NovelToon NovelToon
Love Story : Dalam Dinginnya Bad Boy, Terukir Hangatnya Cinta

Love Story : Dalam Dinginnya Bad Boy, Terukir Hangatnya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: momian

Bak disambar petir di siang bolong. Jantung Andini berdebar lebih cepat mendengar kedua orang tuannya yang saat ini sedang membicarakan tentang perjodohannya. Padahal jelas sekali jika saat ini Andini masih menimbah ilmu di salah satu kampus swasta.

"Ayah, ibu. Aku tidak ingin menikah dengan pria pilihan ibu dan ayah." Tolak Andini memberanikan dirinya untuk menyelah perbincangan orang tuanya. Ia tidak sanggup jika harus menikah di usia yang masih sangat belia. belum lagi, pria yang akan di jodohkan dengannya adalah pria yang paling menyebalkan di kampus. Pria yang memiliki kekuasaan, ketua geng motor, dan juga pria yang sangat-sangat dingin dan kejam.

Kevin Mahendra
-Bagiku semua gadis di kampus ini sama saja. Tidak ada yang istimewa. Pesonaku, ketampananku dan juga kekayaanku, mampu membuatku memiliki siapa pun yang aku inginkan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LS 21

"Andini." Panggil Kevin sambil mengikuti langkah Andini yang saat ini sedang berjalan menaiki anak tangga.

"Kevin, aku ingin bersih-bersih, karena lelah habis kuliah."

"Aku ikut. Biar aku bantu." Kata Kevin sehingga membuat Andini menghentikan langkahnya.

"Kevin, aku mau mandi. Bukan bersih-bersih rumah." Jelas Andini, agar Kevin tidak salah paham.

"Iya aku tahu, makanya aku ikut, biar bisa membantumu menggosok pundak belakangmu."

"Kevin..." Teriak Andini sambil memukul lengan Kevin. Andini yang malu langsung berlari masuk kedalam kamar dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, menutup pintu dengan sangat rapat.

"Andini. Ayo buka pintunya, aku ingin masuk." Teriak Kevin di depan pintu kamar mandi.

"Sejak kapan Kevin berubah menjadi mesum?" Gumam Andini.

"Ayolah Andini, aku juga ingin mandi. Jadi buka pintunya."

Kevin terus saja tersenyum. Entah kenapa hari ini ia begitu bahagia. Menjahili Andini adalah hal yang sangat membuatnya terus tersenyum. Melihat wajah Andini yang tersipu malu dan merah merona membuatnya begitu bahagia.

"Aku akan disini menunggumu. Jangan memakai hijabmu jika sudah selesai mandi." Teriak Kevin.

Ya, selama mereka menikah belum pernah sekali pun Andini memperlihatkan rambutnya di hadapan Kevin. Dan Kevin tidak pernah menuntut akan hal itu. Tapi hari ini, saat dirinya sudah menyadari jika mencintai Andini maka dirinya akan menuntut hak yang ada pada diri Andini.

Di dalam kamar mandi.

Andini memegang da*danya, yang jantungnya berdetak tidak karuan, seakan ingin melompat keluar dari tubuhnya.

"Ada apa dengan Kevin? Dan ada apa pula dengan jantungku?" Gumam Andini, lalu Andini membuka hijabnya dan bercermin melihat pantulan wajahnya dari cermin. "Kenapa wajahku bisa bersemu merah seperti ini?"

Tok... Tok... Tok...

"Andini, apa yang kamu lakukan? Ayo cepat keluar aku sudah tidak sabar." Teriak Kevin dari luar sana.

"Iya tunggu." Jawab Andini.

Beberapa saat kemudian..

Andini membuka pintu kamar mandi, bukan tubuhnya yang duluan keluar namun melainkan kepalanya, matanya melirik melihat situasi. Dan saat melihat Kevin sudah terbaring dan memejamkan mata, Andini bisa bernafas dengan legah, dan perlahan keluar dari kamar mandi.

