Aksara Abimanyu, merebut dan menggauli istri muda ayahnya secara diam diam hingga tumbuh benih cinta atau nafsu yang tak terkendali dari sepasang anak muda. Siapa kah wanita itu? Dan apa yang terjadi jika hubungan terlarang anak tiri dan ibu tiri itu berlanjut? Bagaimana ibu tiri mengatasi dilemanya menjadi istri dari ayah kekasihnya alias kakek dari calon bayinya? Ikuti cerita ini, pasti seru! Beri dukungan yaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berpisah di bandara
Sesampainya kembali di kantor, Saras langsung masuk ruangan sang suami bertepatan dengan jam istirahat selesai.
Saras melihat makan nasi padang yg masih utuh didepan sang suami berarti memang Arman sedang menunggunya.
"Akhirnya kamu datang juga. Aku udah laper banget ini" ucap Arman.
"Yakan bisa makan sendiri" batin Saras menahan rasa kesalnya.
Saras pun berjalan mendekat ke arah sofa dan duduk disana.
"Tumbenan juga Mas mau makan siang aku temenin. Biasanya cuma nyiapin aja" celetuk Saras.
"Entah kenapa sejak tau kamu bener bener mengupayakan untuk melahirkan anakku, aku jadi tersentuh" jujur Arman yang memang merasa bahagia karena Saras terlihat ingin menuruti keinginannya.
Sebelumnya, Arman berburuk sangka sejak keguguran Saras setahun lalu jika memang wanita itu tidak ingin memiliki anak darinya.
"Aku memang ingin memberikan kamu penerus dari keturunan kita, Mas. Dari awal kita menikah ya memang aku sudah berusaha sebaik mungkin untuk melayanimu dan berharap bisa memberikanmu anak mengingat Aksa sudah keluar rumah" jelas Saras membujuk dan mencoba mengambil hati Arman lebih dalam lagi.
Arman pun tersenyum lebar. Pria tua itu merasa memang Saras tulus mengatakannya.
"Oke, kita tunggu hasil kesehatannya. Ayo suapin aku makan" ucap Arman membuat Saras pun akhirnya menyuapi bayi besar didepannya ini.
Yap, suami istri beda usia itu layaknya pasangan pada umumnya namun entah bertahan sampai kapan.
Selesai makan siang, Arman pun mengatakan agenda urgent mendadaknya.
"Saras, kamu masih datang bulan?" tanyanya.
"Iya, Mas. Biasanya ya sampai 10 hari, ini baru 3 hari" jawab Saras.
"Oh. Aku ada agenda ke Australia besok dan selama 2 minggu disana. Jadi kalau aku pulang, kita bisa bikin anak lagi dan konsultasi ke dokter kandunganmu itu" ucap Arman membuat Saras menghentikan tangannya sesaat ketika membersihkan alat makan kotor suaminya tadi.
Ia berusaha menahan rasa bahagianya mendengar kabar itu dan berakting bahwa dia terkejut lalu merasa keberatan jauh dari suaminya.
"2 minggu? Lama sekali, Mas. Kok mendadak?" tanya Saras.
"Iya, tadi aku ditelepon oleh temanku disana ada proyek pembangunan rumah sakit dan butuh gambaran serta perhitungan material. Dia teman baik ku ketika sempat bekerja disana juga, jadi ya tidak bisa menolak" jawab Arman.
"Hmmm, baiklah jika memang begitu. Aku akan menunggu mu pulang" sahut Saras dengan senyuman manis.
Tok..tok..tok...
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruang direktur.
"Masuk" seru Arman.
Masuklah seorang pria ya mungkin berusia 40an.
"Pak Arman, ini ada berkas tender baru masuk. Saya sudah membaca proposalnya dan cukup menarik. Bangunan yang diminta dibangun proyek museum mini di Bogor" ucap Parman, pegawai senior atau salah satu manager gambar desain kontraktor di perusahaan.
"Baiklah, kita ngobrol" minta Arman kepada Parkan dan Saras pun izin untuk keluar ruangan sambil membawa alat makan kotor.
Saras berjalan menuju pantry perusahaan dan melewati Salsa yang menatapnya dengan wajah minta diberikan penjelasan.
Tak lama kemudian, Salsa pun mengikuti Saras menuju pantry.
"Hayooo, kamu tumbenan nemenin Pak Arman makan siang? Dia sudah memperlakukanmu lebih baik kah?" tanya Salsa.
Saras hanya senyum senyum sendiri sambil meminum kopi yg baru ia buat tanpa menjawab Salsa yang sudah penasaran dengan sahabatnya.
"Hei, aku tanya sama kamu. Malah senyum senyum sendiri" sindir Salsa.
"Sini aku bisikin" minta Saras dan Salsa pun mendekatkan kepalanya.
"Mas Arman akan pergi ke Ausi selama 2 minggu mulai besok" bisik Saras dan membuat Salsa pun menutup mulutnya.
"Kenapa kamu kaget begitu?" tanya Saras.
Salsa hanya geleng geleng kepala dan masih menutup mulutnya.
"Respon apaa ini? ayo cepat katakan apa pendapatmu?" minta Saras yang jadi penasaran dengan respon sahabatnya.
Salsa pun menurunkan tangannya dan berkata "wah aku speechless, Ras. Ini kesempatan banget buat you and him. Wah kondangan di resepsiku besok akan jadi tempat kencanmu" lirih Salsa dengan senyuman smirk.
"Hust! Ya resepsimu itu juga banyak temen temen Mas Arman, ya gak mungkin aku dateng barengan dia" sahut Saras.
