NovelToon NovelToon
Ganteng Tapi Aneh

Ganteng Tapi Aneh

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:56.4k
Nilai: 5
Nama Author: Najwa Camelia

Bermodal paras cantik dan tubuh yang indah. Gendhis, bukan nama aslinya. Bertahan hidup dengan bekerja sebagai koki di sebuah hotel bintang lima. Namun, sesuatu hal yang tak terduga terjadi padanya, hingga Gendhis bertekad untuk mengambil pekerjaan sampingan sebagai "teman kencan semalam" tamu-tamu VIP hotel Pacifik.


Narendra Arjuna Guinandra, pengusaha di bidang perhotelan dan pariwisata yang terobsesi untuk menyewa jasa Gendhis. Berapa pun budget yang dia keluarkan, dia tidak perduli. Asalkan gadis itu tetap berada dalam genggaman dan menuruti segala perintahnya.


Sebuah fakta terungkap, membuat Narendra terperosok semakin jauh ke dalam dendam dan kebencian atas kejadian yang tidak pernah dilakukan oleh Gendhis. Hingga gadis itu harus berjuang untuk sebuah kepercayaan yang menyakinkan hati seorang Narendra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najwa Camelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Informasi penting

Happy reading..

Dua hari berlalu..

Yudistira masuk ke rumah Narendra dengan tergesa-gesa. Ia memarkirkan mobilnya begitu saja. Sang tangan kanan Narendra ingin segera memberitahukan kabar yang sangat penting pada Sang Tuannya.

Dan saat Narendra dan Nayaka sedang menikmati paginya dengan bersantai di taman samping rumahnya yang asri. Sangat terlihat seperti pasangan yang serasi.

Beberapa menit yang lalu, Naya baru saja membuatkan kopi kesukaan Narendra dengan cemilan pisang goreng kremes favorit mereka berdua.

"Diminum dulu kopinya, Tuan," ucap Naya setelah memindahkan isii nampan yang dibawanya ke atas meja di samping Narendra.

"Hmm.. Dari aromanya saja sudah nikmat," sahut Narendra yang masih sibuk dengan gadget di tangannya.

Merasa sudah tidak dibutuhkan lagi, Naya hendak pergi dari hadapan Narendra. Tapi baru saja membalikkan tubuhnya, pria yang masih fokus menatap layar ponselnya mendadak bersuara. "Temani aku dulu, di sini!" pintanya pada Nayaka.

"Tuan pasti sibuk dengan ponsel yang ada di tangan. Buat apa aku ada di sini," timpal Nayaka mengerucut.

Mendengar wanita yang masih berdiri tak merubah pergerakannya. Seketika Narendra menarik pergelangan Nayaka.

Terkejut dan membuat dirinya limbung. Nayaka hampir saja terjatuh, tapi dengan sigap Narendra meraih tubuh wanita itu dan terjatuh di pangkuan nya.

"Aduh.. Sakit tahu," rintih Nayaka yang terdengar manja di rungu Narendra.

"Sakit tapi enakkan!" goda Narendra dengan senyum devilnya sembari mengedipkan sebelah matanya.

Nayaka yang tidak bisa menyembunyikan semburat merah di wajahnya, langsung menelusupkan wajahnya di dada bidang Narendra.

"Minum dulu itu kopinya, nanti keburu dingin," seru Nayaka berusaha turun dari pangkuan Narendra.

"Nanti bisa kau buatkan lagi," sahut Narendra enteng.

Dia masih ingin di posisi seperti itu dengan Nayaka. Tapi, perempuan itu masih merasa canggung. Apalagi di tempat terbuka seperti itu. Nayaka tidak ingin berkhayal berlebihan, karena dia hanya wanita yang dibeli Narendra bukan wanita yang dicintainya. Tapi kita tidak bisa membaca takdir seseorang. Akan kah indah di akhir cerita? Atau sebaliknya.

Nayaka berhasil lepas dari dekapan Narendra. Sambil tersenyum mengejek dia langsung berlari ke dalam rumah.

Baru saja Narendra mengangkat cangkir putih dari atas meja dan hendak menyeruput kopi hitam kesukaannya, sang asisten mengagetkan nya.

"Tuan," sapa Yudistira.

