Daniel Almors adalah seorang penguasa nomor satu di kotanya.
Suatu hari, tanpa sadar dia masuk kedalam perangkap seorang wanita. Sampai akhirnya, saat dia bangun, dia sudah berada di sebuah tempat yang terpencil.
Daniel kehilangan ingatannya, dan telah di selamatkan oleh seorang gadis bisu bersama dengan neneknya.
Seiring berjalannya waktu, Daniel terbiasa dengan kehidupan barunya yang sangat sederhana.
Bukan hanya itu saja, bahkan Daniel yang saat itu sudah bertunangan, malah terjebak dengan perasaannya sendiri terhadap gadis yang baru saja dia kenal.
Siapakah yang akan Daniel pilih? Tunangannya ataukah si gadis bisu yang sudah menyelamatkan dirinya.
Ayo simak jalan ceritanya.
Tapi sebelum itu, jangan lupa follow akun author, subscribe karya, like dan tinggalkan jejak komentar kalian ya! Sebagai penyemangat untuk melanjutkan bab.
Terimakasih!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SYAFA APRILIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyatuan(21+)
Dengan cepat pula Daniel memposisikan kedua tangan Sofia ke atas kepala, lalu menekan pergelangan tangan Sofia kiri dan kanan.
"Emmhh!"
Daniel menyatukan bibirnya dengan bibir Sofia, dan bukan hanya itu saja, bahkan pemuda itu mema*ut serta melu*at bibir mungil Sofia, tentu dengan maksud memberi rangsangan pada gadis itu.
Sofia memejamkan matanya, seiring dengan tubuhnya yang meliuk-liuk seperti ulat akibat sentuhan nakal Daniel pada gundukan kembarnya, saat Daniel melepaskan tangan kanannya yang menahan pergelangan tangan kiri Sofia.
Ohh! Sial..! Daniel seolah terbawa arus gelombang magnet hingga dia merasakan jika adik kecilnya menegang keras di bawah sana.
Hahh!!
Detik berikutnya Daniel pun melepaskan pagutan bibirnya dari bibir Sofia hingga membuat mereka sama-sama mengatur nafas yang sudah terasa sesak.
Hah.. Hah.. Hah..
Untuk beberapa saat mereka saling menatap lekat satu sama lainnya.
"Aku menginginkan mu, Sofia!" ujar Daniel dengan suaranya yang bergetar akibat menahan gejolak nafsunya, seiring dengan helaan nafas yang terengah-engah.
"Tidak, Daniel! Jangan lakukan itu padaku..!!"
Sofia menahan tangisnya, terdengar dari suaranya yang lirih. Tapi sepertinya Daniel tidak akan peduli dengan penolakan gadis itu, terbukti dengan cepat dia menegakkan tubuhnya di atas tubuh Sofia, kemudian dengan mudahnya dia menarik kuat pakaian yang menutupi tubuh Sofia dengan kedua tangannya.
SRAAKKK!!!
Detik bersamaan pakaian yang di kenakan oleh Sofia pun terbelah menjadi dua bagian, hingga menampakkan tubuh bagian depan dengan bagian dada yang menonjol terpampang jelas di hadapan mata Daniel.
'Uuuh! Perfek.'
Daniel tersenyum miring saat tatapannya tertuju pada keindahan gundukan kembar milik Sofia yang bulat dan besar itu setengah menyembul keluar dari tempatnya.
Gairahnya pun semakin sulit di tahan, seiring dengan desiran darah bergemuruh akibat nafsunya yang memburu.
"Jangan, Daniel! Tolong lepaskan aku..!"
Sofia memelas, dia benar-benar ketakutan hingga dengan cepat berusaha menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya yang menyilang.
Namun sayangnya, tenaga Sofia kalah kuat dengan Daniel. Terbukti dengan mudahnya Daniel membuka kedua tangan Sofia, menyingkirkannya dari bagian dada.
"AAAHH!"
"SSHHT!!"
"EMMMHH!"
Akhirnya suara desa*an kecil milik Sofia pun keluar, seiring dengan Daniel yang langsung menyentuh gundukan kembar Sofia dengan mulutnya.
Tidak hanya itu, bahkan Daniel pun dengan lincah memainkan lidahnya di sana, hingga membuat Sofia semakin menggeliat geli.
"Oohh!"
"Daniel..! Hentikan..!!"
"Ssshhht!"
"Aaaakh!"
Lagi-lagi Sofia mengeluarkan suara desa*an nya, sehingga membuat Daniel semakin terang*ang mendengarnya.
Dalam durasi yang cukup lama Daniel terus membuat Sofia terus menggeliat, hingga gadis itu sesekali memejamkan matanya seiring dengan bibir bagian bawah yang digigit kuat oleh Sofia sendiri.
Tidak hanya itu, permainan bibir dan lidah Daniel ternyata berhasil membuat gejolak nafsu Sofia ikut memuncak, sehingga gadis itu menarik bahkan meremas kuat sprei putih yang di gunakan sebagai alas kasur.
Sesekali Sofia mengarahkan kedua tangannya menjambak kuat rambut Daniel saat Daniel berhasil melepas bra yang menutupi gundukan kembarnya, lalu kembali memainkan mulut dan lidahnya pada ujung gundukan kembar milik Sofia.
Oh! Dunia seakan menjadi milik mereka berdua, tanpa gangguan orang lain.
Setelah merasa puas dengan permainan bibir dan lidahnya, Daniel pun melanjutkan ke permainannya yang lebih dari itu.
