Kondisi keluarga membuatku harus bekerja sebagai pengasuh di sebuah rumah konglomerat kaya menggantikan ibuku yang harus merawat ayahku yang kecelakaan dan tidak bisa berjalan.
Namun siapa yang tahu jika wajah yang ku miliki mirip dengan mendiang istri sang konglomerat hingga akhirnya aku terjebak antara cinta dan masa lalu.
apakah pria itu mencintai aku atau ia mencintai aku sebagai masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluar Dari masalah
"Sayang bagaimana? apa kau menikmati peranmu sebagai mama Clarissa? aku yakin kamu bisa jadi mama yang hebat untuk anakku" ucap Abimanyu
"eh ya yaa, aku menikmatinya" ucap Kania canggung. ia memutar otak bagaimana bisa lepas dari masalah ini
"sayang apa kamu baik-baik saja, sepertinya dari suaramu kamu kurang sehat" tanya Abimanyu
"ah aku baik-baik saja, hanya sedikit masuk angin" ucap Kania beralasan
"Kalau begitu aku tutup dulu ya telponnya, kamu jaga diri. Aku titip Clarissa sama kamu ya. love u" ucap Abimanyu mengakhiri telponnya
Kania jatuh terduduk, ia kali ini bisa berbohong., namun secepatnya Abimanyu akan tau dari mommy nya tentang kondisi Clarissa dan saat itulah impiannya hidup mewah hilang.
Tiba-tiba Kania merasakan mual, ia berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan semua isi dalam perutnya. Kania terdiam menatap wajahnya didepan kaca wastafel.
Kania mencoba mengingat -ingat terakhir kali ia datang bulan.
Kania lalu berlari ke kamarnya, lalu membuka tas nya dan kembali ke kamar mandi dengan membawa test pack di tangannya.
setelah beberapa saat hasilnya muncul.
Dua garis merah tertera di alat tersebut
Kania meloncat kegirangan dan buru-buru menyadari kesalahannya lalu mengelus perutnya yang masih rata
"Dibalik musibah pasti ada hikmahnya. terima kasih sayang kamu hadir di saat yang tepat" ucap Kania tersenyum licik
Kania akan melewati musibah ini dan akan baik-baik saja berkat anak dalam kandungannya.
Kania yakin setelah Abimanyu mengetahui dirinya hamil, ia tidak akan mendepak Kania dari sisinya
Bukan hanya tidak di depan, Kania yakin Monica juga bisa menyentuhnya sebab dalam perutnya kini ada seorang anak.
Kania hanya melakukanya sekali, ia juga tak yakin.
Yang lebih membuat Kania senang, ia akan segera menjadi nyonya Abimanyu,
"Tunggu saja, anak ini akan membuat mas Abi melupakan setan kecil itu" ucap Kania menyeringai
Kania kini merasa diatas angin dengan kehamilannya, ia tidak merasa khawatir jikalau Abimanyu akan bertindak tegas pada dirinya karena insiden kecelakaan Clarissa.
Kania sudah mempersiapkan alibinya yang tidak bisa membuatnya. Di salahkan
walaupun Monica sekalipun tidak bisa membuat Kania di depak
Kania melajukan kendaraannya menuju rumah sakit, ia ingin memastikan prihal kehamilannya sekaligus mengetahui kondisi janin dalam tubuhnya
setelah beberapa saat akhirnya giliran Kania untuk masuk. Dokter kandungan lalu memeriksanya.
Dokter memastikan bahwa usia kandungan Kania sudah memasuki tiga bulan dan dalam kondisi sehat. Kania memperhatikan hasil USG di tangannya, ia bermaksud memberi kejutan pada Abimanyu kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi suami sekaligus ayah anak yang di kandungnya
Kania keluar dari ruang dokter dengan senyum terus merekah
tiba-tiba ponselnya berdering
Honey Calling.......
Kania menarik nafas lalu menerima panggilan Abimanyu
"Kania apa yang kau lakukan pada anakku? apa kau pantas disebut mamanya Clarissa?
sungguh aku kecewa sama kamu Kania"
semprot Abimanyu di ujung telepon terdengar Abimanyu sangat marah, Kania menjauhkan ponselnya sebab suara Abi yang berteriak memekakkan telinganya
"sayang dengarkan dulu penjelasanku" jawab Kania tenang, Ia masih harus berakting sedih, lemah dan tak berdaya.
Kania mengeram kesal dalam hati, Ia tahu dengan pasti jika Clarissa adalah sesuatu yang berharga dalam hidup Abi. Menjadi prioritas utama bagi Abimanyu
"apa lagi yang bisa kau jelaskan. semua sudah menjelaskan padaku.
kamu tidak layak menjadi mama dari anakku
dengan kata lain kamu tidak pantas jadi istriku. Seberapapun besarnya cintaku, aku juga mencintai anakku.
Aku sudah mengatakan berapa kali padamu, Jika aku mencari istri sekaligus mama untuk putri kecilku, dan kau...
kau tidak layak menjadi istriku!!!"" ucap Abimanyu frustasi
"Sayang kamu tidak bisa meninggalkanku, aku sadar aku salah, tapi aku punya alasan mengapa itu terjadi. kamu harus mendengar penjelasanku., atau kamu akan menyesal seumur hidup tidak dapat melihat anakmu yang lain" ucap Kania dingin,
Persetan dengan kejutan, yang terutama kini menyelamatkan hubungannya dengan Abimanyu dulu.
"apa lagi yang mau kamu jelaskan? aku benar-benar kecewa sama kamu.
