Menjadi pewaris pertama perusahaan dan hotel membuat Kevin Pranadja memiliki sikap yang arogan dan pemilih. Ia adalah putra pertama dari Dion Pranadja dan Amora Marco.
Kevin suka mengambil keputusan sesuai hatinya tanpa memikirkan pendapat orang lain di sekitarnya, kedua orang tuanya bahkan sangat sulit mengatasi sikapnya itu. Dengan berat hati, Dion maupun Amora mengirimkan putra pertamanya ke Inggris untuk mengurus cabang Novotel disana.
Pendapatan Novotel di Inggris semakin meningkat, itu karena ada chef cantik yang bekerja disana. Ia adalah Veronica Jukler. Wanita cantik itu bekerja di Novotel sudah hampir 3 tahun. Wanita itu mirip seperti Amora yang memiliki daya tarik tersendiri.
Awal pertemuan Kevin dan Veronica kurang baik, keduanya terus saja bertengkar setiap kali keduanya bertemu. Sampai akhirnya Kevin baru mengetahui jika wanita yang menjadi musuhnya adalah chef di hotelnya. Akankah keduanya mengubah benci menjadi cinta???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuat Veronica Cemburu
Selama satu minggu terakhir, baik Kevin maupun chef Veronica sama sama memiliki kesibukan masing-masing. Ide Kevin untuk mengubah menu baru menjadi makanan spesial benar benar menghasilkan. Walaupun makanan tersebut dibandrol dengan harga yang mahal, tapi tidak membuat tamu tamu hotel maupun tamu tamu restoran mengeluh.
Justru makanan itu lebih banyak di pesan daripada menu yang lama, mereka semua merasakan kelezatan dari masakan chef Veronica. Dan tentu saja para penggemar Kevin tak pernah berkurang, mereka selalu ingin bertemu dengan manager hotel yang tampan itu.
Kevin Pranadja juga sengaja menjauhi chef Veronica, ia ingin wanita itu merasa kehilangan. Kevin selalu meminta chef Veronica mengantarkan makanannya ke kamar, tapi ia tak pernah ada disana. Chef Veronica bisa masuk ke kamar Kevin karena memiliki kartu cadangan kamar tersebut sejak kejadian Kevin dipukul oleh Frans.
Dikerumuni banyak wanita di Novotel sudah biasa bagi Kevin. Mereka semua hanya meminta berfoto dan nomor telepon yang tak pernah diberikan Kevin, bahkan ada yang berpura pura minta diantarkan ke restoran karena tak tahu letaknya.
Hari ini Kevin mendapati 3 tamu wanita yang sangat mengganggunya. Wanita muda yang terlihat nakal dan genit.
"Ayolah tuan Kevin, makan bersama kami sekali saja." pinta seorang salah satu wanita itu.
Mereka mungkin masih berumur dua puluhan tahun.
"Nona nona yang cantik, aku sedang bekerja sekarang. Bagaimana jika aku meminta salah satu karyawan yang lain untuk menemani kalian makan?" tanya Kevin.
"Kami hanya ingin anda tuan tampan. Ayolah, kami mohon."
Kevin menghela nafasnya, tamu baginya adalah raja. Itulah yang selalu ia katakan kepada semua staff Novotel. Ia sangat enggan melayani mereka, ia tak pernah mau diganggu oleh wanita selama ini. Tapi ia akhirnya berpikir untuk melihat reaksi chef Veronica jika ia bersama wanita lain. Satu minggu keduanya belum pernah bertatap muka, ini saatnya Kevin membuat wanita itu cemburu.
"Baiklah, aku akan mengambil waktu kerjaku tapi hanya setengah jam, oke." jawab Kevin.
Ketiganya sangat senang mendengarnya, mereka setuju lalu menuju restoran bersama. Tak henti hentinya ketiga wanita itu saling berbisik di depannya, tentu saja bisikan mereka terdengar oleh Kevin. Ketiga wanita itu terus mengangumi ketampanannya.
Di restoran, Cleo sangat terkejut melihat kedatangan Kevin. Pria itu baru mengunjungi restoran selama satu minggu terakhir. Cleo juga terkejut karena Kevin datang bersama 3 orang wanita.
"Selamat siang tuan Kevin, nona nona." sapa Cleo. "Dimana kalian akan duduk?" tanyanya karena bingung ada pemilik hotel disana.
