Widia Barokah adalah seorang MUA,biasa di panggil Wida,Wida juga pemilik dari sebuah salon ternama di kota Jakarta,jadi selain menjadi MUA Wida juga punya usaha.
Wida adalah seorang janda beranak satu,suami Wida meninggal karena sakit,dan anak Wida perempuan berumur 5 tahun yang bernama Balkis.
Gimana ceritanya cinta Wida dengan laki laki yang sudah beristri,,kita lanjut baca aja yuk..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuti yuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Genggaman Tangan
Fiky mengantarkan anaknya yang sudah tidur ke istrinya,"Mah Alen udah tidur nih,,kita pulang yuk,,"
"Jam berapa sih Pah sekarang,?"
"Sudah jam 9 sebentar lagi juga acara selesai,udah ayo kita pulang,kita pamitan dulu sama Kaka,,"Terpaksa istri Fiky pun menurut,karena Alen memang sudah tidur.
"Kak,,kita pulang dulu yah,,ini Alen sudah tidur jadi susah,,"
"Oh gitu,,emang pengasuhnya belum datang,,?"tanya Mamah Una.
"Belum kak,,ya udah kita pulang dulu,,"
"Iya kalian hati hati yah,,"
Fiky dan Istrinya berpamitan ke pada semuanya,setelah itu mereka keluar Hotel,Wida melihat mereka dari tadi,tapi Fiky tidak melihatnya karena Wida bersembunyi.
Setelah Fiky tidak terlihat Wida kembali mendekati Una,karena acara akan selesai sebentar lagi.
"Mah,,,Papah nanti balik lagi yah,mau ambil kamera Papah di Edo,soalnya tadi Edo masih pake ngga enak kalau Papah ambil,"
"Kenapa ngga besok aja sih Pah,ini kan dah malam,,?"
"Besok Papah mau pakai,,ada produk yang harus di Foto sama Papah,,"
"Ya udah kalau itu penting,tapi jangan lama lama,ngga boleh ngobrol,,"
"Iya Sayang,siap,,,"
Fiky mengantar Istri dan anaknya pulang,sampai rumah Fiky membantu mengendong anak nya masuk ke kamar,setelah Alen sudah di kasur Fiky berpamitan lagi.
"Papah pergi dulu yah,,"sambil mencium kening istrinya.
"Iya Pah,,hati hati yah,,"
"Iya,,langsung tidur,,jangan main hp,,"
"Iya,,,"
Fiky lalu kembali lagi ke Hotel,dengan cepat Fiky membawa mobilnya.
Di hotel pengantin sudah naik ke atas menuju kamar pengantin di hotel itu,sedang tuan rumah dan sodara inti lainya sudah pada pulang,di tempat itu tinggal orang orang pekerja.
Wida sedang menunggu Caca dan Nova membereskan barang barang,Wida duduk bersama Edo,rupanya Edo juga menunggunya.
Keduanya mengobrol masalah kerjaan lainya,"Ada job tapi sedikit jauh kamu mau ambil ngga Da,,?"
"Di mana,,emangnya ,,,?"
"Ada perlombaan pentas seni,dan dia butuh MUA,bayarannya lumayan,,satu orang 300 rb,dan ini 10 orang,kamu kalau mau ambil nanti Aku bilang ke pihak penyelanggara,"
"Hari apa,,?"
"Hari Minggu,,besok,masih satu Minggu lagi,,"
"Aku tanya Caca dulu ,Minggu ada kerjaan ngga,kalau ngga ada Aku mau ambil,,"
"Ok,,besok Aku tunggu jawaban kamu,,"
"Iya,,,kamu pulang pake apa Do,,mau ikut Aku sekalian ngga,,?"
"Ngga ah ,Nanti kamu kemalaman lagi sampai rumah,,"
"Ngga papa,,"
"Jangan,,bahaya itu,,"dari belakang ada suara,Edo dan Wida menengok ternyata Fiky yang datang.
"Bukanya kamu udah pulang Ky,,?"
"Iya,,tadi Aku nganter anak sama istriku dulu,,"
"Trus ngapain ke sini lagi,,?"
