Comedy Romantis
Cerita gadis mantan model menikah dengan pemilik peternakan.
Pertemuan pertama biasanya membuat kesan tersendiri bagi dua pasangan, tapi tidak dengan Rania dan Galuh. Pertemuan pertama mereka terjadi pertengkaran, Rania marah pada Galuh yang memarahi anak kecil yang memanggilnya dengan sebutan mama.
"Mama !"
"What..!"
"kapan aku melahirkan, apa aku amnesia ?"
Gurau Rania, saat dia mendengar panggilan anak kecil tersebut.
Siapakah anak kecil itu ??
Galuh Cendana: Sangat membenci dua orang wanita, yang disebutnya sebagai wanita licik seperti ular.
Tetapi saat bertemu dengan Runrun, kenapa Galuh melupakan rasa bencinya terhadap yang namanya wanita ?
Siapa dua wanita di masa lalu Galuh yang menghantui kehidupannya di masa depan ?
Apakah kisah cinta Rania akan bermula dari anak kecil tersebut.
Ikuti kisahnya: You are mine
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Kuda pony
**Selagi daya hayal masih ada,ayo lanjut menulis cerita halu ini.
Happy reading guys**..
"Mas Galuh,boleh nanya?" Runrun berani kan diri untuk bertanya kepada Galuh.
"Mau nanya apa,tanya saja.Kalau pertanyaannya tidak tentang antariksa ataupun dunia lain mas akan upayakan menjawabnya." kata Galuh.
"Bukan tentang itu,ini mengenai pribadi?" kata Runrun.
"Pribadi,maksudnya mobil pribadi,pesawat pribadi gitu! !" Galuh berusaha untuk melucu.
"Bukan itu lo mas,ternyata mas ini tidak jutek ya.Waktu pertama bertemu dibandara,mas jutek banget dengan Cindy." ingatkan Runrun tentang pertemuan di bandara.
"Apalah arti pertemuan pertama,pertemuan kedua lebih menyakinkan." ucapan dari mulut Galuh membuat Runrun tertawa.
"Puitis banget mas!" ledek Runrun.
"Boleh ya ,pertanyaannya mengenai pribadi?" Runrun menunggu persetujuan Galuh.
"Tanya aja." kata Galuh.
"Mas tidak ada niat menikah lagi,Cindy sudah besar.Dari pada Runrun terus dipanggilnya mama?" Runrun menatap wajah Galuh,dan tidak ada kemarahan dalam wajah tersebut.Mendengar pertanyaan Runrun,yang ada hanya senyuman.
"Kenapa tersenyum sih mas,apa ada yang lucu dengan pertanyaan Runrun?" tanya Runrun.
"Ya ada yang lucu,kalimat menikah lagi.Sedangkan mas belum pernah menikah,kenapa ada kata lagi ." kata Galuh.
"Kalau belum pernah menikah,Cindy datang dari mana.Apa jatuh dari langit,atau bimsalabim Cindy langsung oek..oek..didalam gendongan?" perkataan Runrun beruntun.
"Bilang tidak ya...!" senyuman menghias di bibir Galuh,membuat Runrun gemas melihatnya.
"Ayo mas ?" Runrun tak sabar menunggu jawaban Galuh.
"Ayo kemana,mau masuk ke sini." Galuh menunjuk kearah dadanya.
"Hih ternyata mas ini pintar ngegombal juga,sudah berapa gadis jadi korban mas?" tanya Runrun.
"Belum ada,mau tidak Rania mas gombalin?" goda Galuh.
"Hih sebel,sudah kalau tidak mau beritahukan.Runrun masuk saja." Runrun mau beranjak pergi tapi Galuh menarik tangannya.
"Ayo mas tunjukkan satu tempat." ajak Galuh.
"Kemana?" tanya Runrun kepada Galuh.
"Adalah,nanti sampai sana akan mas ceritakan." Galuh mengajak Runrun naik ke mobilnya,dan mobil tersebut berjalan menuju peternakan Galuh.Dan Galuh menghentikan mobilnya disatu lokasi kebun bunga.
"Ayo." Galuh memegang tangan Runrun menyusuri taman bunga dan berhenti pada dua gundukan dan ada nisannya.
"Siapa ini mas?" tanya Runrun,dan dia menoleh ke Galuh.Terlihat kesedihan diraut wajah Galuh saat memandang dua makam tersebut.
"Ini makam papa dan adik mas." kata Galuh dengan suara yang pelan.
"mas punya adik?" tanya Runrun.
"Papa Cindy adik mas,dia meningal bunuh diri." ucap Galuh.
Runrun terkejut mendengar peristiwa tragis yang dialami adiknya Galuh.
"Sedangkan istrinya ?" tanya Runrun lagi.
"Istrinya pergi setelah melahirkan Cindy,dia kabur dari rumah sakit.Dia tinggalkan Cindy dirumah sakit." cerita Galuh.
"Benar-benar kelewatan itu orang ya,ibu apa itu.Hewan saja sayang dengan anaknya." kata Runrun setelah mendengarkan cerita Galuh,mengenai cerita adiknya Galih dan mantan istrinya.
"Cindy tidak pernah mengenal mamanya?" tanya Runrun kepada Galuh yang sedang mencabuti rumput yang tumbuh disekitar makam tersebut.
"Tidak..!" jawab Galuh.
