"Kamu tahu, terkadang waktu yang singkat memiliki kenangan yang hebat."
Gadis cantik dengan bulu mata lentik itu tersenyum kecut tanpa menatap lawan bicaranya. Ia sudah lelah menggantungkan harapan pada pria yang selalu mengumbar kata sayang, namun sikap dan usahanya tak menunjukkan hal demikian.
"Maafkan aku, kutahu ini sakit bagimu. Tapi ini juga sulit untukku," lirih Joe sungguh-sungguh.
Bagaimana bisa pria itu menahan seseorang, ketika ia masih mengharapkan cinta dari yang lainnya. Dia tak ingin melepas salah satunya. Dan Shena tau itu. Tapi bodohnya, Shena tak kuasa untuk mundur sebab rasa cintanya sudah terlanjur dalam.
"Bersamamu aku sakit, tapi jika tidak denganmu aku hancur."
Ini kisah Shena Morghia yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, Joe Mafarulls. Seorang pria dewasa dengan kisah hidupnya yang rumit. Trauma akibat ditinggalkan kekasihnya di masa lalu, membuat Joe kesusahan membuka diri pada orang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 - Mereka Orang Yang Sama, Atau ...
Perempuan dan laki-laki tidak akan pernah bisa berteman. Kecuali, mereka masing-masing sudah memiliki pasangan atau pun seseorang yang disukai. Itu pun hanya sekian persen saja. Ya, tentunya ada sedikit perasaan di antara mereka tidak bisa dipungkiri. Entah itu di masa lalu, atau getaran sesaat karena sering menghabiskan waktu bersama.
Pure berteman? Huhh! Omong kosong!.
Dibantu oleh temannya yang bernama Kriss, Zoe semakin gencar mendekati Franda. Laki-laki itu bahkan sudah tak lagi berusaha mencari keberadaan sahabatnya. Bukannya ia lupa, atau pun tidak ingin melakukannya, hanya saja ia merasa itu sudah tidak perlu dilakukan. Mungkin memang ini yang terbaik untuk saat ini, membiarkan gadis itu tenang tanpa gangguan dari dirinya.
Jika ditanya rindu, sejujurnya Zoe sudah teramat rindu. Tak pernah sehari pun tanpa kabar dan bertemu dengan Shena sebelumnya. Lalu hampir dua minggu ini mereka sudah melewati jarak yang cukup menyadarkannya. Bahwa menjauh, ternyata bukanlah perkara yang sulit dilakukan. Semua bisa terjadi, meski jauh di dalam lubuk hatinya. Zoe merasa kehilangan.
Akan tetapi, ia tak merasa kesepian. Sebab pria itu telah menemukan mainan dan tantangan yang baru. Apalagi kalau bukan penasaran terhadap sosok Franda Zylgwen? Pria itu ingin mengembalikan nama baiknya sebagai playboy profesional yang selalu sukses meluluhkan mangsanya.
Menjadi playboy juga bukan hal yang mudah dilakukan sebenarnya, karena peka saja tidak cukup, Zoe harus menjadi peramal dadakan agar lawannya semakin terperangkap dan takjub terhadapnya.
Informasi yang ia dapatkan mengenai Franda ini tidaklah banyak. Jelas saja, Franda Zylgwen bukanlah gadis mungil sembarangan. Selain memang tidak pernah ada riwayat dekat dengan lelaki mana pun khususnya dalam hubungan spesial, Franda juga memiliki kepribadian yang tegas, namun pengertian.
Franda ialah wanita yang perfeksionis, dan berharap semua orang harus memahami apa yang ia inginkan, tapi gadis itu tidak masuk dalam kategori 'egois'. Jika ada bawahannya yang tidak paham, ia akan menjelaskannya secara perlahan serta mengarahkannya hingga orang tersebut benar-benar mengerti maksud yang diinginkannya hingga tercapai.
