NovelToon NovelToon
Pernikahan Anak SMA

Pernikahan Anak SMA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Asni J Kasim

Nina Verra Gandi, akibat cinta monyetnya–dia berulang kali hampir di lecehkan. Hingga kedua orang tuanya memutuskan untuk menikahkan Nina dengan sahabatnya sendiri, Rifki Yohanes, namanya. Seiring berjalannya waktu, Nina jatuh cinta pada sahabatnya itu. Saat cinta itu mulai tumbuh di masa SMK, Nina diduga mengidap penyakit kanker otak. Saat pengobatannya telah berhasil, musibah lain menimpa Nina hingga membuat Rifki menjadi pendiam dan hemat bicara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

"Kata siapa? Rifki itu sudah move on dari Novi. Kalau nggak percaya, coba tanya aku. Nanti aku jawabnya iya," menampilkan senyum lebar, Alan disentil oleh Gio.

"Hais ... Kalian ini, lagian apa untungnya kita membahas Novi. Bdw, kapan cafe ini mau di resmi?" tanya Gio.

"Jika dalam minggu ini nggak ada halangan, ya paling senin depan udah dibuka," jelas Rifki.

"Aku orang pertama yang harus kamu layani. Bdw, kau nggak butuh karyawan?" tanya Gio lagi.

Terkekeh, dia Rifki menghembuskan napas pelan. "Kenapa? Kamu mau melamar?"

Gio mengangguk. "Jika ada kabari aku ya, aku butuh uang buat belikan Sinta skincare," menatap Sinta, Gio menampilkan senyum lebar.

"Berapa gaji yang kamu mau?" tanya Rifki. Kali ini dia serius.

"Gaji?" Gio berpikir sejenak. "300 ribu sebulan itu sudah cukup," ungkapnya. "Tunggu, kamu serius mau aku kerja di sini?"

"Iya .., 300 ribu? Deal!" Iki menjabat tangan Gio.

.

.

Waktu bergulir begitu cepat, Rifki sudah masuk sekolah setelah seminggu di skors. Warkop juga sudah di buka, dan Gio adalah pelayan pertama yang Rifki terima. Malam ini, warkop begitu ramai, banyak pengunjung yang datang menikmati hidangan di warkop Niki yang terletak di Labuha dekat Rumah Makan Aya.

"Nina, pisang nugget satu porsi untuk meja lima," ujar Iki.

"Oke," balas Nina lalu mulai menyiapkan pisang nugget untuk pelanggan di meja lima. Selesai menyajikan, Gio datang mengambilnya dan membawanya ke meja lima.

Semakin larut, pengunjung semakin banyak yang berdatangan. Sekalipun begitu, Rifki tetap akan menutup warkop di jam 12 nanti. Bukan hanya orang lain yang datang, Yuna dan Dika pun datang menikmati hidangan di warkop Nina.

Tak terasa, sudah jam 12 malam. Rifki dan Nina memutuskan untuk bermalam, sementara Gio memilih pulang lantaran dia menyadari satu hal yang tidak teman-temannya ketahui. Entah dugaannya benar atau tidak, Gio tetap memilih pulang walau ditahan oleh Rifki dan Nina.

"Jangan bilang mereka itu pasutri!" Gio bergumam di atas motor. Tiba di rumah, Gio masih membayangkan kejadian sekitar jam sebelas tadi, dimana Rifki membantu Nina mengikat rambutnya.

"Oke, mereka memang sahabat. Tapi tatapan Nina seperti bukan menatap sahabat, melainkan kekasih," gumam Gio.

"Gio anak, Mama. Gio mau tidur di luar?" tanya Sang Mama setelah menunggu putranya masuk namun tak kunjung menapakkan barang hidungnya.

Tersenyum, Gio segera menghampiri sang Mama. Mencium tangan sang Mama kemudian membawanya masuk ke dalam rumah. Sementara di warkop Niki, Nina gelisah di atas tempat tidur. Dia ingin memeluk Rifki tapi dia malu. Berbalik menatap Rifki yang tidur terlentang, Nina mendekat dengan pelan.

"Kenapa?" Rifki tiba-tiba membuka mata.

Menelan saliva nya, Nina salah tingkah. Berpikir, ia kembali ke tempatnya semula. "Nggak, nggak ada apa-apa," balas Nina berbohong.

Tersenyum, Rifki menyamping menghadap Nina. "Mau di peluk?" tanya Iki ke intinya langsung.

Menarik senyum di kedua sudut bibirnya, Nina mengangguk pelan. "Boleh?" tanyanya pelan.

"Ayo," balas Rifki.

Mendekat, Nina masuk ke dalam pelukan Rifki. Pagi keesokan harinya, Rifki dan Nina sudah di sekolah. Nina duduk bersama Sinta dan Clara juga Yuna sementara Rifki di belakang gedung SMP bersama teman-temanya. Sementara duduk, Sinta melihat Novi masuk dalam lingkungan sekolah mereka menuju gedung SMP samping Jurusan TKJ.

"Itu bukannya Novi?" Sinta menunjuk ke arah Novi.

Nina dan Clara mengikuti arah tunjuk Sinta. "Iya, dia mau ngapain ke sana?" tanya Nina.

"Ketemu Iki kali, kan mereka mantan kekasih. Kali aja cinta lama bersemi kembali," ucap Sinta.

Degh!! Nina terdiam.

1
Sumiati Aja
cerita nya g msuk nni kn udah sembuh kok menninggal aja
mama Al: karena kanker tidak bisa di tebak kak.
banyak di dunia nyata yang di nyatakan sembuh oleh dokter malah meninggal dunia.
total 1 replies
Zana aripin
Aduh kenapa ceritanya begitu. Nina meninggal... semoga itu hanya mimpi iki ya thor
aris Widiatmoko
kok Nina meninggal kasihan Riki
Aji Sangpengembara
bagus banget
Asni J Kasim: Masya Allah, terima kasih banyak KK 🥰
total 1 replies
Rina Halawa
the best
Asni J Kasim: Terima Kasih untuk bintang 5nya Kak 😊🥰
total 1 replies
Zana aripin
Fuh ramai juga yg jadi pelakor ni. Novi dan vindian pelakor
Asni J Kasim: Vindian main belakangan 🤣
total 1 replies
Razana Razlan
cerita yg sgt best
Asni J Kasim: Terima kasih 🥰
total 1 replies
Razana Razlan
cerita yg best..byk pengajaran yg blh diambil.nilai kasih sayang yg hebat..maruah diri yg tinggi
Asni J Kasim: Terima kasih untuk bintangnya, Kak. Walau hanya bintang 4 udah senang, apalagi 5 🤣🤣🤣
total 1 replies
Queen
Hai kak, Mampir di novelku yaa
Mbah Gatot
lanjut bro ceritanya keren
Mbah Gatot
emosi cokkk Nina kek perempuan arggggggg tol anjayy


tpi keren ceritanya tingkat kan
Asni J Kasim: Tingkatkan kesabaran 🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!