Irina, gadis cantik yang hidup di panti asuhan.
Ia tidak tahu siapa orang tua kandungnya. Terkadang Irina selalu berpikir, apakah ia anak yang tidak di inginkan sehingga ia di buang begitu saja ke panti ini? Namun, setelah Irina beranjak remaja, ia mengenyahkan pikiran itu. Yang ada di pikirannya saat ini adalah membantu ibu panti mencari uang, untuk kehidupan anak-anak panti lainnya.
Dan sekarang Irina sudah menjadi penulis novel, banyak Novel-novel yang telah ia terbitkan. Hari itu Irina akan memberikan naskah Novelnya ke tempat orang yang meminang ceritanya. Namun ketika menyebrang ia malah tertabrak oleh sebuah motor yang sedang melaju kencang ke arah nya.
Irina pikir ia mungkin sudah pergi ke surga tau pun neraka. Namun, ia malah terbangun dengan tubuh yang menjadi kecil. Ia jadi bayi lagi!
Dan yang paling mengejutkan adalah ia hidup kembali bukan di zaman nya tapi malah di zaman kuno atau dunia lain?
__________________❖_________________
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cusipa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Posisi akhir
Hari ini, Du Shi mengajak si kembar untuk kembali belajar qinggong. Sedangkan Jun Tian, telah di perintahkan untuk membantu para prajurit dalam berburu.
"Guru, mengapa Gēgē tidak di ajak?" Tanya Yun Lian, ditengah perjalan mereka.
"Karena Jun Tian sudah menguasainya." Jawab Du Shi dengan singkat.
Ketika mereka telah sampai di tengah hutan, Du Shi meraba cincin perak yang di pakainya. Tak lama, seekor serigala berbulu perak muncul.
Yun Lian yang tepat berada di sampin kiri Du Shi terjengkit kaget ketika seekor serigala besar muncul begitu saja dari udara kosong.
Yun Ling yang juga berdiri di dekat Yun Lian mengerjakan matanya, menatap tidak percaya pada binatang berbulu besar yang kini berdiri di depan mereka.
Hanya Yun Li yang terlihat antusias atas kehadiran hewan besar itu.
"Nah, perkenalkan. Dia adalah Lang Juo, hewan kontrak milik Guru." Ujar Du Shi sambil menunjuk serigala besar yang tengah mengusakkan kepalanya ke kaki Du Shi.
"Lang Juo, hari ini kau akan bermain dengan tiga murid baruku ini. Permainan hari ini adalah, pengejaran."
Tepat setelah Du Shi berucap, Lang Juo berlari ke arah ketiganya dengan langkah cepat.
"Siapa saja yang tertangkap lebih dulu, dia Yang akan mendapatkan nilai paling rendah." Teriak Du Shi, menjauh dari mereka.
"Apa?!" Yun Ling mematung, walau hanya sesaat. Karena waktu berikutnya, ia segera berlari dari kejaran Lang Juo.
"Pelajaran hari ini adalah, kalian harus bisa menggunakan qinggong kalian supaya tidak tertangkap oleh Lang Juo." Ujar Du Shi dari kejauhan, namun masih dapat di dengar oleh ketiga saudari itu.
Yun Li segera menaiki satu pohon besar agar terhindar dari Lang Juo. Namun, yang mengejutkan adalah, Lang Juo dapat naik ke pohon yang ada di sebelahnya dengan lancar.
"Jangan mengira dengan kalian berada di tempat tinggi, Lang Juo-ku tak akan dapat mengejar. Lang Juo adalah serigala spiritual dengan tingkat tinggi, hal kecil seperti memanjat, sangat mudah untuk di lakukan."
Yun Li tidak memperdulikan ucapan gurunya, dia dengan cepat berpindah ke dahan pohon lain yang jaraknya cukup jauh dengan pohon tadi.
Du Shi cukup terkejut dengan refleks Yun Li. Tapi tak lama kemudian, dia tersenyum, merasa bangga.
"Putri pertama sepertinya akan mengikuti jejak Kakak laki-lakinya." Gumam Du Shi, sambil terus mengamati si kembar.
Sedangkan di sisi lain, Yun Ling yang kni tidak di targetkan oleh Lang Juo, tengah menyibukkan dirinya dengan mencoba qinggong-nya.
Kemarin, Yun Ling hanya bisa melompat sampai jarak dua meter lebih. Kali ini, dirinya ingin mencoba agar bisa lebih jauh.
"Kalau tidak salah, Gēgē bisa melakukannya sampai jarak sepuluh meter." Gumam Yun Ling.
"Guru bilang, Gēgē termasuk ke dalam murid paling berbakat di antara teman-teman sebayanya. Kalau begitu, aku juga harus berusaha. Jika Gēgē bisa, aku juga pasti bisa." Sambungnya, menyemangati dirinya sendiri.
