Terpaksa menyetujui pernikahan antara ibu dan kekasihnya adalah sebuah kebodohan terbesar yang telah seorang gadis itu lakukan. Dimana kebodohan itu justru membuka kembali luka lama, tidak hanya itu, kenyataan yang selama ini ibunya tutupi terbongkar dan kegilaan kekasihnya itu yang membuat hidup seorang gadis itu hilang arah dalam menentukan kehidupannya.
"Kamu tetap kekasihku Siren, dan Anita ibumu tetap istriku."
"Mama egois, mengkhawatirkan anak haram itu. Tanpa memperdulikan keberadaan aku."
"Kamu hanya kesalahan yang selalu merusak kebahagiaan Mama."
Sirena Dzakiya Thalita, seorang gadis cantik, manis, serta cerdas. Orang-orang menganggap Siren sangat beruntung, memiliki Ibu yang sangat pengertian, memiliki kekasih seorang Dosen yang sangat penyayang, serta harta dan tahta yang dimilikinya. Namun semuanya hilang lenyap begitu saja saat malam itu malam dimana kekasihnya meminta izin menikahi wanita yang tak lain adalah ibu dari Siren sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma Tiana *Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Rencana Liburan
Setelah menjalani beberapa proses dan drama untuk bisa lulus sidang skripsi akhirnya hari ini Siren telah lulus sidang skripsi. Dia tersenyum puas saat keluar dari ruangan sidang itu waktu yang dia tunggu-tunggu selama ini akhirnya datang juga. Dia bangga pada dirinya sendiri karena bisa menyelesaikan kuliah nya tanpa bantuan biaya dari orang tuanya sepeserpun.
"Anak Ayah hebat! Kamu bisa bertahan sejauh ini untuk bisa lulus kuliah sangat hebat. Ayah bangga sama kamu Nak," ucap Bagas seraya memeluk anak semata wayangnya itu
"Ayah minta maaf karena selama ini tidak pernah sekalipun ikut andil dalam biaya kuliah kamu nak, bahkan Ayah bisa di bilang menelantarkan kamu," lanjut Bagas menyesal
"Ayah dengerin aku. Aku gak pernah sekalipun mempermasalahkan tentang biaya. Selama ini aku bisa hidup mandiri karena kepergian ayah dan ketidakpedulian Mama terhadap ku," ujar Siren
"Kejadian 19 tahun lalu dimana Ayah pergi ninggalin aku dan Mama adalah sebuah pelajaran sekaligus luka yang memang gak akan pernah aku lupain...,"
"Tapi aku udah maafin Ayah. Meskipun luka yang ada di keningku belum hilang. Tapi aku belum bisa maafin Mama, Luka yang dulu aja belum kering sempurna tapi Mama udah nambah Luka baru di atas Luka yang belum kering sempurna itu," ucap Siren dengan mata yang berkaca-kaca.
Bagas merengkuh tubuh Siren untuk masuk kedalam pelukannya. Siren menumpahkan semua kesedihan nya di pelukan sang Ayah. Oliv yang melihat kejadian itu tersenyum seraya menangis, dia bahagia karena Siren sudah memiliki rumah untuk pulang saat ini yaitu Ayah yang selama ini dia tunggu-tunggu kehadiran nya.
Oliv segera menghapus air matanya lalu mendekati sepasang Ayah dan anak yang sedang berpelukan itu.
"Hayoh, pelukan nya gak ajak-ajak aku nih," ujar Oliv memecahkan suasana sedih antara Siren dan Bagas
"Ganggu momen haru gue aja lo!" sentak Siren seraya melepaskan pelukannya pada Bagas
Oliv terkekeh, "Hehe ya maaf, udah sih sekarang tuh waktunya buat happy-happy. Jadi sudahi galau mu mari berlibur bersama ku yey!"
"Liburan nah iya kita harus liburan iya gak si Liv? Seru gak sih kalau kita liburan sambil nunggu waktu wisuda," ajak Siren
"Cocok banget itu setuju gue. Mau liburan kemana nih kita, ajak aja sekalian degem lo itu Liv siapa namanya lupa gue," Oliv setuju dengan ajakan Siren
"Lio. Namanya Lio, bisa aja si kita ajak dia tapi kan di sekolah, emang sekolah udah libur ya?" tanya Siren
"Ya lo tanya aja nanti sama my baby Lio, siapa tau kan udah masuk liburan."
Siren menjitak kepala Oliv lumayan keras membuat Oliv meringis dengan mata yang menatap tajam Siren.
"My baby, my baby lo ibab," jutek Siren
"Cie cemburu cie udah mulai move on nih ceritanya dari Dosen eh sekarang ke anak SMA," ejek Oliv seraya berlari untuk menghindari pukulan maut dari Siren.