Cairan berwarna hitam yang masih mengepulkan asap putih dari dalam cangkir yang di pegang Narendra itu belum masuk ke tenggorokan nya.

Untungnya juga cairan hitam itu tidak tumpah mengenai baju dan celana yang dipakai Narendra.

Dengan ekspresi menelisik dan penasaran, Narendra menanyakan perihal apa yang akan disampaikan oleh Yudistira hingga membuat dia datang dengan tergesa-gesa.

"Kamu bawa informasi sepenting apa? Hingga mengganggu waktu santaiku!" tanya Narendra penasaran dengan informasi dari sang tangan kanannya, sambil meletakkan kembali cangkir di tangannya ke atas cawan putih yang seragam di atas meja.

"Ini, Bos. Saya sudah mendapatkan bukti-bukti kebusukan Heru. Semua ada di dalam rekaman itu," Yudistira memberikan sesuatu pada Narendra.

"Ada info lainnya lagi?" Narendra menanyakan kembali, apa masih ada informasi lainnya.

"Informasi yang kedua, tidak seberapa penting, Bos," sahut Yudistira.

"Tidak seberapa penting bagaimana?" Narendra menoleh ke arah Yudistira.

"Cuma sekedar informasi, mantan wanita yang dijodohkan dengan anda segera bertunangan dengan kekasihnya itu," jawab Yudistira dengan menggaruk tengkuknya. Lalu, menyengir kuda.

Ingatan Narendra berputar kembali pada saat itu. Saat dia dipaksa untuk menikah dengan perjodohan bisnis Papa dan temannya. Putri dari Keluarga Lazuardi.

Jika bukan karena kedua wanita yang sangat disayanginya, pria dingin itu tidak akan menginjakkan kakinya ke rumah mewah milik Guinandra.

Kebenciannya sudah mendarah daging pada pria yang memiliki kuasa terpenting dalam Guinandra Group. Seorang Ayah yang begitu tega merenggut kebahagiaan putra satu-satunya hanya demi melebarkan kerajaan bisnisnya.

Berulang kali, Sang Putra mengingatkan pada Sang Ayah. Jika dia juga butuh kasih sayang bukan hanya harta dan harta lagi. Demi kekayaan yang hanya bersifat fana di dunia ini, yang terus menerus buru oleh Ayahnya. Hingga tega menjerumuskan Putranya dalam pernikahan bisnis yang mereka atur.

Dalam pikiran Narendra saat itu adalah kebahagiaan apa yang sebenarnya dicari oleh seorang pria yang bergelar Ayah itu? Apakah dia dilahirkan di di dunia ini hanya sebagai alat pemulus jalannya untuk meraih kesuksesan di dunia tanpa harus memikirkan bagaimana perasaan putra nya? Ya, sosok Ayah dari putra nya itu adalah Daneswara Guinandra. Yang menginginkan perjodohan bisnis antara putranya dengan putri dari teman bisnisnya, yaitu Keluarga Lazuardi.

"Narendra!" seru Cempaka ke arah putranya. Ia mempercepat langkahnya pada sang putra yang hendak meninggalkan rumah mewah milik pria paruh baya yang dia panggil dengan sebutan 'Papa'

"Tolong jangan pergi dari rumah ini, Narendra," pinta sang Mama pada putranya yang bersikukuh untuk meninggalkan rumah mewah itu. "Apa kau tidak sayang pada Mama, hingga kau tega meninggalkan Mama di sini, putraku sayang? Jangan turuti emosimu. Kita bisa bicarakan baik-baik," Cempaka mencekal lengan kokoh milik Narendra. Dia berusaha membujuk agar putra kesayangannya tidak meninggalkan rumah.

Narendra menggelengkan kepalanya, tanpa mau memutar tubuhnya ke arah wanita paruh baya yang telah melahirkannya.

"Biarkan dia pergi dari rumah ini dan akan menjadi gembel di luar sana," suara tegas dan lantang itu terdengar menggema di indera pendengaran Narendra.

"Pasti dia tidak akan bertahan dengan kemiskinannya, tanpa harta Guinandra!" sarkas Daneswara Guinandra.

Kemiskinan? Tidak akan bertahan hidup?

Kening Narendra berkerut dalam. Beberapa garis lurus nampak begitu jelas, tapi semua itu tak mengurangi ketampanan yang dimiliki seorang Narendra.

