Linda menjalin hubungan dengan tiga orang pria sekaligus. Hingga ia tidak mengetahui bayi yang ada dalam kandungannya. Siapakah pria yang akan dipilih Linda untuk bertanggung jawab atas kehamilannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erdin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Restoran Part II
Makanan yang di tunggu oleh Linda dan Egi pun terlihat sudah di bawa oleh pelayan. Keduanya terlihat begitu gembira saat melihat makanan itu mulai di antar oleh pelayan.
Aroma beef yang begitu lezat, tercium dengan begitu baik oleh Egi. Sementara Escargot yang di pesan oleh Linda. Menjadi tanda tanya besar. Dia mencium bay amis dari siput. Tentu saja itu kurang di sukai oleh Linda. Mengingat ia bukan seorang yang suka akan siput.
Saat hidangan itu di sajikan di hadapannya, Linda benar-benar terkejut. Dia melihat siput yang di lumuri oleh saus mentega dan bawang putih. Tentu saja itu menjadi satu pengalaman yang cukup menarik bagi Linda. Tetapi makanan ini bukan menjadi menu pilihan yang akan di sukai oleh Linda.
"Apa ini siput yang ada di sawah?" tanya Linda dengan wajah tidak percaya.
"Iya. Ini siput yang ada di sawah," jawab Egi mencium aroma masakan tersebut.
"Aku tidak yakin bisa makan ini. Aku tidak pernah makan siput. Aku rasa ini akan menjadi hal yang cukup mengerikan untukku," jelas Linda.
Egi tertawa mendengar apa yang di sampaikan oleh Linda. Ia benar-benar tidak menyangka, jika Linda akan berkata demikian. Mengingat ini adalah menu yang tidak terlalu ekstrim. Banyak hidangan Prancis yang menurut Egi jauh lebih aneh dan nyeleneh dari Escargot ini. Tetapi Linda sepertinya begitu kurang yakin dengan Escargot yang ada di hadapannya.
Egi segera memberikan sendok dan garpu pada Linda. Ia ingin Linda merasakan terlebih dahulu, baru ia bisa menilainya. Akan tidak adil saat Linda menilai, tetapi ia sama sekali tidak merasakan rasa masakannya.
"Ayo makan dulu. Baru kamu bisa menilainya. Aku yakin, kamu pasti suka dengan masakan ini. Rasanya lezat. Apalagi kuahnya, enak banget!"
Tidak ingin mengecewakan Egi yang telah memesan menu tersebut. Akhirnya dengan rasa terpaksa, Linda pun makan masakan tersebut. Linda sempat memejamkan matanya saat akan makan. Dia tidak ingin membayangkan dirinya makan siput. Apalagi ini siput yang ada di sawah. Binatang yang sebenarnya sedikit kurang di sukai oleh Linda.
Namun semua rasa jijik yang ada pada Linda hilang seketika. Ia merasakan kenikmatan yang begitu besar, tak kala ia makan olahan tersebut. Escargot tidak buruk. Daging siput yang kenyal, begitu lezat di padukan dengan aroma bawang putih yang bercampur mentega. Ini benar-benar rasa yang lezat. Linda pun mulai lahap memakan hidangan yang beratnya kurang dari 300 gram tersebut.
"Kamu suka masakan tersebut?" tanya Egi.
"Lumayan. Tidak seburuk dalam bayanganku. Daging siput yang aku pikir amis. Ternyata begitu lezat saat masuk ke dalam mulutku. Ini benar-benar pengalaman yang cukup menarik. Siput yang di lumuri saus mentega yang di campur bawang putih. Bisa menghasilkan rasa yang begitu lezat. Aku menyukai masakan ini," jawab Linda dengan begitu bahagia.
"Makanya jangan underestimate terlebih dahulu. Belum tentu, semua yang kamu pikir tidak lezat. Akan semuanya berasa tidak lezat. Ada beberapa yang mungkin kamu rasa tidak tahu. Jadi kamu harus merasakan terlebih dahulu. Nanti kamu juga bakal tahu rasanya sendiri. Ini benar-benar lezat," terang Egi.
