NovelToon NovelToon
Zolta The Beast Hunter

Zolta The Beast Hunter

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Elf / Iblis / Barat
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Gehrman

Genre : Fantasy, Action, Adventure,Tragedy, Mistery

Monster berkeliaran di seluruh dunia, makhluk Astral membuat manusia resah, dan kutukan para Dewa mengakibatkan banyak kemalangan yang dialami oleh seseorang.

Hunter, seorang yang dilatih khusus untuk memburu monster dan mengatasi fenomena supranatural yang terjadi di dunia ini.

Zolta namanya, seorang Hunter yang disewa oleh seorang Baron untuk membasmi makhluk yang baru-baru ini sedang meneror penduduk desa.

Dalam perburuannya itu, dia menemukan sebuah serpihan batu misterius yang mana akan membawanya terhadap pengungkapan misteri tentang asal-usul penyebaran monster dan kejadian supranatural lainnya di Benua Rutenia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gehrman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Arc 1] Epilog

Zolta mengedip-edipkan matanya, dia mendengar sebuah nyanyian Lullaby yang cukup familiar. Tercium aroma yang menyegarkan oleh hidungnya.

Cahaya matahari yang masuk melalui jendela menyilaukan matanya.

"Ah, kau sudah sadarkan diri?"

Zolta mendengar sebuah suara dari wanita yang ia kenal.

"Yuria... Dimana ini?" tanya Zolta dengan nada suara yang lemah. Dia masih belum sepenuhnya pulih dari luka akibat pertarungannya dengan Eren.

"Kau berada di kamarku sekarang, Patrol Guard menemukanmu tergelatak tak sadarkan diri di dermaga setelah membunuh Monster yang mengamuk kemarin," jelas Yuria. Dia sedang duduk di sebuah kursi sambil meminum segelas teh hangat.

"Begitu, kah? Aghh... " Zolta kesakitan, dia kemudian melihat sebuah perban yang menempel di perutnya.

"Janganlah terlalu banyak bergerak sebelum kau meminum Potionmu untuk hari ini," kata Yuria yang berdiri menghampiri Zolta.

Yuria tidak memberi Zolta sebuah potion langsung kemarin karena para Hunter hanya boleh mengkonsumsinya hanya satu kali saja per hari.

"Apa yang terjadi setelah Aku tak sadarkan diri?" tanya Zolta, dia ingin mengetahui apa yang terjadi pasca pertarungannya dengan Eren.

Yuria mengatakan, seisi warga Ibukota menjadi ketakutan dan panik akan serangan Monster. Ini pertama kalinya ibukota Kekaisaran mendapatkan serangan Monster yang sudah lama tak terjadi selama beberapa tahun.

Keluarga Kekaisaran juga turut berbicara langsung di hadapan publik akan menyelesaikan kasus ini dengan cepat agar para warga merasa aman kembali untuk beraktivitas.

Jumlah korban jiwa atas kejadian kemarin sekitar empat warga sipil dan belasan Patrol Guard mati di tangan Eren. Selain itu, korban luka-luka dari para warga dan Patrol Guard mencapai 50 orang.

Zolta tidak mengetahui detail tentang para korban. Karena ketika dia melakukan perburuan, dia hanya fokus untuk memusnahkan Monster dan tidak mempertimbangkan sama sekali akan keselamatan orang lain.

"Duke Maynard meminta kau yang membunuh Putrinya untuk dijatuhi hukuman kau tahu," ucap Yuria yang kemudian duduk di samping Zolta.

"Begitukah? Apakah dia ingin balas dendam atau semacamnya?" kata Zolta, dia sama sekali tidak terganggu walaupun nyawanya sedang berada dalam bahaya.

Zolta tidak peduli akan hal ini. Dia hanya menjalankan tugasnya sebagai seorang Hunter untuk memburu Monster. Jika ada yang menghalanginya melakukan tugasnya itu, dia tidak akan segan-segan untuk membunuh mereka.

"Well... Para Patrol Guard meyakinkan Kaisar bahwa Maria lah yang menyerang mereka terlebih dahulu tanpa alasan yang jelas," kata Yuria mencoba memberi Zolta kabar baik.

"Lalu, apakah Sang Duke puas hanya dengan penjelasan seperti itu?" tanya kembali Zolta, dia tidak yakin memberi kebenaran tentang putrinya kepada Duke Maynard akan menyenangkan hatinya.