Dia memutar lulutnya seraya mengangkat salah satu sudut bibirnya dan langsung menatap ke arah pria yang baru saja meremehkan dirinya.

"Silakan coret nama Narendra Arjuna Guinandra dari pewaris tahta Keluarga Guinandra! Karena aku tidak butuh itu semua, jika hidupku hanya diperbudak oleh harta dan harta yang kau cintai. Kau hanya mengagungkan harta di atas segalanya tanpa memikirkan sedikit pun perasaan putramu!" sinis Narendra ke arah Daneswara Guinandra Sang Ayah sembari meletakkan kedua tangan di pinggang.

"Dan coba ingat kesalahan dan keteledoran apa yang telah kau perbuat, hingga putri kalian mencari perhatian dan kasih sayang di luar sana. Hingga dia terperangkap dengan topeng kepalsuan Heru!" ujar Narendra yang tidak menginginkan kakak perempuannya menikah dengan Heru, suami yang tidak jelas keluarganya.

"Tapi kenapa kamu begitu tegas dan kekeuh untuk menjodohkan aku dengan putri dari Keluarga Lazuardi!" tegas Narendra. "Hanya harta yang ada dalam otak Papa! Oh masih pantaskah aku memanggilmu dengan sebutan 'Papa'?"

"Cukup Narendra! Pergi saja dari rumah, jika kamu tidak bisa patuhi perintahku!"

"TIDAK!" pekik wanita paruh baya yang tetap memegang erat tangan putranya. "Jika kamu mengusir putramu dari sini, aku akan ikut pergi dengan putraku!" teriak Cempaka sang Mama.

"Bos," suara Yudistira membuyarkan lamunan sesaat Narendra.

"Hmm.." sahutnya.

☘️☘️☘️☘️

1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝕾wᷤαͧηᷠ¢ᖱ'D⃤ ̐🍒⃞⃟🦅
bagus critanya
s7
Lanyap hehehe Bu Tri 🤭😁
NJ♥️🔒
Keren kontraknya
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
di kasih tau masih perawan tapi ga percaya juga nah tau kan sekarang ghendis masih perawan
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
keknya bukan balas dendam deh Narendra sama ghendis tapi itu mah murni suka sama ghendis cuma pake topeng balas dendam aja padahal mah 🤭🤭🤭awiiieeeeww
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
kenapa harus marah liat ghendis sama laki laki lain kan g ada hubungan juga,,🤭🤭 alamat hukuman ghendis tambah panjang ini mah
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
cieee yg lagi nyaman memeluk seorang ghendis ,,awas ah nanti keterusan
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
wah bisa bahaya tu naya,pas datang telat tuannya lagi marah pula aduh apa yg akan terjadi sama Naya
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
waw kontrak 2M gimana ngitung nya tuh 🤭
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
hah ko bisa 🤔🤔🤔dari mana masuknya kek jelangkung aja 🤭
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
hadeuhh dasar buaya ada aja alasan untuk mengelak dari tuduhan 😔
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
sebenernya itu pertolongan dari othor untuk kamu supaya kamu terjaga keasliannya hingga othor datangkan langsung yg pantas oven buat sosisnya c heru😂🤣🤣🤣
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
duh itu ukuran sosisnya,bikin traveloka 🤭🤭🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
sehat sehat ibunya nayaka ....
dan semoga nayaka berbahagia dengan ...... tuan gapian . yesss 😍
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
semangat dan salut buat perempuan perempuan yang sedang berjuang dalam kerasnya hidup tanpa harus merendaahkan diri
ganbatte, nay 💪💪💪
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ehhh jangan salah, nay ....
di novel aja ada judulnya tuh
CINTA DAN DENDAM
atau
CINTA DI ANTARA DENDAM
atau
MENIKAH KARENA DENDAM

awalnya mah dendam, nay.... eehhhh ujung ujung nya duit ...ehhh salah 😅
ujung ujungnya cinta lahhh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ga ada yang ga mungkin dalam cinta , nay ....
kaya miskin
cantik jelek
....... bukanlah suatu patokan akan hadirnya cinta dan kemana cinta akan bermuara .

jadi .... jangan pesimis, nay ..... 💪😁
🤍: 😂😂🙈 walaupun terlambat datangna cinta ntuu akak sus 🏃🏃
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!