Gadis itu memiliki jiwa leadership yang memukau, oleh karena itu Franda dipercaya menduduki jabatan sebagai Direktur Utama di perusahaan sebesar MK Company.
"Cantik banget, ya. Mantanmu itu, Zoe," celetuk Kriss tiba-tiba. Pria itu mencondongkan sedikit tubuhnya melihat potret seorang gadis yang sedang ditatap Zoe di layar ponselnya.
Dahi Zoe berkerut, ia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Kriss. Siapa katanya? Mantan kekasihnya? Apa Kriss sudah buta? Jelas-jelas ini adalah Franda.
"Kok mantanku sih, ini Franda, Sialan!" desis Zoe menjaga nada suaranya. Lantaran saat ini ia sudah duduk di meja bundar, tempat acara pelelangan terlaksana. Sebelumnya, ia mencoba mendatangi acara pameran namun gadis yang dicarinya tak ada di sana.
Kali ini ia beruntung, sebab Franda dijadwalkan menghadiri acara pelelangan yang hasilnya akan disumbangkan kepada Badan Amal.
"Lho! Itu Franda, kukira perempuan yang dulu itu. Kalau dari samping sini, mirip banget, Zoe. Mereka berdua kayak orang yang sama, atau ...."
"Stop bangshat!! Gak usah ngawur ngomongnya! Ini Franda, bukan dia!" sanggah Zoe cepat. Entah kenapa pria itu itu tiba-tiba saja emosi, terlihat dari napasnya yang memberat serta dadanya yang naik turun.
Sementara Kriss terdiam di tempatnya. Ia tak menyangka akan reaksi Zoe yang menurutnya berlebihan. Apa ini? Ia merasakan sesuatu hal yang lain dari situasi ini. Tapi entah.
Kriss adalah salah satu orang yang mengetahui bagaimana kisah percintaan Zoe Mafarulls dahulu. Mulai dari pertemuan pertama Zoe dengan perempuan itu, hingga Zoe benar-benar terpaut hanya dalam waktu singkat. Namun setelah seluruh perasaan pria itu tercurah sedemikian rupa, wanita itu diam-diam pergi tanpa kata.
Kriss menyaksikan bagaimana hancurnya Zoe saat itu, terlebih saat pria itu mengetahui bahwa ada janin yang sedang tumbuh di rahim wanita yang dicintainya. Namun menurut kabar, si wanita pergi meninggalkan Zoe bukan hanya karena lebih memilih pria lain. Tapi juga karena anak yang ada di dalam kandungannya bukanlah darah daging Zoe.
Dalam waktu kurang dari 3 bulan itu, Zoe mengira dunia sudah di tangannya. Memiliki wanita yang sangat ia cintai, serta calon buah hati. Tetapi kenyataan seolah mempermainkannya, terlalu pahit dan mengerikan untuk pria itu cerna. Merasa dikhianati, sekaligus tertipu dalam waktu bersamaan.
Tak banyak orang yang mengetahui kisah nahas yang super singkat tersebut, termasuk kedua orang tua Zoe. Hanya Kriss, dan mungkin Shena yang hanya mengetahui secuil kebenerannya saja.
...*...
...*...
"Hai, kita ketemu lagi," seru Zoe riang gembira saat tak sengaja bertemu dengan Franda di lorong menuju toilet.
Pria itu merasa keberuntungan sedang di pihaknya, sebab tadi ia tiba-tiba saja harus keluar dari ruangan sebelum 25menit acara dimulai. Ia melihat mangsanya yang berjalan menuju tempat ini, kemudian menyusulnya. Bagi Zoe, seorang playboy harus mengambil segala kesempatan yang ada di depan mata. Atau bahkan menciptakan kesempatan sekali pun. Semua harus dilakukannya.
"Apa Anda masih ingin dibanting oleh saya? Pergilah! Saya enggan berurusan dengan Anda, terlebih di acara seperti ini. Saya gak mau ada keributan!" ujar Franda ketus.
