Sang Istri Mengalami Amnesia, Membuat Daniel Dilema. Dia ingin Sang Istri Kembali mengingat dirinya namun disisi lain ia takut wanita itu mengingat masalalunya yang buruk dalam pernikahannya selama ini.
"Aku ingin kau kembali mengingat ku sebagai suamimu Nayra.. tapi aku takut saat kau mengingat segalanya kau akan pergi meninggalkan aku.."Batin Daniel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jiwa Iblis
"Bisa kau cepat sedikit Josh... Nayra bisa lumutan menungguku jika kau menyetir layaknya siput seperti ini..."Ucap Daniel banyak protes sejak tadi. Pria tampan pemilik BCN group itu tampak sangat gusar sejak tadi.
"Udah deh.. santai dikit napa sih.. Lagian kantornya gak mungkin pindah tempat .."celetuk sang asisten yang muak dengan Daniel yang tidak bisa diam sejak tadi.
"Kalo kantornya emang gak mungkin pindah, kalo Nayra nya yang pulang gimana?" Joshua menarik nafas panjang, makin hari bos nya ini makin banyak bicara.
"Ya udah .. ini gue udah cepet nyetirnya.. Kalo yang cepet aja lu bilang pelan terus kayak gimana versi pelannya.. "Daniel sudah tak menjawab. Pria itu mencoba menghubungi sang istri dan mengirimnya pesan tapi tak ada yang wanita itu respon sedikitpun.
"Gue cuma khawatir Josh.. Nayra itu emang udah sembuh tapi ingatannya belum pulih.. pikiran gue udah kemana-mana dari tadi.." Inilah alasan Daniel tak mau Nayra keluar rumah. Pria tampan itu merasa sangat khawatir saja, terlebih Nayra belum bisa mengingat apapun tentang apa yang bersangkutan dengannya.
"Gue tau lu khawatir Dann.. tapi Nayra itu juga pengen maen.. jalan-jalan. Lu itu terlalu ngekang dia... Nayra itu juga butuh hiburan, butuh refreshing.. butuh piknik...
"Ya, gue ngurung dia bukan juga tanpa alasan Josh.. gue takut aja Nayra inget sesuatu dan akhirnya bikin dia kesiksa udah itu aja.. " Sebenarnya bukan itu saja alasan Daniel. Pria itu sangat takut, takut setelah mengingat segalanya Nayra justru tetap bersikeras ingin minta cerai darinya.
Setelah ada sedikit perdebatan ringan kini mobil mewah berharga fantastis itupun masuk ke area kantor. Melihat ramai-ramai serta kerumunan para karyawan. Josh segera mematikan mobilnya.
Kedua pria tampan seumuran itu sama-sama turun, mata Daniel membola Melihat sang istri yang dengan sengaja di dorong oleh salah satu wanita disana. Daniel tak mengenalnya tapi sepertinya wanita yang sok itu adalah salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan nya.
"Sayaaanggg...." Daniel berteriak sembari berlari di ikuti oleh sang asisten di belakangnya
"Mas...."Nayra tersenyum sang suami datang tepat waktu. Sejak tadi kepalanya sudah pusing dan sekarang semakin sakit saja.
"Kamu gapapa? "Tanya nya penuh kekhawatiran. Terlebih ketika sang istri yang memegang kepalanya sejak tadi.
"Kepalaku pusing mas..." Tak banyak bicara pria yang merupakan pemilik perusahaan itu mengangkat sang istri dalam gendongannya.
Pria itu berdiri menatap tajam satu persatu manusia yang menunduk disana. Tatapan matanya menajam dengan rahang mengeras, uratnya pun sampai kelihatan.
"Josh...." Suaranya dingin dan terdengar begitu mengerikan di telinga siapapun yang mendengarnya.
"Saya Tuan.... " Pria itu sedikit membungkuk tatkala namanya di panggil.
"Kau sudah tau kan.. apa yang harus kau lakukan.." Dari cara bicaranya saja sudah membuat bulu kuduk merinding. "Urus semua.. dan beri hukuman yang setimpal pada siapapun berani menyentuh Istriku!" Lihat, Bicara pada siapa tatapannya tertuju pada siapa. Josh hanya mengangguk patuh saja sepertinya jiwa iblis pria ini kambuh, pikir Josh.
"Maass..."Suara itu mengalihkan perhatian Daniel.. Pria itu Melihat ke arah sang istri yang tampak tak bertenaga dalam gendongannya.
"Sayang, masih pusing?" Nayra tak menjawab, ia hanya memberi anggukkan sebagai jawaban.
