Saat Meghan terbangun dari tidurnya, dia sudah berada di tempat asing. Dia masih ingat terakhir dirinya tertidur di kamar kosannya kecil setelah menyelesaikan novel kesukaanya yang berjudul Destiny Love. Sebuah cerita tentang pernikahan sang protagonist pria yang menemukan cinta sejatinya dan memilih meninggalkan istrinya yang merupakan anak sahabat orang tuannya. Karena dia tidak merasakan cinta pada istrinya meskipun mereka sudah bersama 1 tahun. Apalagi karakter buruk yang dimiliki sang istrinya semakin membuat seorang Theodore tidak bisa mencintai sang istri.
Pada akhirnya dia malah bertemu kembali dengan cinta pertamannya yang merupakan dokter tulang. Wanita yang dengan baik hati merawatnya saat dirinya dinyatakan lumpuh. Sedangkan istrinya malah asik dengan dunianya sendiri dan tidak memperdulikannya. Hal itu yang membuat seorang Theodore semakin membenci sang istrinya. Apalagi saat tahu istrinya malah berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Seperti cerita novel, sang tokoh antagonis mati ditangan sang mantan suaminya. Karena wanita itu mencoba mencelakakan sang wanita yang dicintai Theodore.
Tapi mengingat setiap alur cerita itu, Meghan malah kesal dengan sang tokoh antagonis pria yang menurutnya adalah penjahat sebenarnya. Sang istri tidak benar-benar salah atas hubungan keduannya. Pria itu terlalu pasif pada kehidupan pernikahan meraka. Hal itu juga yang membuat Meghan merasa sakit hati dan memilih menikmati kekayaan suaminya.
Sialnya, Meghan sekarang malah berada di tubuh sang antagonis. Meghan Fira Antares sang tokoh antagonis yang mati ditangan sang mantan suami bodoh. “AAAAAAAAAAAAAAKHHH” teriak Meghan saat beberapa ingatan sang tokoh antagonis masuk ke dalam otak kecilnya. Dia tidak ingin hidup jadi seorang Meghan. Walaupun dia anak dari keluarga kaya di kota Sarndro. Tapi dia tahu hidupnya hanya tinggal 2 tahun lagi sebelum sang suami gila itu membunuh istrinya demi cinta masa lalunya.
Satu hal yang pasti, dia harus kabur dari pernikahannya yang tinggal beberapa bulan dari saat ini. Kalau bisa dia harus pindah negara agar tidak bertemu dengan calon suaminya selamanya. Dia tidak ingin mati muda cukup dirinya harus meninggalkan kehidupan pertamannya karena sesak nafas saat tidur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewisl85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 21. Calon mertua
Akhirnya Meghan meninggalkan bangun serba putih dan aroma obat itu. Sesungguhnya dia tidak suka berlama-lama di bangunan itu. Tapi apa daya saat itu kondisinya tidak memungkin untuk keluar dari tempat itu. Sekarang pun dia tidak kembali ke rumah orang tuannya. Tentu saja kekasih posesifnya itu tidak membiarkan Meghan jauh darinya.
“Jadi sampai kapan kamu akan memelukku seperti ini.” Protes Meghan pada kekasihnya yang tidak pernah membiarkannya sedikitpun lepas dari pelukan pria itu. Sekarang keduanya sedang berada di ruangan tengah. Karena Meghan ingin menonton salah satu serial drama yang sudah di nantinya. Sedangkan kekasihnya asik bermain dengan rambut dan menghirupi aroma badannya.
“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah puas memeluk badanmu ini.” Ucap Theo yang sekarang menaruh dagunya di pundak kekasihnya.
“huh, besok kamu harus masuk kerja. Tidak ada bantahan lagi.” Perintah Meghan. Sepertinya hanya seorang Meghan yang berani memerintah ketua mafia dan pengusaha muda seenaknya. Kalau orang lain melakukan ini tentunya akan berakhir dengan penyiksaan. Bahkan sang tokoh utama wanita di dalam novel di dapat mengendalikan seorang Theo seperti Meghan saat ini.
“ayolah sayang, aku masih ingin menemanimu.” Protes Theo dengan nada yang dibuat manja. Sayangnya hal itu tidak akan berefek besar untuk seorang Meghan. Dia terlalu dingin untuk seorang gadis muda.
“Tidak ada bantah, kamu tahu kalau tidak menuruti permintaanku.” Ancam menghan yang membuat pria itu cemberut. Kekasihnya itu memang selalu saja membuatnya tidak bisa membantah.
“Kamu nyebelin.”
“Itu nama tengahku.” Balas Meghan yang membuat pria itu gemas sendiri. Kalau dipikir-pikir lagi seorang Theo dengan mudah tunduk dengan sikap cuek kekasihnya. Rasanya selalu tantangan untuk bisa menghilang sikap cuek kekasihnya. Walaupun dia tahu aslinya wanita itu sangat peduli padanya. Apa yang diminta oleh wanita itu pasti selalu demi kebaikan bersama mereka. Hal itu yang membuat Theo tidak bisa membantah permintaan kekasihnya.
“Tapi besok mami akan nemenin kamu ya, jangan protes.”
“Siapa yang mau protes juga kok? Aku malah senang.”
“Kok kamu gitu sama aku.”
“mulai deh jadi bayi besarnya.” Ucap Meghan yang diakhiri gelak tawa karena tangan pria itu yang menggelitik badan Meghan. Semua orang yang ada rumah itu ikut senang melihat kebahagian tuannya. Rasanya sudah sangat lama melihat wajah bahagia Theo.
