🌹 Clarisa & Kevin Lee 🌹
Aku bekerja sebagai pembantu di rumah salah satu pengusaha kaya raya, di Korea Selatan bernama Kevin Lee.
Niatku adalah merubah nasib keluargaku, agar jauh lebih baik, tapi justru aku menikahi Suami dari majikanku.
Diakhir hidupnya, Nona Shin meminta aku menggantikan posisinya sebagai istri Tuan Kevin. Sebab menurutnya, aku adalah wanita yang tepat menggantikan posisinya, setelah kepergiannya nanti.
Tuan Kevin awalnya menolak, permintaan istrinya, karena ia sangat mencintai Nona Shin, tapi karena istrinya tetap memaksa akhirnya kamipun menikah.
Tuan Kevin tidak mencintaiku, hingga hanya hinaan, yang aku terima.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.21.Merindukan Kakak ipar.
🏚️ Kediaman Kevin Lee🏚️
" Tuan aku mohon lepaskan aku...!! Seru Clarisa yang tetap kekeh, ingin melepaskan pelukan Kevin.
" Bagaimana kalau aku tidak mau ' Serunya, dengan mempererat pelukannya.
" Aku mohon Tuan...., lepaskan aku..., aku masih banyak kerjaan."
" Akukan sudah bilang padamu Clarisa, biarkan nanti Ana, atau Ani yang membersihkannya.
" Tapi Tuan..., aku tidak mau makan gaji buta." Serunya yang tetap memaksa untuk bangun dari ranjang.
Menatap kesal Clarisa, dan berbicara dengan nada sudah meninggi dari sebelumnya.
"Kamu kalau tidak mengikuti kemauanku, aku akan memecatmu sekarang juga.Dan tidak akan memberikan gaji sisahmu sama sekali."
" Tapi Tuan...!!Serunya pelan.
" Diam..., kataku." Dengan nada penegasan.
' Baik Tuan" Jawabnya pasrah.
Tersenyum, saat Clarisa sudah tidak memberontak lagi.
" Tuan...!!
" Ada apa...! Jawabnya dengan suara sedikit kasar.
" Bisakah kau menurunkan tanganmu...?
'" Memangnya kenapa, apakah ada yang salah dengan tanganku..!!
" Iya ada yang salah Tuan, anda memeluk saya terlalu kencang," Dengan menggeserkan posisinya.
Kevin yang menyadari itu,malahan makin mempererat pelukannya, dan menaikkan kakinya keatas tubuh istrinya, seperti memeluk sebuah guling.
Matanya terbelalak sempurnah, bermaksud ingin terlepas dari pelukan Kevin, malahan Kevin makin mempererat pelukannya.
" Tuan....,apa yang anda lakukan, kenapa anda memeluk saya layaknya sebuah guling...! Dengan volume suara sudah mulai meninggi.
Menyerngitkan dahinya, dan tertawa.
" Kamu itu guling pribadiku Clarisa...!!
" Tapi Tuan...!!
" Diam..., kamu mau saya cium lagi...!
" Baik Tuan.."
" Pejamkan matamu...!! Titahnya.
" Tapi saya tidak mengantuk Tuan...!! Ucapnya dengan nada lembut.
" Kamu mau saya pecat Clarisa...!!
" Baiklah...!! Jawaban pasrah, dan berusaha memejamkan matanya.
Udara disiang hari pasangan Suami Kevin, dan Clarisa menghabiskan waktu siangnya dengan beristirahat.
Melangkahkan kakinya dengan senyuman terus membingkai diwajah cantiknya, sebab ia begitu merindukan Kakak iparnya. Beberapa hari menghabiskan waktu diluar negeri membuat ia begitu merindukan Kevin.
Mendapati sosok wanita paruh baya, salah satu asisten rumah tangga yang merupakan kepala pelayan dirumah mendiang Kakaknya.
