NovelToon NovelToon
Future Husband

Future Husband

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College / Persahabatan / Bad Boy / Tamat
Popularitas:41.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reyna Octavia

Kehidupan yang pahit di saat remaja, sungguh membuat Keyra sering menangis. Hidup dengan ibu yang sendirian. Karena menolong seorang teman yang dirundung, Keyra menjadi target selanjutnya.

Pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang berandalan geng motor, membuat Keyra semakin kewalahan. Ia tidak tahu, dia dengan lelaki itu menjadi semakin dekat. Ternyata, Aprilio sama sakitnya seperti Keyra.

Keyra mau membantu masalah Aprilio, dengan syarat lelaki itu harus sedia melindungi Keyra, selalu.

Bagaimana kisah keduanya melewati kehidupan remaja mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyna Octavia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Sepatuku

...MAAF LAMA😁 ...

...Suka tiba-tiba sakit gigi, jadi kurang mood🙁...

...SELAMAT MEMBACA YAA...

Gadis itu melangkah dengan menundukkan kepala, ia takut akan diperlakukan seperti kemarin. Keyra menatap sepatu baru yang dibelikan Aprilio, muncul rasa tidak nyaman saat seseorang melihatnya tajam di depan kelas.

Keyra tak menghiraukan, melewati mereka dan masuk ke kelas. Saat berjalan menuju bangku, Antonio duduk di bangku Keyra. Lelaki itu terlihat sedang menatap bukunya.

Menyadari kehadiran Keyra, lelaki itu mendongak menatapnya. "Tugas lo udah belum?" tanya Antonio.

"Fisika?" Antonio menganggukkan kepala. Lalu, Keyra meletakkan tasnya di atas meja, kemudian mengeluarkan buku tulis dari sana dan memberikannya kepada Antonio. "Gue mau ke perpustakaan. Kalau udah, simpen dulu aja," ucap Keyra.

"Oke," jawab Antonio.

Keyra melenggang keluar kelas. Dia membutuhkan sebuah buku yang akan membantunya untuk merangkum materi tes kuliah. Karena hari masih pagi, Keyra mempunyai cukup banyak waktu.

Pagi yang sepi, tidak ada murid lain di dalam perpustakaan. Hanya guru piket yang berada di sana, menyambut kedatangan Keyra. "Eh, Keyra," sapanya. "Masih pagi, udah ke sini, aja."

"Iya, Bu. Penting soalnya," jawab Keyra.

"Dua puluh menit lagi masuk, ya," ujar bu guru.

Keyra hanya mengangguk sembari tersenyum. Lalu, ia segera pergi menuju rak yang kemungkinan menyimpan buku yang diperlukan.

Dia sangat ingin mengikuti tes untuk ke universitas impian. Sambil menyiapkan diri menghadapi ujian yang beruntun, Keyra juga memerlukan persiapan dari jauh hari akan tes kuliah.

Mimpinya tinggi, Keyra seolah ditantang dan membuat ambisinya meledak-ledak setiap saat. Hanya saja, masalah yang tidak diduga malah datang, membuatnya kurang fokus.

Keyra tidak lama di dalam perpustakaan. Setelah menemukan buku yang dicarinya, Keyra segera pergi. Namun, Keyra dihadang dua siswi familiar baginya, di koridor sepi. "Ih, sepatunya baru," seloroh salah seorang gadis.

Nadia dan Vega, melemparkan senyum miring kepada Keyra, yang ketakutan.

Nadia mengarahkan pandangannya ke kaki Keyra. "Hahaha iya. Kenalan, dong," ucap Nadia, kemudian menginjak kaki Keyra, membuat gadis itu meringis kesakitan.

"Gue juga, dong. Kenalan!" pekik Vega, mengikuti perbuatan Nadia. "Tapi, polos kurang bagus." Vega mengeluarkan sesuatu dari dalam saku bajunya, kemudian melemparkan tatapan tajam.

