"Ini semua bukan kemauan aku kan, aku juga tidak menginginkan semua ini terjadi, hanya saja kesalahan ku dalam memilih pasangan membuat aku terpaksa menerima perjodohan ini,...." Yunda menundukkan kepala nya berusaha menyembunyikan air mata nya yang hampir menetes,
Yuda yang duduk didepan nya hanya memutar bola mata malas, ia sangat benci melihat wanita menangis...
"Ingat Yunda, aku menyetujui pernikahan ini karna papaku, jadi jangan pernah berharap lebih dari hubungan ini,..."Ujar Yuda dengan tegas kemudian berdiri lalu meninggalkan Yunda yang hanya menunduk diam...
Akankah pernikahan kedua adik kakak ini berjalan mulus tanpa hambatan, atau malah akan hancur berantakan karna tidak ada nya cinta antara kedua nya???....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22) Telat datang bulan
Yunda mengusap wajah nya dengan kasar melihat kalender di ponsel nya, ada perasaan cemas dalam hatinya kala menyadari jika tamu bulanan nya belum juga datang padahal sebelum-sebelumnya dia tak pernah telat datang bulan, sudah satu bulan lebih kejadian di Mobil itu terjadi kini Yunda semakin khawatir mengingat jika dia sudah telat hampir 10 hari.....
"Pak kita mampir ke Apotek dulu ya saya mau beli obat!!...."seru Yunda pada sang supir taksi online....
"Baik neng...."jawab supir taksi itu mengangguk.....
Setelah sampai, Yunda melihat Apotek dengan mata berkaca-kaca, ad perasaan takut apa bila yang dia takutkan benar-benar terjadi sementara dia harus bekerja, dengan langkah ragu Yunda pun turun dan masuk kedalam Apotek membeli alat tespek.....
Usai membayar, Yunda pun berniat kembali kemobil tapi tidak sengaja menabrak seorang perempuan yang sedang membawa kantong plastik yang berisi obat...
Bugkkk.....
Kantong plastik wanita itu jatuh dan beberapa obat didalam nya tercecer keluar, Yunda segera membantu nya dan meminta maaf atas ketidak hati-hatian nya....
"Maaf ya kak aku tidak sengaja, aku sedang buru-buru...."pinta Yunda usai membantu wanita itu untuk mengumpulkan obat yang sempurna tercecer karna jatuh.....
"Tidak apa-apa saya juga kurang hati-hati...."Ujar wanita itu tersenyum ramah....
Setelah meminta maaf, Yunda pun kembali kemobil dan menyuruh pak sopir untuk melajukan mobil nya untuk pulang kerumah....
.....
"Maaf ya kamu nunggu lama, tadi ada sedikit masalah....."Ujar Sera meminta maaf....
"Tidak apa-apa, semuanya sudah kamu beli kan?...."Sera mengangguk kemudian memperlihatkan plastik ditangan nya pada Yuda, lelaki itu pun mengangguk kemudian mengajak Sera untuk pulang karna jam sudah menunjukkan pukul 5 sore....
"Yud apa kamu ngak takut istri kamu marah kamu selalu pulang terlambat, aku takutnya dia salah paham dengan kita...."Yuda yang semula fokus menyetir menoleh sejenak kemudian tersenyum hangat pada perempuan disamping nya, Yuda memang telah menceritakan jika dia telah menikah dengan adik sepupunya pada Sera, sekaligus alasan mengapa dia bisa menikah dengan Yunda.....
"Tidak, dia wanita yang baik dan pengertian, dia pasti paham dengan kondisi mu, lain kali aku akan memperkenalkan dia padamu, aku yakin kalian akan langsung akrab...."Sera mengangguk senang, dan berharap secepatnya bisa bertemu dengan istri Yuda, tentu dia sangat penasaran karna Yuda sering kali bercerita tentang Yunda pada Sera....
"Jadi bagaimana hubungan kalian, apa kalian sudah saling mencintai?...."tanya Sera tiba-tiba, Yuda terdiam kemudian menaikkan kedua bahunya, dia pun bingung dan tidak bisa memahami isi hatinya, dia tidak tau apa dia sudah cinta pada Yunda atau hanya merasa bersalah karna telah merenggut kesucian Yunda malam itu.....
"Aku belum bisa memastikan perasaan itu perasaan Cinta atau hanya sekedar rasa kasihan saja...."
