NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri yang Haram Disentuh

Pembalasan Istri yang Haram Disentuh

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Naik Kelas / Cinta Murni / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rositi

🔥Juara 🏆 1 Lomba novel : Pembalasan Istri🔥
Nina Nurlaila, wanita berusia sembilan belas tahun yang harus merasakan kekejaman hidup dari ibu tiri dan ayah tirinya. Karena setelah menjadi pemuas hasrat ayah tiri hingga hamil, Nina juga dinikahkan dengan pria asing karena sang ayah tiri kalah judi dari si pria.

Di malam yang harusnya menjadi malam pertama mereka, Nina yang tidak mau membohongi Reno sang suami, sengaja jujur termasuk mengenai kehamilannya hingga ia menjadi istri yang haram disentuh untuk suaminya sendiri. Namun, kejujuran Nina tersebut membuat Nina diamuk kemudian dijual. Nina bahkan kehilangan jati dirinya lantaran wajahnya dioperasi menjadi wajah wanita lain. Nina dipaksa menjadi Cinta, dan nantinya akan dinikahkan dengan seorang pria buruk rupa bernama Helios. Namun sebelum Nina benar-benar sampai di hotel dirinya harus menikah dengan Helios, Nina berhasil kabur.

Sempat berpikir untuk mati saja, pertemuannya dengan pria kaya dan sangat baik bernama Akala, menjadi awal mula Nina mendapatkan kebebasan. Nina bahkan membalas perbuatan keji ibu tiri, ayah tiri, dan juga sang suami. Dan karena perkenalannya dengan Akala pula, Nina bertemu dengan Cinta, wanita yang telah membelinya hingga ia kehilangan jati diri. Wanita yang ternyata merupakan mantan kekasih Akala.

🌟Merupakan bagian dari novel : Pembalasan Seorang Istri yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga. Talak Di Malam Pertama (Kesucian yang Diragukan). Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam🌟

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20 : Tak Mau Buruk Rupa

Di tengah keadaan setengah sekarat, hidup segan mati enggan, Cinta mendadak ingat sederet nasihat sekaligus arahan orang-orang. Semua nasihat dan arahan, silih berganti memenuhi benak Cinta. Juga tanggapan Cinta yang menganggap remeh semua itu. Yang mana kemudian, wajah asli Nina maupun wajah Nina yang sekarang menutup semua ingatan itu.

Jauh di lubuk hatinya, Cinta sudah langsung meraung-raung. Tak semata karena rasa sakit yang harus ia rasa akibat luka-lukanya, tetapi juga mengenai gambaran yang akan terjadi pada dirinya setelah pembeg*alan yang menimpa. Karena sudah dipastikan, luka di wajahnya akan berakibat fatal. Cinta yakin dirinya akan buruk rupa bahkan lebih parah dari Helios. Belum lagi, kenalpot panas yang sempat menindih kepalanya.

“Ya Alloh Mamah, sesakit ini. Andai tadi aku ngikutin arahan Akala. Atau setidaknya, dari kemarin aku sudah menyerahkan diri. Ya Alloh ini gimana?! Sakit banget ya Alloh! Nina saja pasti enggak sesakit ini karena operasi yang Nina jalani pakai uang, mahal!” jerit Cinta dalam hatinya.

Warga sudah langsung mengevakuasi Cinta. Sebagian dari mereka langsung tidak berani mendekat setelah mereka melihat keadaan wajah Cinta. Saking parahnya sekaligus sangat mengerikan, mereka tak sanggup menjelaskan bagaimana keadaannya.

Rambut panjang Cinta yang tersangkut ke rantai sengaja dipotong guna mempermudah evakuasi. Sedangkan kedua bega*l yang tadi langsung dikero*yok nyaris sekarat dan satu di antaranya menawar minta minum.

“Aku enggak mau buruk rupa. Aku beneran enggak mau! Kalau gini caranya, mending aku mati saja!” Dalam hatinya, Cinta terus saja berkeluh kesah. Tak hentinya berteriak padahal jangankan bergerak, bernapas saja, Cinta kesakitan, sulit.

***

Sebenarnya, tidak ada saudara yang ingin Nina kunjungi. Nina merasa sangat malu jika harus bertemu apalagi berinteraksi dengan orang yang mengenalnya sekaligus mengetahui kasu*snya, bahkan meski orang itu masih keluarganya. Namun jika melihat situasi, Nina memang butuh tempat tinggal karena satu-satunya rumah yang Nina miliki sudah Nina bakar.

“Aku takut kejadian seperti di masa lalu kembali terjadi. Membayangkan orang terdekat justru tega kepadaku maupun Malini. Rasanya, ... memang lebih baik tinggal sendiri meski hanya di kontrakan kecil. Masalahnya, seribu rupiah saja aku beneran enggak punya. Sedangkan andai aku mau jual tanah rumah peninggalan orang tuaku, itu enggak mungkin langsung laku. Jual tanah enggak secepat itu karena jual makanan saja kadang enggak laku,” pikir Nina.

