NovelToon NovelToon
Aku Bukan Janda

Aku Bukan Janda

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:43.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Ketika sebuah tangisan bayi menyadarkan lamunan seorang Raina Saraswati dan membuat tangisannya sejenak berhenti. Bayi merah yang baru berusia satu hari itu terus menangis dan Raina hanya diam memandanginya.

Bagaimana nasib Bayi merah itu? Apa yang akan di lakukan Raina?... Simak terus ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian

Setelah dua hari pemulihan Rangga pun sudah di ijinkan untuk pulang dan beraktifitas seperti biasa. Sebelumnya Raina sudah melepas kontrasepsinya karena paksaan Rangga padahal dirinya baru saja selesai datang bulan beberapa hari sebelum Rangga sadar. Terpaksa Raina melepasnya tanpa menunggu datang bulan berikutnya.

Dania pun sudah pulang beberapa hari yang lalu. Saat ini Raina berada di balkon kamarnya bersama Rangga. Rangga merebahkan dirinya dengan paha Raina sebagai bantalnya. Rangga berbalik menghadap Raina dengan memeluknya posesif. Raina pun mengusap kepala Rangga dengan lembut.

Hari ini Mami Meli membawa Kelen ke playground agar cucunya bisa bereksplorasi dan mengenal lingkungan setelah beberapa bulan tinggal di rumah sakit. Raina dan Mami Meli tidak menggunakan jasa baby sitter untuk mengurus Kelen. Mereka bekerja sama dengan baik mengurus Kelen. Dan di rumah Mbok Par pun membantu mengurus Kelen karena dirinya tak di perbolehkan mengerjakan apapun oleh Raina, Rangga maupun Mami Meli.

"Sayang, apa Mami masih lama membawa Kelen?" Tanya Rangga yang merindukan putranya.

"Hm,, sepertinya begitu Mas. Kenapa?" Raina.

"Mas kangen Kelen sayang." Rangga.

"Sabar ya Mas. Nanti Mas bisa bermain bersama Kelen sepuasnya." Raina.

"Apa Kelen rewel sayang selama Mas tertidur?" Rangga.

"Tidak Mas. Jika Kelen rewel dia hanya ingin tertidur di samping kamu saja dan semua akan baik-baik saja." Raina.

"Benar kah begitu?" Rangga.

"Hm.. Kelen selalu memanggil Papa Papa dan Papa setiap hari. Jarang sekali Kelen memanggil Mama bahkan di saat dia menangis hanya Papa yang terucap di bibirnya. Mungkin karena Kelen juga merindukan mu Mas." Raina.

"Apa hanya Kelen yang merindukan Papa nya?" Tanya Rangga menggoda Raina.

"Entahlah. Mungkin ada juga yang lain Rai ngga tau." Jawab Raina gemas.

"Hahahaa... Maafkan Mas sayang. Mas ngga tau kalo Mas tertidur begitu lama." Rangga.

"Semua sudah kehendak Tuhan Mas. Ini merupakan ujian rumah tangga kita yang baru seumur jagung." Raina.

"Terima kasih sayang sudah menunggu Mas dan selalu ada untuk Mas walaupun Mas hanya tertidur." Rangga.

"Tidak ada alasan untuk Rai meninggalkan Mas. Mas Rangga segalanya buat Rai." Raina.

Rangga bangkit dari tidurnya kemudian membawa Raina kedalam pelukannya. Rangga memeluk Raina begitu erat. Raina pun memebenamkan wajahnya di dada Rangga.

"Sayang, apa Mas boleh memintanya." Bisik Rangga di telinga Raina dengan suara yang sudah menahan sesuatu.

Raina pun mengangguk mengiyakan karena jujur saja dirinya pun begitu merindukan setiap sentuhan Rangga. Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar tak lupa mengunci pintu balkon agar lebih nyaman. Kemudian tanpa aba-aba mereka pun melakukan apa yang seharusnya terjadi. Tak ada penolakan dari Raina dirinya begitu menikmati semua sentuhan Rangga. Entah kekuatan dari mana tiba-tiba saja Rangga bersemangat bercocok tanam.

Tak ada rasa lelah di rasakan oleh Rangga setelah permainannya yang ke dua kalinya Rangga memintanya kembali setelah beristirahat sejenak. Raina membulatkan matanya saat Rangga memintanya kembali. Bukan tak ingin tapi Raina takut Rangga kelelahan dan sakit kembali.

"Mas apa tidak capek? Mas baru saja sadar loh?" Tanya Raina khawatir.

"Tidak sayang. Justru Mas seperti mendapatkan kekuatan baru setelah melakukannya." Rangga.

"Tapi ini masih siang sayang...." Raina.

"Sekali lagi sayang nanti lanjut malam." Jawab Rangga yang sudah menjelajahi Raina kembali.

Raina hanya bisa pasrah menerima ajakan suaminya. Hingga waktu jam makan malam harus terlewati oleh Raina karena kelelahan terpaksa Rangga yang harus membawakannya ke kamar. Mami Meli heran saat putranya hanya turun seorang diri ke meja makan.

"Rai kemana? Rasanya Mami belum melihat dia sejak pulang tadi?" Mami Meli.

"Tidur Mi." Jawab Rangga santai.

"Tidur? Sejak siang tadi? Kenapa ga kamu bangunkan?" Mami Meli.

"Sudah Mi. Rai kurang enak badan." Bohong Rangga.