"Tidak, karena kematian Maria yang seperti itu akan mencoreng nama baik keluarga Zuckeberg. Kaisar dan Duke Maynard lalu membuat sebuah kesepakatan," jawab Yuria.

"Kesepakatan seperti apa?"

"Kekaisaran akan mengumumkan bahwa Maria mati karena membunuh Monster yang menyerang dan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan para warga Ibukota."

Dengan ini, nama baik keluarga mereka tidak akan tercoreng melaikan akan lebih di hormati.

"Apa kau tidak apa-apa jasamu itu diambil oleh orang lain yang mencoba membunuhmu fufufu~," goda Yuria meskipun dia sudah tahu apa yang akan Zolta katakan mengenai hal ini.

"Well... Aku adalah seorang Hunter, Aku hanya peduli dengan Monster dan reward dari kontrak yang telah kami sepakati," jawab Zolta yang tidak terlihat terganggu sekali dengan apa yang Yuria katakan.

"Baiklah, tentang serpihan kristal dan cairan biru yang Kau ingin Aku teliti, mari kita bicarakan jika kau sudah pulih dari luka-lukamu," kata Yuria yang kemudian berdiri dari kasur. " Aku harus pergi sebentar, ada jadwal mengajar yang harus Aku hadiri beberapa menit lagi."

Yuria kemudian berbalik hendak pergi keluar ruangan.

"Yuria... "

Tiba-tiba langkahnya berhenti karena mendengar Zolta memanggilnya. Dia kemudian berbalik dan berkata, "Ada apa Zolta? Apa kau kesepian jika Aku meninggalkanmu di sini sendiri fufufu~?"

Mendengar kata-katanya, Zolta kemudian tersenyum dengan tulus padanya.

"Terima kasih atas segalanya, Yuria."

Mata Yuria terbuka lebar mendengar ucapan terima kasih dari rekannya itu. Zolta menyadari, bahwa Sang Kaisar tidak akan begitu terpengaruh hanya dengan kata-kata dari Patrol Guard untuk tidak menyalahkan Zolta atas kematian Maria.

Sepertinya Yuria juga turut membantu berbicara dengan Sang Kaisar mengenai hal ini. Karena itulah Zolta mengucapkan rasa terima kasih dengan tulus kepada Yuria.

"I-itu... Aku bu-bukan melakukan semua ini karena mempunyai perasaan padamu atau semacamnya! Kau camkan itu, Zolta!" seru Yuria yang pipinya terlihat memerah menahan malu dengan ucapan terima kasih serta senyum Sang Hunter.

"Yang terpenting, cepatlah pulih agar kita bisa membahas penemuanku tentang penelitian dari barang yang kau minta, mengerti?"

Setelah mengatakan itu, Yuria keluar dari kamar dengan terburu-buru.

Sepertinya, dia masih memiliki sisi manisnya itu dalam dirinya.

Zolta terlihat puas setelah dapat menggoda Yuria yang biasanya dia sering sekali digoda Sang Penyihir.

.

.

.

Beberapa hari kemudian, Zolta telah pulih dari luka-lukanya.

Dia sedang berada di sebuah pemakaman membawa sebotol Wine yang terlihat cukup mahal di tangannya.

Di makam itu, tertulis nama dari teman lamanya yang baru-baru ini tewas karena ledakan yang di sebabkan oleh tipu daya Eren.

Zolta kemudian membuka tutup botol itu lalu meneguk isi Wine yang ada di dalamnya sampai setengah habis.

"Well... Kau benar mengenai minuman di ibukota memang yang terbaik di benua ini, Brian," kata Zolta yang terlihat puas akan Wine yang diminumnya.

Dia kemudian menumpahkan Wine tersebut ke makam Brian seakan-akan sedang berbagi minum di bar dengannya.

"Kontrak selesai... Monster telah berhasil diburu... Sampai jumpa, Brian. Aku akan meninggalkan ibukota besok."

Setelah mengatakan perpisahannya pada teman lamanya itu, Zolta kemudian meninggalkan area pemakaman. Masih banyak yang harus dia lakukan untuk memecahkan misteri menyebarnya monster-monster di benua ini.

Untuk itu, dia bertekad untuk menyelesaikan ini hingga akhir.

***

Di sudut Utara wilayah Kekaisaran yang jauh, terdapat sebuah Desa yang terletak di perbatasan Wilayah Kekaisaran dengan Kerajaan Juteland.

