Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.
"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 - Selalu Jadi Yang Tertuduh
"Tuan! Tuan Jared!" pekik seorang pelayan. Dia telah mendapatkan kabar bahwa tuan Zen mengalami kecelakaan. Namun yang pertama kali dia temui adalah nyonya Sonya dan nyonya Rachel di ruang tengah.
"Nyonya, tuan Zen mengalami kecelakaannya di jalur 2, sekarang asisten Reino membawanya ke rumah sakit!" lapor sang pelayan dengan buru-buru dan kabar tersebut tentu membuat Mama Sonya dan Rachel sontak sama-sama terkejut.
Mama Sonya bahkan langsung menyentuh dadanya yang berdenyut nyeri. Sementara Rachel bangkit berdiri.
"Rumah sakit mana?! katakan!!" balas Rachel yang sudah cemas luar biasa.
"Rumah sakit Hana Cella, nyonya."
Rachel langsung berlari menuju garasi, megambil mobil menekan tombol kunci. Sebuah menyala dan Rachel segera berlari ke sana.
Rachel mana tahu jika mama Sonya pun ikut menyusul, sama-sama berlari hendak mengetahui bagaimana keadaan Zen saat ini.
"Harusnya aku ikut saja ke kantor, kenapa tiba-tiba jadi seperti ini," gumam Rachel yang sudah menangis tak mampu dia bendung.
Rachel menyalakan tombol navigasi dan menuju rumah sakit Hana Cella, jalur langsung terlihat dan dia segera mengemudi ke sana.
Jalanan yang Rachel lewati masih macet, sisa-sisa kecelakaan itu masih tercetak jelas di jalanan. Bekas ban yang tergelincir, pecahan kaca dan darrah yang mengering di jalanan.
Mobil Rachel bahkan dialihkan untuk menuju jalur yang lain. Membuat hatinya jadi makin gundah.
'Ya Tuhan Zen, aku mohon tetaplah baik-baik saja. Aku tidak bisa seperti ini,' batin Rachel, dia sampai tak mampu berucap lagi, tenggorokannya sudah terlalu tercekat.
Tiba di rumah sakit Rachel dengan segera meninggalkan mobilnya dan masuk ke dalam sana, meski tak tau tempat mana yang harus dia tuju untuk bertemu dengan sang suami. Namun Rachel tetap berlari, menuju ruang UGD yang terlihat begitu ramai. Semua korban kecelakaan pasti dilarikan ke rumah sakit ini, sebab rumah sakit inilah yang paling dekat dengan tempat kejadian.
"Zen!" pekik Rachel yang telah kehilangan kendali.
Suara itu sontak menarik perhatian semua orang sampai akhirnya Reino yang menghampiri.
"Rachel."
"Rein, dimana Zen? Dimana ZEN!!"
"Tenanglah, di sini banyak pasien yang lain." Reino lantas menarik tangan Rachel untuk mengikuti langkahnya. Saat itu mama Sonya pun datang ke ruang UGD dan melihat Rachel. Dengan perasaan yang campur aduk dia mengikuti kemana Rachel dan Reino pergi.
Zen telah dipindahkan ke ruang rawat setelah mendapat penanganan. Tak ada keadaan serius, namun Zen memiliki luka di beberapa bagian tubuh.
"Zen!" panggil Rachel dan langsung berlari memeluk sang suami yang tengah duduk di atas ranjang rawatnya. Kaki, lengan dan kening Zen terpasang perban yang terlihat jelas.
Rachel menangis sesenggukan di dalam pelukan sang suami, dia nyaris mati hanya membayangkannya keadaan Zen saja. Rachel tak sanggup seperti ini, dia tak ingin kehilangan Zen lagi.
Mama Sonya juga masuk ke dalam ruangan itu dan lega saat melihat Zen masih sadarkan diri.
"Syukurlah, kamu baik-baik saja," ucap mama Sonya, melihat betapa banyaknya korban dalam kecelakaan ini mama Sonya sempat berpikir yang bukan-bukan. Dia sungguh mencemaskan keselamatan sang anak.
"Kenapa? Mama kecewa karena aku masih hidup?" tanya Zen.
Dan membuat mama Sonya tersentak, "Kamu pikir mama yang menyebabkanmu kecelakaan seperti ini, Zen?"
"Lalu siapa lagi?" balas Zen.
Dan membuat mama Sonya benar-benar merasa sesak di dalam dada. Dia tidak tahu apapun, namun selalu jadi yang tertuduh.
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
jahat bener tuh kakek tua