"Selamat siang." jawab Kevin. "Tolong layani nona nona ini dengan baik di ruang VIP." sambungnya.
Cleo mengangguk, ia membawa mereka menuju ruang VIP restoran. Ketiganya terus mendekati Kevin, walaupun pria itu mulai tak nyaman tapi belum saatnya kabur sampai chef Veronica datang melayaninya.
Ketiga wanita itu mulai memesan makanan, dan tentu saja tamu VIP maupun VVIP akan dilayani oleh chef utama langsung. Cleo sudah selesai mencatat pesanan wanita wanita itu. Ia pamit pada Kevin menuju dapur.
*****
Cleo bertanya tanya sendiri saat menuju dapur, ia bingung sejak kapan pemilik Novotel memiliki teman wanita seperti itu. Ia menyebutkan pesanannya pada Clinton.
"Tuan Kevin ada bersama tiga wanita di ruangan VIP, itulah pesanan mereka." ujar Cleo.
Veronica terkejut mendengar ucapan Cleo, ia menghentikan pekerjaannya lalu menatap wanita itu.
"Apa kau bilang tadi?" tanya Veronica.
"Tuan Kevin ada bersama tiga wanita di ruang VIP chef, ini pesanan mereka." jawab Cleo.
"Apa selama satu minggu ini, pria arogan itu mencari wanita wanita penghibur." pikir Veronica.
Tapi hatinya tiba tiba merasa kesal mendengarnya. "Oh ayolah Vero, ini tak ada hubungannya denganmu." pikir Vero lagi.
"Chef, chef Vero...Ini pesanan mereka." ujar Clinton.
"Ah, baiklah." jawab Veronica. "Tunggu Cleo, apa wanita itu mirip wanita nakal atau semacamnya?" tanyanya penasaran.
Cleo mengerutkan keningnya. "Mana mungkin tuan Kevin bergaul dengan wanita semacam itu chef, mereka terlihat seperti wanita muda yang sangat manis dan sepertinya tamu hotel kita."
"Lupakan saja, aku sedikit melantur." ujar Veronica. "Baiklah, aku akan melayani mereka." sambungnya.
Cleo mengangguk, sedangkan Clinton mulai membantu chef Veronica menyiapkan pesanan itu. Veronica mulai tak fokus pada masakannya, ia terus memikirkan Kevin bersama wanita lain, wanita yang manis itu kata Cleo. Selama satu minggu ini, pria itu tak pernah menemuinya maupun mengganggunya. Itu justru membuat Veronica merasa kehilangan pria itu.
"Bagaimana bisa pria jahat itu melupakanku, setidaknya aku pernah tidur bersamanya walaupun kami tak melakukan apa apa. Apa baginya aku hanya wanita penghiburnya saja, mengapa ia justru menghindariku?" pikir Veronica.
"Chef...masakanmu." teriak Clinton.
Veronica terkejut melihat masakan di depannya gosong. "Oh ya Tuhan." ujarnya seraya mematikan kompornya.
"Anda sejak tadi melamun chef, sebenarnya apa yang anda pikirkan?" tanya Clinton.
Belum sempat Veronica menjawab, manager restoran masuk ke dapur.
"Bau apa ini?" tanya pak Leo tiba tiba.
"Maaf pak, aku melakukan kesalahan." jawab Veronica.
"Untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun, kau melakukan kesalahan chef. Apa kau kurang sehat?" tanya pak Leo.
Veronica menggeleng. "Aku baik baik saja pak, maaf."
"Baiklah, lanjutkan pekerjaan kalian lagi." ujar pak Leo seraya keluar dari dapur.
Veronica menghela nafasnya lagi, ia benar benar merasa sudah gila karena memikirkan Kevin.
"Biar aku saja chef yang melanjutkan, anda lebih baik istirahat." ujar Clinton.
Veronica menggeleng. "Cepatlah bantu aku, ini sudah terlalu lama. Pasti tuan Kevin dan wanitanya sudah menunggu." jawabnya.
Clinton mengangguk, kata "wanitanya" dari mulut chef Veronica terdengar seperti mengejek, mereka memulai lagi menyiapkan makanan itu. Setelah selesai, Veronica membersihkan dirinya dan merapikan penampilannya. Entah mengapa ia melakukan hal itu untuk mengantarkan makanan pada tamu VIP. Padahal ia sangat acuh jika melayani tamu VIP yang lain.