Akala sudah mengantar Nina ke rumah bibi Nina. Bibi adik dari mamahnya Nina. Bibi Sumi.

Di sebelah Nina, Akala yang masih duduk di balik setir, bisa melihat ketakutan yang begitu besar dari Nina. Wanita muda di sebelahnya sudah melukai kuku jemari tangannya. Jemari Nina begitu sibuk memangkas ujung jemari kuku—keadaan yang kerap dilakukan secara refleks oleh mereka yang sedang merasa sangat tegang bahkan takut.

“Apakah kamu merasa takut bertemu apalagi berinteraksi dengan orang yang mengenalmu sekaligus mengetahui kas*us kamu? Kalau ke yang sekadar tahu kasu*s kamu, mungkin kamu bisa cuek. Namun kalau sampai harus menetap, ... sepertinya itu akan berat buat kamu. Bukannya bermaksud mengajarimu untuk lari dari kenyataan. Karena kadang kita memang harus melakukan apa pun termasuk itu lari dari kenyataan, agar kita tetap baik-baik saja.”

“Agar kita enggak makin tertekan dan malah berakhir melukai diri sendiri. Posisi kamu beneran enggak bisa menerapkan jurus masa bo*do. Cuek dan sebagainya pun enggak bisa bikin mereka berhenti menilai sekaligus menghakimi kita.”

“Kita hanya punya dua tangan, Nin. Selain kita enggak bisa membungkam mulut orang-orang agar mereka berhenti menghakimi, kamu juga enggak mungkin selamanya menutup telinga maupun mata kamu menggunakan kedua tangan kamu.”

“Kamu beneran butuh lingkungan baru. Lingkungan yang bisa kasih kamu energi positif. Biar kamu bisa bangkit dan memulai lembar hidup baru.” Akala yang tadi terus berucap lembut, juga masih menatap Nina penuh keteduhan. Di sebelahnya, Nina hanya berani menatapnya melalui lirikan sungkan cenderung takut.

“Mas Akala beneran baik apa gimana sih? Tapi masa iya, ada orang sebaik ini? Tubuhnya tegap gitu, tapi hatinya pink! Lembut, baik, jadi takut sendiri!” batin Nina masih belum berani menatap Akala secara terang-terangan.

Hadirnya Malini yang keluar dari rumah semi permanen milik sang bibi, sudah langsung mengusik Nina. Terlebih selain keluar sambil lari menuju jalan, Malini juga menangis.

“Lini!” lantang Nina buru-buru keluar dari mobil. Ia segera meninggalkan halaman depan rumah bibi Sumi selaku tempat Akala memarkir mobil.

Malini yang sempat menoleh sekaligus menghentikan larinya, hanya menatap aneh wajah penuh lebam milik Nina.

“Orang ini—?” Malini mengenali wajah baru Nina. Wanita itu ia yakini sebagai penyelamatnya ketika ia terjebak di kebakaran.

“Malini, ini Kakak. Kak Nina. Suara ... kamu kenal suara Kakak, kan? Wajah Kakak sakit, jadi diobati. Ini wajah baru Kakak. Terus, kenapa kamu menangis Sayang!” Nina sampai jongkok hanya untuk menyamakan tingginya dari tinggi sang adik. Menggunakan kedua tangannya yang tak luput dari luka, ia membingkai wajah adiknya penuh sayang. Ia hapus setiap air mata di sana dan ia sungguh merasa sangat sakit hanya karena melihat semua itu.

Akala yang sudah turun dan masih berdiri, menatap sedih kenyataan tersebut. Nina memiliki hati yang sangat lembut. Nina terlihat tulus dan tetap sangat peduli padahal gara-gara ibu Sulastri mamahnya Malini, Nina merasakan penderitaan bertubi.

“MALINI! KAMU YA, DISURUH NYUCI GERABAH, PIRING SAMA GELAS KAMU PECAHIN, DISURUH SETERIKA, SEMUANYA MASIH LECEK. LAH INI DISURUH MASAK MALAH KEASINAN!”

Teriakan suara seorang wanita dan itu dari belakang, tepatnya dari dalam rumah, sudah langsung mengusik Nina dan Akala. Keduanya langsung kaget, tak kalah kaget dari Malini yang langsung kabur ketakutan.

“Ampun, Bi ... ampun!” lirih Malini ketakutan sambil terus lari.

Darah Nina sudah langsung seperti didihkan. Nina sangat emosi, terlebih apa yang Malini alami kini juga menjadi bagian dari masa lalu kel*am seorang Nina. Meski itu juga karen ibu Sulastri selaku wanita yang telah melahirkan Malini, Nina tetap tidak terima andai ada orang lain apalagi adiknya, juga sampai mengalaminya.

“Sini kamu, biar sapu Bibi bikin kamu mikir. Bocah gobl*ok, diajari enggak bisa-bisa. Untung saja aku masih mau nampung!” kesal bibi Sumi masih berkeluh kesah. Ia langsung bungkam dan perlahan menghentikan langkah buru-burunya ketika melihat seorang wanita berdiri tepat di depan pintu rumahnya yang terbuka sempurna.

