Generasi ketujuh keluarga The Blairs
Ada lima cerita disini tentang bagaimana cicit Abimanyu Giandra, Edward Blair dan Stephen Blair mendapatkan cinta dan pasangannya.
Duncan dan Scarlett adalah putra dan putri Bayu O'Grady dan Ajeng Pratiwi ( My 100th Secretary )
Aslan dan Diana adalah putra dan putri Omar Zidane dan Nadya Blair ( Love and Justice )
Indiana adalah putra Nelson Blair dan Marisol Braga ( Love and Justice ).
Seperti biasa, cerita ini sangat Membagongkan macam authornya.
DILARANG PLAGIAT KARENA JIWA GESREK KITA BERBEDA!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DB - SK - Serena Pusing
Manhattan New York
Scarlett mendatangi kantor ayahnya, Bayu O'Grady dan disana dia disambut Hunter McDouglas, sang asisten dan apprentice nya, Norman Miranda yang berdarah latin.
"Oom Hunter, papa ada?" tanya Scarlett sambil memeluk Hunter yang sudah dianggap Oomnya sendiri.
"Lagi berunding dengan Oom Doogie soal melindungi kamu..." jawab Hunter.
"Ah aku lupa, papa kan nguping semua kegiatan aku sama si Jomblo ngenes itu..." kekeh Scarlett.
"Maklum, kamu anak perempuan satu-satunya Bayu jadi tahu sendiri kan bagaimana papamu."
Scarlett menoleh ke asisten yang masih dilatih Hunter dan Doogie itu. "Bagaimana kerja disini Norman?" tanya gadis bermata biru seperti ayahnya itu.
"Much better daripada di Army, Miss O'Grady. Setidaknya disini hanya diomeli Hunter dan Doogie... tidak satu batalyon..." kekeh Norman membuat Hunter mendelik.
Scarlett tertawa karena tidak mungkin Hunter mengomeli Norman karena anak itu sangat disiplin. Norman adalah mantan tentara pasukan elit angkatan darat tapi karena dia mengalami kecelakaan saat berlatih yang mengakibatkan kakinya harus memakai pen, dia memutuskan untuk mengundurkan diri karena sudah pasti akan menggangu aktivitasnya jika tidak sempurna. Bayu dan Hunter pun menawarkan pekerjaan karena profilnya yang bersih setelah di-screening dari LinkedIn miliknya.
"Kamu tidak usah khawatir, kita akan melindungi kamu, Scarlett" ucap Hunter.
Tak lama Doogie keluar dari ruang kerja Bayu dengan wajah serius. Pria Irlandia yang baru saja mendapatkan cucu itu, tersenyum saat melihat Scarlett.
"Hai, Scarlett ... Ditunggu Keira lho ... Katanya kamu mau main bersama keponakan..." kekeh Doogie sambil memeluk Scarlett.
"Habis ini aku main ke rumah mbak Kei..." balas Scarlett. "Aku ke papa dulu... "
"Oke.."
***
"Jadi kamu makan malam dengan Jomblo ngenes itu?" tanya Bayu ke putrinya.
"Jadi Pa. Aku sudah siap semuanya. Oom Devan yang bantu memasang peralatan" jawab Scarlett.
"Oke. Berhati-hatilah dan jangan tiru ngereog ala Diana !" pesan Bayu dengan wajah serius.
Scarlett terbahak karena sepupunya yang sebaya dengannya itu memang jago ngereog macam ibunya, Nadya Blair.
***
Poughkeepsie NY
Aslan dan Diana sudah berada di dalam mobil Mustang hitam milik pria itu dan menunggu Ivan Abramovich keluar dari apartemennya.
"Ivan sudah mengundurkan diri dari PRC" lapor Serena ke Aslan dan Diana.
"Memang sudah sepatutnya dia mengundurkan diri karena hendak ke Bronx" ucap Aslan. "Oh by the way, senang berkenalan denganmu, MI6."
Aslan dan Diana melakukan panggilan video ke Duncan dan Serena di ruangan Duncan.
"Senang berkenalan dengan kalian berdua. Saat kami tiba di Staten Island, selisih jalan ya" senyum Serena.
"Apakah kalian pacaran?" celetuk Diana cuek.
Duncan dan Serena melongo. "Siapa yang pacaran?" ujar Duncan.
"Mas Dongkrak, kalau kalian pacaran juga nggak papa, paling kudu LDRan macam Fesya dan Scott yang dilakoni sampai menikah" jawab Diana santai.
Fesya atau Elfesya adalah putri Eagle McCloud yang menikah dengan agen FBI, Scott Peterson, mantan asisten Oomnya, Pedro Pascal. ( kisah Fesya dan Scott ada ceritanya sendiri nanti dengan tajuk My Beautiful Chef ).
"Kan Scott pegang FBI Internasional dan tidak mungkin Fesya ikut ke Budapest ... Bahaya di Fesya nya. Ingat kan bagaimana mereka berdua hampir mati gara-gara musuhnya Scott mengejar sampai London ? Oom Eagle nggak mungkin ngijinin Fesya disana, takut jadi incaran lagi..." ucap Duncan.
