Vic Alexander seorang pria arogan dan dikenal kejam tidak memiliki perasaan. suka menyiksa, membunuh, itulah hobinya sebagai seorang psikopat. Akan tetapi ia hanya akan tersenyum dan luluh terhadap orang yang dia cintai. Yakni, seorang gadis yang memiliki wajah cantik natural dan manis, Krystal Olivia.
Karena suatu kejadian Vic Alexander tega menjadikan kekasihnya itu sebagai pemuas ranjang. Krystal yang tak berdaya ditahan oleh pria itu sehingga harus menuruti keinginannya dan melayani nafsunya setiap malam.
Apa penyebabnya mengubah Vic Alexander menjadi benci pada sang gadis tersebut?
apakah hubungan mereka akan kembali seperti dulu atau bermusuhan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tahanan 3877
"Apa yang ada dipikirannya, Apakah aku tidak cukup baik padanya sehingga dia tega melakukan ini padaku," ketus Vic.
"Tuan, Apakah nona mengalami masalah sehingga dia pergi tanpa pamit?"
"Masalah apa yang tidak bisa dia beri tahu padaku," jawab Vic.
"Atau ada orang yang menculiknya," kata Mike dengan penasaran.
"Bukankah kita sudah periksa kamera tempat tinggalnya, Sama sekali tidak terekam ada orang asing yang datang mencarinya. Yang ada hanyalah dia pergi di tengah malam sambil membawa tas pakaian."
"Tuan, mungkin ada sesuatu yang membuat nona pergi, Kalau tidak, Mana mungkin dia pergi."
"Sepertinya aku terlalu memanjakan dirimu, Krystal," gumam Vic.
Vic memegang botol minuman dan mendekati jendela kaca besar sambil memandang ke arah luar.
"Mike, Apakah ada kabar tentang neneknya?" tanya Vic yang menghabiskan sebotol minum.
"Neneknya masih di rumah sakit, Tuan. Kalau nona ingin mengeluarkan neneknya mungkin tidak bisa secepat itu. Karena dia tidak memiliki kaki tangan," jawab Mike.
"Tidak mungkin, Kita langsung meninggalkan Jepang setelah dia kabur, Kemudian kita menjumpai keluarganya. Hari ini kita kembali lagi ke Jepang. Karena emosi aku menjadi lupa dengan orang tua itu. Hubungi rumah sakit sekarang juga!" perintah Vic.
"Iya, Tuan," jawab Mike yang mengeluarkan handphonenya.
"Hallo, Tolong periksa nama pasien yang bernama Chintya Olivia!" pinta Mike kepada pihak rumah sakit.
Sesaat kemudian ia memutuskan panggilannya.
"Tuan, Nona sempat datang ke rumah sakit, dia ingin membawa pergi neneknya. Akan tetapi, dilarang oleh pihak rumah sakit karena tanpa perintah dari Anda," kata Mike.
"Krystal Olivia berusaha ingin menjauh dariku, Baiklah kalau itu yang kamu inginkan. Aku akan bermain denganmu," ucap Vic.
"Apakah Lyna ada di Jepang?" tanya Vic.
"Selama ini dia setia menunggu Anda," jawab Mike.
"Panggil Lyna datang sekarang juga!" perintah Vic.
"Baik, Tuan."
Satu jam kemudian.
Seorang wanita cantik berambut pendek melangkah masuk ke dalam kamar itu. pakaiannya yang ketat menampakan tubuhnya yang seksi dan montok.
"Tuan," sapanya dengan nadanya yang lembut. Wanita itu memiliki mata yang indah dan tubuh yang mengoda.
Vic menghampirinya dan melempar botol tersebut ke atas kasur.
"Tuan, Anda pasti sangat kecewa dengan dia, Jangan khawatir karena masih ada aku di sisimu," ucapnya dengan senyum.
"Lyna Sanova, Kau akan setia padaku?"
"Tentu saja, Tuan."
"Baiklah, Kalau begitu, aku ingin kamu patuh padaku. Lakukan perintahku dan jangan sampai ada kesalahan!" perintah Vic.
"Aku akan menurut semua katamu, Tuan. Malam ini biarkan aku yang menemanimu," kata Lyna yang kemudian menuangkan minuman ke gelas bening.
Wanita itu menemani Vic di sepanjang malam. Sementara Mike menunggu di luar pintu.
"Lyna selama ini selalu menunggu tuan, Apakah malam ini mereka mulai berhubungan? Karena di saat ini lah tuan sedang putus asa dan terluka. Pasti butuh seseorang yang mengobati lukanya," batin Mike.
"Hallo, Cari nona Krystal Olivia sampai dapat! Dia pasti masih di Itali!" perintah Mike pada seseorang melalui panggilan di handphonenya.
Beberapa saat kemudian ia memutuskan panggilannya.
"Aku hanya berharap, Kamu pergi jauh agar bisa selamat dari tuan, Kalau kamu berhasil ditemukan...Maka, hidupmu akan berakhir seperti mantannya," batin Mike.
5 Tahun Kemudian.
Penjara besar.
