PROSES REVISI KARENA BANYAK KATA YANG SALAH KETIK DAN SPASI YANG BERLEBIHAN!
Steve Fabian dan Aletta Quenby Elvina terjebak dalam pernikahan yang tak mereka inginkan. Pernikahan Steve gagal karena Clara tunangannya pergi meninggalkannya tiga hari sebelum pernikahan. Kedua orang tua Steve memilih Aletta sebagai pengantin pengganti untuk Steve.
Aletta Quenby Elvina walaupun tidak ada rasa sedikit pun terhadap Steve bagaimana pun mereka kini terikat dalam ikatan yang sakral Aletta tetap menjalankan tugasnya layak seorang istri walaupun Steve Fabian tidak seperti itu terhadapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindita Ningtias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 21
Aletta duduk bersandar di ranjangnya tubuhnya lemah dan wajahnya terlihat pucat. Kini tubuh Aletta sudah lumayan enakkan setelah di periksa dokter yang tadi di panggil Steve.
Dokter itu tadi juga menyuntikkan sesuatu pada Aletta yang membuatnya bisa duduk di ranjang sekarang ini hanya saja kepalanya terasa agak berat karena migrain yang masih menyerangnya.
"Sudah enakkan?" tanya Steve sembari membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air putih hangat.
"Udah lumayan" ucap Aletta menganggukkan pelan kepalanya.
Steve meletakkan nampan yang ia bawa di nakas di samping tempat tidur Aletta. Steve melirik ke arah gadis itu wajahnya masih terlihat pucat dan lemas hanya saja tidak ada lagi keringat dingin yang nangkring di keningnya.
"Kamu makan ya? Abis itu makan obatnya juga" ucap Steve pada Aletta
"Mas, masak?" tanya Aletta melirik ke arah mangkuk yang berisi bubur
"Ngga kok, tadi aku delivery" ucap Steve mengambil mangkuk bubur itu.
'tingnong tingnong' suara bel rumah mereka berbunyi
Steve meletakkan kembali mangkuk itu dan berdiri berniat untuk membukakan pintu itu.
"Aku buka pintu dulu ya, kayaknya itu mama" ucap Steve melangkahkan kakinya menuju pintu depan.
Saat Steve membuka pintu tidak mengucap salam lagi, Sterna mamanya Steve menyelonong masuk tanpa melihat anaknya yang ada didepannya.
Sterna melangkahkan kakinya cepat dengan Steve yang mengikutinya dari belakang Sterna kaget melihat Aletta yang tersandar di ranjangnya dengan wajah pucat dan lemasnya itu.
"Ya Allah, kamu kenapa nak?" tanya Sterna buru-buru mendekati Aletta
"Aletta baik-baik aja kok ma" ucap Aletta tak enak hati melihat mama mertuanya jauh-jauh datang kemari.
"Kalo baik-baik aja ngga bakalan kaya gini sayang" ucap Sterna gelisah
"Aletta demam tinggi ma" ucap Steve memberitahukan keadaan Aletta
"Tapi tadi Steve udah manggil dokter buat cek Aletta udah diberi obat juga panasnya juga udah berkurang" jelas Steve pada Sterna.
"Kamu belum makan?" tanya Sterna ketika matanya tidak sengaja melirik kearah nakas di samping tempat tidur Aletta yang di atasnya terdapat semangkuk bubur.
Aletta menggeleng lemah. Mungkin saja tadi jika Sterna tidak datang saat itu Steve mungkin sudah menyuapinya tapi karena Sterna datang Steve kembali meletakkan bubur itu.
Dan sekarang bukan Steve yang akan menyuapinya tetapi Sterna mama mertuanya. Yaa siapa pun itu whatever lah yang penting makan, sayang tuh bubur dianggurin.
"Ayo makan, obatnya juga pasti belum di minum kan?" tanya Sterna dan Aletta kembali menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah makan dulu habis itu minum obatnya, biar cepet sembuhnya" ucap Sterna bersiap menyuapi Aletta.
Sterna menyuapkan Aletta bubur hingga hanya tersisa sedikit lagi hingga membuat Aletta sedikit mual tapi Aletta menahannya melihat itu Steve pun menghentikan ibunya agar tidak menyuapi Aletta lagi.
"Ma udah cukup nyuapinnya" ucap Steve
"Minumnya juga di kasih, seret ngga minum ma" sambungnya lagi
Mendengar ucapan Steve yang ada benarnya Sterna kelabakan mengambil minum yang juga ada di nampan dekat nakas di samping tempat tidur Aletta. Melihat tingkah lucu mertuanya itu membuat Aletta tertawa kecil dan tersenyum menatap Sterna.
Steve tidak kembali ke kantornya ia berdiam di rumah menjaga Aletta saat Aletta tertidur ia membersihkan rumahnya menggantikan tugas yang biasa di lakukan istrinya itu.
ini salah ciri2 wanita munafik dan kita bisa lihat dari karya nya
*intrkasi suaminya dengan wanita lain dipandang menjijikan tapi intraksi nya dia (istri) dengan lelaki lain dibenarkan dengan berbagai alasan (menjijikan) anggap adalah, saudara lah (muak)
dan ini buktinya intraksi steve dan clara kalian laknat tapi intraksi aletta dengan reyhan kalian bela dan benarkan
*steve baik pada clara kalian laknat tapi aletta kegatelan pada reyhan kalian bela dan benarkan
*steve baik pada clara kaian laknat tapi reyhan yang menjijikan mencari perhatian pada istri orang kalian benarkan
*pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja2 (ini adalah pemikiran wanita munafik), reyhan kalian spesialkam, bisa kontak fisik dengan istri orang, selalu dibela, kelakuan selalu dibenarkan, bisa memprovokasi suami orang, bebas memukul suami orang dan tidak dianggap salah,
pokoknya novel ini adalah novel wanita munafik