WARNING!!!
- Harap bijak dalam menyikapi cerita ini.
- Cerita ini mengandung kekerasan fisik.
- Terdapat beberapa bagian kata yang terdengar kasar.
Menceritakan seorang gadis bernama Aurora Lexa Antonius yang dibesarkan di keluarga yang cukup berpengaruh. Suatu hari dia di usir oleh keluarganya hanya karna fitnah dari ibu tiri dan saudari tirinya.
Mampukah Aurora membalaskan dendamnya pada mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della Avista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perusahaan AL GROUP
Baik nona, mansion seperti apa yang nona inginkan. " tanya manager itu dengan ramah.
" Saya menginginkan 2 buah mansion yang mewah, yang bisa menampung lebih dari 5 ribu orang. lengkap dengan propertinya. dan juga mansion itu harus saling berdekatan. " ucap Aurora dengan wajah datarnya.
"Serta beberapa bangunan yang bisa saya gunakan. dengan sebuah taman yang luas dan memiliki beberapa pohon buah, sayuran dan bunga wisteria dan tanaman lainnya. aku tidak perduli seluas apa, yang penting semua yang ku katakan tadi ada. " lanjut Aurora mengungkapkan keinginannya.
Dan reaksi manager pun sangat terkejut mendengar keinginan Aurora. tentu saja ia berpikir untuk seorang gadis kecil seperti dirinya, untuk apa menginginkan tempat seperti itu.
" Selera anda sangat bagus nona. dan anda beruntung sekali, karna mansion yang sesuai keinginan anda masih tersisa 2 bangunan. " ucap manager itu.
" Mengingat semua yang nona inginkan memang ada semua di bangunan itu, juga karna bangunan itu termasuk dalam kategori mansion yang sangat mewah. makanya belum ada yang berani membeli bangunan itu, jadi untuk harganya mungkin akan sangat mahal nona. bagaimana nona, apa nona masih mau " ucap manager itu pada Aurora.
" Berapa untuk harga 2 bangunan itu ." ucap Aurora dengan wajah datar.
" Untuk harganya mungkin sekitar 95 miliar nona, tapi kalo nona tertarik ambil 2 bangunan itu saya kasih harga jadi 92 miliar saja nona. karna 2 bangunan itu masing - masing memiliki 2 lantai dan lift yang dapat mempermudah aktivitas penghuni mansion nantinya. bagaimana nona, apa nona tertarik? " tanya manager itu sambil memandang wajah datar aurora.
" Apa 2 bangunan tersebut berjauhan. " ucap Aurora.
" Tidak nona, 2 bangunan tersebut saling berdampingan. " ucap sang manager itu.
Plukk ...
Aurora pun melemparkan sebuah kartu black card di hadapan sang manager. manager yang melihat kartu itu pun tertegun dan mulai berpikir.
" Siapa gadis kecil ini, kenapa ia memiliki sebuah kartu yang hanya bisa di miliki oleh orang - orang dengan kekayaan tertentu.
" Untung saja aku tidak merendahkan dirinya sejak awal. " ucap sang manager dalam hati sambil menerka - nerka siapa sebenarnya gadis di hadapannya.
" Kalo begitu, akan saya urus dulu pembayarannya dan berkas - berkas kepemilikan atas nama nona. setelah itu, kita bisa melihat bangunan mansion nya nona. " ucap manager itu dan Aurora hanya menganggukkan kepalanya saja.
Manager itu pun mulai sibuk dengan semua pekerjaan nya. dan Aurora pun menunggu dengan sabar dan tanpa protes sedikit pun. setelah menunggu hampir 30 menit, akhirnya semuanya pun selesai.
" Maaf nona, sudah lama menunggu, ini berkas - berkas kepemilikan mansion sudah atas nama nona Aurora. dan ini saya kembalikan kartu milik nona. " ucap manager tersebut dan Aurora pun menerima semua itu.
" Mari nona saya antar kan nona untuk melihat bangunan mansion nya. " ucap sang manager pada Aurora dan Aurora pun menganggukkan kepalanya.
Aurora dan sang manager itu pun keluar dari perusahaan menuju dimana mobilnya terparkir, Aurora dan manager itu menaiki mobil yang berbeda. mereka pun mulai menjalankan kuda besinya ke arah mansion yang baru saja di beli oleh Aurora. sekitar 15 menit akhirnya mereka pun sampai di salah satu mansion tersebut.
