Spin off Kings and Queens dan My Darling...
Disaat Eléonore Blair McGregor bertemu dengan Billy Gallagher Luna, dia masih berusia lima tahun. Elle dan Billy melakukan perjanjian 15 tahun kemudian, Elle akan meminta sesuatu pada Billy di hari ulangtahunnya ke 20.
Sayang, Billy mengalami kecelakaan di usianya ke 15 yang mengakibatkan amnesia berat dan hanya ingat keluarga intinya. Billy melupakan semua terutama Elle dan janjinya.
Elle berusah membuat Billy ingat tapi tidak berhasil hingga Billy berpacaran dengan seorang gadis. Elle akhirnya menyerah dan menerima cinta Eliot. Disaat Elle sudah bersama Eliot, Billy mengingat semuanya. Sekarang giliran Billy mengejar Elle tanpa perduli statusnya.
Generasi ketujuh klan Pratomo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Eliot
"Bagaimana hari pertama bekerja ?" tanya Charles yang menjemput Eléonore dari London Museum karena sekalian pulang dari kantor Mercedez dimana mantan pembalap F1 itu menjadi konsultan disana.
"Seru Daddy," senyum Eléonore yang bercerita ada seorang wanita Korea Selatan kebingungan mencari rombongannya lalu setelahnya ada rombongan siswa SMP dari Jepang yang berantakan Inggrisnya tapi ingin tahu jadi Eléonore yang menjadi penerjemah nya dan ada turis China super cerewet lalu dimarahi oleh Paula.
"Kamu kan payah bahasa Mandarin nya," kekeh Charles.
"Makanya Paula yang maju dan turis tadi sampai merah padam kena amuk Paula pakai bahasa kasar pula," kekeh Eléonore membuat Charles terbahak.
"Harusnya panggil Jonathan atau Shohei karena sudah pasti kena tauziah..." gelak Charles.
Eléonore cekikikan mendengar ucapan ayahnya ke kakak ipar dan pengawalnya yang super antik.
"Dad, yakin itu dokter Haruka Amano tabah sama Shohei?" tanya Eléonore.
"Kayaknya sih ditabah-tabahkan macam Alex ke Galena atau Milly ke Malik yang makin lucu," senyum Charles. "Yang namanya jodoh dan kamu benar-benar mencintai pasangan kamu, pasti akan tabah dengan kelakuan Absurd nya. Catatan, bukan yang melanggar aturan norma dan agama lho ya."
"Tapi mbak Lena dan mbak Rania hobinya ambil organ penjahat. Itu kan sudah melanggar norma, Dad."
Charles menggaruk kepalanya. "Kalau dua dokter jagal itu, Daddy tidak bisa bilang apa-apa, Elle. Wong endingnya itu dipakai buat bantu orang, bukan dijual lagi."
"Kesimpulannya kalau berhubungan dengan mereka itu, agak kontradiksi ya. Ironis, dulu Oom Jayde dan Oom Wira hampir tewas gara-gara perdagangan organ tubuh manusia... Eh keponakannya malah main ambil organ tubuh manusia," gumam Eléonore.
"Daddy tidak bisa bilang apa-apa juga. Wong Oom Samuel dan Tante Bee juga sudah nyerah..."
***
Madrid Spanyol
Eliot mendengarkan semua cerita Eléonore di hari pertama masuk kerja. Eliot tertawa geli saat Eléonore menceritakan bagaimana Paula membalas ucapan kasar turis itu dengan bahasa sama kasarnya membuat wanita itu terdiam karena tidak menyangka Paula akan lebih fasih bahasa Mandarin kasarnya.
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Eliot.
"Paula dipanggil direktur museum. Tapi memang terkadang harus ditegur karena dia seenaknya di museum," jawab Eléonore.
"Memang ada motto pengunjung atau pembeli adalah raja tapi yang harus bagaimana yang kita hormati. Jika kamu ingin dihormati, setidaknya tempatkan dirimu dengan benar. Jangan seenaknya apalagi kamu datang ke rumah orang. Jujur meskipun kamu kaya dan bisa membeli semua barang di butik Burberry tapi kalau attitude kamu zero, aku bisa blacklist selamanya!" ucap Eliot tegas.
"Macam Ferarri bukan. Dulu Opa Enzo nyaris di blacklist Ferarri gara-gara Oom Ken menabrakan mobil Ferrari ke tembok pagar karena dianggap tidak bisa menjaga mobil."
"Nah, macam itulah. Karena kita menghargai produk kita Elle. Memang kalau sudah dibeli sama konsumen, terserah mau dipakai atau tidak. Tapi tetap attitude itu penting. Ferarri tidak mau ada orang lain seenaknya membuat rusak mobil mereka termasuk memodifikasi karena dianggap tidak menghargai nama Ferarri. Di samping itu, kamu tahu sendiri kan Elle, orang kalau sudah modifikasi mobil atau motor, endingnya ada dua. Jadi keren atau jadi buyar plus norak."