Dada Keyra terasa sesak, matanya memanas. Hukuman yang diberikan guru sewaktu dulu, ternyata sama sekali tak berpengaruh pada mereka.

Tangan Vega seolah terasa ringan menuangkan cairan seperti lem ke sepatu Keyra. Gadis itu hanya menunduk melihat sepasang kakinya dingin.

Itu adalah lem lengket yang terasa dingin saat menembus hingga ke kulit kaki Keyra. Gadis tersebut hanya menunduk, menatap tanpa bisa berucap.

"Gitu baru bagus," celetuk Nadia, kemudian ia melenggang pergi diikuti Vega di belakangnya.

Keyra sesenggukan, dia tidak bisa lagi menahan air matanya. Sesaat setelah ia menghapus air matanya, Antonio meneriakkan namanya. Lalu, lelaki itu mendekat dan terkejut melihat kondisi Keyra.

Kening Antonio mengerut melihat Keyra ingusan. "Lo?" Lalu, Antonio mengarahkan pandangannya pada kedua kaki Keyra. Sepatu gadis itu, kotor. "Lo masih dibully?" tanya Antonio.

Keyra tidak menjawab, ia menyembunyikan wajahnya dengan menghapus air mata. Namun, Antonio malah menarik tangannya dan mencengkram pundaknya. "Jawab gue! Lo masih dibully sama mereka?" ucap Antonio, penuh penekanan.

Lelaki itu menghela napas berat, kemudian mengangkat kakinya, tetapi dengan cepat dihadang oleh Keyra. "Udah! Lo mau ngapain?" tegur Keyra.

"Gue mau kasih mereka pelajaran."

Dengan cepat, Keyra menggeleng-gelengkan kepala membuat Antonio mengangkat sebelah alisnya. "Kalau lo ngelakuin itu, yang ada mereka makin benci sama gue," tutur Keyra. Suara gadis itu hampir tidak terdengar, tenggorokan Keyra kering dari tadi.

Napas berat keluar dari mulut Antonio. Dia paling kesal dengan perempuan yang sok tegar seperti Keyra, dan bertingkah seolah bisa menerima semuanya. "Ra, lo pasti tahu, gimana kalau Lio tahu lo masih diinjak-injak kayak gini," ucap Antonio.

"Iya, gue tahu." Keyra menundukkan kepala sejenak, kemudian menatap Antonio. "Aprilio gak akan tahu, kalau lo gak kasih tahu dia," kata Keyra.

"Tapi, Ra, Lio harus---"

"Gak, Nio!"

Tidak mungkin ada yang tidak tertarik melihat seseorang kesusahan. Murid-murid lain terus memandang ke arah Keyra, menyorot sepatu gadis itu, kemudian sambil berbisik-bisik dengan teman di sebelahnya.

Melihat mereka sinis terhadap Keyra, Antonio yang tidak terima, menatap tajam mereka. "Pengen lo, sama sepatu Keyra?" celetuknya. "Semua aja dijulidin!"

Keyra melirik Antonio, yang berjalan di sampingnya. Dia bersyukur, setidaknya ada seseorang yang peduli padanya.

.....

"Vin! Maafin gue! Sepatunya ketumpahan lem gara-gara gue ceroboh." Keyra langsung mengatakan hal itu ketika Aprilio mendapati sepatunya menjadi seperti itu. Keyra sudah menduga, Aprilio pasti berpikir sesekali melakukan sesuatu kepada Keyra.

"Bohong? Lo gak seceroboh itu, Keyra," ucap Aprilio. Lelaki itu berjalan memasuki rumah, Keyra segera menyusul dan menarik tangan Aprilio agar berhenti dan mendengarnya.

"Gue gak bohong!" Keyra memasang wajah semeyakinkan mungkin. "Di sekolah ada perbaikan. Nah, gue gak lihat kalau ada lem di sana dan gue tabrak. Makanya, lemnya jadi tumpah ke sepatu gue," jelas Keyra.

