NovelToon NovelToon
Pelangi Setelah Badai

Pelangi Setelah Badai

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:210.5k
Nilai: 5
Nama Author: syitahfadilah

Bagi Pelangi, Devano adalah sosok pria yang sempurna. Penyayang, lembut dan sangat perhatian. Bersama Devano, Pelangi mendapatkan kebahagiaan yang selama ini tak pernah didapatkannya.

Namun, kenyataan pahit menghantam Pelangi ketika akan memberitahu Devano tentang kehamilannya, saat itu juga Pelangi mengetahui pengkhianatan Devano bersama Silvi yang Pelan tahu adalah sepupu sekaligus sekretaris Devano sendiri. Tak hanya itu, seluruh harta Pelangi telah berpindah tangan pada Devano. Dalam keadaan yang begitu terpuruk, Pelangi mengalami kecelakaan yang mempertemukan nya dengan Gerald, laki-laki yang memiliki nasib sama dengannya mengalami pengkhianatan dalam cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21. KANGEN

Hari pernikahan Gerald dan Pelangi sudah di tentukan akan dilangsungkan dalam waktu sebulan mendatang. Tentu ini sangat lama menurut Gerald, namun ia tidak bisa berbuat apa pun selain menuruti orang tuanya dari pada tidak menikah.

Sampai menjelang hari pernikahan pun, Gerald dan Pelangi sudah tidak di perbolehkan untuk bertemu, membuat Gerald benar-benar tampak frustasi menahan rindu.

"Aku ngapain ya hari ini," gumamnya. "Ke kantor malas ah lagian gak ada kerjaan penting juga."

Andai saja tidak berdosa jika memaki orangtua, Gerald mungkin sudah memaki calon mama dan papa nya itu yang sudah memberinya larangan bertemu Pelangi seperti ini, dan yang lebih menjengkelkan calon istri nya itu malah menyetujuinya.

"Awas aja ya nanti kalau udah ketemu, bakal Aku kasih pelajaran habis-habisan, lagian ngapain juga sih pake acara setuju sama saran Mama dan Papa. Kamu gak tau aja, Aku tuh gak bisa sehari aja gak ketemu kamu, apalagi gak makan masakan kamu." Di dalam kamarnya Gerald duduk di sofa nampak tak nyaman, bahkan entah sudah berapa kali ia berpindah duduk mencari tempat yang nyaman namun hasil nya sama saja.

"Ya udah lah, mending Aku ke kantor aja selesaikan semua pekerjaan aku. Kan setelah menikah nanti aku akan cuti dan pergi bulan madu sama Pelangi." Gerald terkekeh geli membayangkan hal itu. Laki-laki itu bersenandung ria sambil mengganti pakaiannya.

Setelah rapi Gerald pun berangkat ke kantor dengan begitu semangat nya. Namun, sesampainya di kantor ia justru menjadi tidak fokus. Alhasil tak satupun pekerjaan yang ia selesaikan, dan akhirnya memutuskan untuk pulang saja ke rumah. Beristirahat sambil melakukan video call dengan calon istrinya itu mungkin akan sedikit mengurangi rasa lelahnya juga rasa rindu yang menggebu walaupun baru beberapa hari yang lalu mereka bertemu.

Sesampainya di rumah, Gerald melangkah dengan pelan memasuki rumah sembari menggantungkan jas nya di pundak.

Saat melewati ruang tamu, ternyata mama dan papa nya sedang berada di sana, namun Gerald merasa begitu enggan untuk ikut berkumpul dan lebih memilih untuk ke kamarnya sendiri.

"Kenapa tuh kok kelihatannya gak bersemangat gitu?" Ujar mama yang memperhatikan putra nya itu.

"Pasti lagi galau karena beberapa hari gak akan ketemu sang pujaan hati." Ucar papa dengan mengeraskan suaranya agar Gerald mendengarkan.

Namun Gerald terus melangkah menuju kamarnya tanpa memperdulikan ucapan mama dan papa yang ia tau sedang mengejek dirinya.

"Ah, bisa gila Aku kalau kayak gini! Oh ayolah Gerald tahan dua sebulan lagi, semangat!" Gumamnya sembari menyemangati dirinya sendiri.

Sesampainya di kamar, Gerald langsung menghubungi Pelangi dengan sambungan video call tanpa membuka sepatu dan mengganti pakaiannya terlebih dahulu.

"Kangen," kalimat pertama yang diucapkan Gerald saat wajah calon istri nya sudah terlihat di layar ponselnya.

"Modus aja, baru juga beberapa hari yang lalu ketemu." Dengus Pelangi.