Apa maksud ucapan kamu anak yang lain?
kamu disini bersalah, telah memcelakaan putriku dan kamu masih mengancam ku dengan kata-kata yang tidak ku mengerti" teriak Abimanyu marah
"Aku berkata sejujurnya,
Jik kamu berani mencampakkan aku, kamu tak akan pernah bisa bertemu anak ini.
anakmu yang lain, anak kamu dan aku, sekarang aku sedang mengandung anak kita"
"A... Apaaa?????"
"Aku mengaku salah mas, siang itu aku memang lalai menjaga Clarissa, namun kamu harus tahu, saat itu aku mual muntah hebat, pandanganku kabur dan hampir pingsan. aku memaksakan diriku duduk di sofa karena kwatir terjatuh di kamar mandi. Saat itu aku tidak tahu jika aku hamil, hanya yang kurasa kepala ku berat dan berputar
"Kania mbok Inah mengatakan jika..."
"Mas percaya mbok Inah apa aku????
Apa aku pernah berbohong padamu, untuk apa aku berbohong.
malam ini aku beranikan diri untuk memeriksa kondisiku dan baru mengetahui jika aku hamil anakmu dan usianya sudah jalan tiga bulan" ucap Kania sambil menangis
diam membisu, diujung telepon
hanya terdengar suara nafas berat Abimanyu
"sayang apa kau dengar aku? maafkan aku huhuhuhuhu
jika kau ingin aku pergi dari hidupmu, baiklah.
Maafkan aku jika sudah membuat mas kecewa" ucap Kania sesegukan
"tidaaaakkk... Kania jangan pergi.
Maafkan aku sudah membentak mu.
Aku sedang dalam perjalanan pulang. Kita bahas setelah aku tiba"ucap Abimanyu lalu mengakhiri panggilannya
Kania menghapus air matanya dan tersenyum, lebih tepatnya menyeringai jahat
Dengan anggun ia melangkah meninggalkan rumah sakit menuju kediaman Abimanyu
Sementara Abimanyu baru saja sampai di Klinik tempat anaknya di rawat
Clarissa mendapat beberapa jahitan di keningnya dan harus tetap di rawat karena kekurangan cairan akibat buang-buang air
"mom bagaimana kondisi Clarissa? tanya Abimanyu melihat mommynya yang memegang tangan Clarissa
Monica bangkit, lalu menampar wajah putranya tersebut
"Mommy sungguh kecewa, kamu bisa meyakinkan mommy jika Kania bisa menjaga Clarissa. namun apa yang terjadi sekarang? Lihat, lihat kondisi putrimu yang lemah terbaring di ranjang itu!!!!" teriak Monica berang
"maafkan Abi mom, yang penting sekarang Clarissa sudah membaik "ucap Abimanyu lirih
"kamuuuu" ucap Monica menggantung kalimatnya lalu menangis. Apa putranya tidak memikirkan bagaimana sakitnya Clarisaa saat di jahit, bagaimana sakitnya anak kecil itu harus merasakan jarum infus????
Apa rasa sayang Abimanyu sudah pudar pada Clarisaa????
Abimanyu memeluk Mommynya, ia sangat tahu jika Monica sangat menyayangi cucunya tersebut. dan insiden ini membuatnya shock
"Mom sebaiknya mommy duduk, Abi juga ada hal yang ingin Abi sampaikan prihal insiden yang menimpa Clarissa" ucap Abimanyu Ragu, ia bingung harus menyampaikan dari mana.
"apa yang mau kamu jelaskan lagi nak, mama lelah berdebat denganmu, kali ini kamu tidak bisa membela Kania lagi" ucap Monica menggelengkan kepala
"mom, aku tahu mama kecewa dengan Kania, tapi percayalah Kania juga sedih dan merasa bersalah telah membuat Clarissa terluka. Kania tidak berani kesini karena ia merasa malu " ucap Abi beralasan
"mommy tidak menyangka kamu bisa membela Kania yang benar-benar bersalah. Sebesar itukah cintamu sampai kamu mengesampingkan anakmu sendiri? " tanya Monica dengan mata melotot, ia sangat murka
"mom, Abi tidak membela Kania, ada yang Abi mau akui sama mommy. Sebenarnya saat kejadian Kania sedang tidak sehat, ia mual muntah dan kepalanya sakit. itu semua karena kehamilannya"ucap Abimanyu lirih, ia melirik Monica yang terkejut bukan main
"aaapa yang kamu bilang? kania hamil? kamu lagi gak becanda sama mommy mu ini kan nak?" cecar Monica
Abimanyu menggeleng pelan, Monica jatuh terduduk.
bagaimana mungkin Kania hamil, putranya sudah melakukan perbuatan terlarang sebelum menikah, hati Monica hancur.
Monica menangis sambil memukul dadanya yang terasa sesak.
bagaimana putra yang selama ini ia didik dengan baik bisa berbuat sesuatu yang...
"Mommy, maafkan Abi. Semua salah Abi Kania bisa hamil. Sekarang Kania hamil jalan tiga bulan"ucap Abimanyu berlutut di kaki Monica
sementara Monica Hany bisa menangis
"ya Tuhan Abi, .....
Padahal ya lumayan bagus ceritanya...
Walau lebih bagus yg klan benedicto..
Tetap semangat thor..
Senoga bs di endingkan yang ga gantung..
aku menunggu loh
aku mampir ni Thor❤️💪
semangat thor
pdhl lg penasaran kelanjutan nya gmna ko malah gak lanjut sih
ayo dong Thor dilanjut