Zoe segera mengibaskan tangannya, bibirnya berkedut membentuk senyuman.
"Enggak, aku gak lagi cari ribut. Yang kemarin aja nyaris patah tulang, masih untung lho aku gak masuk UGD," sahut Zoe menggebu-gebu.
Franda berdecih. Namun ia terlihat menahan senyum, tetapi sayangnya Zoe tidak menyadari itu.
Gadis itu tak lagi menyahuti, ia melanjutkan langkahnya meninggalkan lorong toilet menuju ruangan pelelangan. Franda memang datang terlambat, karena memiliki urusan pekerjaan sebelum datang ke acara yang dipenuhi para pebisnis ini.
"Tunggu!" seru Zoe dari belakang Franda.
Franda menoleh, seraya mengerutkan kening. Baru saja ia ingin mengajukan pertanyaan 'ada apa lagi?' tetapi Zoe lebih dulu bersuara.
"Apa kamu punya kembaran? Maksudku ... mungkin saudara perempuan? Kakak, atau adik?" tanya Zoe dengan nada suara yang lebih sopan.
Frnada semakin tak mengerti. Terlihat dari wajahnya yang kebingungan dengan pertanyaan yang dilontarkan pria aneh ini. Apa lagi ini? Apa ini cara baru pria itu untuk mendekatinya?.
"Apa ini cara terakhir Anda untuk mengganggu saya?" tanya Franda datar.
Seketika Zoe tersadar. Ah, apa yang sudah dikatakannya? Mengapa tiba-tiba ia teringat perkataan Kriss dan tak tahan ingin mempertanyakan hal tersebut hingga keluar begitu saja dari mulutnya.
Ia tak ingin Franda semakin menolaknya, maka dari itu Zoe harus menyudahi pembicaraan ini.
"Enggak, lupakan!" seru Zoe mengukir senyum yang dipaksakan.
"Tidak jelas!" cetus Franda lalu memutar tubuhnya.
Zoe memundurkan langkahnya. Ia menyandarkan punggungnya ke tembok lantaran tiba-tiba saja tubunya melemas.
Selalu saja begini!.
Ia tak menyangka, tenyata perempuan itu masih saja bisa mengusik pikirannya. Zoe kira ia sudah melupakan segalanya, namun sepertinya ia salah. Dia ... masih saja ada di sana, menempati sudut ruangan di hati Zoe yang paling dalam.
"Arghh! Sial!!" umpatnya dengan napas yang terputus-putus.
"Aku butuh kamu, Na"
saking dalamnya dia menoreh kan luka di hatimu /Grievance/
makanya jangan nyepelein wanita klo lagi cemburu 🤣🤣🤣🤣
keren nih cowok kere 🤣🤣🤣
weh orang mah bawa ke hotel ini di mobil 🤣🤣🤣🤣
kamu lupa klo shena yg skrg bukan Shena yg dlu lagi yg bisa kamu permainkan, ya wlopun perasaan kamu ke Shena skrg emg sungguhan.tapi buat Shena susah buat percaya lagi sama kamu zoe.dan kita liat sejauh mana perjuangan kamu buat dapetin lagi hati Shena.
hadeuh ko tamat sih teh 🙄
lanjut ke part 2 ya🙄🤔
kuy lah mrapat ke part 2 nya 🤣🏃🏃🏃
it's too late Zoe!!
eh bner teu sih bhsa inggris na🙄 sieun salahan ke gagal keren atuh 🤭🤣🤣🤣🤣
maklum sarapan na sampeu teh Anna lain roti lapis kotak"..🤣🤣🤣
Harry klo Shena ga maw sama kamu ,yuk maen sini yuk ke krawang aku ikhlas ry jadi tempat mu bersandar apalagi jdi tmen bobo kamu ry,ikhlas bgt aku 😳😳😳🤭🤭🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃
paksu ga baca novel ini kan 👀👀
🤣🤣🤣🏃🏃🏃