Sebelum membaca karya ini,Di mohon membaca terlebih dahulu BADGIRL MILIK KETOS.Agar pembaca tidak bingung dengan alur.
Haidar merasa bingung dan penasaran dengan identitas kedua orang tuanya,Satu demi satu kejanggalan terus ia temukan.Hingga ia mengetahui bahwa kedua orang tuanya sedang menyembunyikan sesuatu darinya dan juga kedua adiknya.Yaitu Briyan dan Amara.
Lalu,Bagaimana usaha Haidar mencari tahu identitas kedua orang tuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan masing-masing
"Hey,Kata mommy mengganggu seorang gadis itu bukanlah tindakan Gentleman."Briyan berkata dengan santai dari atas balkon.Para anak lelaki itu pun menatap kearah Briyan.
"Siapa kau?"Tanya salah satu anak lelaki itu.
"Bukan siapa-siapa,Tetapi suatu saat nanti,Namaku akan terkenal di kota ini."Ucap Briyan tersenyum.
"Narsis sekali kau,Kau pikir kau siapa!"Ucap salah satu dari anak lelaki itu,Ia terlihat berbeda dengan yang lainnya,Mungkin dari segi pakaiannya.
"Kau tau,Dia ini berasal dari keluarga terpandang di kota ini,Namanya Deon Ramon."Ucap salah satu temannya,Mengunggulkan bocah lelaki yang terlihat berbeda itu.
"Hmm...aku tidak tahu,Aku pendatang baru disini."Ucap Briyan.
"Kau pendatang baru tapi sudah sangat sombong,Sekarang ayo minta maaflah pada tuan muda Deon."Ucap anak lelaki lainnya.
"Tidak mau,Aku tidak salah."Ucap Briyan dengan santai.
"Hey,Dia berani kurang ajar padamu Deon."Ucap temannya yang lain.
"Biar kita beri dia pelajaran."Ucap Deon tak terima.
"Hey,Jangan menjahati seseorang,Kalian akan ditangkap polisi!"Teriak gadis kecil itu yang sedari tadi diam.
"Diam kau Laura,Sekarang aku tak tertarik padamu,Pergi sana."Usir Deon pada Laura,Gadis kecil itu.
"Kubilang jangan!Bukankah aku yang kalian cari!Mengapa dia yang kalian perhatikan!"Teriak Laura sambil menahan tangis.Walaupun ia takut,Ia tak bisa menumbalkan seseorang.
4 orang anak lelaki itu tak menggubris ucapan Laura,Justru keempatnya tetap fokus menatap Briyan yang hanya memasang wajah santai.
"Turun kau,Jika kau benar...laki-laki!"Teriak Deon dengan kesal.
"Siapa kau berani memerintah ku?"Tanya Briyan dengan tatapan elangnya,Nyali Deon menciut seketika.
"Hey!Dia itu tuan muda Deon,Keluarganya itu keluarga berpengaruh!Kau ingin seluruh keluargamu jadi pengemis!"Teriak salah satu teman Deon.
"Ooh...Aku jadi ingin bertemu dengan keluarganya."Ucap Briyan tersenyum simpul,menunjukkan taringnya yang seperti kucing.
"Sudahlah,Cukup basa basinya....kalian ingin pergi atau ku buat kalian tak bisa datang kesini lagi?"Tanya Briyan sambil bersilang tangan layaknya bos.
"Siapa takut,Kami punya tuan muda Deon!"Teriak salah satu dari empat anak lelaki tadi.
"Sudahlah...lain kali aku akan membuat perhitungan padamu,Awas saja kau!"Teriak Deon,Dan langsung berbalik arah.
"Loh,Tuan muda Deon!"Teriak temannya yang heran mengapa Deon langsung pergi begitu saja.
"Hmm...terima kasih telah menolongku."Ucap Laura dengan wajah memerah dan malu-malu kucing.