"Sudah siap?" Tanya Kevin yang sontak membuat Andini kaget.

Ternyata Kevin hanya berpura-pura menutup mata. Kevin lalu berjalan menghampiri Andini.

"Kevin." Ucap Andini sambil menelan salivanya secara kasar.

Kevin menarik sudut bibirnya membuat seutas senyum. "Sudah siap?" Ulang Kevin. Andini berjalan mundur, karena Kevin terus berjalan menghampirinya dengan tatapan yang sangat sulit untuk Andini artikan.

"Kevin.." Ucap Andini, hingga kaki Andini berhenti melangkah, karena tubuhnya sudah bersandar pada dinding.

Spontan Andini menutup mata.

"Siap tidak siap, aku harus siap. Ingat Andini, Kevin berhak atas semua yang ada pada dirimu." Batin Andini.

Kevin tentu semakin tersenyum lebar melihat tingkah Andini yang seakan begitu pasrah di hadapannya.

Pletak....

"Auh." Ringis Andini sambil membuka mata dan mengusap jidatnya yang terasa nyeri.

"Kamu pikir aku akan melakukan apa? Kenapa harus tutup mata segalah? Ayo, kita pergi." Ajak Kevin, sambil menarik tangan Andini.

"Tunggu, berarti kita tidak jadi..." Ucapan Andini menggantung.

"Simpan pikiran mesum mu itu. Sekarang kita keluar."

••••••

Di sinilah mereka berada, di salah satu cafe yang nuansanya sangat indah dengan pandangan yang langsung tertuju pada keramaian kota.

"Kamu suka?" Tanya Kevin saat melihat Andini menyantap makanannya.

"Suka, sangat suka." Jawab Andini. "Apa ini teman makanan favoritmu dengan pacar-pacarmu dulu?" Tanya Andini namun dijawab Kevin dengan sebuah senyum.

BRUMM

BRUMM

BRUMM

Suara tarikan gas motor dari arah depan cafe terdengar begitu nyaring sehingga siapapun yang mendengar pasti langsung merasa risih dan menutup telinga.

BRUM..

BRUM..

Kevin melihat dari arah jendela. Geng Elang, yang terdiri dari Raka, Bayu dan Rafa sudah berada di depan parkiran cafe, dan mereka lah yang membuat suara motor yang begitu bising.

"Breng*sek" ucap Kevin dengan geram.

"Keluarlah. Jangan hanya berani sembunyi di dalam kandang." Teriak Bayu.

Kevin yang tersulut emosi langsung melepaskan peralatan makannya dengan sangat kasar, dan langsung berdiri.

"Jangan." Mohon Andini sambil memegang tangan Kevin. Mata Andini menatap kedalam mata Kevin. "Tetaplah di sini, temani aku." Pinta Andini dengan memohon.

Kevin kembali duduk. Tapi emosinya masih tersulut.

"Kevin. Sampai kapan kamu akan bersembunyi. Ingat! Hanya ada satu raja jalanan, jika kamu tidak keluar itu artinya kamu kalah, kamu pengecut!" Teriak Raka.

Kevin mengepalkan kedua tangannya.

"Ini pertama kalinya kamu mengajakku berkencan. Makan malam bersama, aku mohon tutup telingamu, jangan dengarkan omongan orang kecuali omonganku." Kata Andini sambil memegang kepalan tangan Kevin.

"Lihat aku, tarik nafas dan hembuskan secara perlahan. Rilex, dan anggap mereka sebagai angin yang berlalu. Jangan hiraukan, dan fokuslah pada kencan pertama kita."

Kevin mengatur nafasnya.

"Kevin! Ayo keluar!"

"Makanlah, jangan di hiraukan. Nanti mereka pasti akan pergi juga."