Melihat wajah Aprilio yang meragukan penjelasannya, Keyra memeluk tangan Aprilio. "Bisa dicuci, kok," ujar Keyra.

"Ya udah, ya udah!" Aprilio menepis tangan Keyra dengan kasar darinya, kemudian ia melenggang masuk ke kamar dan mengunci pintu.

Keyra sungguh-sungguh merasa lega, Aprilio terlihat tidak terlalu peduli. Dia segera melepas sepatu kotor itu dari kakinya. "Bisa dicuci," katanya, melihat sepatu itu di tangannya.

Tidak bisa bohong, dada Keyra terasa sesak, sangat sulit bernapas. Jujur, ia sungguh-sungguh mempunyai keinginan untuk membalaskan semuanya kepada seseorang yang melakukan hal ini untuknya. Namun, jika Keyra melakukannya, ia tidak jauh berbeda dari mereka.

Di kamar, Aprilio merebahkan tubuhnya di kasur. Sudah berapa lama ia tidak tidur di sana. Kamar itu seolah sudah menjadi wilayah milik Keyra.

Aprilio menutup wajah dengan bantal. Namun, ketika ia tidak bisa bernapas, bantal itu disingkirkan dari sana. Aprilio menatap langit-langit kosong dengan hal-hal aneh terputar di kepalanya.

Sebuah kejadian ketika bersama Keyra, semuanya berlalu lalang. Juga, jantung Aprilio berdebar saat hak itu terjadi. "Masa cinta?"

"Gak, deh!"

"Gue mau sama dia juga biar gak dijodohin. Tapi, kenapa Keyra?"

"Ya karena dia polos, gue bisa manfaatin dia tanpa dia sadar."

"Kasihan juga itu anak, sebatang kara. Ibunya kerja terus."

Aprilio bangkit dari tidurnya, mendudukkan tubuhnya. "Buruk banget nasibnya," katanya. Hei, nasibmu juga tidak sebaik itu ya.

Di bawah terik matahari, Keyra menggosok sepatu itu menggunakan sikat gigi bekas dengan sekuat tenaga. Sangat sudah, meski sudah diberi banyak sabun, masih ada terasa lengket. Keyra berputus asa, melempar benda itu dan menggerutu kesal. "Gue capek! Gosok diri lo sendiri, deh! Jangan manja!"

Mendengarnya, Aprilio tergelak tawa. Dia sejak tadi berdiri memperhatikan Keyra.

Keyra yang mendengar tawa Aprilio langsung menoleh ke belakang. "Bego apa gimana? Sepatu itu benda mati, mana bisa gosok diri sendiri," celetuk Aprilio.

"Direndam dulu, aja," tutur Aprilio.

Keyra menghembuskan napas gusar, kemudian ia mencuci tangannya dan mengikuti saran Aprilio.

"Harus direndam dulu, biar lebih mudah." Keyra menganggukkan kepala mendengarnya. "Jangan bete gitu! Jelek!" seloroh Aprilio. Lalu, ia turun dari rumah dan melenggang ke belakang.

"MAU KE MANA LO?" teriak Keyra.

"KE DANAU!" jawab Aprilio, ikut berteriak menjawab Keyra, tanpa mengehentikan langkahnya.

Manik Keyra membulat. "IKUT!" Lalu, ia bergegas turun dan mengejar Aprilio dengan melewati jalan penuh semak belukar.

Entah mengapa, bibir Aprilio tertarik ketika menoleh sebentar melihat Keyra berlari dengan lucu melewati rumput-rumput liar yang tumbuh di samping rumah.

Sesuai ekspektasi Keyra, danau itu berbentuk bundar dan ada banyak sekali bunga teratai mengapung di atas air. Manik Keyra berbinar melihatnya. Perjuangannya melewati semak-semak tidak sia-sia. Keyra langsung berlari mendekati danau itu.