"Siapa Fesya dan Scott Peterson, Duncan?" tanya Serena.
"Nanti aku ceritakan" jawab Duncan.
"Kalian berdua cocok tuh. Yakin Tante Ajeng auto suka sama Serena..." kompor Aslan.
"Woooiii Surai Kusut ! Nggak usah jadi Benyamin kenape ?" sungut Duncan.
"Ati-ati kompor meledug... Ati ane jadi dag-dig-dug (heh jatuh duduk)...Ayo-ayo bersihin got... Jangan takut badan blepot" dendang Aslan.
Duncan dan Diana menatap Aslan sebal sedangkan Serena cekikikan melihat Blair bersaudara itu ribut sendiri.
"Kalian itu lho, bisa - bisanya ribut tidak jelas di saat genting begini..." kekeh gadis Irlandia itu.
"Eh, si Van Van Bloom Bloom keluar sama pacar hom*brengnya" ucap Diana yang sudah resign dari klub g@y tempat dia menyamar.
"Kamu sudah mengundurkan diri dari klub itu kan Dindin?" tanya Duncan.
"Sudah ... Tapi aku rada nyesel..." gumam Diana saat Aslan menstater mobilnya ketika melihat Ivan dan pacarnya jalan dengan mobilnya.
"Apa itu?" tanya Duncan.
"Aku tidak sempat menusuk cewek yang bawa balon di dadanya. Pengen tahu, kempes atau malah komplikasi..." Diana tampak menerawang.
Duncan dan Serena melongo lalu setelahnya... "Komplikasi Dianaaaa !" teriak Aslan dan Duncan.
"Ooohhh gitu ya?" sahut Diana dengan santainya.
Serena tertawa terbahak-bahak. Tanpa mereka tahu, dua agen FBI yang juga mengikuti Ivan, mendengar percakapan unfaedah Blair bersaudara itu.
"Benar-benar macam orang tuanya... Nggak takut apapun" gumam Billy Boyd yang mengingat saat Bayu, Nadya dan Omar Zidane gegeran dari Mexico, Brazil hingga Hongkong dulu. ( Baca Jayde and Wira Stories dan Love and Justice ).
Agen Park Joon-seo hanya tersenyum smirk.
Buat yang tanya Park Joon-seo sama siapa... Dia bakalan sama Nefa McGregor Blair, anaknya Radhi Blair dan Charlotte McGregor.
***
Manhattan New York
Scarlett tiba di restauran Le Bernardin dengan gaun bewarna hitam yang dihasi Payet di sekitar lehernya. Gadis itu lalu menitipkan mantel Burberry nya ke tempat penitipan dan menuju meja yang sudah dipesan Timothy Jones.
Pria itu menghampiri Scarlett saat melihat gadis itu datang dan menggandeng tangannya namun putri Bayu itu menepisnya sopan karena dirinya sedikit risih.
"Hanya pegangan tangan, Scarlett..." goda Timothy.
Scarlett tidak menjawab tapi memilih segera duduk di kursi yang sudah disiapkan dan Timothy bersikap gentleman dengan mempersilakan gadis itu duduk.
"Terima kasih" jawab Scarlett.
"Mau makan apa?" tanya Timothy saat mereka berdua sudah duduk.
"Kampachi dan Seafood truffle pasta" jawab Scarlett tanpa melihat buku menu yang membuat Timothy terkejut. "Apakah ada masalah?"
"Tidak... Aku tidak menyangka kamu memesan tanpa melihat buku menu..." senyum Timothy.
Scarlett hanya menatap datar ke pria itu. Jelas lah aku tidak perlu melihat buku menu, sebab aku sering kencan dengan papa kemari dari kecil.
***
Di Dalam Mobil Aslan
"Scarlett sudah makan malam dengan Jomblo Ngenes..." ucap Diana yang membaca pesan dari Doogie O'Leary.
"Siapa yang lapor Din?" tanya Duncan.
"Oom Doogie. Dia dan Norman, asistennya Oom Bayu mengawasi Scarlett" jawab Diana.
"Norman mantan sniper itu?" tanya Aslan.
"Yup" jawab Diana.
"Kalau sudah para anggota militer disana, aku tenang... Lagipula Scarlett selalu membawa scalpel kemanapun..." seringai Duncan membuat Serena melotot.
"Scalpel ? Pisau bedah ?" seru agen MI6 itu.
"Jangan salah, Serena... Oma buyut kami pernah membunuh penjahat dengan scalpel.. Tapi Oma kami ditahan di bandara gara-gara bawa scalpel di dalam tas Hermès nya juga pernah..." jawab Diana kalem.
Serena merasa pusing karena keluarga Duncan sangat kacau. Rupanya aku terlalu malas membaca tentang keluarga Duncan karena saking panjangnya daftar hitam mereka.
Ya Allah ...
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️