Namun, dalam hati Pelangi tersenyum, beginikah sesungguhnya cinta? Akan membuat orang yang terlihat tegas sekalipun akan bertingkah seperti anak kecil jika sedang jatuh cinta. Bahkan mengalahkan manjanya seorang anak kecil.

Dan itulah yang terjadi pada Gerald saat ini, sosok yang terkenal tegas itu kini berubah kekanak-kanakan jika berhadapan dengan seorang Pelangi Atmaja.

"Emangnya kamu gak kangen apa sama Aku, huh?" Gerald sampai tak berkedip saat Pelangi mengerucut bibirnya sembari menggeleng pelan.

"Enggak sama sekali." Kata Naura, lalu terkekeh.

"Ah, gak asyik nih, masa cuma Aku aja yang kangen." Dengus Gerald.

"Ya resiko Kamu sendiri, siapa suruh pake acara kangen padahal baru juga beberapa hari yang lalu ketemu, lebay!" ucap Pelangi diiringi dengan senyuman nya.

Melihat senyum Pelangi sejenak hati Gerald menghangat, inilah yang dia rindukan bila tak bertemu dengan calon istri nya itu, namun untuk satu bulan ke depan dirinya harus menahan untuk tak melihat secara langsung senyum yang mampu memporak-porandakan hatinya.

"Gerald, coba arahin kameranya ke ke bawah," perintah Naura sesaat dia menyadari akan kebiasaan calon suaminya ini.

"Ke bawah mana?" Tanya Gerald dengan bingung.

"Ke bawah kaki." Ujar Pelangi.

Gerald pun mengarahkan ponselnya ke arah kakinya.

"Tuh kan, kebiasaan sepatu nya aja belum di buka, baju juga belum ganti langsung mainan handphone aja. Sekarang cepetan Kamu buka sepatunya dulu terus ganti baju biar enakan dilihatnya."

"Ya udah bentar ya," Gerald pun meletakkan ponselnya di atas nakas dengan posisi tegak dan kamera yang mengarah padanya, sehingga di sana Pelangi bisa melihat Gerald sedang membuka sepatunya.

"Gerald... " Pekik Pelangi saat Gerald mulai membuka kancing kemejanya.

Dengan cepat Gerald berlari ke arah ponselnya mendengar teriakan Pelangi, dalam keadaan dadanya sudah terekspos setengahnya dan tanpa ia sadari itulah yang membuat Pelangi berteriak.

"Pelangi kamu dimana?" Tanya Gerald dengan khawatir tak melihat Pelangi di layar ponselnya.

"Gerald, video call nya udahan dulu ya, Kamu selesaikan aja dulu ganti bajunya." Terdengar suara Pelangi namun tak nampak orangnya.

Pelangi pun mematikan sambungan video call itu secara sepihak membuat Gerald mendengus kesal.

"Kamu benar-benar menguji kesabaranku Pelangi, lihat aja nanti tak akan kuberi ampun." Gerald terkekeh membayangkan dirinya memberi hukuman pada Pelangi dengan caranya sendiri.

"Huh, jadi udah gak sabar nungguin satu bulan lagi." Gumamnya sambil senyum-senyum sendiri.

1
Surati
bagus ceritanya
Dewa Nara
makanya jangan terlalu percaya sama laki2
Nurlaila Hasan
suka
Nurlaila Hasan
kl penyesalan memang di akhir dev,, kl d awal namanya pendaftaran wk.wk.wk.wk.
Athallah Linggar
Maaf thor yg aku pelajari ejaan sekertaris itu salah,yg benar sekretaris. Maaf bkn mksd mengurui yaa
Hamliah Lia
terimakasih Kaka
tuti sriyono
Luar biasa
Jetva
haedeeech...Danar lagi...😊
Jetva
koq Danar sih Thor...??
Jetva
Luar biasa
Jetva
DEVI FOR DEVANO...DEVANO FOR DEVI❤❤jodoh tak akan k mana..
Isna mansur
keren...keren bgt ceritanya thor../Good//Good//Good/
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali 👍👍
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Nurlinda: Aaamiiin, terima kasih kk. 🙏🤗 Kalau berkenan mampir juga di karya baru author, MENJADI IBU UNTUK KEPONAKANKU. 🤭
total 1 replies
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga....
Yunerty Blessa
Pelangi pasti hamil.....
apakah Devano nak melamar Devi....
Yunerty Blessa
beruntung Pelangi mendapat kan Gerald....moga bahagia selalu
Yunerty Blessa
Devi jodoh buat Devano
Yunerty Blessa
marah macam mana sekalipun... fikirkan dengan baik apa lagi berkendara di jalan raya....kalau sudah begini....kau juga yang susah..
Yunerty Blessa
semoga ini jodoh yang terbaik buat Devano..
Yunerty Blessa
bagus lah kalau kau sudah sedar Devano...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!