"Sungguh kasihan,makanya begitu melihat Runrun dia memanggil mama.Mungkin dia rindu sosok mamanya mas." kata Runrun dan dia juga ikut mencabutin rumput bersama Galuh.
"Tidak pernah dia memanggil orang dengan panggilan mama,hanya Rania yang di panggil dengan sebutan mama." kata Galuh.
"Boleh mas memanggil dengan nama Rania?" tanya Galuh.
"Terserah mas mau panggil dengan nama apa,Rania bisa.Dan kalau mau bisa juga Ayu atau Sita." kata Runrun.
"Kenapa dipanggil Runrun?" tanya Galuh tentang asal usul nama Runrun.
Runrun menceritakannya kepada Galuh, sambil mencabut rumput disekitar makam.
"Begitu ceritanya." kata Runrun,ketika selesai bercerita.
"Ayo kita balik,sudah lama kita meninggalkan Cindy.Sepertinya Cindy sudah mulai nakal memasuki usia 4 tahun." kata Galuh.
"Kapan Cindy ulang tahun mas." tanya Runrun.
"Dua bulan lagi tanggal 24." kata Galuh dan Galuh menjalankan mobilnya meninggalkan tempat peristirahatan dua orang yang disayanginya.
"Kenapa,mau kasih kado?" tanya Galuh kepada Runrun.
"Cindy suka apa ya?" tanyanya pada Galuh.
"Dia sangat suka kuda pony." jawab Galuh.
"Cindy sudah ada kuda pony mas." ucap Runrun.
"Boneka dia belum ada.." ucap Galuh.
"Yea...terimakasih mas..!" seru Runrun,dan saking gembiranya dia sampai ingin memeluk Galuh yang sedang mengemudi.
"Kenapa berhenti,mas rela dipeluk mantan model .Seperti yang dikatakan si twin..?" Galuh tahu,Runrun yang dengan spontan ingin memeluk dirinya.
"Apa..!" mereka menceritakan kepada mas. Runrun mantan model." ujar Runrun dengan terkejut.
"Iya,waktu kita ketemu di mall." jawab Galuh dan tersenyum melihat ekspresi Runrun yang cemberut.
"Dasar adik usil.!" ngedumel Runrun.
"Pasti seru ya punya adik kembar begitu." kata Galuh kepada Runrun.
"Nyebelin mas,mereka usilnya kebangetan." jawab Runrun,begitu membayangkan kedua adiknya.
"Tapi yang menyenangkan,tidak seperti saya.Begitu dia pergi tinggal sendiri." ucap Galuh.
"Mas masih punya Cindy." kata Runrun.
"Hanya dia sebagai penganti Galih." jawab Galuh.
"Mas...!" mata Runrun terbelalak memandang kelapangan rumput,Cindy tertawa.Dan Nesum tertawa diatas kuda pony dipegang oleh salah seorang penjaga.
"Cepat mas..!" teriak Runrun,begitu sudah dekat.Belum lagi mobil berhenti dengan benar,Runrun meloncat dari mobil jeep Galuh.Runrun berlari menuju kelapangan rumput.
"Nesum..!" teriakan Runrun,membuat kuda pony yang dituntun seorang penjaga berhenti.
"Kenapa berhenti,ayo lagi jalan.." perintah Nesum.
"Nesum turun..!" seru Runrun pada Nesum.
"Lagi enak nunggang sapi disuruh berhenti.." Nesum masih duduk diatas kuda pony,dengan memakai kain jarik.Nesum santai duduk tidak dihiraukannya Runrun yang ketakutan melihatnya.
"Mas bagaimana ini,Nesum tidak mau turun.Bagaimana nanti jika jatuh,apa tidak patah-patah tubuh Nesum." bergidik Runrun membayang tubuh Nesum yang patah.
"Tidak apa-apa kudanya dituntun,Nesum tidak akan jatuh." Galuh berusaha menenangkan Runrun.
"Bagaimana jika kudanya meloncat." ujar Runrun.
"Untuk apa dia meloncat,emang mau lomba." kata Galuh yang tersenyum, begitu melihat Nesum senang ketika kudanya kembali berjalan.
"Bawa Nesum kesini bukan makin aman,makin berbahaya." batin Runrun.
"Lihatlah Nesum senang itu.." kata Galuh.
Ketika kuda pony yang ditunggangi Nesum lewat didepan Runrun,Nesum berteriak kepada Runrun.
"Ayo Run,enak naiknya.gundal-gandul begitu." kata Nesum.
"Apa itu gundal-gandul Nesum..?" tanya Runrun tapi Nesum sudah menjauh dengan kudanya.
"He..mas,Nesum tadi memanggil Runrun ya.Nesum mengenali Runrun.!" Runrun senang ,begitu Nesum menyebutkan namanya.
"mungkin ini yang di dibutuhkan Nesum.Kota besar membuatnya stres." kata Galuh.
"mungkin ya mas." kata Runrun.
🦂🦂
"Robert,kenapa belum ada kabar dari pengacara itu?" tanya Wulan.
"Sabar Wulan,dia juga harus menyelidiki untuk mengumpulkan bukti-bukti yang akan memberatkan mantan suamimu." kata Robert yang masih asik memainkan ponselnya.
"Ayo kita keluar,bosan dirumah terus." kata Wulan.
"Kemana?" tanya Robert.
"Club shi.." Wulan mengambil tasnya dan beranjak keluar dari apartemennya,dan Robert mengikutinya dari belakang.
**Bersambung**
keren dan mantap
sukses....semanangat
mksh