"Hahaa, kukira kamu akan nekad" ejek Salsa lalu mendapatkan pukulan pelan di bahunya dari sahabatnya itu.
Puk..
"Jangan menyuruhku menyerahkan diri karena perjalanan masih panjang" ucap Saras lalu meminum kopinya sampai habis.
"Ayo kerja lagi!" perintahnya kepada Salsa.
"Iya Bu Bos, galak amat padahal lagi bahagia" ejek Salsa lagi.
Mereka berdua pun kembali ke meja kerjanya.
.
Saat jam pulang kerja, Saras diajak Arman untuk makan malam direstauran favoritnya. Pria itu ingin melalui malam romantis dengan istrinya sebelum besok akan ia tinggal ke Australia.
Saras tak bisa menolak dan mengirimi pesan kepada Aksa bahwa dia akan malam dengan ayahnya jadi tidak bisa ke hotel untuk menikmati malam bersama.
Aksa yang menerimanya pun bersikap tenang karena selain kabar menjengkelkan tersebut, Saras mengirimkan pesan jika besok ayahnya itu akan pergi ke luar negeri selama 2 minggu.
Aksa tak jadi marah tapi malah merasa bahagia.
"Akhirnya aku dan Saras bebas melakukan hubungan ini selama 2 minggu" lirihnya lalu ia memilih mengisi waktunya untuk melanjutkan pekerjaan melalui laptop yg ia bawa hingga tengah malam dan tidur di bed king size hotel itu sendiri.
.
Keesokan harinya lebih tepatnya pukul 9 pagi, Saras mengantar Arman ke bandara untuk perjalanan ke Australia.
"Bye bye sayang, aku titip perusahaan ya. Kamu sekarang jadi wakil ku karena tidak ada aku disini. Jika ada berkas yg perlu tanda tangan, pake stempel tanda tanganku saja. Jangan lupa laporan kesehatan kita kalau sudah keluar, infokan ke aku juga ya" ucap Arman sebelum check in.
"Iya, Mas. Nanti laporan kesehatan kalau sudah keluar, akan aku kirimkan. Dan apapun yang terjadi di perusahaan juga akan aku laporkan ke kamu" sahut Saras.
Lalu Arman mencium kening Saras dan membisikkan "tunggu aku 2 minggu lagi, aku akan memangsamu untuk menghasilkan anak kita".
Bisikan suaminya itu membuat Saras merinding.
"Sebelum kamu memangsaku, anakmu yang memangsaku terlebih dahulu" batin wanita itu.
Saras hanya memberikan senyuman manis saja kepada suaminya dan melambaikan tangan.
Setelah Arman masuk dan tak terlihat lagi dari pandangannya, Saras pun berjalan menuju pintu keluar bandara, tiba tiba ada yg memeluknya dari belakang.
Greeeep.
"Enak banget dicium kening sama suami" ucap pria yg memeluk Saras tanpa izin itu. Siapa lagi kalau bukan Aksa.
"Hih, kamu bikin aku kaget aja" sahut Saras lalu tersenyum sesaat dan ingat jika dirinya masih ditempat umum, buru buru ia melepaskan tangan Aksa dari perutnya.
Lalu ia membalikkan tubuhnya memandang Aksa yang berpakaian rapi dan formal berjas.
"Hei, kamu mau kemana tampan seperti ini?" tanya Saras heran.
"Maafkan aku, beb. Aku harus ke singapura sampai besok. Ini tadi aku ditelepon Ardo untuk melakukan kerjasama disana karena kamu tau sendiri dia weekend ini udah menikah. Maaf yaa ninggal kamu dulu" jawab Aksa sambil memegang tangan sang wanita yg sudah memasang wajah tidak senang.
"Hey, jangan cemberut dong. Tenang, besok dan hari hari berikutnya selama pria tua itu masih keluar negeri aku akan menemanimu, di kamarku di rumahmu. Gimana, menantang kan?" ucap Aksa dengan menggoda.
"Hih, pikiranmu membahayakan banget sih. Yaudah sana pergilah, aku menunggumu" sahut Saras lalu langsung memeluk Aksa.
"Apakah Tuhan akan merestui hubungan kita ini ya?" tiba tiba Saras bertanya tentang sesuatu yg serius.
"Aku yakin Tuhan menciptakanmu untukku jadi ya aku yakin Tuhan merestui kita nantinya meskipun jalan kita salah diawal" jawab Aksa sambil membalas memeluk Saras.
"Aku juga berdoa sama Tuhan, agar kita disatukan di jalan yang benar" sahut Saras.
Lau panggilan untuk penumpang pesawat menuju Singapura pukul 09.30 dipanggil. Aksa langsung melepaskan pelukannya dan mencuri ciuman bibir dari Saras. Ia pun langsung berlari menjauhi wanita itu untuk menuju gate check in.
"Bye bye beb! Sampai jumpa lagi" seru Aksa.
Saras hanya tersenyum melihat tingkah konyol kekasih gelapnya.
"Aku seharusnya menikahi dia diawal daripada harus dengan pria tua itu" lirihnya.
Setelah tidak melihat Aksa lagi, Saras pun melanjutkan langkah kakinya menuju parkiran dimana mobil Arman dengan Pak Tono driver sedang menunggunya.
Dasar si tua SARMAN itu membusuklah kau dipenjara sampai ajal menjemput 😏😏😡😤
lannjjuuuttttt kak 🙏 gak sabar aq pengen jeblosin si tua Bangka itu biar membusuk dipenjara😤😡