Persahabatan dan cinta. Ketika seorang fifi berpacaran dengan ega, ia sangat terbuka dengan sahabatnya, nami. mereka bersahabat sedari kecil dan saling melindungi dan mendukung satu sama lainnya.
Jika seorang nami di kabar kan menjalin hubungan dekat dengan ega juga. Apa fifi akan percaya itu? dan disitulah hubungannya dengan ega dipertanyakan.
Tentang kekuatan cinta dan kekuatan persahabatan. Apapun yang terjadi akan menguatkan hubungan itu.
Tentang Cerita di masa SMA. Pertemanan dan persahabatan.
Baca kisahnya disini, di Cinta Anak SMA (FEN)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Lestaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Puncak ultah
Happy reading🤗🤗
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halaman sekolah dipenuhi oleh siswa-siswi yang kini mendekat ke arah panggung karena acara akan dimulai. Mereka banyak yang duduk didepan panggung tapi ada juga yang menjauh karena mencari tempat berteduh.
Acara diawali dengann sambutan-sambutan dari ketua pelaksana hingga kepala sekolah.
Nami, gadis itu bersama dengan teman-temannya sekelas. Ia menjauh dari ega, karena firasatnya tak enak jika ada pria itu disekitarnya. Katakan lah saja dia sensitif, ya dia amat sensitif. Hingga acara berlangsung setengahnya, acara hiburan-hiburan sungguh membuat para penonton bersorak.
10.45 menjelang siang.
"Mi nami," panggil niken yang duduk disebelahnya. Namipun menoleh.
"Kenapa ken?" tanyanya kemudian.
"Ada yang nyariin tu," tunjuknya pada gadis yang berjongkok tak jauh dari niken.
"Ara, kenapa ra?" tanyanya pada gadis yang tadi mencarinya yang tak lain adalah ara.
"Kak mark nyariin kaka tadi," bisiknya pelan setelah nami medekatinya.
"Mark," lirih nami pelan, karena setaunya ia tak ada urusan dengan pria itu. "Kenapa nyariin?" tanyanya kemudian.
"Aku gak tau. Tapi kakak ditungguin dideket lapangan voli," ucap ara. Nami hanya mengangguk dan pergi begitu saja untuk mengetahui ada gerangan apa seorang mark mencarinya. Lapangan voli memang cukup jauh dari lapangan utama. Seperti sekarang hanya terdapt beberapa siswa yang berkeliaran disana. Tapi pandngannya tak menemukan mark melainkan pada ega yang berada dibangku penonton. Ia pun menghampiri ega untuk bertanya.
"Ga," sapanya membuat ega menoleh terkejut. Karena bukan fifi yang menghampirinya. Melainkan Nami teman sekaligus sahabat Fifi.
"Kenapa mi? Fifi nya kemana?" tanyanya berurutan. Nami mengerutkan alisnya bingung.
"Eh, kak mark ada nyariin gue kenapa ya ga?" tanyanya dahulu sebelum menjawab pertanyaan ega yang terakhir.
"Mark, nyarin lo," pikir ega bingung. Jika mark nyari nami biasanya ngomongnya ke dia. "Emang siapa yang bilang?" tanya ega lgi.
"Ara tadi samperin gue, katanya kak mark nyariin gue, makanya gue bingung," jawab nami sambil menggaruk kepalanya yang tentu saja tak gatal .
"Gak ada yg nyariin lo mi, Mark sedari tadi didepan panggung kok," jawab ega kembali mengingat saat dirinya meninginggalkan teman-temannya.
"Oh, gitu. kalo gitu gue balik dulu ya," pamitnya dan berlalu.
"Ok," balaas ega.
Fifi yang tadi hendak menghampiri ega ia urugkan sejenak, saat nami berlalu meninggalkan ega. Setelah nami tak terlihat barulah ia menghampiri ega.
"Hai ga, dah lama nunggu ya," sapa fifi mengejutkan ega yang tengah berfikir tentang mark dan nami.
"Eh, hai," jawabnya tersentak namun tak lama ia tersadar juga. "Gak lama kok yank. Sini duduk deketan," lanjutnya menggiring fifi duduk disampingnya.
Fifi yang berada didekat ega lupa untuk menanyakan tentang perihal nami yang barusaja bertemu dengan kekasihnya itu. Mereka asik bercerita kesana-kemari menikmati kebersamaan keduanya.
Disisi lain. Acara yang berlangsung semakin meriah itu tak membuat seorang nami melihatnya. Ia yang kini duduk kembali bersama teman-temannya masih memikirkan perihal tdi.
'Kenapa ara bohongin gue ya, emang apa untungnya coba,' batin nami sendiri. Ia tak begitu juga tertarik dengan apa yang ada diatas panggung. Ia hanya tertarik dengan pikirannya sendiri.
Lalu di area lain tepatnya kerumunan kelas 10. Ia tengan mengamati layar ponselnya sekembalinya ia dari sana.
~flasback on~
Karena telah menahan sedari tadi, gadis itu berpamitan pada teman-temannya untuk ke kamar mandi.
"Gue ke toilet dulu ya," pamit gadis itu.
"Mau gie temenin gak?" tanya sesil teman baru yang paling dekat dengan ara.
"Ga usah, duluannya," pamitnya berlalu. Sesil pun mengiyakannya. Di dalam kamar mandi sana ia yang masih berada di bilik salah satu kamar mandi perempuan tanpa sengaja mendengar percakapan seseorang yang berada di telpon. Tadinya ia hanya ingin mengabaikannya. Tapi setelah ia tadi hampir keluar dari tempatnya sekarang, Ara mengetahui bahwa orang yang sedang bertelponan itu tak lain adalah Fifi dan akhirnya pun ia mendengarkan pembicaraan mereka hingga usai.
"Iya yank," ucap fifi, karena meras dirinya sendiri didalam sana.
"...."
"Ok, nanti aku kesana, jam 11 aja ya solnya blom ijin ma temen-temen nanti dicariin lagi."
"...."
"Iya deh iya tungguin lho."
"...."
"Di lapangan volli kan."
"...."
"Siap, bay,"
"...."
Lalu teleponpun dimatikan dan fifipun keluar setelah membasuh wajahnya. Gadi itu kelihatan tengah berfikir. Dan menemukan sebuah ide yaitu mempertemukan nammi dulu. Untuk rencana berikutnya memang belum terangkai tapi kini dirinya memiliki foto ke 2 nami dan ega yang sengajania ambil tadi dari belakang keduanya.
~flasback off~
"Kenapa Ra?" tanya sesil yang sedari tadi memperhatikan ara terus menatap kearah ponselnya.
"Gak ada apa-apa kok," jawabnya dan menyimpan kembali ponselny kedalam tas gendong miliknya. Lalu ia kembali menikmati acara hari ini.
Setelah pengumuman pemenang-pemenang lomba. Akhirnya acara ulang tahun sekolah ini selesai di akhiri do'a oleh salah satu guru dan diamini seluruh siswa didiknya.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.......
...💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗...
.......
^^^^^^Terima kasih buat para pembaca yang masih setia dengan karya pertama author ini.^^^^^^
^^^@lestaa_dwi09^^^
6
5
4
3
2
Ada apa kamu kesini?
bingun
Sesil
Ara
Mark
......