Siren yang merasa kesal akhirnya mengejar Oliv dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara Oliv dan Siren. Semua orang yang berada di sana tertawa lepas karena kelakuan random dari Queen kampus mereka dan sahabat nya itu.
Sedangkan Bagas dia hanya bisa tersenyum dan menatap bangga kepada Siren. Dia menyesal dulu pernah meninggalkan anak semanis dan semandiri Siren. Untuk sekarang dia akan terus menyayangi serta mengasihi Siren, sebagai bentuk kehilangan semasa dulu.
*
"Hallo Reni. Saga sudah mengetahui semua rencana kita. Dia mengancam ku dan terus saja mengata-ngatai anak di dalam kandungan ku. Aku mohon kamu lakukan sesuatu sebelum Saga bertindak lebih jauh."
Anita menghubungi Reni untuk memberi kabar jika saat ini Saga sudah mengetahui semuanya. Karena hanya Reni yang bisa membuat Saga tunduk.
"Kamu tenang aja Anita aku akan melakukan sesuatu agar Saga tahu diri," jawab Reni di sebrang sana.
"Baik terima kasih." Anita mematikan telepon secara sepihak, dia tersenyum puas. Karena sebentar lagi Saga akan kembali tunduk kepadanya.
"Tunggu aku sayang. Kamu boleh saja mempunyai keberanian tapi tidak untuk melawanku Saga sayang," ucap Anita
Anita menyeringai membayangkan bagaimana wajah kesal Saga saat nanti Reni melakukan sesuatu yang dapat membuat Saga tidak bisa berkutik.
*
"Ah akhirnya Ujian kelulusan udah selesai, dan sekarang tinggal nunggu hasilnya," monolog Lio
Lio menjalankan motor nya dengan kecepatan sedang, dia bahagia karena akhirnya dia bisa menyelesaikan ujian dengan baik. Dan semoga saja hasilnya bisa memuaskan bagi diri dia sendiri maupun bagi orang tua nya.
Orang tua Lio tidak pernah sekalipun menuntut Lio agar bisa menjadi juara kelas apapun itu. Yang penting Saga tidak membuat masalah dan selalu menjadi anak baik saja sudah cukup bagi orang tuanya.
Namun Lio hanya berinisiatif untuk bisa mendapatkan juara di setiap tahun nya. Setidaknya dia bisa membuat sedikit bangga orang tua walaupun hanya dengan hal sederhana. Lio memarkirkan motornya di area parkiran khusus penghuni apartemen. Dia bersenandung bahagia selama berjalan menuju unit apartemen nya.
"Mbak Siren!" teriak Lio memanggil Siren, Siren yang merasa namanya di panggil menolehkan kepalanya ke arah Lio. Dia kembali menutup pintu untuk menghampiri Lio.
"Gimana Mbak sidang nya lancar?" tanya Lio
Bukannya menjawab pertanyaan Lio, Siren justru malah memeluk Lio dengan erat. Lio yang mendapatkan pelukan secara tiba-tiba diam membisu. Siren memeluknya? Apa ini tidak salah, ah Lio senang bukan main.
"Wah Mbak seneng banget kayaknya sampe meluk aku gini," ujar Lio di sela pelukan nya bersama Siren
"Iya Mbak seneng banget! Akhirnya aku bisa ngelewatin masa-masa sulit saat kuliah dan bisa menyelesaikan kuliah tanpa bantuan biaya dari orang tua Mbak, Lio," jawab Siren antusias
"Selamat Mbak Siren. Lio bangga deh sama Mbak bisa semandiri ini, padahal Mbak ini perempuan tapi mental Mbak kokoh banget."
"Terima kasih Lio. Oh iya Mbak tuh mau nanya sama kamu," ucap Siren
"Nanya apa Mbak? Jangan bilang Mbak mau nanya kapan aku nikahin Mbak," ujar Lio bercanda, Siren memukul mulut Lio dengan tangan nya. Anak ini jika bicara selalu aja asal.
"Kamu ini pikirannya Lio ya ampun. Gini kamu kalau Mbak ajak kamu liburan lusa bisa gak? Mbak nanya gini takut kamu sibuk sama sekolah kamu apalagi kan kamu sekarang kelas 12 pasti lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan ujian," jelas Siren
"Kebetulan banget aku emang udah punya planning untuk liburan sebelum acara kelulusan sekolah. Aku udah selesai kok Mbak ujian nya, ini aku baru pulang dari sekolah dan hari ini hari terakhir ujian kelulusan. Jadi aku bisa ikut Mbak buat Liburan."
"Wah ini sih pasti bakal seru banget sih, yaudah sekarang kamu ganti seragam gih terus istirahat jangan main-main gak jelas," tutur Siren.
*
"Pastikan dia jera dengan ini. Jika sudah beres hubungi saya!" Perintah seseorang itu
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like komen dan subscribe yaa maaciw 💙