Yun Ling mengambil nafas dalam-dalam, menguatkan otot kakinya, lalu memusatkan sejumlah aliran qi spiritual pada Meridian di kakinya.
Wush
Untuk ke sekian kalinya, Yun Ling terus mencoba melompat lebih jauh dari sebelumnya. Dan ketika lompatannya mencapai tiga meter, dia bersorak gembira.
"Hore!"
Namun, kebahagian itu hanya sekejap. Karena detik berikutnya, Yun Li melewati dirinya dengan berlari, dengan jarak lompatan kurang lebih empat setengah meter.
"Hei, ini curang. Bagaimana JiěJiě bisa memiliki lompatan lebih jauh daripada aku." Gerutu Yun Ling.
Karena terluadik menggerutu, Yun Ling tidak menyadari sesosok serigala besar di elakang tubuhnya. Dan ketika Yun Ling merasa tubuhnya melayang ke udara, dia berteriak kencang.
"Aaaa... Apa yang terjadi?"
Matanya mengerjap, ketika dirinya kini sudah duduk di atas punggung Lang Juo, hewan kontrak Du Shi.
Tak lama, Du Shi menghampiri Yun Ling. Dia berkata, "Kamu adalah orang pertama yang di tangkap Lang Juo. Itu berarti, di tes ini, kamu berada di posisi akhir."
Seketika Yun Ling cemberut, merasa tidak terima. Karena dirinya harus berada di posisi terakhir dalam tes kali ini.
Tuk tuk tuk
Yun Ling pergi meninggalkan Du Shi dan Lang Juo sambil menghentak-hentakkan kakinya. Sepanjang jalan, Yun Ling terus mendumel tidak jelas. Karena Du Shi harus mengawasi dua saudara Yun Ling yang lainnya, jadi pria itu tidak menyadari, kalau Yun Ling kini sudah berjalan jauh entah kemana.
Karena Yun Ling berjalan anla memperhatikan sekitar, dia cukup terkejut ketika mendengar suara gemuruh air, seperti suara air terjun.
Karena Yun Ling memiliki rasa penasaran tinggi, bukannya takut karena sudah pergi jauh dari jangkauan gurunya, Du Shi. Yun Ling kini malah semakin melangkah, mendekati asal suara tersebut.
"Wuah..."
Yun Ling menatap takjub pada air terjun di hadapannya. Saking tingginya, Yun Ling sampai bisa minat pelangi kecil di atas sana.
Semakin Yun Ling dekat dengan sungai, dirinya semakin merasa takjub. Air ini sangat bening, sampai-sampai air yang ada di sungai terlihat bewarna biru.
"Sepertinya kekalahan ku ini hari ini tidak ada artinya di bandingkan dengan aku bisa menemukan tempat ini." Gumam Yun Ling.
Yun Ling berjongkok di pinggir sungai, tangannya terulur untuk menyentuh air sungai itu. Rasa sejuk langsung menghampiri Yan Yun Ling, dengan gembira Yun Ling mencelupkan kedua tangannya, bermain air.
"Hahaha, haha."
Kekehan dan suara kecipak air beradu, karena terlalu senang. Yun Ling tanpa ragu, melangkan asuk ke dalam sungai. Tanpa memeriksa kedalaman sungai itu.
Namun, mungkin keberuntungan ada di pihak Yun Ling hari ini. Ketika dirinya sudah berada di tengah-tengah sungai, tinggi air itu hanya sampai atas pusar Yun Ling. Dan tanpa ragu, Yun Ling menceburkan seluruh tubuhnya ke dalam air.
"Wah, segarnya." Seru Yun Ling ketika tubuhnya sudah kembali ke permukaan.
Yun Ling menatap sekitarnya, lalu berucap. "Sepertinya, aku bisa berenang di sini. Kebetulan, di kehidupan ini aku belum pernah berenang."
Karena Hanfu nya terlalu berat, Yun Ling pun melepas semua Hanfu luarnya, menyisakan baju dalam, dan satu Hanfu yang cukup tipis.
"Pakaian tradisional Cina ini terlalu berlapis-lapis, pundakku sampai pegal." Gerutu Yun Ling, setelah berhasil melepas Hanfu luarnya.
Yun Ling akhirnya kembali menceburkan dirinya, dan mencoba berenang. Namun, karena ini adalah untuk pertama kalinya Yun Ling berenang di tubuh barunya, dia masih belum bisa berenang dengan baik.
"Ku kira akan langsung mudah, tapi sepertinya harus berusaha lebih keras lagi." Gumam Yun Ling.
Yun Ling mencoba dan kembali mencoba, sampai dirinya sudah cukup mahir dalam hal ini. Ketika dirinya berniat untuk naik ke daratan...
Byur
Suara 'benda' jatuh dari ketinggian sampai menghantam air itu membuat Yun Ling cukup terkejut. Ketika dirinya melihat ke asal suara, Yun Ling semakin terkejut, sampai pupil matanya melebar.
...🔹To Be Continued🔹...