NovelToon NovelToon
Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Chicklit / Tamat
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Amwa

Terlempar ke tahun dimana Fania bertemu kembali dengan Iwan, orang yang membuat dirinya harus balas berada di situasi yang paling dia benci namun Fania sangat berterima kasih bisa hidup walau dalam tubuh orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balas Dendam

" APA KAU TAHU AKU INI ADALAH.... " Eren kesal kekesalan nya pun membuat Al malah semakin menentang dirinya, dari dulu memang Al tidak pernah menganggap dirinya sebagai Nyonya di rumah ini, selalu membela wanita sialan itu.

" Adalah apa? Nyonya? " Al mundur dan mengatakan lagi lebih jelas siapa wanita yang selalu mengaku sebagai penguasa rumah ini padahal dia tidak memiliki hal atas apa pun apalagi rumah ini.

" Nyonya harus tahu satu hal. Nyonya Erna adalah perempuan perebut suami orang. " Erna sangat marah mengapa Al dan Rahma membuat dirinya ingin sekali menghabisi nyawa mereka sekarang juga.

" Tampaknya wanita ini sangat kesal padaku? Tidak apa lah orang apa dia kan bukan siapa siapa? Dan dia sok sokan berkuasa lagi tidak tahu diri. "

" Nyonya harusnya sadar akan posisi Nyonya Erna di sini... " Erna geram bahkan tangan nya pun segera menampar pipi Al namun Al bisa menepis tamparan itu.

" Tahu apa kamu, hah" Erna yang kesal karena tidak berhasil menampar Al pun menyerang Al lagi namun kali ini Al tidak melepaskan tangan Nyonya Erna eh bukan maksud nya Erna karena dia bukan Nyonya di rumah ini, wanita ini bukannya sadar diri malah tidak tahu diri jadi orang.

" Jangan marah Nyonya.. " Kali ini dengan nada yang mengejek, tangan Erna bahkan sampai tidak di lepas kan oleh Al.

"Saya dengar Nyonya Rahma itu jika sudah marah jangan kan Nyonya saya pun takut... " Al melepaskan tangan Erna dengan kasar hingga Erna memegangi tangan nya dengan erat.

" Dia hanyalah wanita lemah. " Baru saja ingin pergi dari ruangan yang kotor itu, kata kata Erna keluar lagi, tampaknya dia tidak percaya jika Non Rahma berbeda dari sebelumnya, lebih kejam dari biasanya tapi Al sangat senang karena Nona bisa melawan ketidak adilan di rumahnya sendiri.

" Lemah... " Suara itu terdengar lirih dari balik pintu yang tidak di kunci.

" Kamu bilang apa tadi? Aku lemah? " Rahma segera menarik lengan Eren dan memelintir nya dengan kasar.

Eren merasakan sakit di bagian tangan namun Rahma malah semakin keras saja.

" Aku bahkan bisa melenyapkan dirimu sekarang juga. " Rahma mendorong Eren hingga tubuhnya terhempas ke tumpukan kardus bekas.

" Kamu tahu ini apa?" Rahma menunjukkan apa yang dia bawa memang kecil tapi akan bisa membuat wajah cantik Eren jelek.

Eren terdiam manakala melihat apa yang Rahma bawa.

"Apakah dia ingin mengancam diriku? Apa yang ingin dia lakukan dengan pisau yang ada di tangan nya? Apa dia ingin membunuh ku? " Eren ketakutan sendiri tapi tidak ada yang bisa menolong dirinya apalagi kekasih nya saja bahkan tidak bisa melakukan apa pun lagi. Apakah dia harus mati di tangan Rahma?

" Mau apa kamu?" Eren ketakutan manakala Rahma semakin mendekati dirinya, dia tidak ingin mati. Masih banyak hal yang belum dia lakukan, hah seharusnya sebelum keberanian Rahma datang seharusnya Erna membunuh orang ini dari lama.

" Hanya bermain-main. " Rahma memainkan pisau kecil yang ada di tangan nya. Rahma tersenyum ketika Eren ketakutan.

" Jangan mendekat... " pinta Eren seraya berteriak. Namun siapa yang akan menolong dirinya ketika ada seorang pria juga malah memihak pada Rahma dan bukan memihak padanya.

" Kenapa?" Masih bermain main dengan pisau kecil yang ada di tangannya, rasanya keringat sudah bercucuran keluar namun Rahma masih saja enggan untuk menaruh pisau itu.

"AKU BILANG JANGAN MENDEKATI!! " Eren sangat ketakutan hingga wajahnya pun menjadi sangat pucat, padahal Rahma hanya bermain main dan rupanya Eren ketahuan setengah mati.

Eren terdiam apakah Rahma ingin balas dendam setelah apa yang dia lakukan bersama dengan Iwan, sudah hampir membunuh dirinya pasti Rahma ingin membalas dendam atas perbuatan dirinya.