"Tidak masalah,Bolehkah aku tahu namamu...cantik?"Ucap Briyan tersenyum manis,Yang sukses membuat Laura salah tingkah.
"Namaku,Laura."Ucapnya memalingkan wajah,Wajah gadis itu terlihat merah seperti kepiting rebus.
"Hmm...Bisakah kita berteman mulai hari ini?"Tanya Briyan dari atas balkon.
"Bi...bisa,Si...siapa namamu?"Tanya Laura sambil menunduk malu,Laura merasa aneh,Padahal biasanya ia merasa biasa saja bila ada anak lelaki yang berbicara manis padanya,Tetapi anak lelaki kali ini sukses membuatnya Malu dan salah tingkah,Mungkin Karna anak lelaki dihadapannya cukup tampan dan keren.
"Briyan,Panggil aku Briyan..."Ucap Briyan tersenyum,Lagi-lagi itu sangat tampan menurut Laura.
"Ba-baiklah,Kalau begitu aku harus segera pulang."Ucap Laura dengan cepat dan langsung berlari dari sana.
"Huh!Akhirnya aku menemukan sesuatu untuk menemukan titik terangnya."Gumam Briyan dengan wajah serius.
...****************...
Haidar memijat pelipisnya beberapa kali,Clara...gadis itu terus mengikuti dirinya kemana pun pergi,Bahkan ke toilet pun gadis itu ikut menunggu di luar.
"Haidar,Tolong antar aku pulang sayang,Sopirku sepertinya lupa menjemput."Ucap Clara dengan manja di lengan Haidar sambil mengerucutkan bibirnya.
Clara tersenyum senang,Walaupun Haidar terus mengabaikannya,Tetapi pemuda itu tidak menolaknya,Itu artinya ia masih memiliki kesempatan.
Haidar segera menaiki sepeda miliknya,Tanpa izin Clara langsung duduk di bangku belakang sepeda itu,Haidar sama sekali tak berbicara apapun.Setelah itu,Haidar mulai mengayuh sepedanya meninggalkan sekolah.
"Jadi benar dia pacarnya Haidar?"Tanya seseorang dibalik tembok,Yang tak lain adalah para klub penggemar Haidar.
"Iyaa...hiks Haidar sendiri yang bilang kalo tuh cewek pacarnya."Tania menangis tersedu-sedu,Ia memang sudah menyukai Haidar sejak Haidar berada di bangku SMP.Pemuda itu memang dingin dan sedikit menonjol sejak kecil.
"Sabar kak,Kita pasti punya cara buat jauhi kak Haidar dari tuh cewek,Berani-Beraninya dia curi start kita,Padahal dia cuma anak baru."Ucap salah satu teman sekelas Haidar.
...****************...
Amara menatap Alex yang sedang sibuk melihat beberapa berkas,Yang entah apa isinya,Pemuda itu terlihat serius sekali berkutat di sana.
"Nanti sore,Kau ingin makan apa?"Tanya Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas dimeja.
"Apa saja."Jawab Amara.
"Baiklah,Besok aku akan mendaftarkan kamu ke sekolah,Sekolah yang dulu ditempati oleh ibumu."Ucap Alex menatap Amara.
"Sekolah mommy?"Bingung Amara.
"Yap,Bukannya itu tujuan kamu,Tenang aja kakak juga sekolah di dekat sana kok,Jadi kalo ada apa-apa,Kakak akan langsung Dateng."Ucap Alex tersenyum.
"Iya kak."Ucap Amara.
"Kau terlihat bosan,Apa kau ingin jalan-jalan?"Tanya Alex tersenyum ramah.
"Apa boleh?"Tanya Amara menatap jendela dengan binar.
"Kenapa gak boleh,Ayo siap-siap,Kita jalan-jalan juga belanja keperluan kamu."Ucap Alex tersenyum,Amara pun hanya mengangguk.
TBC
like dan komen.
Ditunggu up selanjutnya