NovelToon NovelToon
Pak Dosen Itu Suamiku

Pak Dosen Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Romansa / Tamat
Popularitas:165.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: teh ijo

Nada Irama gadis 19 tahun harus menikah dengan Arshaka Maulana, seorang Dosen di Universitasnya. Nada dan Shaka sudah di jodohkan oleh keluarganya sejak 3 tahun lalu Namun, karena saat itu Nada masih duduk di bangku SMA, maka pernikahan di undur dan akan dilakukan setelah Nada lulus dari bangku SMA.

"Pak Shaka mau ngapain?

"Mau tidur. Geser!"

"Enggak mau! Ini kamar aku!"

"Meksipun ini kamar kamu, tapi kamu istri aku. Jadi aku akan tidur disini."

Nada hampir lupa jika dia baru saja menikah dan ini adalah malam pertama tidur bersama dengan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 : Menguping

Othor puasa, jadi bab ini aman untuk dibaca 😄

Bu Maryam sangat berharap jika usaha tidak sia-sia. Dia sudah menggiring anak dan menantunya untuk masuk ke dalam kamar. Tanpa keduanya sadari jika ramuan yang sedang mereka minum adalah ramuan segar subur. Jadi tidak usah dipertanyakan bagaimana hasilnya, karena ramuan itu sudah rekomend untuk pasangan pengantin baru.

Bu Maryam tahu bagaimana hubungan antara Shaka dengan Nada yang anyep tanpa rasa. Semua itu berkat pengaduan Yusuf yang memang sengaja diutus untuk memata-matai perkembangan hubungan pengantin baru itu. Bahkan bisa dipastikan jika pengantin baru itu belum pernah melakukan malam pertama mereka. Jelas saja Bu Maryam merasa sangat geram. Bisa-bisanya menantunya yang cantik dianggurin begitu saja. Dan pada akhirnya Bu Maryam mencari cara agar malam pertama itu terpecahkan.

"Dasar, udah disuguhi makanan empuk masih aja di tolak. Dasar Shaka gemblung!" batin Maryam sambil menuruni anak tangga untuk menuju lantai bawah.

"Mbak ... gimana?" ibunya Yusuf segera mendekat pada Bu Maryam yang baru saja duduk di sofa.

"Mudah-mudahan langsung di unboxing. Shaka benar-benar ya! Kurang apa lagi coba, istrinya idah cantik, Sholehah lagi. Entah seperti apa yang dicari!" gerutu ibunya Shaka.

"Sabar Mbak. Mungkin Shaka malu untuk unboxing duluan. Maunya di unboxing kayak bapaknya." Ibu Yusuf malah tertawa karena teringat akan cerita sang kakak yang pernah bercerita jika Bapaknya Shaka juga berani untuk melakukan unboxing lebih dulu. Dan pada akhirnya ibunya Shaka lah yang meng-unboxing bapaknya Shaka.

"Huss ... jangan keras-keras! Nanti denger orangnya," balas ibunya Shaka dengan helaan nafas panjang.

Entah mengapa punya anak satu tetapi hampir semua sifat mewarisi sifat bapaknya. Coba saja mewarisi sifatnya mungkin Shaka menjadi pria yang humoris dan macho karena sat set sat set langsung ditembus.

*

*

Mata Nada terasa barat. Mungkin karena sudah waktunya tidur siang sehingga rasa kantuknya telah menyerang. Dan setelah sholat Dhuhur, Nada merasa ada yang aneh di dalam tubuhnya. Rasa panas dari dalam pun tiba-tiba datang. Karena sedang berada di kamar, Nada memutuskan untuk membuka hijabnya dan memakai tanktop.

Namun, Nada tidak menyadari jika sang suami sudah berada di dalam kamar sejak Nada sedang shalat tadi. Semua pergerakan Nada terus di pantau oleh suaminya, hingga pria itu menelan kasar salivanya saat melihat Nada melepaskan hijab dan gamisnya.

"Aaaaaaa.... " teriak Nada saat netranya melihat Shaka sudah duduk di sebuah sofa. Bahkan tanpa berkedip saat menatapnya. "Pak Shaka ngapain disini?" Nada segera menutupi tubuhnya dengan gamis yang sudah dilepasnya.

"Kamu sendiri ngapain siang-siang menggoda suami?"

"Hah? Menggoda? Pak Shaka kalau ngomong jangan sembarang! Aku tidak sedang menggoda bapak. Lagian aku juga nggak tahu kalau Pak Shaka ada di sini. Pak Shaka ngapain diam-diam disitu. Mau ngintipin aku ya!" tuduh Nada yang kini memilih untuk memakai gamisnya lagi.

"Ini kamarku. Untuk apa aku mengintipmu. Lagian gak ada yang perlu diintip. Kecil seperti itu!" cibir Shaka mengejek.

