. Maka peliharalah cintamu untuk tetap saling menatap pasanganmu dan rasakan kasih sayangnya terhadapmu, ini khusus yang sudah menikah untuk yang jomblo puasa dulu banyak-banyak ya.
"Boleh dong, apapun untuk kamu akan kuberi bahkan separuh nyawaku jika perlu."
"Kenapa Kakak mencintaiku?"
"Karena aku menginginkanmu."
"Hanya itu?"
"Dikehidupan sosial seperti kakak ketulusan berharga begitu mahal bahkan cinta diukur untung-ruginya. Sebagian wanita cantik hanya melihat kakak sebagai mesin penghasil uang untuk memenuhi kesenangannya, tak ada yang kebih dari itu. Aku ingin dicintai sayang, wanita yang membuat aku tenang saat menatapnya dan saat bersamanya, seperti kamu."
"Terima kasih Kakak" Retno terharu.
"Tapi kamu itu mahal sekali..." Keanu nyengir kuda.
"Mahal?" Retno tak mengerti.
"Aku harus menunggumu selama satu tahun untuk mengungkapkan perasaanku dan menunggu lagi selama lima tahun untuk bisa menikahimu. Cinta itu ternyata mahal ya sayang" Keanu menatap kejauhan, membayangkan hari-hari yang akan sulit bersama Retno tapi ia tak akan menyerah, tidak akan pernah!
"Aku ingin membuatnya sederhana Kakak, bersabarlah. Hanya dengan kesabaran kita akan sampai pada tujuan cita-cita kita" lanjut Retno.
"Kamu pintar ya sekarang, apa karena guru management trainingmu itu?"
"Tidak Kakak, itu berdasarkan pengalaman hidupku."
"Baiklah sayang, aku akan bersabar menunggumu. Semua akan indah pada waktunya, begitu kan? Pulang dulu ya. Jaga dirimu, aku berharap kamu selalu baik-baik saja."
"Aamiin."
"Assalamualaikum" Keanu mengecup pucuk kepala Retno.
"Waalaikumssalam."
Retno menutup pintu apartementnya, perasaannya menjadi ringan. Direbahkannya tubuhnya dikasùr, didalam temaram lampu Retno menyaksikan dirinya yang sendirian. Kesuksesan, untuk apa jika dirinya harus kehilangan kekasihnya. Keanu adalah permata paling berharga dalam hidupnya. Ia akan tetap mempertahankanya, apapun yang terjadi. Sekalipun matahari terbit dari barat!
Assalamualaikum
Di Novel Toon sd Part-22 ya
'Bintang di gelap Malam'
Vote & Comment agar ceritanya tetap update. Kunjungi Anjani Putri fb or *******
Terima kasih atensinya.
Salam.
Semoga bisa diterima 🤭