Karena tak kunjung mendapatkan respon dari Kevin. Kini geng Elang nekad masuk kedalam cafe, menjatuhkan kursi membuat keributan, agar emosi Kevin terpancing.

"Hahahha. Ternyata di sini kamu rupanya.," Ucap Rafa.

"Pengecut!" Ucap Raka.

Kevin masih diam. Ia masih menghargai Andini yang berada di hadapannya yang terus saja membuat dirinya tenang.

"Wah, ternyata Andini ada di sini." Kata Bayu, sambil menatap Andini dengan tatapan seperti ingin menodai. "Sepertinya Andini pantas untuk kita gilir."

BUKHHH...

BUKHH.

BUKKHH..

Ucapan Bayu mampu membuat emosi Kevin membludak. Kevin langsung menghujamkan bogeman mentah ke arah Bayu.

"Jangan pernah sentuh istriku, jika kamu masih ingin hidup." Ancam Kevin.

Rafa, dan Raka pun ikut berkelahi. Dan kini posisi menjadi tiga lawan satu. Tapi meskipun, Kevin sendirian, Kevin tetap selalu unggul.

"Kevin.." Teriak Andini merasa ketakutan.

Kevin hanya melirik sebentar, lalu kembali melawan geng Elang.

"Kevin." Andini begitu kaget saat Kevin mendapatkan pukulan di wajah.

Andini yang begitu panik langsung meraih ponselnya dan menghubungi Yuda.

••••••

"Auhh." Ringis Kevin menahan perih saat Andini mengobati sudut bibirnya yang terluka akibat perkelahian tadi.

"Maaf." Ucap Andini. "Sakit?" tanya Andini dan Kevin menganggukkan kepalanya. "Kenapa harus dipukul, tadi kan aku sudah bilang. Jangan menghiraukan mereka, anggap mereka seperti angin yang...."

CUP...

Kevin mengecup singkat bibir Andini sehingga membuat Andini berhenti berucap.

"Sudah lebih baik. Mungkin obatnya hanya ciuman saja." Kata Kevin, ia sangat senang menggombal Andini.

"Kevin.." Andini memukul pundak Kevin.

"Sakit sayang." Kali ini Kevin memanggil sayang untuk yang pertama kalinya. "Aku tidak bohong, beneran sakit, tapi kalau di cium pasti sakitnya hilang."

"Kevin!!" Teriak Andini lalu berdiri, karena tidak ingin menanggapi tingkah jahil Kevin. Namun baru satu kali melangkah, Kevin langsung menarik lengan Andini sehingga membuat Andini terjatuh duduk di pangkuan Kevin.

"Aku mencintaimu Andini, dan aku tidak ingin siapa pun menyentuh atau menyakiti orang yang aku cintai." Kata Kevin sambil memeluk Andini dari arah belakang.

1
신 서준한
Kak cerita ini, kapan di lanjut??
Tuti Hayuningtyas: lanjuuuut teruuuuus thooooooooor 😅😅😅💃💃🥺
total 1 replies
umi azizah
kakkk...kol belom update lagi huhu
umi azizah
kapan update lagi kak
Apriyanti
lanjut thor
umi azizah
lanjut dong kak yg banyak hehe
Nofi Otafia
lama2 kyk jadi sinetron ikan terbang
Myra Myra
nape jadi mcmne
Nofita Sari
update'ny trlalu lama
Apriyanti
lanjut thor
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
moga aja setelah dilepaskan tangannya Andini dapat menyelamatkan dirinya dari sifa dan gerombolannya
Apriyanti
lanjut thor
Nofita Sari
update'ny trlalu lama
Lis Tina hrp
gimana kelanjutan .....
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
moga aja Kevin datang tepat waktu untuk menolong istrinya
Apriyanti
lanjut thor
Mariana Riana
bagus
Apriyanti
lanjut thor
Nofita Sari
lanjut lanjut lanjut
Apriyanti
lanjut thor
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
up lagi dong Thor masih kurang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!