"Terimakasih telah mengantar ku, dan segera pertemukan aku dengan istri mu itu aku sangat penasaran dengan nya...."ujar Sera kala mobil telah berhenti didepan kontrakan nya, Yuda mengangguk kemudian tersenyum pada mantan kekasihnya, Sera pun langsung turun kala melihat putri nya telah berdiri menunggu nya bersama Bebisiter yang dibayar Yuda untuk menjaga dan merawat Sira kala Sera bekerja....
Usai mengantar Sera, Yunda langsung melajukan mobilnya membela jalan ibu kota yang sangat macet, Yuda kembali memikirkan pertanyaan Sera padanya tentang perasaan nya pada Yunda,....
"Perasaan itu sudah berubah menjadi cinta Ser, tapi bukan untuk Yunda melainkan untuk kamu, maaf karna tidak bisa mengubur perasaan ku padamu, nyatanya perasaan itu kembali lagi saat kita bertemu...."Ujar Yuda membuka dompetnya dan melihat foto Sera terpampang didalam sana.....
Perasaan Yuda pada Sera sangat lah besar, bahkan saat Yuda mencoba untuk mengubur perasaan nya pada Sera dengan menjadikan Jasmine sebagai kekasih nya nyatanya semua itu sia-sia, Sera tetap menjadi ratu dihatinya sampai saat ini.....
.....
Yuda mondar-mandir didepan kamar mandi sekali-kali melihat benda panjang dan kecil dihadapan, tak lama kemudian ia pun meraihnya dengan tangan bergetar dan seketika air mata nya mengalir begitu saja kala melihat benda kecil itu, terlihat dua garis merah tercetak dengan jelas, dan itu menunjukkan bahwa Yunda sedang hamil saat ini....
Yunda melempar benda panjang itu ketempat sampai dan menarik napas panjang, pikiran nya seakan buntu, ingin berteriak sekencang-kencangnya tapi dengan susah paya ia tahan.....
Yunda terduduk dilantai memegang perutnya yang rata, Yunda menatap langit-langit kamar mandi dengan mata berkaca-kaca, entah apa yang harus ia lakukan sekarang, memberitahu Yuda atau diam saja, tapi bagaimana kalau Yuda tak mau menerima anak nya? Yunda mulai frustasi kala membayangkan ekspresi Yuda jika dia tau kalau Yunda sedang hamil anak nya....
Tok tok tok.....
Yunda menoleh ke arah pintu kala pintu itu diketuk beberapa kali, Yunda segera menghapus air matanya dan berdiri kemudian membuka pintu kamar mandi.....
"Kamu tidak apa-apa kan?...."Yuda bertanya kala melihat Yunda membuka pintu dengan wajah pucat....
"Aku ngak apa-apa kak, cuman sedikit kurang enak badan...."jawab Yunda berbohong....
"Kakak masuk aja kalau mau mandi!!!..."seru Yunda menyingkir dari depan pintu memberikan Yuda jalan untuk masuk kekamar mandi...
Yunda memilih duduk disofa seraya menunggu Yuda selesai mandi, tapi bukan nya masuk kedalam kamar mandi, Yuda malah ikut duduk disamping sang istri....
"Kok kakak malah duduk, ngak jadi mandi?..."tanya Yunda heran.....
"Aku ingin kita bersikap seperti suami istri Yund, aku ingin belajar menjadi suami yang baik untuk kamu...."Yuda terkejut mendengar ucapan Yuda, ia sedikit gugup kala tangan nya digenggam oleh Yuda....
"Biasakan?...."Yuda menatap Yunda dengan tatapan dalam, sedangkan yang ditatap hanya diam saja tidak tau harus mengatakan apa, sejujurnya Yunda dilema apa lagi saat ini dia sedang hamil, dia butuh Yuda untuk menemani nya menemui anaknya nanti, tapi bagaimana jika suatu saat Yuda berubah dan meninggalkan nya?, Pikiran Yunda seakan bercabang....
"Iya kak, Yunda juga akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk kakak....."akhirnya Yunda mengiyakan, walaupun hatinya masih bimbang, dan masalah kehamilan nya Yunda masih menyembunyikan nya, Yunda ingin melihat sikap suami nya dulu.....
"Makasih ya Yund, kalau gitu aku mandi dulu...."Yuda mengusap lembut kepala Yunda kemudian berdiri lalu masuk kedalam kamar mandi, sementara Yunda menunggu karna dia pun belum mandi karna syok melihat hasil tespek nya....
"Maafkan aku Yund, aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuk kamu, aku akan menebus semua kesalahan yang telah kulakukan padamu waktu itu...."Ujar Yuda menatap pantulan dirinya didepan cermin.....