kisah seorang gadis yang terpaksa menjadi simpanan Sugar Daddy demi bisa mendapatkan jaminan hidup layak setelah keluarga nya di kucilkan oleh keluarga besar mendiang sang ayah,mula nya kehidupan gadis bernama Ayana itu serba berkecukupan,tapi setelah ayah nya meninggal, seluruh aset kekayaan almarhum di kuasai oleh sang adik yang rakus akan harta kekayaan kakak nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winda Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21 rasa yang terdalam part 2
"Regan, di mana Regan?"
Bu Ayu baru saja bangun dari tidur nya, suaranya sedikit parau dan sendu, wajah nya tampak pucat, tubuh nya juga terlihat lebih kurus.
Regan baru saja tiba di depan pintu, perlahan ia menarik handle pintu yang membuat Mbok Sumi, Pak dayat dan juga Luna menengok bersamaan.
" itu Mas Regan Buk. "pak Dayat menunjuk ke arah pintu memperlihatkan Regan yang berjalan lunglai menghampiri ranjang Bu Ayu.
" Mama."
kalimat itu terlontar dari bibir Regan. ia tampak berkaca-kaca, dengan sigap Regan memeluk mama nya.
"ma'afin Regan ma, selama ini Regan gak pernah perhatiin mama."
ucap nya lirih dengan masih memeluk tubuh Nu Ayu.
"Mama gak apa-apa kok nak. "
Bu Ayu mengelus rambut putra semata wayang nya itu dengan lembut, bibir nya pucat pasi, kedua mata nya juga tampak sayup. beliu melirik ke arah Luna yang baru saja beliau sadari keberadaan nya, Luna berdiri di sebelah Mbok Sumi, posisi mereka berdua berada di ujung tempat tidur Bu Ayu.
"siapa gadis itu nak? " Bu Ayu tampak terseyum ke arah Luna yang di balas senyuman serta anggukan oleh Luna.
Regan melepas kan pelukan lalu berdiri di sisi ranjang sambil memperkenalkan Luna pada mama nya.
" dia Luna ma, pacar Regan. "
" pacar mu? cantik sekali. " puji Bu Ayu. Luna mendekat lantas bersalaman mencium punggung tangan kanan Bu Ayu, gadis itu terlihat sopan dan baik, untuk pertama kali nya Bu Ayu menyukai gadis pilihan Regan.
obrolan berlanjut hingga membahas soal keseriusan Regan pada Luna, Bu Ayu sangat ingin melihat Regan menikah sebelum ajal nya tiba, bahkan diri nya ingin sekali Tuhan memberikan kesempatan untuk bisa menimang cucu. soal itu, Regan masih ingin mempertimbangkan untuk secepat nya menikahi Luna, lagi pula diri nya tidak benar-benar mencintai gadis itu.
**
Setelah dua hari berada di rumah sakit, Bu Ayu di perbolehkan pulang, tentu nya beliau harus sering-sering kontrol ke rumah sakit, Regan meminta izin untuk berhenti kuliah saja dan fokus merawat mama nya, namun permohonan itu di tolak mentah-mentah oleh Bu Ayu, bagaimana pun pendidikan adalah kunci utama untuk menjadi manusia yang berguna di kemudian hari, Regan dan Luna akhir nya kembali ke Jogja atas perintah Bu Ayu.
***
pagi itu Regan beraktivitas seperti biasa, begitu juga dengan Luna yang mulai aktif bekerja di cafe milik salah satu teman Regan.
" Mbak, kopi satu ya.!"
pinta Ayana ke salah satu pramusaji yang berlalu lalang melayani pengunjung.
"iya kak Boleh. " pramusaji wanita tersebut menghampiri Ayana sambil menyodorkan buku menu, beberapa cemilan tersedia di sana, Ayana hanya memesan secangkir kopi dan kentang goreng.
"itu aja kak?"
" iya itu aja. " jawab Ayana ramah sembari tersenyum.
Luna yang bediri di meja kasir tampak terkesima dengan kecantikan Ayana.
tak berselang lama pesanan Ayana datang,secangkir kopi dan kentang goreng tersaji dalam satu meja.
"makasih mbak. "ucap Ayana.
" Sama-sama Kak,"
pramusaji tersebut lantas pergi guna melayani pengunjung lain nya, hari ini cafe tampak ramai tidak seperti biasa nya, sampai-sampai Luna harus ikut turun tangan membantu dua orang yang menjadi pramusaji di cafe ini.
"Mbak.! mbak.! "
panggil Ayana yang kemudian Luna menghampiri nya.
