Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.
Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.
Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.
ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.
ManuverNine.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Working!
"Sebentar..." Daniel terdiam sejenak ditengah perjalanan.
"Aku yakin semuanya sudah beres, Deh."
"Apa yang aku lupakan..."
Seketika ia sadar yang ia lupakan adalah membeli alat untuk sekolah.
"Astagaaa... Alat sekolah.. Duhhh... Mana sudah jam segini, Gaada yang buka" Daniel berteriak panik karna melupakan sesuatu yang sangat penting.
"Gak ada yang buka jam segini, Bagaimana ini. aku takut jika besok barang-barang yang aku cari malah gak ada" Daniel bingung harus melakukan apa. ia berpikir jika besok barang yang ingin ia cari sudah habis.
Daniel menghubungi Minami untuk meminta bantuan, Pada akhirnya Daniel tetap meminta bantuan dari Minami.
"...."
"Halo, Minami."
"Iya, Daniel. Kenapa telpon malam-malam?"
"Aku bisa minta bantuan kamu, gak?"
"Bantuan apa?"
"Aku kelupaan untuk membeli barang dan alat sekolah"
"Bukannya tadi kamu gamau dibantu, ya Daniel?"
"Ini juga salah kamu, Ku pikir kamu membawa ku ke sana, aku akan mendapat makanan gratis yang kamu pesan, aku malah bekerja di sana tauuu..."
"Hahaha, aku hanya sedikit bercanda denganmu"
"Apanya yang sedikit bercanda! kau membuatku harus bekerja di sana tanpa pengalaman, untungnya pekerjaanku bagus dan pemilik toko memujiku dan aku mendapatkan pekerjaan di tempat itu"
"Hahhh.. kau dapat pekerjaan di sana?" Minami berteriak.
"Agh.. berisik, Kau yang bikin aku dalam kondisi ini, tapi aku harus berterimakasih kepadamu karena dirimu aku bisa mendapat pekerjaan"
"Wah gabsa dibiarin.."
"Gabisa dibiarin gimana? Minami?"
"Bukan apa-apa. jadi kamu mau minta bantuan soal barang dan perlengkapan sekolah, kan? aku akan bantu kamu besok!"
"Iya, makasih. besok datang saja ke rumahku.
Sesi telpon telah berakhir. Daniel melanjutkan perjalanannya kembali ke rumah dengan membawa beberapa makanan dari restoran Pak Mil.
...
Sesampainya di rumah, Ayah menunggu Daniel di depan pintu, Karna Daniel sebelum keluar rumah, ia tidak berpamitan dengan kedua orang tuanya, ia hilang begitu saja.
"Nak, kemana saja kamu sampai selarut ini baru pulang" Wajah ayah tampak serius.
daniel tegang, ia takut jika ayah memarahinya.
"Anu.. yah... tadi aku mendapat sedikit masalah di jalan." Ucap Daniel gemetar.
"Memangnya kamu dapat masalah apa? kamu mengacau, ya?" Tanya ayah dengan nada mengintimidasi
"Ti-tidak, Yah... tadi aku hanya jalan-jalan" Daniel mulai hilang kalimat.
"Begitukah? Jadi ceritakan apa yang menjadi masalah hingga kamu pulang telat!" Ayah mulai serius dengan perkataannya. Daniel hanya bisa menceritakan semua kejadian yang ia alami hari ini.
Respon sang ayah bukan marah, melainkan tertawa dengan ceritanya Daniel. Mulai dari dirinya yang dikejar oleh Anjing dan Bertemu Minami Dan Latifa.
"Kamu ini, Bisa-bisanya dikejar anjing. hahaha" Ayah tertawa dengan cerita yang absurd tersebut.
"Lagian, aku gak tau ada anjing liar di hutan, ku pikir gaada" Jawabnya
"Makanya jangan sok sokan eksplor tempat baru" Ayah tertawa.
"Jadi, kamu bilang kalau kamu mendapat pekerjaan, kan?" Tanya ayah.
"Iya, Yah. aku mendapat pekerjaan di dekat SMA Impianku itu, dan aku bisa bekerja besok hari, bukan hanya bekerja, yah. aku diberi sarapan gratis dan boleh membawa makanan sisa, ini makananya sedang aku pegang" Daniel memperlihatkan plastik yang berisi makanan.
"Wih, Kue! ayah belum pernah memakan kue secantik ini!" Ayah terpukau melihat indahnya Slice dari kue itu.