Nada langsung menutupi dadanya. Bagaimana bisa Shaka mengatakan kecil jika buah semangkanya saja berukuran 38. Mata Shaka mungkin sudah katarak karena mengatakan ukuran 38 itu kecil.

"Pak Shaka lihat dari mana sehingga bisa mengatakan ukuran 38 ini kecil. Ini sudah ukuran besar. Kayaknya Pak Shaka harus berobat ke dokter mata terlebih dahulu deh!"

Siapa yang manakah jika di luar kamar mereka telah ada dua orang yang sedang menguping apa yang telah terjadi. Terlebih saat mendengar teriakan Nada berapa menit yang lalu.

"Mbak, kira-kira mereka bahas apa ya? Kayaknya mereka belum pada intinya," bisik Ibunya Yusuf.

"Tapi kayaknya udah deh. Tadi kan Nada sempat teriak. Mungkin Shaka langsung to the poin. Sat sat sat set gitu," balas ibunya Shaka.

"Gak mungkin Mbak. Buktinya aja nggak ada suara yang aneh-aneh. Biasanya tuh ada suara kayak orang lagi buat adonan martabak. Lha ... ini sunyi. Dasar Shaka gemblung!" Ibunya Yusuf merasa kesal karena Shaka masih juga tidak bisa diandalkan.

Kedua wanita itu masih menempelkan telinganya di pintu berharap bisa mendengarkan sesuatu dari dalam kamar. Namun, sayangnya kedua orang itu harus terjungkal masuk ke dalam saat pintu kamar dibuka oleh Shaka.

Betapa terkejutnya dua orang wanita yang sedang menguping tiba-tiba ketahuan. Shaka langsung melipatkan tangan di depan dadanya seraya menatap dua orang itu dengan tatapan tajam.

"Ibu dan Bulik ngapain di depan kamar Shaka? Mau nguping? Ini masih siang!"

"Eh, kita berdua nggak nguping kok. Kita cuma penasaran mengapa Nada berteriak. Bulik pikir kamu melakukan kekerasan dalam kamar sehingga kami sangat khawatir akan hal itu. Iya kan Mbak?" sang adik meminta agar kakaknya mengiyakan apa yang telah diucapkan oleh sang adik.

"Ah, iya. Ibu takut kamu melakukan kekerasan kepada menantu ibu. Lagian mana ada siang-siang ngadon. Pikiran kamu tuh ya .... " timpal ibunya.

Nada hanya merasa canggung, terlebih saat ini dia tidak mengenakan hijab, serta resleting yang di baju belakangnya belum sempat naik semua. Dua orang yang melihat penampilan Nada yang sudah siap meng-unboxing pakainya saling melirik dan tersenyum kecil. Bahkan hanya dengan mengodekan mata, keduanya sudah paham dan memutuskan untuk keluar dari kamar itu.

"Ya udah, kalau ternyata kalian nggak lagi berantem. Ibu takut sekali kalau menantu ibu dibanding sama kamu!" ujar ibu Shaka.

"Ya udah, keluar aja yuk, Mbak!" ajak ibunya Yusuf.

Shaka hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat keanehan dua orang yang jelas-jelas sedang menguping di kamarnya. Entah apa yang ingin di dengarkan. Tidak mungkin juga siang-siang Shaka membaut adonan martabak. Mungkin dua orang wanita itu menyamakan Arshen dengan Kenza yang bisa ngadon di siang hari.

...~BERSMABUMG~...

1
Pujiastuti
karena lama ngak up sampai lupa gimana ceritanya kak sampai harus ngulang dulu sedikit buat mengingat alur ceritanya
euis tati herawati
lucu ceritanya... saya suka
Riffa
udah tamatkah ceritanta
Evi
knp Uda dikasi label tamat pdhl crta a blm selesai
G
thor gimana sih nih kelanjutannya?
tlg dilanjut deh thor soalnya penasaran kali nie
Haryati
othor...ni kok Yo gantung to......🥺
Haryati: sayangnya padahal bagus loh
total 2 replies
Fitri Z
mana lanjutnya
Reni Lestari
ini gimana lanjutan nya....🤔🤔
Srisumarni
bagus lanjut dong
Srisumarni
lanjut tor seru critanya
Ma Bungo
Lumayan
Russyulfi
Tetap semangat thor
MFay
yah kok gantung, sakit donk penasaran 😂
G
lanjutkan masak langsung tamat sih gk seru banget
Adreena
Yaolooo...Yaolooo singa betina...🤣
Adreena
Shaka itu dari awal sudah suka sama istrinya hanya dia gengsi...dr awal dia posesif kok diam²
Adreena
Wah unboxing nih
Adreena
Saudara jauh yg naksir saka lama...
Adreena
Jangan2 ucup Reiner...!!!
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!