Mami Meli memperhatikan Rangga intens. Menangkap kejujuran di mata putranya namun sepertinya ada yang Rangga tutupi dan Mami Meli tau itu. Mami Meli pun menyunggingkan senyumannya.

"Huh... Sepertinya kamu akan segera punya adik sayang." Ucap Mami Meli pada Kelen.

"Oma..." Ucap Kelen dengan suara khas anak kecil yang belum jelas terdengar.

"Iya sayang,, Kelen senang akan punya adik?" Tanya Mami Meli.

Seolah mengerti Kelen pun tertawa riang mendengar apa yang di ucapkan oleh Oma nya. Rangga hanya menggelengkan kepalanya melihat Mami nya berbicara dengan putra sulungnya. Ya, Rangga memang sudah menganggap Kelen putranya sendiri begitupun Mami Meli yang menganggap Kelen cucu kandungnya sendiri.

"Sayang, jangan rewel sama Oma sama Mbok ya. Mama sedang istirahat. Nanti Papa temenin Kelen bobo. Tapi, Papa temenin Mama makan dulu ya." Rangga.

"Papa..." Kelen.

"Iya sayang. Tunggu Papa kasih ini untuk Mama ya." Pamit Rangga sambil melihatkan piring nasi yang berada di tangannya.

"Jangan terlalu di porsir Nak. Kasian Rai." Mami Meli.

"Tentu saja Mi." Rangga.

"Kamu juga baru sehat jangan sampai kalian malah sakit lagi." Mami Meli.

Rangga tak menjawab lagi dia langsung pergi ke atas mengantarkan makan malam untuk Raina. Saat membuka pintu kamarnya terlihat Raina tengah meringkuk di balik selimut. Rangga menyimpan makanannya di atas nakas kemudian membangunkan Raina perlahan.

"Sayang, makanlah dulu." Bisik Rangga di telinga Raina.

"Hm..." Jawab Raina menggeliat.

Terpampang lah bagian atas Raina yang memang belum menggunakan apa-apa membuat Rangga kembali kalang kabut namun Rangga tak sampai hati melakukan nya kembali mengingat sang istri begitu kelelahan dan belum makan.

"Sayang, apa kau akan menggoda ku kembali hm..." Ucap Rangga mengusap bagian dada Raina.

"Aish... Mas,, Capek.." Rengek Raina.

"Hahahaa... Makanlah sayang. Mas tidak akan melakukannya sekarang." Rangga.

Raina pun duduk dengan menutup bagian atasnya oleh selimut. Bukan memberikan piring yang berisikan makan malam Rangga malah menyuapi Raina. Karena kelelahan Raina pun menerima saja suapan dari Rangga tanpa protes.

"Rupanya istriku ini benar-benar kelelahan ya." Goda Rangga.

"Ish... Jangan menggodaku. Rai sangat lapar tapi tak bertenaga." Raina.

"Baiklah-baiklah Mas akan menyuapi dulu kamu sayang." Rangga.

"Memang Mas mau kemana?" Raina.

"Mas berjanji akan menemani Kelen tidur." Rangga.

"Hm,,, Rai belum mengasihi Kelen Mas." Raina.

"Kelen biar terbiasa meminum ASI di botol sayang, bukannya stok ASI kamu banyak di kulkas?" Rangga.

"Kenapa begitu? Kasian Kelen Mas." Rengek Raina.

"Yang ini di persiapkan untuk adiknya Kelen nanti sayang.. Dan sebelum Adik Kelen ada Papa Kelen dulu yang menikmatinya." Rangga.

"Mas iih,,, ngga pokoknya Kelen masih boleh menikmati ASI dari sumbernya." Raina.

"Sayang,,, tenang saja. Kelen masih bisa menikmatinya melalui botol." Rangga.

"Ngga. Papa nya aja yang dari botol." Raina.

"Hahaha..."

🌼🌼🌼

1
Nurlaila Hasan
cerutanya bagus bangt,, suka ga brtele tele,, 💪thor
Iges Satria
❤️❤️❤️
Iges Satria
diakhir² Ending, bikin mewek banget Thor 😭😭 meresap ke kalbu deh ceritanya, seperti nyata aj.. semangat bikin karya baru gi Thor 💪🥰❤️❤️
kimmy
terima aja rai..rangga pasti tulus mencintai kamu dan kelen
Ivy
alurnya menarik gak bertele2..dibacanya juga menarik
faaz❤
Kalau bukan janda lalu apa, gadiskah? semoga ceritanya menarik
bee
bukan janda..hmm judulnya menarik apa tokoh utamanya masih single ya🤔
jon
semoga menarik seperti karya yg lainnya..
nath
judulnya bikin penasaran kalo bukan janda..perawan dong 😁
shania
karya baru lagi..semangat thor
Mauli_datun
mulut mama nya Rama minta di tampol pakai sambal cobek sekilo,,,
Mauli_datun
wah,,, kelen mau dapat opa baru,,,, opa dokter
Mauli_datun
hamidun itu si Raina
Deni Asih
double up thor
tiara
Mampir thor
Mauli_datun
semoga bangun nya Rangga dari koma menjadi kado spesial di hari ulang tahun nya Kelen, dan tentu menjadi kebahagian untuk semuanya
Mauli_datun
kecelakaan, koma, trus amnesia gitu??? gak asik klo pakai amnesia2 thor,,, masak Raina baru bahagia udah sedih lagi
Deni Asih
double up thor
Mauli_datun
Rangga nih yg bertabrakan ama Raina itu y
Mauli_datun
wah langsung ada pejodohan nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!