"Tapi, El, kakak-kakak aku di Dubai, koleksinya jarang yang dimodifikasi. Apalagi Ferarri atau Lamborghini. Masih orisinil semua," celetuk Eléonore.
"Ohya ? Eh Elle, bagaimana usai kita tunangan ke Dubai?" usul Eliot yang mendapatkan pelototan Eléonore.
"Aku kerja ya ! Enak saja main pergi-pergi !" sungut Eléonore judes.
Eliot terbahak. "Aku lupa kalau gadisku sudah bekerja."
Eliot dan Eléonore masih mengobrol banyak termasuk acara Burberry di Madrid dan Eliot akan menuju Milan Italia.
"Salam buat Mas Asher. Pasti dia akan ada di acara fashion show," ucap Eléonore.
"Absolutely."
***
"Sudah mengobrol dengan Elle?" tanya Emilia sang ibu. "Elle hari pertama kerja kan?"
Eliot yang menghampiri ibunya, hanya mengangguk. "Rupanya banyak cerita di museum," senyum Eliot.
"Kamu sudah minum obatnya, El? Jangan sampai terlewat jadwal," ucap Emilia.
"Sudah mommy. Sebelum menghubungi Elle, aku sudah minum obat karena pasti kalau mengobrol sama Elle bakalan lama."
Emilia memeluk Eliot. "Apa kamu yakin tetap akan menikahi Elle?"
"Yakin mommy. Keinginan aku paling utama, menikah dengan Elle dan menikmati hidup. Apalagi jika aku punya anak dari Elle, aku sudah merasa hidup aku sangatlah luar biasa," jawab Eliot.
Emilia hanya terdiam dan berharap pengobatan Eliot berhasil karena tidak mau putra semata wayangnya akan pergi meninggalkan dirinya, meninggalkan John dan terutama meninggalkan Eléonore.
Semoga kamu panjang umur, Eliot.
***
London, Inggris
Billy tiba di rumah Galena malam hari setelah dirinya menyelesaikan tugasnya di rumah sakit. Perjalanan dari Oxford ke London membutuhkan waktu sekitar dua jam dengan mobil dan karena Billy baru dari Oxford jam delapan malam, tiba di London sekitar pukul sepuluh malam.
Alex yang mendengar pagar rumahnya terbuka otomatis, hanya melihat dari layar tv tempat CCTV mereka beroperasi. Chief Scotland Yard itu hanya tersenyum saat tahu siapa yang datang.
"Apa ada orang datang?" tanya Galena yang keluar dari kamar untuk mengambil camilan dari kulkas. Entah mengapa, dokter bedah itu sekarang menjadi tukang ngemil.
"Ada. Billy the kid," jawab Alex. Hanya segelintir orang yang tahu kode pagar rumah mereka. Gabriel dan Garvita itu jelas, lalu dirinya dan Galena serta Billy. Keluarga London lainnya tidak memiliki nomor khusus di kode pagar mereka.
"Tumben Billy datang. Pasti lagi suntuk di Oxford," gumam Galena sambil ngemil chips.
"Kan Elle dan Eliot mau tunangan. Apa menurutmu Billy akan menggagalkan acara itu?" tanya Alex Darling.
Mata biru Galena terbelalak. "Kalau sampai Billy the kid macam-macam di acara itu, aku sendiri yang akan menghajarnya !"
"Jangan begitu. Nanti papamu ngamuk lho..." senyum Alex.
"Assalamualaikum," salam Billy.
"Wa'alaikum salam. Tumben malam-malam datang. Suntuk ya di Oxford? Kan mbak Lena sudah bilang, jangan di forsir karena kita itu ada batas ambang kondisi," senyum Galena yang mendapatkan ciuman pipi dari Billy.
"Mbak, kamu gemukan. Hamil?" tanya Billy tanpa basa basi.
"Eh?! Masa sih?" Galena menatap Alex Darling. "Masa aku hamil, Darling? Wong dapat anak gurita itu susah..."
"Ya aku tidak tahu, Lena... Coba di test pack besok pagi," senyum Alex. "Kalau kamu hamil lagi, aku ya senang."
"Wuuuiiiihhhh kalau aku hamil lagi ... Semoga cewek, semoga cewek ...." doa Galena.
"Memang kenapa?" tanya Billy.
"Biar ada yang mewarisi kecantikan aku dan bar-bar nya aku lah ! Gitu kok pakai nanya !" jawab Galena judes membuat Alex Darling menggelengkan kepalanya.
"Ampun deh !"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️