" ada yang bisa saya bantu kak? "
Luna menawarkan bantuan lantaran kedua teman nya tampak sibuk di meja lain
" ma'af mbak, boleh saya minta sedikit garam?"
kata Ayana dengan malu-malu.
"boleh kak tunggu sebentar ya."
Luna pergi menuju dapur mengambil satu sendok garam lalu meletakan nya di mangkok kecil.
"ini Kak garam nya." Luna menyodorkan garam tersebut ke hadapan Ayana
" makasih banyak mbak. "
ucap Ayana. Regan tiba-tiba masuk dan mencari keberadaan Luna, wanita itu masih belum jauh berjarak dari sekitaran Ayana. Regan tampak celingukan mencari keberadaan Luna.
Luna yang sadar akan kehadiran Regan langsung melambaikan tangan ke arah nya seolah memberi isyarat bahwa dia ada di sini. Ayana menoleh dengan rasa penasaran, seketika bola mata nya membulat saat melihat sosok pria yang berjalan mendekat kearah nya. dengan cepat ia membuang wajah, sebisa mungkin Ayana menutupi wajah nya agar tidak terlihat oleh Regan, jantung nya berdegup kencang, bagaimana mungkin dia bisa bertemu Regan di tempat ini bahkan tanpa di sengaja.
"kamu belum selesai kerja? "
Regan bertanya pada Luna yang seolah Luna telihat sedang sibuk.
" bentar lagi, sayang, kenapa sih? mau ngajak aku jalan-jalan ya?"
tebak Luna dengan senyum menawan. Ayana yang mendengar hal itu langsung tersedak kopi yang baru saja di minum nya.
"uhuk-uhuk.. " Ayana terbatuk-batuk yang membuat luna menoleh.
"eh kak, kakak gak apa-apa?"
tanya luna cemas.
"minta air putih Rin.!" triak Luna ke salah satu rekan kerja nya.
" makasih, saya gak apa-apa kok."
kata Ayana sembari meneguk air putih yang di sodorkan oleh Luna barusan. Regan yang posisi nya berdiri di belakang Ayana sedikit penasaran dengan sosok prempuan itu,yang ternyata memang Ayana. suara nya terdengar tidak begitu asing di telinga, beberapa kali wanita itu membenahi rambut nya seperti sengaja menyembunyikan wajah nya dari Regan.
saat Regan berjalan kedepan, wanita itu kembali berpaling bahkan beranjak dari tempat duduk, secepat mungkin ia berlari menuju meja kasir, Luna yang masih berdiri di sana lalu berlarian kecil menuju meja kasir guna melayani pembayaran yang di lakukan oleh Ayana.
setelah membayar semua nya, Ayana pergi meninggalkan cafe, perasaan nya Bercampur aduk, ia baru sadar jika laki-laki yang selama ini di kagumi ternyata sudah memiliki kekasih, sebisa mungkin Ayana menarik nafas membuang segala rasa kecewa nya,lagi pula ia tidak seharus nya masih menyimpan perasaan pada Regan setelah di per sunting oleh laki-laki lain, meksipun setatus nya hanya istri simpanan.
Ayana berdiri di area parkiran mencari kunci mobil yang ia simpan di tas nya, pikiran nya yang kacau membuat Ayana sedikit emosi hanya karena masalah sepele.
"sialan.! dimana sih kunci itu.!"
umpat nya kesal. Regan sengaja pamit pada Luna untuk mengambil sesuatu yang tertinggal di mobil nya, padahal itu hanya alasan belaka untuk dia bisa mengejar prempuan yang di duga adalah Ayana, ini bukan kali pertama nya ia bertemu wanita yang sangat mirip dengan Ayana, pasti ini bukan suatu kebetulan.
saat Ayana berhasil menemukan kunci mobil nya, tiba-tiba seseorang menepuk pundak nya dari belakang, Ayana menoleh spontan dan melihat wajah Regan dengan jelas.
mata nya langsung membulat lebar seperti mau keluar, Regan tercengang setelah melihat siapa yang ada di hadapan nya, kedua nya saling tatap, seolah empat mata yang saling memandang itu mengisyaratkan sesuatu.
Ayana menelan ludah berkali-kali, jantung nya berdegup kencang, rasa nya ia belum siap untuk bertemu dengan Regan hari ini.
" ternyata benar kamu Ayana. "
Lirih Regan dengan mata yang sama sekali tidak beralih pandang, tatapan itu fokus ke satu arah, ya itu wajah Ayana.
untuk si Sera semoga mendapatkan karma nya lagi