"Mau ambil kameraku,besok Aku ada pemotretan produk di tempat kerja,"
"Ya Tuhan,tinggal telfon besok aku antar ke kantor kamu ,"Fiky tersenyum tipis.
Edo lalu memberikan kamera Fiky,dan Fiky langsung menerimanya.
Wida dari tadi pura pura sibuk dengan hpnya,sebenarnya dia dengar.
"Bu,,ini sudah selesai semuanya,,"kata Caca.
"Ya udah ayo kita pulang,,Di jadi ikut ngga,,"
"Jadi deh,dari pada naik Taxsi,,"
"Eh tunggu,,,Bu Widia mana kunci mobilnya Ibu,,"
"Buat apa ya Mas,,"
"Kemarikan ,,"Wida mengambil di dalam tasnya,lalu memberikan pada Fiky,Fiky langsung mengambilnya.
"Do,,ini kunci mobil Bu Widia,kamu bawa dan sekalian antar Caca dan temanya,kalau Bu Widia yang antar kalian sampai rumah pasti akan malam banget,ngga baik perempuan menyetir sendiri,,"Sambil memberikan kunci ke tangan Edo.
"Fik,,kamu apa apa an sih,,"
"Aku cuman mau bantu,aku mau Antar Ibu Widia pulang,,ngga papa kan,,ini sudah malam loh,,"
"Iya mas Edo udah ayo kita pulang,ini udah malam,biar ibu di antar Pak Fiky,,"kata Caca.
"Iya Mas,,Saya juga udah ngantuk nih,,"
Edo melihat Wida,dan Wida sedikit bingung,Edo sedang menunggu perkataan yang keluar dari mulut Wida.
"Iya Do,,kamu antar Caca sama Nova yah,,saya ikut Mas Fiky,,"Edo dengar perkataan Wida langsung jalan keluar tanpa menjawab,Edo rupanya tidak suka dengan Wida yang mau di antar Fiky.
Ya walau Edo tau Fiky orang baik,tapi Edo takut kalau mereka akan makin dekat.
Caca dan Nova langsung berjalan mengikuti Edo,Fiky lalu mengajak Wida jalan.
"Ayo kita pulang,,"Wida mengangguk.
Keduanya berjalan beriringan,Samapi di parkiran mobil Fiky membuka kan pintu mobil untuk Wida.
"Makasih,,"kata Wida,Fiky hanya mengangguk dan tersenyum.
Setelah Wida masuk ,Fiky langsung masuk ke pintu sebelah,Fiky lalu menjalankan mobilnya menuju rumah Wida.
"Di mana alamat rumah kamu Di,,?"
"Di jalan xxx,,,,"Fiky mengangguk.
Di mobil keduanya saling diam,karena bingung mau bicara apa,Fiky dengan berani tanpa izin dulu dan tanpa kata kata mengambil tangan Wida untuk di genggamnya.
Wida yang kaget menariknya dan melihat ke Fiky,,"Sebentar saja ,,rasanya dingin sekali,,biar terasa hangat,,"kata Fiky sambil terus menggenggam tangan Wida,dan membawanya ke dadanya.
Wida akhirnya diam karena Wida juga merasakan hangat di tanganya ,karena tiba tiba gerimis datang menambah suasana jadi dingin.
"Capek ngga hari ini,,,?"
"Kalau di bilang capek ya Capek,tapi mau gimana lagi,ini kan sudah kerjaannya,"
"Sudah berapa tahun kerja kaya gini,,?"
"Sudah lama sih,sebelum menikah sudah kerja kaya gini,"Fiky mengangguk.
"Kemarin saat di Restoran kamu sama siapa,,?"
"Itu Om Saya,datang dari Surabaya,,"
"Oh Om,,kirain,,,"
"Kirain apa,,?"Wida langsung menatap Fiky.
"Kirain kekasih kamu,,"
"Bukan,,saya belum punya kekasih,"
"Syukurlah,,,"tiba tiba Fiky mencium tangan Wida,membuat Wida kaget,karena ciuman itu seperti sengatan listrik yang membuat badan Wida serasa panas dingin.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
Happy ending sangat memuaskan.
kak ko skrg cerita"a pendek" g kaya Agung - Dinda
ak bukan pebinor
masih pgen baca iki 🙏🙏