Kisah ini masih belum banyak di revisi. Masih amburadul apa adanya seperti dulu. Sudah mulai konsisten di bab. 82 ya.... semoga dapat mengambil hikmah dari kisah ini.
Seorang gadis biasa yang di temukan oleh sepasang Kakek Nenek di emperan toko ketika hujan. Yang mereka beri nama Vera Kania Putri. Telah tumbuh menjadi sosok gadis yang tangguh, baik hati, pekerja keras. Mendambakan cinta dari seorang guru magang bernama Fatih, namun harus rela kehilangan cintanya karena ditinggal untuk selama-lamanya dan ia harus menikah dengan kakak yang di cintainya bernama Rey, dan cinta mereka akan terus berlanjut ketika badai memisahkan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 21
Di mobil,
"Cemberut aja kenapa?" Tanya Rey.
"Mereka semua menganggapku simpanan Om-Om dan pelakor" Kata Kania sedih.
"Hey, tadi bisa tegar loh. Sekarang kok sedih sih?" Tanya Rey.
"Kak Rey memang benar mau nikahin Aku?" Tanya Kania.
"Iya lah, emang kenapa? Kamu berubah pikiran?" Tanya Rey.
" Kapan?" Tanya Kania.
Rey pun menghentikan mobilnya, kali ini Rey melihat Kania bicara dengan serius. Rey menggengam tangan dan menatap wajah Kania. Ia menyakinkan Kania, jika dirinya tetap akan menikahinya secepatnya, setelah Kania lulus sekolah.
"Kak Rey serius?" Tanya Kania.
"Kalau aku main-main, aku tidak akan mengorbankan waktu berharga ku demi datang kesekolahmu. Dan membatalkan meeting penting yang membuatku kehilangan uang yang sangat besar" Kata Rey.
"Kak Rey?" Kata Kania merasa bersalah.
"Demi kamu!" Kata Rey.
Kania pun menangis, ia merasa sangat bersalah kepada Rey. Namun, hanya Rey lah yang bisa ia hubungi saat itu juga. Ia tidak akan menambah beban orang tuannya lagi yang telah mereka bebani dengan kasusnya Neta.
"Udah ya jangan nangis" Kata Rey memeluk Kania.
"Maaf" Kata Kania tetap saja menangis.
Rey mengangkat wajah Kania, ia ******* bibir Kania dengan sangat lembut. Tangannya menggenggan erat tangan Kania. Biasanya Kania akan memberontak walau hanya di pegang lengannya, namun saat ini Kania ikut menikmati ciuman Rey tersebut. Lama sekali Rey ******* bibir Kania, hampir 15 menit mereka berciuman. Rey menyatukan dahinya dengan dahi Kania. Tanganya berada di kanan kiri Kania.
"Tetaplah bersama ku Kania" Bisik Rey.
"Kak Rey?" Kata Kania sangat lembut.
"Hmm??"
"Jangan tinggalkan aku!" Kata Kania.
Rey memeluk Kania dengan sangat erat, entah rasa apa yang mereka berdua miliki. Saat ini Rey hanya tidak ingin jauh dari Kania, begitu pun sebaliknya dengan Kania yang tidak ingin Rey meninggalkannya.
"Udah ya jangan nangislai. Oh ya, aku punya kejutan untukmu" Kata Rey.
"Wah, apa tuh Kak?" Tanya Kania penasaran.
"Ada deh, kita berangkat sekarang ya" Kata Rey.
Rey mengendarai mobilnya dengan sangat hati-hati, banyak sekali yang mereka obrolkan saat berada di dalam mobil. Kini mereka tidak lagi saling bertengkar jika bertemu. Dan Kania pun juga bisa bicara dengan nada yang halus dengan Rey.
"Sampai, turun!" Kata Rey.
Mereka sampai di rumah yang sangat indah, bersih dan sangat rapi. Ada Tumbuh-tumbuhan yang hidup di taman depan rumah, bunga-bunga yang indah bermekaran.
"Kak, ini rumah siapa?"Tanya Kania.
"Tutup dulu mata kamu" Kata Rey menutup mata Kania menggunakan tangannya.
Perlahan Rey memandu langkah Kania dengan pelan-pelan, sampai di depan pintu, Rey pun membuka mata Kania dan mengucapkan "SURPRISE!! "
Kania melihat sekelilingnya ada Mama dan Papanya, serta Mamanya Rey. Rey telah bercerita tentang Neta dan keinginannya menikahi Kania setelah lulus sekolah nanti kepada Mamanya. Dan Mamanya pun menyetujui keputusan Rey. Karena Rey adalah sumber kebahagiaannya. Jika Rey bahagia, Mamanya pasti akan ikut bahagia.
"Mama, Papa? Kalian disini? Tante?" Kania mencium tangan kedua orang tuannya dan Mama Rey.
"Panggil Mama aja, biar akrab. Jangan Tante ya" Kata Mama Nia memeluk Kania.
"Rumah ini?" Tanya Kania.
"Milikmu, aku beliin ini buat kamu. Eh bukan hanya aku aja. Ini patungan dari kita semua untukmu. Dan ada surprise satu lagi untukmu" Kata Rey.
"Lagi?" Tanya Kania.
"Ehem, " Rey pun memberi kode agar Neta keluar menemui Kania.
"Kakak?" Kata Kania.
Ia tidak dapat lagi membendung air matanya, Kania berlari ke arah Neta dan memeluknya. Ia sangat merindukan Kakaknya, ia takut jika Oma melakukan hal yang buruk kepada Neta. Karena Neta lah yang berjuang membuat Kania bertemu dengan keluarga kandungnya yang selama ini dia cari.
lanjutt thor🆙💖💪💪💪💪