Erna tidak bisa menghindar mana kala pisau itu sudah menempel di pipi kanannya. Siap tak siap apa pun yang terjadi dia harus menghadapi nya namun kali ini mengapa bahkan Erna tidak bisa melawan?

" Mengapa kamu sangat ketakutan?" Pisau itu sudah bermain di area pipi, wajah Rahma memperlihatkan kejahatan yang sebenarnya padahal dulu dia sangatlah manis dan tidak bisa melihat orang lain di sakiti namun kali ini dia ingin menyakiti Eren.

" Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Eren dengan nada gemetaran. Eren tidak siap untuk mati sekarang. Dia juga masih menginginkan hidup. Tapi Rahma tidak membiarkan dirinya.

" Tidak, hanya saja aku melakukan apa yang dulu pernah kamu lakukan? Bagaimana apakah kamu takut juga...? " Bola mata Eren membuat bahkan mengingat dulu menang dia pernah mengancam Rahma seperti ini juga dan dia juga membuat pipi Rahma tergores pisau.

" Lihatlah... " Kali ini pisau di mainkan di pipi Rahma sendiri, memperlihatkan ada bekas luka sayatan yang masih tampak jelas.

" Bukankah ini perbuatan mu?" Tanya Rahma dengan nada geramnya bahkan Eren hanya bisa mengangguk dan air matanya pun jatuh berlinangan.

" Menurut mu? Bagaimana jika wajah cantik mu tergores pisau, tidak akan sakit kok hanya mengeluarkan darah segar saja. " Eren ketakutan. Keringan dingin dia lemas tidak ada yang menolong nya.

Rahma bermain main dengan pisau miliknya, sekarang Rahma bermain di pipi Eren lagi. " Eren pasrah rupanya benar apa yang dikatakan Al. Rupanya Rahma sangatlah menakutkan tidak seperti apa yang selama ini di bayangkan, sosok gadis yang bisa di taklukkan tapi nyatanya Erna yang ketakutan dan bahkan pasrah jika pisau itu menggores pipinya.

Aku kira Rahma adakah gadis yang bisa di bodohi, namun nyata nya salah, dia adalah gadis kejam. Sekali aku salah langkah aku bisa mati di tangannya.

"Jika kamu berani macam macam pa da ku lagi.... " Sambil memainkan pisaunya. Dan Eren hanya bisa menutup matanya karena takut.

" Dan aku pun tidak segan segan melenyapkan mu dan akan aku jadikan kamu korban selanjutnya. "Mata Eren membulat mendengar ancaman yang tidak terduga itu ingin tidak percaya tapi masalahnya bahkan Rahma bisa mengancamnya dan mana tahun dia bisa melakukan hal yang lebih parah lagi.

Eren baru paham, rupanya ini alasan Rahma susah untuk di bunuh? Karena pada dasarnya dia lah pembunuh yang sebenarnya??

" Mengerti!!! APA KAMU MENGERTI?? " Tidak ada jawaban dari Eren dia mengangguk saja karena suaranya sudah menghilang karena rasa takutnya pada Rahma.

" Mengapa diam! Jawab!! " Teriak Rahma begitu keras hingga Erna sampai memalingkan wajahnya karena takut.

" Iya.. " Eren menjawab dengan keraguan namun setidaknya bisa menjauhkan diri dari wanita ganas yang ingin darah.

" Bagus...!" Rahma menepuk pipi Eren sebagai tanda jika dia tidak jadi berbuat hal yang macam macam.

Al terdiam dari tadi, rupanya Non Rahma sangat kejam. Dan mengapa. Al menjadi takut ya? Padahal dulu Non Rahma tidak memiliki jiwa pemberani seperti ini loh.

Pisau di berikan pada Al yang bagus hanya melihat saja karena dia tidak boleh ikut campur dalam masalah wanita.

Aku bahkan tidak percaya jika itu adalah Non Rahma, mengapa perilaku nya menjadi kejam ya? Tapi tidak apa lah yang terpenting adalah Nona tidak akan di sakiti lagi oleh kedua orang jahanam ini, dan aku akhirnya lega tampaknya Nona lebih percaya apa yang aku katakan. Dan mengapa Nona tidak bertindak seperti ini dari dulu agar Nona tidak di injak injak dan tidak akan memperoleh penyiksaan dari Tuan. Hah tapi kasihan juga sih Nyonya eh mengapa aku jadi kasihan sih.

1
tenny
semangat Thor, wajar KL ada pembaca yg pro dan kontra
tenny
bahasanya thor lebih diperbaiki supaya lebih enak dibacanya
Marselina Bulfena
nggak nyambung cerita mutar ajah
Ambar
sabar... enggak boleh marah marah 😄
nadira ST
sumpah pengen ak pites kamu al dbilangin gak percaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!