Siang itu terlihat semua tahanan yang sedang melakukan pekerjaan mereka. Mereka ditugaskan membersihkan lapangan, Menjahit, Menyapu dan sebagainya.
Di sisi lain terdengar suara teriakan sejumlah orang yang berada di dapur. Tidak ada yang berani ikut campur dan hanya diam berdiri di luar. di dalam sana terjadi perkelahian antara sesama tahanan yang hampir terjadi setiap hari.
Suasana dapur sedang terjadi keributan beberapa tahanan yang menyerang satu tahanan lainnya.
"Aaah!" Beberapa tahanan yang berteriak kesakitan.
Bruk...
Seorang tahanan ditendang dan kemudian dibanting oleh seorang pria yang memiliki tatapan aura membunuh ke atas dapur keramik itu. Terlihat angka 3877 di baju tahanan yang dia kenakan.
"Aaahh!" pria itu menjerit karena kesakitan pada tubuhnya yang kemudian terhempas ke bawah.
Dua tahanan lainnya menyerang tahanan 3877.
Kepala mereka berdua langsung ditekan dalam panci yang berisi kuah yang sedang mendidih.
Dua pria itu meronta-ronta dan tidak berdaya, Mereka kesakitan dan akhirnya mereka tidak bergerak.
"Kau gila," ketus yang lainnya menyerang sama-sama ke pria itu.
Walau hanya seorang diri, tidak sulit baginya untuk mengalahkan mereka yang jumlahnya lebih unggul. Ia melayangkan pukulan keras ke wajah lawan-lawannya. Salah satu dari lawannya ditekan ke dapur.
"Ingin membunuhku, Kau belum sadar siapa aku," ketus tahanan 3877 yang mengambil pisau dapur dan menikam telapak tangan lawannya.
"Aaaahhh...."
"Masih ingin lanjut? Kalian semua maju sama-sama," tantang pria itu yang sedang memegang pisau sayur.
"Kau adalah psikopat."
"Kalau sudah tahu aku siapa, kenapa masih menantangku? Kalian takut mati dan tidak berguna," ujar tahanan 3877 yang melempar pisau tersebut ke arah mereka.
Mereka yang ketakutan langsung berjongkok sehingga pisau itu menancap tembok dapur.
"Aku tidak akan ragu untuk membunuh kalian, Ingat itu!" kecamnya dengan tatapan yang menakutkan.
"Hentikan! Apa yang kalian lakukan?" tanya seorang petugas yang melangkah masuk ke dalam dapur.
Mereka melihat dua tahanan yang tewas akibat kepala mereka yang direndamkan di dalam kuah yang mendidih. serta tahanan lainnya yang terluka cukup parah.
"3877, apa kau membunuhnya?" tanya salah satu petugas penjara.
"Mereka menyerangku, Tentu saja aku harus membunuh mereka," jawabnya dengan santai.
"Bawa dia keluar!" dua petugas penjara menarik tahanan 3877 meninggalkan dapur. Sementara petugas lainnya membawa tahanan yang terluka menemui dokter yang ada di penjara itu.
Ruangan kantor kepala petugas.
Tahanan 3877 dibawa ke kantor menemui kepala petugas.
"Apa yang ingin kamu lakukan sebenarnya, dalam dua tahun ini sudah banyak yang tewas di tanganmu. yang masih hidup harus kehilangan salah satu anggota tubuhnya. Ada yang cacat pada kaki, tangan dan masih ada lagi yang koma di rumah sakit. Vic Alexander, apakah kamu sedang bermain denganku? Aku berusaha menutupi semuanya. dan kini dirimu mulai lagi." kepala petugas yang memiliki nama Howard mengeluh dengan sikap satu-satunya tahanan yang paling membuatnya risih.
"Bukankah tidak gratis kau melakukan itu semua, Berapa uang yang sudah masuk ke rekeningmu. Kamu hanya di bagian pembersih. Mereka semua pantas menerimanya. bagi yang koma tidak seharusnya sadar, bagi yang tewas tidak seharusnya hidup, bagi yang cacat sudah saatnya mereka tidak layak hidup sebagai orang normal," ucap Vic dengan senyum santai.
"Kamu bisa begitu santai dengan masalah ini, Aku tidak tahu kapan kamu baru akan berhenti. Kalau terjadi setiap hari pihak atasan akan mengetahuinya."
"Masalahnya adalah uang, bukan? Ketika uang yang bicara...Maka, sebuah masalah menjadi mudah diselesaikan," kata Vic yang sebagai tahanan 3877
akhirnya beres juga baca nya sampe bgadaaang....maaf tdk d smua bab saya comment krna suka pgn langsung baca ke bab brikutnya saking udh gk sabar buat baca bab brikut nya krna rame bgt ..nyeseel deh buat yg belum baca novel ini...ini keren abiiis..MAKASIH YA THOR UDAH BIKIN CERITA YG BAGUUUUUUUUS INI...TTP SMANGAT BUAT THOOOR KUUUUUUHHH...LOPE LOPE SEKEBOONNNN