"Kita ke kamar.. ya.. kamu harus istirahat..."Ucapan itu mengalun begitu lembut, sangat berbeda dengan tadi. Larissa yang berdiri tak jauh dari Josh itu mengerjap pelan. Heran saja dengan sang bos, sikapnya sangat jauh dari sikap yang sebelumnya.
"Apa Nona harus di bawa ke rumah sakit Tuan...
"Tidak perlu Josh.. kau hubungi ayahmu.. Nayra butuh di periksa.." Tak ada jawaban lain selain mematuhi perintah sang Tuan besar.
Seperginya Daniel dari sana, kini giliran Josh yang menatap satu persatu orang yang masih berada di sana.
"Kalian semua ikut ke ruangan saya.. Tak terkecuali kamu.. " ucap Josh menunjuk Larissa dengan dagunya.
"Saya juga pak?"
"Saya kan sudah bilang semua.. ya berarti semua.. termasuk kamu."Larissa menarik nafas.. Ucapan pria ini memang tidak bisa terbantahkankan.
"Dan kamu juga.. Kamu adalah peran utamanya disini.."Araa yang di tunjuk mau tak mau pasrah saja. Walaupun dalam hatinya sudah tak terkontrol.
.
.
.
Di dalam sebuah ruangan luas yang hampir menyerupai ruangan sang bos. Pria tampan berjas hitam itu tampak duduk di kursi kebesarannya.
Josh menatap satu persatu wanita dan beberapa pria yang kini tengah berdiri didepannya dengan kepala menunduk. Mereka adalah karyawan yang ikut berkumpul menyaksikan adegan sikap kurang ajar salah satu staf disana.
"Apa kalian tau kenapa saya memanggil kalian kemari?" Mereka hanya diam tak berani menjawab. Mana berani mereka menjawab, Karena satu kata jawaban, Sama saja dengan bunuh diri.
"Dan kamu Araa.. Apa kamu tau .. atau lebih tepatnya sadar dengan kesalahan kamu hari ini..? "Araa mengangguk, Ia tak tau jika Daniel sudah punya istri. Pertama ia masuk ke perusahaan itu, Araa menyangka jika pria tampan yang merupakan bos nya itu masih lajang.
"Syukur kalau kamu sadar.. Nona Nayra itu adalah istri Dari Tuan Daniel. Mungkin kamu tidak tau karena kamu belum lama bekerja di perusahaan ini. Tapi apa harus kamu bersikap seperti itu pada orang lain? Kamu bukan cuma marah-marah tapi kamu juga dorong Nona hingga jatuh, apa menurutmu Tuan Daniel akan diam saja..?
"Maaf .. pak .. sa.. saya tidak tau..kalau...
"Terus kalau lo tau Mbak Nayra itu istri bos mau lu apain?" Sejak tadi hanya menjadi pendengar kini Larissa tak diam lagi. Larissa tak suka dengan wanita yang sok cantik itu.
"Pak Shua dengerin saya, Tadi tuh mbak Nayra tidak sengaja nabrak si mak lampir ini.. Cuma gara-gara Kopi tumpah dia maki-maki Mbak Nayra.. dia bilang punya mata gak pakek, jalan asal nyelonong aja. terus nih mbak Nay...
"Mbak..mbak.. sejak kapan Nona Nayra jadi kakak kamu..!" Larissa kembali diam dengan bibir yang mengerucut.
Josh berdiri dari duduknya, pria itu kembali menatap Araa yang masih menunduk.
"Araa.. sebelumnya saya minta maaf, Saya tau kerja kamu bagus, dan kamu juga punya otak yang cerdas. Tapi hari ini kamu sudah membuat Tuan Daniel murka. Istri Tuan Daniel sedang sakit dan karena kejadian ini Nona mengalami syok.. Jadi mulai besok kamu tidak perlu datang ke kantor ini lagi..
"Ta ... tapi pak.. tolong beri saya kesempatan sekali lagi pak.. saya..."ucapan wanita Songong itu terhenti saat Josh mengangkat lima jarinya.
"Silahkan kamu kembali ke tempatmu bekerja. saat jam pulang nanti kamu bisa minta pesangon.." Tak ada pilihan lain Araa pasrah saja. wanita itu pun mau tak mau keluar dari ruangan tersebut.
"Dan kalian..harusnya salah satu dari kalian ada yang bertindak tegas. Bukannya hanya menonton layaknya nonton film di bioskop.. Untuk ini, kalian akan mendapatkan hukuman potong gaji bulan ini.."
"Loh... pak masak saya juga .. saya gak nonton loh.. saya tadi ikut belain Nona Nayra.. masak..
"Dan kamu ikut saya sekarang.."Larissa mendesah panjang mau apalagi pria ini...
.
.
.
TBC.
dion cari cewe lain aja deh, jangan ganggu verrel sama thalia.