"Bolehkah ayah mencicipinya" Ayah bertanya sambil meneguk air liur.
"Apa sih, yah. ini aku bawah memang untuk kalian" Daniel baru saja mengatakan hal itu, makanannya langsung direbut oleh Ayah dan ayah masuk membawa makanannya dengan gembira.
"Ibu.... Daniel bawa sesuatu nih buat kita" Teriak ayah yang berlalu ke dalam.
"Ayah.. ayah.. yah begitulah sifatnya, dapat makakan enak langsung lupa anak!" Ucap Daniel yang kemudian menyusul sang ayah.
...
malamnya Daniel mulai menulis impian apa yang akan ia raih dikemudian hari. ia teringat dengan janji bersama Minami dan Latifa tentang mereka yang ingin membawa manusia melangkahkan kaki ke bulan.
"Aku ingat janji itu, tapi apakah aku bisa menggapainya?" Gumam Daniel.
"Ahh, aku gak begitu yakin bisa mewujudkan ini, lagian itu kalimat yang kami ucapkan semasa SD, mungkin mereka sudah lupa dengan janji spontan itu." Gumam Daniel.
"Ahhh gausah kumasukin ke tulisan, deh. aku langsung tidur aja, besok banyak kegiatan yang harus aku lakukan sebelum masuk SMA" Daniel segera tidur karna hari sudah larut malam.
...
Keesokan paginya sekitar pukul 6 pagi, Daniel bangun dan langsung bergegas menuju tempat Pak Mil untuk memulai pekerjaan pertamanya.
"Hari ini aku akan tunjukan kehebatanku" ucapnya.
..
Akhirnya Daniel sampai ke restoran Pak Mil. Daniel menarik nafas dalam dalam dan membuka pintu yang langsung disambut oleh Pak Mil.
"Pagi..." Sambut Pak Mil.
"Pagi Pak Mil." Jawab Daniel.
"Kok Pak. Mil gak nyebut namaku, sih?" Gumamnya heran
"Apa jangan-jangan aku lupa ngasih tau namaku, ya?" Gumamnya.
"Nah, karna ini hari pertama resmi mu bekerja di sini, aku akan memberi tahu sesuatu agar kau makin mudah untuk mengerjakannya." Pak Mil kemudian memberikan tugas-tugas sederhana sebelum membuka restoran.
Hal yang ditulis Pak Mil.
Setelah datang, Kuras habis air cucian piring.
Rapihkan dan keringkan Piring.
Mulai menyiapkan peralatan dapur lengkap.
Menyapu halaman.
Membersihkan Meja dengan lap basah.
Mengganti sign Open.
Menyambut costumer pagi hari.
Itu saja yang harus dikerjakan Daniel. Mungkin ini banyak, namun bagi Daniel yang sudah terbiasa, ini bukanlah hal yang menyusahkan, baginya ini justru pekerjaan ringan yang sering ia lakukan namun dengan beberapa tambahan.
"Pekerjaan gampang seperti ini, akan mudah bagiku untuk menyelesaikannya." Daniel segera memenuhi semua list yang telah dibuat oleh Pak Mil.
"Aku hanya perlu menguras air cuci piring dan merapikannya, ini pekerjana yang cukup gampang!" Satu per satu ia mengeringkan dan meletakkan piring pada tempatnya, semua terlihat bersih dan rapi. benar-benar tidak meninggalkan noda sedikitpun.
Pekerjaan Daniel cukup sempurna, Bahkan Pak Mil tidak perlu mengawasinya karna Daniel tidak terlihat seperti orang yang tidak bisa diandalkan.
"Wah.. banyak juga ya piringnya!" Daniel mengangkat semua piring dan menysunnya ke dalam lemari pengering. Setelah semuanya tersusun rapi, Daniel pergi untuk mengerjakan tugas lainnya. ia tak ingin menunda-nunda dan membuang banyak waktu untuk pekerjaan, Waktu baginya adalah emas, ia tak ingin emas itu terkikis, oleh karena itu ia langsung mengerjakan tugas selanjutnya.
"Aku akan betah dengan pekerjaan ini, aku suka!" Ucap Daniel.
Sekarang tugas Daniel adalah menyiapkan peralatan dapur untuk para koki memasak nanti, ia mengambil seluruh peralatan di lemari, seperti pisau, pan, wadah dan berbagai alat alat lainnya.