Mereka pun memasuki pekarangan mansion tersebut, dan memarkirkan mobilnya di halaman depan mansion. mereka pun turun untuk melihat bangunan utama yang akan ia tempati bersama teman - temannya nanti.
" Hem bagus juga. " ucap Aurora dengan tatapan puas.
Aurora pun melihat - lihat ke dalam mansion, Aurora dan manager itu pun mulai menjelajahi setiap lorong dan setiap ruangan yang ada di mansion itu.
" Sekarang tinggal kita lihat bangunan yang satunya lagi nona, mari. " ajak manager itu dan Aurora pun mengangguk
Aurora dan manager itu pun mulai berjalan ke arah bangunan mansion yang satu lagi. bangunan itu terletak persis di sebelah bangunan utama, hanya gerbang tinggi dan juga tembok yang menjadi pembatas diantara 2 mansion itu.
Setelah Aurora dan manager itu sampai di bangunan satunya, Aurora mulai kembali menjelajahi setiap ruangan yang ada di bangunan mansion itu.
Dan bangunan yang kedua, ia berencana untuk tempat tinggal semua orang yang ada di panti. Aurora juga akan menghubungkan 2 mansion itu dengan membuat pintu di samping bangunan ini. untuk mempermudah mereka untuk saling bertemu agar tidak perlu memutar ke depan gerbang.
" Aku puas dengan bangunan ini pak terimakasih. " ucap Aurora dengan wajah datar.
" Sama - sama nona, sudah menjadi kewajiban kami untuk menyenangkan pembeli. kalo begitu saya pamit untuk kembali ke perusahaan dulu nona. " ucap manager itu pada Aurora.
" Ya silahkan , kau boleh pergi. " sahut Aurora, dan manager itu pun menundukkan kepalanya ke arah Aurora dan segera melangkah meninggalkan Aurora di sana sendirian.
Setelah Aurora yang di tinggal sendirian di sana, ia pun juga mulai melangkahkan kakinya keluar mansion dan pergi dari sana. ia pun memasuki mobilnya dan mulai menjalankan kuda besinya ke arah perusahaan mendiang ibunya yaitu Al GROUP.
Aurora membutuhkan waktu sekitar empat puluh lima menit untuk sampai di perusahaan mendiang ibunya. Ia juga tidak memberi tau Kendrick bahwa ia akan ke perusahaan hari ini. akhirnya Aurora pun sampai di perusahaan AL GROUP.
Aurora memarkirkan mobilnya di parkiran khusus karyawan dan segera turun dari mobil dan berjalan ke arah lobby perusahaan. setelah ia sudah berada di lobby perusahaan, Aurora kembali berjalan ke arah meja resepsionis.
Setiap ia melangkah semua orang yang ada di sana pun memandanginya dengan tatapan kagum dan juga iri. termasuk sang resepsionis yang ada di meja tersebut.
Siapa dia ....
Cantik sekali dia ....
Mau bertemu siapa gadis ini yah ....
Cantikan juga aku, dia paling cuman ****** yang mau di pake .....
Begitu lah bisik - bisik yang Aurora dengar. tapi ia tidak memperdulikan semua itu. hingga akhirnya, ia sampai di depan meja resepsionis itu dan mulai berkata.
" Permisi nona, apa tuan Kendrick Natanael ada di kantor. " tanya Aurora pada resepsionis itu
" Ada no ....
"Tuan Kendrick tidak ada di kantor, hari ini ia sedang ada meeting di luar kantor. " potong resepsionis yang memandang Aurora dengan tatapan sinis.
Resepsionis yang mendengar ada yang mencari tuan Kendrick kesayangannya pun, mulai menatap Aurora dari atas sampai bawah dengan pandangan tidak suka. apa lagi yang mencarinya adalah seorang gadis yang sangat cantik melebihi dirinya.
" Lan bukannya tuan Kendrick ada di dalam, kenapa kamu bohong coba. " bisik resepsionis satunya lagi dan Aurora pun mendengar bisikan tersebut.
" Diam kamu, jangan coba - coba ikut campur. aku hanya menjauhkan seorang ****** dari tuan Kendrick. " ucap Wulan sang resepsionis yang memandangnya dengan tatapan tidak suka.
kmna aja dirimu lma mnghilang????
ada ssuatukah?????mga cpt up lg y.....smnggttt.....😘😘😘
SEMANGAT/Good//Good//Good/✊✊👍👍💪😊