Dengan perlahan Daniel melucuti semua pakaian Sofia yang masih tersisa, hingga semuanya benar-benar terlepas.
Tidak hanya itu, bahkan Daniel pun turut serta melepaskan semua pakaiannya setelah berhasil membuat tubuh Sofia yang polos terpampang jelas di depan matanya.
Daniel membuang semua pakaian mereka ke lantai, kemudian dengan cepat dia kembali mengukung tubuh Sofia, seperti posisi semula.
Tapi kali ini, justru Daniel terlebih dahulu membuka lebar kedua paha Sofia, hingga menampakkan sisi yang paling sensitif di bawah sana.
"Uuuh! Kau benar-benar membuatku gila, Sofia!" ujar Daniel dengan nada yang semakin bergetar.
Sofia hanya bisa pasrah. Pasalnya, dia juga sudah tidak bisa menahan hasratnya akibat ulah Daniel.
Daniel memiringkan sejenak kepalanya, menatap pada bagian sensitif Sofia, sambil memposisikan tangan kanannya menyentuh bagian itu.
"AAAKH!"
"Masih sangat sempit," ujar Daniel.
Dia mengukur lubang kepemilikan Sofia dengan memasukkan Jarinya sedikit, hingga membuat Sofia mengerang.
"Ini pasti akan sakit. Tapi tidak usah khawatir, sakitnya tidak akan lama," bujuknya kemudian.
Detik berikutnya, Daniel kembali memberi rangsangan pada Sofia dengan jarinya yang terus memberi sentuhan lembut di bagian kli**ris, seiring dengan mulutnya yang meng*isap salah satu puncak gunung kembar Sofia.
Gadis itu semakin menggeliat diiringi dengan suara desa*an nya yang terus keluar memenuhi ruang kamar tersebut.
Sampai akhirnya, tubuh Sofia bergetar hebat akibat mencapai puncak kenikmatan yang tiada tara.
"Daniel..!!"
"Aaarrggh!!"
Daniel tersenyum puas melihat kondisi tubuh Sofia yang terkulai lemah di atas kasur, dengan deru nafasnya yang tersengal-sengal akibat kelelahan. Disertai pula dengan cairan bening yang keluar dari liang kenikmatan Sofia.
"Sekarang giliran ku, baby! Kau akan merasakan kenikmatan yang lebih dari ini," ujar Daniel.
Detik kemudian Daniel pun segera memposisikan tubuhnya di atas tubuh sofia, kemudian mengarahkan adik kecilnya yang sejak tadi sudah menegang di bawah tepat kearah liang kenikmatan milik Sofia.
Dalam hitungan detik, Daniel pun dengan perlahan dan sangat berhati-hati menekan adik kecilnya, hingga masuk sedikit demi sedikit ke liang kenikmatan Sofia.
"AAAKH!"
"SAKIT..!!"
Sofia mengerang kesakitan. Sungguh, dia benar-benar merasa daerah yang paling sensitifnya terasa sakit dan perih yang luar biasa, hingga membuat Daniel menahan pergerakannya.
"Jangan di tahan, baby! Masuknya akan sulit jika kau tahan!" ujar Daniel.
"Rasanya sangat sakit! Aku tidak tahan..!" balas Sofia disertai tangisan pelannya.
Daniel menghela nafasnya sesaat, kemudian kembali mengarahkan mulutnya ke bagian puncak gunung kembar Sofia, bertujuan agar Sofia merasa lebih rileks.
Sofia menggigit sedikit bibir bawahnya, seraya memejam dengan kedua tangan meremas kuat sprei di kiri dan kanannya.
"Daniel!! AAAKH!!"
"Oouuhh! Baby!"
"Ssshhht!"
Sofia mengerang, bersamaan dengan Daniel yang mende*ah nikmat saat Daniel berhasil menembus pertahanan Sofia, hingga masuk dengan sempurna.
Daniel terdiam sesaat, menatap raut wajah Sofia. Gadis itu menangis dalam diamnya saat Daniel berhasil memecahkan selaput daranya.
"I Am sorry, baby! I did it because I love you so much!"
Cup!!
Daniel pun memberi kecupan lembut di bibir Sofia. Tapi tak lama setelah itu, dengan perlahan Daniel mulai menggerakkan pinggulnya, dengan gerakan maju dan mundur, hingga membuat keduanya kembali mendesah nikmat untuk durasi yang cukup lama.
"AAAHH! AAAHH! AAAHH!"
Hingga beberapa jam lamanya Daniel membuat penyatuan. Tidak hanya dengan satu gaya permainan, namun beberapa gaya yang lainnya juga turut serta memberi warna dalam permainan panas yang di lakukan oleh Daniel kepada Sofia.
Sampai akhirnya, setelah 2 jam berlalu, permainan Daniel mencapai puncaknya.
"Sofia..!"
"Daniel..!"
"Aaarrggh!"
"Oouuhh! Baby..."
"Aaarrgh!!"
Keduanya mengerang panjang dan nikmat, diiringi dengan tembakan cairan kental milik Daniel tepat didalam liang kenikmatan Sofia, hingga beberapa menit kemudian, tubuh mereka pun sama-sama terbaring lemah di atas kasur, dengan Daniel yang berada di samping tubuh Sofia.
Butiran keringat mengucur, membasahi tubuh mereka, seiring dengan deru nafas yang tersengal-sengal akibat kelelahan setelah selesai membuat penyatuan panjang.
*****
Bersambung...
untuk ending udh bagus😊😘
smoga pernikahan Daniel ma Sofia berjalan lancar,,