Egi pun merasa puas bisa membuat Linda terkesan dengan makan malam di hari ini. Egi benar-benar merasa beruntung di malam ini. Dia bisa melihat Linda yang begitu cantik dengan penampilan yang begitu sederhana. Hal yang tidak pernah di bayangkan oleh dirinya sebelumnya.
"Kamu ingin tambah makanannya?" tanya Egi.
Linda mengambil minumannya. Kemudian berkata, "Tidak usah. Aku rasa sudah cukup. Terima kasih untuk makan malamnya. Ini pengalaman berharga untukku. Di mana aku bisa mencicipi masakan Prancis yang asing di telingaku. Escargot, Croissant (dengan cara baca yang salah) sama daging sapi ini. Aku pikir ini masakan yang lezat. Aku menyukai semua makanan ini. Sekali lagi terima kasih Egi."
Egi pun tersenyum mendengar apa yang di sampaikan oleh Linda. Tidak lupa, dia mengelus lembut tangan Linda. Ia merasa itu adalah hal yang wajar di lakukan oleh Egi. Di mana dirinya merasa malam ini memang seharusnya Egi mengajak Linda untuk makan di restoran mewah. Merasakan sensasi makan di restoran mewah seperti ini. Apalagi ini adalah kali pertama Linda makan di restoran mewah. Ada kesan menarik yang di rasakan oleh Linda saat makan di restoran tersebut.
Linda yang mulai nyaman dengan perlakuan dari Egi. Semakin terkesan dengan sosok Egi yang dingin, tetapi penuh akan cinta kasih. Ini benar-benar tidak pernah bisa di bayangkan. Bagaimana dirinya akan bertemu sosok Egi yang demikian.
"Pria ini begitu baik. Apa aku beruntung bisaa bertemu dengan dia. Tetapi aku tidak mungkin mengkhianati Deni demi dia. Rasanya akan sulit untuk bisa aku pahami. Tetapi aku merasa benar-benar beruntung bisa berada di dekatnya. Merasakan semua hal yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Pria ini memberikan kesan yang begitu baik padaku. Aku melihat sisi lain di matanya," Linda bergumam di dalam hatinya.
Egi sendiri berjanji akan mengajak Linda untuk makan di restoran mahal lainnya. Merasakan sensasi makan di restoran yang mewah. Tentunya restoran dengan cita rasa yang lezat dan autentik.
"Kamu mau makan di restoran mana lagi?" tanya Egi dengan wajah serius.
"Hah. Kamu mau mengajak aku lagi. Aku pikir, restoran Jepang sepertinya lezat. Aku ingin mencoba mencicipi makanan di restoran Jepang. Susi, daging Ikan mentah atau yang di gulung itu apa. Tapi sepertinya itu lezat," ucap Linda sembari membayangkan.
"Baik jika seperti itu. Aku pikir kita akan makan di restoran Jepang. Sama seperti apa yang kamu harapkan. Minggu depan kita akan ke restoran Jepang yang aku pikir memiliki rasa yang lezat serta pelayanan yang prima. Aku harap kamu akan menyukai setiap masakan yang ada di sana," ucap Egi dengan wajah meyakinkan.
Linda langsung sumringah dengan janji yang di berikan oleh Egi. Ia sudah tidak sabar untuk segera mencicipi rasa dari masakan Jepang yang di kenal sebagai Umami tersebut. Masakan Jepang tentu memberikan kesan yang cukup berbeda dari apa yang di bayangkan oleh Linda. Ia merasa itu akan cukup terdengar aneh. Tetapi Linda menyukai masakan Jepang yang aneh tersebut. Ia sudah tidak sabar untuk segera mencicipi masakan Jepang yang ada. Sehingga berharap akan segera bertemu dengan minggu depan secepatnya.
"Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan minggu depan. Aku rasa itu akan menjadi minggu yang istimewa. Aku pikir merasakan daging ikan yang mentah bukan hal yang buruk. Apalagi aku pikir itu bagus untuk kesehatan. Aku sudah tidak sabar,' ucap Linda dengan wajah sumringah.