Desa ini memiliki pemandangan yang indah. Pegunungan yang tinggi terlihat di kejauhan, hutan yang hijau mengelilingi desa dan sebuah danau yang cukup besar di samping Desa yang membuat Desa ini seperti taman surga bagi warga yang tinggal di sini.

Namun kontras dengan lingkungan sekitar desa yang begitu indah, suasana hati warga yang tinggal di sini sangatlah suram.

Ekspresi mereka seperti tidak semangat untuk menjalani hidup. Itu karena sudah puluhan tahun berlalu semenjak Desa mereka mengalami sebuah kutukan yang buruk.

"Oh... Kapan kutukan ini akan berakhir!? Jika terus seperti ini, Desa ini akan hancur tanpa menyisakan penduduk satupun!"

Masih menjadi misteri mengapa Desa ini mendapatkan kutukan tersebut. Yang pasti, telah terjadi sesuatu di masa lampau yang membuat Desa yang indah ini menjadi sumber penderitaan bagi para warga yang tinggal di sana.

Di pinggiran danau samping desa, terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk bersama seorang gadis yang berusia sekitar 15 tahun.

"Menurutmu, kapan Kak Aileen akan kembali dari pencariannya?" tanya gadis tersebut. Sepertinya dia adalah Adik dari Hunter Aileen yang tidak lama ini bertarung dengan Zolta di Kota Danzig.

"Aku tidak tahu, Airin," jawab pria tersebut. "Jangan khawatir, dia pasti akan mendapatkan obat untuk mengatasi efek samping dari kekuatanmu itu, percayalah padanya," tambahnya mencoba menenangkan hati Sang Gadis.

"Ya... Jika Aku bisa mengatasi efek samping kekuatanku ini, Kita pasti dapat menghentikan penyebaran monster yang terjadi di benua ini," ujar Sang Gadis.

Sebenarnya, kekuatan apa yang dibicarakan oleh gadis ini?

...----------------...

...Kamus Hunter...

Mana Exhaustion : Kondisi dimana seseorang menghabiskan seluruh mana mereka. Jika dipaksakan untuk menggunakan sihir pada kondisi ini, sihir orang itu akan gagal lalu kehilangan fungsi tubuhnya.

Elixir Kuning : Hunter yang meminumnya akan mengalami peningkatan kekuatan dan kecepatan untuk beberapa saat. ( Tidak direkomendasikan untuk meminumnya lebih dari satu kali sehari)

Magic Swordman : Seorang yang mengkombinasikan keahlian sihir mereka dengan sebuah teknik bela diri.

Patrol Guard : Organisasi yang bertanggung jawab untuk keamanan di dalam sebuah Kota atau Desa.

Ksatria : Pasukan Elit suatu negeri, biasanya mereka diturunkan untuk tugas-tugas yang dibutuhkan kemampuan khusus untuk menyelesaikannya.

Grimoire : Buku sihir yang dimiliki oleh para Penyihir. Biasanya berfungsi untuk menyimpan mantra maupun rahasia-rahasia dari para Penyihir pemiliknya.

1
Fransiskan Dionisius
well/Sly/
The Provokator
lah, karakternya gak konsisten bjir
The Provokator
shiet, ini makin mempertegas fetishmu, bg🗿
The Provokator
oh, di sini toh rusaknya
The Provokator
Ternyata selama ini mereka cuma orang Engres🗿
The Provokator
Lah, wtf
The Provokator
Anak kecil itu—Noel (,) melihat...
The Provokator
bagian ini bukannya bisa di showing dikit biar unsur misterinya ada? interaksi satu-dua kali mungkin?
The Provokator
dua
The Provokator
Padahal biar gak repetitif bisa kebangun gegara pipinya dicubit atau kakinya di tendang
The Provokator
bg, kau punya fetish lain di Lullaby, kah?
The Provokator
Bjir, bener kata Quinny, fetish aroma tubuh🗿
The Provokator
pingin liat wajahnya malah dikasih patatnya
The Provokator
Resident evil
The Provokator
bjir, klise 🗿
The Provokator
Keknya w kebanyakan baca novelnya sensei/Sweat/
The Provokator
Mixue, jadi penasaran ni novel ditulis kapan🗿
The Provokator
Aaaah, WM nya lupa gak diangkat🤣
The Provokator
bg, kata 'cantik' nya di showing aja, cringe bjir 🗿
The Provokator
Well, well telah kembali well
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!