“Mereka pasangan yang serasi.” Ucap pelayan tuan yang sudah lama mengabdikan pada tuan mudanya.
“ya kamu benar.” Balas seorang pria yang tak lain suami dari pelayan itu.
Akhirnys setelah berbagai bujuk layuan dilakukan Meghan untuk membuat sang kekasih pergi ke kantor. Dia bisa merasakan ketenangan tanpa ada gangguan Theo. Kadang dia juga sebal dengan kelakuan kekanakan kekasihnya. Walaupun terlihat sangat manis.
“Jadi Theo akhirnya pergi kerja?” tanya wanita paruh bayah yang tak lain calon mertuannya. Keduannya sedang berada di taman. Meghan memang sangat menyukai taman di mansion milik Theo. Hal itu juga sama dengan ibu dari pemilik bangunan mewah ini.
“Ya tentu tidak semudah itu Theo mau meninggalkanku bu.” Ucap Meghan yang sudah menganggap wanita di sampingnya seperti ibu sendiri. Tentu saja hal itu membuat wanita itu senang. Dia sudah lama menantikan memiliki seorang anak perempuan dan sekarang terwujud dengan menantunya.
“Ya dia memang sangat manja kalau sudah sayang sama orang. Dulu saja pas kecil, dia salalu ngintilin ibu kemana-mana. Kadang tindakannya membuat ayah cemburu dengan anaknya sendiri.” Ucap ibu Theo yang membuat kedua wanita itu tertawa saat membayangkan sosok Theo kecil.
“Sayangnya sikap Theo berubah setelah berhubungan dengan wanita bernama Naila. Wanita itu membawa banyak perubahan pada Theo. Ibu masih ingat saat wanit itu meninggalkan Theo begitu saja. Sepertinya itu titik Theo hancur. Tapi ibu menyadari itu belum apa-apanya saat kamu dinyatakan koma. Ibu baru pertama kali melihat sosok anak ibu yang begitu rapuh karena orang lain.” Jelas ibu Theo yang membuat Meghan Terharu.
“Karena itu ibu titip Theo ke kamu ya. Walaupun dia sangat menyebalkan dan suka ngatur. Tapi dibalik semua itu dia hanya pria yang sangat mencintai kamu.” Jelas wanita tua itu yang membuat Meghan tersenyum mendengarnya. Tentu saja dia sudah menyadari seberapa besar pria itu mencintainya dan dia berjanji akan tertus menjaga pria itu agar tidak direbut oleh siapapun.
“Ibu mantannya Theo sudah kembali. Kemarin Meghan bertemu dengannya di rumah sakit.” Ucap Meghan yang membuat perubahan di wajah wanita tua itu.
“Ibu sangat tidak suka wanita ular itu. Dia hanya wanita yang suka mencari pria kaya. Dia tidak benar mencintai Theo.”
“Tapi dia lebih sempurna dibandikan aku bu.”
“Kamu cantic dan baik itu sudah cukup. Theo juga mencintai kamu. Dia bukan pria yang akan meninggalkan sesuatu yang sangat dirinya sukai Meghan. Tenanglah ibu sangat mengenal anak nakal itu.” Ucapnnya untuk menenangkan calon menantunya.
Walaupun dia sedikit terkejut dengan keberanian wanita itu menunjukkan batang hidung di depan calon menantunya. Tentu dia orang pertama yang tidak pernah mendukung hubungan anaknya dengan wanita tidak jelas asal usulnya. Mungkin orang yang tidak mengenalnya akan menganggap wanita itu sangat baik dan polos. Sayangnya hal itu tidak bisa mengelabui seorang cantika. Dia bisa menilai wanita sejak pertama kali Theo memperkenalkannya. Wanita yang penuh ambisi dan ingin memiliki segalanya. Sungguh dia tidak menyukai karakter wanita seperti itu.
Perbicaraan keduanya terus berlanjut sampai makan siang. Setelah itu Meghan izin untuk mengistirahatkan badannya. Bagaimanapun dia belum sepenuhnya sembuh. Dia juga harus memastikan tubuhnya dalam keadaan baik.
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, satu bulan sudah berlalu sejak kecelakaan yang menimpan Meghan. Pelaku kecelakaan itu sudah ditemukan dan diberikan hukuman oleh Theo tanpa kekasihnya ketahui. Sedangkan pelaku yang memberi racun pada kekasihnya juga mendapatkan ganjaran yang sama. Hanya saja Theo tidak sadar kalau yang dibunuhnya itu bukanlah penjahat sebenarnya.
Terapi Meghan juga berjalan dengan baik. Semangat untuk cepat sembuh membantu proses penyembuhan. Sekarang Meghan sudah bisa berjalan meskipun denga bantuan tongkat. Setidaknya perlaha-lahan dia bisa kembali seperti sebelumnya.
Beberapa hari lagi juga akan diadakan acara pernikahan sederhana untuk Meghan dan Theo. Keduannya sudah sepakat untuk menunda pesta pernikahan keduannya sampai Meghan sembuh total. Sedangkan acara lamaran yang dijanjikan oleh Theo juga sudah dilakukan 3 minggu lalu di taman yang sangat wanita itu sukai.
Rasanya sekarang semua berjalan dengan sangat baik dan tidak terjadi masalah. Tapi hal itu juga yang membuat Meghan resah. Tidak mungkin selancar ini. Pasti ada sesuatu yang akan terjadi dan dia harus bersiap dengan hal itu.
2024 lho masa isi cerita masi gitu2 aja.
semoga anda bisa tampil beda, Hai penulis