Clinton menyadari keanehan pada chef utamanya, wanita itu terlihat ingin tampil tetap cantik di depan Kevin.
"Aku pikir chef Vero mulai menyukai tuan Kevin, ia melamun terus sejak Cleo mengatakan tuan Kevin bersama wanita lain." pikir Clinton.
Clinton mengenyahkan pikirannya, ia membantu Veronica mendorong troli makanan menuju ruang VIP. Sesampainya di pintu, ia melihat chef Veronica menghela nafas kembali lalu mengetuk pintu. Wanita itu mendorong pintu agar Clinton dapat masuk dengan trolinya setelah Kevin mengizinkan mereka masuk.
Mereka masuk dan mendapati Kevin terus digoda wanita wanita muda itu, sesekali pria itu tertawa karena senang. Veronica menggertakkan giginya, ia merasa hatinya terbakar. Ia bahkan sangat kesal saat pria itu mengabaikannya saat meletakkan makanan di meja mereka.
"Silahkan menikmati makan kalian, jika tak ada lagi yang diperlukan aku akan keluar." ujar Veronica datar.
Mereka akhirnya berhenti bersenda gurau, semuanya menatap chef Veronica.
"Jadi wanita ini chef utama Novotel, bukankah ia lebih pantas jadi wanita, yah kau tahulah tuan Kevin." ejek salah satu wanita itu membuat semuanya tertawa.
Veronica mengepalkan tangannya menahan emosi, bagaimana bisa Cleo mengatakan mereka adalah wanita yang manis. "Nona nona yang cantik, silahkan mencicipi masakanku, aku akan keluar sekarang."
"Tunggu, bukankah seharusnya kau bisa melayani kami. Setidaknya kau harus menuangkan minuman ini." pinta wanita itu.
Clinton berdeham. "Maaf nona, chef kami hanya menjelaskan soal makanan yang tersaji, tidak sampai..."
"Tak apa apa Clinton, bukankah tamu adalah raja, itu yang aku dengar dari pemilik Novotel." potong Veronica kesal.
Kevin akhirnya tertawa, ia tahu sebesar apa kekesalan wanita itu sekarang hingga menyindirnya.
"Kalian tenang saja nona nona, chef disini memang luar biasa, baiklah nona nona lebih baik kita makan sekarang. Biarkan chef kita menuangkan minumannya." ujarnya.
Clinton merasa Kevin sudah sangat keterlaluan pada chef Veronica, pria itu ikut merendahkannya di depan wanita wanita itu. Saat Veronica mulai menuangkan minumannya, salah satu diantara mereka sengaja menyenggol tangannya hingga Veronica menumpahkan minuman itu dan mengenai sepatu wanita itu.
"Apa yang kau lakukan?" bentak wanita itu.
"Aku minta maaf, aku tak sengaja nona." jawab Veronica.
"Gajimu tak akan cukup untuk membeli sepatuku, cepat bersihkan." bentak wanita itu lagi seraya memberikan kain lap pada Veronica.
Kevin dan Clinton terkejut begitu juga dengan Veronica, tapi Veronica tak ingin membuat keributan di Novotel. Ia mengambil lap itu dan mulai berjongkok. Tapi seketika Kevin menahannya untuk tetap berdiri.
"Aku akan mengganti kerugian anda nona, tak perlu chef Vero melakukan hal itu." ujar Kevin.
"Tapi..." ujar wanita itu.
"Aku melihat anda dengan sengaja melakukannya, waktu tiga puluh menitku sudah habis untuk kalian. Selamat menikmati makan siang kalian." ujar Kevin seraya menarik tangan Veronica keluar dari ruangan tanpa memperdulikan semua yang menatap mereka.
*****
Happy Reading All...😘😘😘
Bahagia selalu Dion dan Amora
Bilang aja sama Clinton kalo semalam tidur sama Kevin 😄😄😄🤭🤭🤣🤣
Peluk Kevin hehehe
Semoga Vero bisa jatuh cinta sama Kevin
Bucin deh kamu Vin
Cepet jadian ya Vero dan Kevin wkkwkq
Kalian pasangan serasi wkwkka
Kevin lama lama bucin sama Vero Hahhaha
Semoga Kevin cepat sadar
Kevin harus bisa berubah
Kevin harus bisa berubah
tapi lupa² ingat