Nina sengaja menghadang sang bibi, sementara Akala mengejar Malini. Bibi Sumi sendiri langsung bengong karena belum mengenali wajah baru Nina. Termasuk ketika Nina merebut sapu ijuk di tangan kirinya dan rencananya akan ia gunakan untuk member Malini pelajaran. Bibi Sumi masih bengong dan perlahan tersenyum.

“Maaf, Mbak, ... Mbaknya cari siapa, ya?” tanya Bibi Sumi sengaja basa-basi.

Bukannya menjawab, Nina yang masih menatap marah sang bibi, sengaja menghant*amkan gagang sapu ijuknya sekuat tenaga ke kepala sebelah kiri sang bibi.

Bibi Sumi sudah langsung menjerit sekaligus sempoyongan gara-gara ulah Nina.

1
Sri Wulandari
Cinta sm Nina khan kepribadiannya berbeda Nina sangat baik & polos jg penurut sedangkan Cinta sangat egois & suka mengatur tp dianya g mau d atur
Sri Wulandari
qm beneran cocok sm Akala Nin sesabar itu sikap mu hadapi orang tuanya Reno yg dtng lngsng marah²in qm pkai kekerasan lg
Sri Wulandari
siapapun yg menjadi bagian klrg pak Kalandra & ibu Arum pasti sangat bahagia Nin karna klrg mereka sangat baik & perhatian pd siapa sj tanpa melihat perbedaan jg status
Sri Wulandari
Ternyata sukat & sulastri hatinya tak kalah busuk sm luka² yg mereka miliki bukannya sadar malah msh sj menyalahkan Nina pdhl mereka sprti itu jelas² karna karma dr perbuatan buruk mereka sendiri
Sri Wulandari
si Chalvin ketemu Laras itu yg nti bakal jd istri dadakannya 😀
Sri Wulandari
hukum karma akhirnya berlaku utk mu Cinta tanpa campur tangan Nina yg kau sakiti skrng qm benar² kehilangan wajahmu sprti Nina yg kehilangan jatidirinya yg qm renggut paksa
Sri Wulandari
qm pintar sekali Nina menyuruh Cinta bertemu ibutiri mu & suaminya jg Reno.... akhirnya Cinta jg merasakan menjadi qm d perlakukan dg sangat buruk sm ke tiga orang itu pdhl perlakuan yg dia rasakan msh g sebanding dg apa yg qm alami
Sri Wulandari
benar sekali qm Akala hukuman yg pantas buat Cinta mmng hukuman sosial karna dia tdk pernah menyesali perbuatannya hukum sosial jauh lebih kejam dr hukuman polisi biar dia tau gmn rasanya d hujat bnyk orang k manapun dia pergi d pastikan hidupnya g akan tenang
Sri Wulandari
kasihan sekali Nina dia pasti mengalami trauma fisik jg bathin yg sangat parah d tambah penyiksaan & paksaan dr suami brondong ibutirinya jg ibutirinya sendiri blm lg d paksa nikah & d jual suaminya jg wajah baru yg qm berikan utknya sprti wajahmu Cinta lengkap sdh penderitaannya anak yatim piatu yg teraniaya😭😭😭
Sri Wulandari
gmn perasaanmu Cinta setelah qm d bw Akala bertemu Nina .....takut, sedih, cemas, & khawatir campur aduk pokoknya apa yg akan qm katakan sm Akala kata maaf g akan merubah smua yg telah qm lakukan menjadi lebih baik karna qm bkn hanya menyakiti & mengkhianati Akala tp jg menghancurkan hidup orang lain karna dia harus kehilangan jatidirinya gara² hrs merubah wajahnya menjadi qm
Sri Wulandari
kasihan Nina sangat tragis hidupnya gara² ibu tiri yg g berprikemanusiaan masa depannya jd hancur
mboll
bagus
LENY
MASIH BLM SADAR CINTA SDH DIKASIH HUKUMAN BERAT DARI TUHAN 🙈
LENY
DASAR WANITA GAK TAHU DIRI SULASTRI
LENY
PAK SURAT INI BENAR2 IBLIS BERUJUD MANUSIA HRS DIPOTONG HABIS TUH BARANGNYA SDH BNYK SEKALI KORBANNYA😡😡
LENY
MSH RAGU AJA GILIRAN KE KEL YG GILA JAHAT GAK RAGU. DUH NINA AKALA BAIK BANGET BISA MELINDUNGI NNT ADA ORANG JAHAT LG.
LENY
MK NYA NINA NURUT AJA SAMA AKALA TINGGAL DI KEL AKALA DRPD KEL KAMU YG GILA SEMUA JAHAT
LENY
EXCEL INI SIAPA YA KOK MAU TIBA2 BANTU NINA
LENY
RENO TERNYATA IBLIS LAKNAT JG DUH KASIHAN NINA KETEMU SEMUA ORANG JAHAT😭😭
LENY
DUH KEJAMNYA😭😭 KASIHAN NASIB MU NINA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!