Tanpa memperdulikan keberadaan Sofia, ia langsung menaiki tangga menuju lantai tiga kamar tidur Kevin.
Sofia yang melihat itu, berlari menaiki tangga, dan menghandang langkah kakinya.
" Bibi Sofia apa yang kau lakukan..? Tanya Jeni, disertai tatapan tajamnya.
" Anda mau kemana Nona..? Dengan masih menggunakan badannya sebagai penghalang.
" Aku ingin bertemu dengan Ka Kevin, aku tau hari ini dia sedang tidak masuk kekantor."
" Maaf Nona, tapi Tuan, dan Nyonya Clarisa sedang beristirahat.
" Apa maksudmu sedang beristirahat...?Dengan volume suara sudah mulai meninggi.
" Yang benar saja Nona tidak tau,mereka mungkin masih melepas lelah, atau mungkin sedang membuat Kevin junior." Ucapnya tersenyum, hingga membuat wajah Clarisa makin memerah.
" Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera menemui Kak Kevin." Dengan tetap memaksa naik kelantai tiga.
" Tidak boleh Nona, anda tidak boleh naik keatas..! Seru Sofia dengan tetap ingin menghadang Clarisa.
." Minggir Bibi Sofia, wanita itu tidak pantas menggantikan posisi Kakakku.
" Aku tidak akan membiarkan, Nona Jeni mengganggu istirahat siang mereka."
Perdebatan tak bisa dihindari, sebab Clarisa tetap kekeh dengan keinginannya.
Denis yang menyaksikan perdebatan mereka,. segera menghampiri.
"Ada apa ini..?Tanyanya, dengan tatapan heran menatap mereka.
Memutar bola matanya malas, saat melihat kehadiran Denis sekretaris Kakak iparnya, yang paling tidak disukainya.
" Jangan menghadang jalanku Denis..?
" Memang anda mau kemana Nona..?
" Tentu saja, aku ingin menemui Kak Kevin.
" Maaf Nona, Tuan dan Nyonya Clarisa sedang beristirahat.
Tertawa, dan merasa lucu dengan sebutan Nyonya pada Clarisa.
" Ha....ha....ha..., cih...,lucu sekali Nyonya, jadi sekarang kalian memanggil pelayan itu dengan sebutan Nyonya, lucu sekali." Ucapnya mencemooh.
" Terserah Nona mau mengatakan apa tentang Nyonya Clarisa, tapi apakah anda lupa kalau mendiang Kakak anda sendiri yang memilih Nyonya Clarisa mengantikan posisinya.
Dan aku minta berhenti mengejar Kakak ipar anda, karena Tuan Kevin hanya menganggap anda hanya sebagai adik, tidak lebih dari itu.
" Dari mana kamu tau, aku menyukai Kakak ipar ku." Pertanyaan yang terlihat penasaran, hingga manik mata hitamnya nyaris menyeruak.
Tertawa, menatap Jeni.
"Ha...ha....ha...., Tuan Kevin tidak menyadari perhatian anda yang berlebihan,dan dia menganggap perhatian Nona masih dalam taraf normal.
Tapi kalau aku tidak bisa anda bodohi Nona..?
" Cih..., itu bukan urusanmu Denis, bukankah Kakakku sudah meninggal, jadi tidak ada salahnya aku mencintai dia."
" Anda sangat tidak tau malu Nona, Tuan Kevin sudah memiliki istri." Ucap Sofia, dengan menatap kesal Jeni.
" Ayo Nona,kita turun kelantai bawah. Kalau anda mau bicara dengan Tuan Kevin, tunggulah dia diruang kerja. Seru Denis, dengan mencengkram kuat lengan Jeni, dan memaksnya turun kelantai bawah.
" Lepaskan tanganku Denis..., lepaskan..." Dengan berusaha melepaskan pegangan tangan Denis.
H
H
malah Dara
menyangkaH
dll
menyangkah
apalagi yaa