Airnya lumayan bening dan terlihat ada ikan di dalam sana. Sebuah bunga teratai mengapung di dekat Keyra, kemudian ditarik oleh gadis itu agar dapat melihat lebih jelas. Bunga yang tidak pernah dilihatnya, sekarang dapat ia sentuh. Sangat indah.

Keyra tersadar, ia kehilangan jejak Aprilio. Dia menegakkan kakinya, celingukan mencari kebenaran lelaki itu. Keyra melihatnya dan segera berlari.

Sekilas, Keyra melihat seperti Aprilio berdiri di balik semak-semak, kemudian ia seolah bersembunyi di balik sana. Keyra benar, lelaki itu mengumpulkan bunga di tangannya. "Vin," panggil Keyra.

Aprilio membalikkan tubuhnya, membuat Keyra mundur beberapa langkah karena terkejut. Apa-apaan itu? Aprilio menyelipkan bunga berwarna merah muda di sela telinga kirinya, membuat Keyra dengan cepat menutup mulut dengan tangan.

Setelah itu, Aprilio menyodorkan beberapa tangkai bunga yang dikumpulkannya kepada Keyra. "Gue nanem ini beberapa bulan lalu. Mau gue tunjukin ke seseorang," ujar Aprilio.

Keyra mengambil bunga-bunga tersebut dari Aprilio. "Seseorang siapa?"

"Seseorang yang nantinya spesial buat gue." Aprilio mengatakannya, tanpa menatap ke arah Keyra, dan malah mendongak melihat langit.

Mendengarnya, pipi Keyra langsung bersemu.

Aprilio sengaja melakukannya untuk menghibur Keyra. Entah mengapa, akhir-akhir ini ia ingin membuat Keyra selalu merasa senang. Tentu saja, dia sudah mendengar apa yang terjadi terhadap Keyra tadi, dari Antonio.

......Gimana-gimana? Kesal sama siapa kalian? Komen dwongg......

...Jangan lupa vote yaa...

...Ajak teman kamu baca cerita ini juga yukk...

1
AmeeRenn
Yang ditunggu² akhirnya...
Nenk NOER
Lanjut Thor 💪💪💪
Nenk NOER
Mereka tuh saling suka..tp gengsinya tinggi... lanjut Thor 💪💪
Nayaka
,👍👍👍
Nenk NOER
Lanjut Thor...💪💪💪
Harianti Akbar
tragis juga ya, tapi tdk terungkap alasan apa yg melatarbelakangi harita jadi gak peduli ama anak sendiri
Tya Milik Heru
yg ditunggu² akhirnya... /Drool/
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
Nining Mutradi
menarik,kehidupan yg sering terjadi nyata,tidak hayalan
Dhesi Triani
lanjut thorr,... jangab lama lama up nya
Dhesi Triani
menarik
Nayaka
suka sama ceritanyaa keren
Yohana Woleka
Author sebaiknya peristiwa pengeroyokan tersebut dilaporkan kepada yang berwajib.
Yohana Woleka
Maaf Thor,sebaiknya saat ini amat tepat bila langsung melapor ke Polisi.Sikap orang2 tersebut keterlaluan.Masa mereka maunya jahati Keyra terus.
Yohana Woleka
Lanjut Thor,tetap asik.
Dhesi Triani
lanjut dong thor
Yohana Woleka
Masa Author tidak mengupayakan agar Sebaiknya author mengupayakan Apllio berkempatan menyaksikan saat si Nadia dkk lagi membuly terhadap Keyra.
Yohana Woleka
Jangan pisahkan Aprillio dengan Keyra.
Diana Nenden
Bagus
Yohana Woleka
Harap Nadia sadar akan buruknya tawaran pekerjaan yang akan diberikan lawan2nya.Tak perlu terima.
Dini Badar
lawan dong key nada ca jgn diam aja
𝕽ҽყyi: pembully kalau dilawan akan jadi lebih tertantang, makanya kebanyakan korban bully cuma diam
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!