NovelToon NovelToon
Tobatnya Berandal Kampung

Tobatnya Berandal Kampung

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tunangan Sejak Bayi / Cinta Seiring Waktu / Harem / Tamat
Popularitas:48.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sobri Wijaya

#Warning

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jadi jika kalian suka silakan ikuti dan komentar lah dengan sopan dan baik. Selain itu, cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan melecehkan perempuan bercadar. karena cerita ini. Alzena memiliki karakter tegas yang berbeda dari yang lain sehingga kalian mungkin akan bilang tidak sesuai dengan pakaiannya atau apa pun hal lainnya🙏🙏🙏🙏



Athar Azmi adalah seorang berandalan yang selalu menjadi ketakutan penduduk kampung di tempatnya berada.

Ia sangat suka menciptakan masalah besar yang mendatangkan keributan.

Hingga suatu hari Athar dan kelompoknya melakukan pengeroyokan pada seorang anak remaja.

Dimana saat itulah Ia di pertemukan dengan seorang gadis bercadar yang sudah di lecehkan nya.

~~~~

Jadi sebelum tahu bentuk pelecehan itu seperti apa? Alangkah baiknya di baca dahulu isi cerita di dalamnya😁😁😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Tersinggung

Athar bergerak mendekat lalu mengambil sendok untuk menikmati tumis kacang panjang yang di tunjukkan Alzena padanya. Perempuan itu dengan sabar menunggu apa reaksi Athar setelah ini. Semoga saja kelak masakannya bisa di sukai oleh Athar.

"Gimana Mas?" Tanya Alzena agak was-was.

Athar mencecaapi bibirnya untuk meyakinkan lagi kalau lidahnya tidak sedang bermasalah, "Em... apa ya? Ibarat bintang ni, punyamu ini di bilang sempurna belum sih, mungkin kira-kira ratingnya sekitar 4,9 lah?" Jawab Athar seraya mengerling manja.

"Ha? Alhamdulilah, itu sudah bagus Mas. Berarti Zena hanya perlu membenahi sedikit lagi biar dapet bintang lima kedepannya," jawab Perempuan bercadar itu dengan riang.

Athar terus memandangi Zena dalam diam, kemudian melontarkan pertanyaan pada wanita yang kini berstatus istrinya itu, "Zen, apa kamu gak engap menutupi wajahmu begitu?" Athar rasa itu akan menghalangi gerakan Zena untuk bernafas dengan lega.

zena mengembangkan senyumnya, "Enggak sih Mas, kan udah biasa. Lagian ini kan tipis Mas jadi ada celah untuk tetap bisa bernafas!"

"Lantas, kenapa kamu memilih melakukan ini? Bukankah berhijab saja cukup?" Athar belum berhenti menanyai Zena sampai Ia tahu secara detail semuanya akan sosok perempuan yang dinikahinya itu.

"Impian aku cuma satu Mas, untuk memberi kejutan sama suamiku. Istimewanya lagi, hanya dia yang melihat wajahku jadi tidak perlu di nikmati pria lain juga. Terlepas Zena juga gak cantik sih sebenarnya? Tapikan utamanya adalah untuk menghindari zina mata Mas?"

Athar tercenung mendengar penuturan Alzena. Jadi bisa di bilang, dia adalah pria yang sangat beruntung itu sekarang. Athar jadi merasa sedikit menyesal karena sudah melecehkan Zena dengan menarik cadarnya waktu itu. Athar tidak tahu, apakan Farid dan kawan-kawan melihat wajah Zena atau tidak.

"Mas, kok diam?" Alzena menyiapkan piring agar Athar segera sarapan.

"Gak papa Zen, Paman dan Bibi kemana?" Athar menarik kursi untuk bersiap makan. Ia terpaku saat Alzena melayaninya dengan sangat baik. Jadi gini ya rasanya punya istri...

"Pergi Mas, ada urusan sebentar. Mulai besok Zena akan ikut Mas Athar. Jadi Zena harap Mas berhenti saja dari genk anak berandalan itu!" Harap Zena pada suaminya itu.

Athar kembali melempar tatapan pada Zena. Tentu tidak semudah itu Ia melakukannya karena mereka semua adalah bagian dari hidup yang Ia jalani.

Keduanya pun fokus untuk sarapan, karena Paman dan Bibi sudah berpesan pada Zena untuk tidak menunggu kepulangan mereka.

Setelah hampir sore, Zena mengajak Athar memanen sayuran di belakang rumah untuk di bawa pulang kerumah orang tua Athar.

"Apa kamu pernah melakukan ini, Mas?" Tanya Zena disela-sela kegiatan mereka memetik cabai hijau.

Hamparan berbagai sayuran hampir ada disana, dan itulah yang sudah mencukupi semua kebutuhan Paman dan Bibi untuk membiayai Zena dan Malik selama ini.

"Enggak, bahkan aku tidak tahu di mana kebun Abah Dullah berada."

Mendengar itu Alzena mengerutkan dahi, "Jadi Mas tidak bekerja sekarang?" Tanya Perempuan itu sedikit kelu.

"Lah, buat apa? Abah kan banyak uang?" Jawab Athar lagi membuat hati Alzena kian miris. Bagaimana mungkin Athar mengandalkan harta orang tua untuk kebutuhan sehari-hari.

"Mas, maaf kalau Alzena lancang. Tapi jika Mas tidak bekerja. Bagaimana cara Mas Athar menghidupi Zena dan anak kita nantinya?"

Athar yang jadi kesal mendengar itu melemparkan plastik berisi cabe yang di bawanya kearah Zena, "Apa masalahmu Zen? Kita baru saja menikah beberapa jam yang lalu tapi kamu malah sudah memikirkan masa depan yang masih samar. Apa segitu takutnya kamu kelaparan nanti?"

Athar nampaknya sangat marah dan meninggalkan Zena seorang diri. Pasti Zena tidak sadar bahwa kesalahannya mungkin merujuk pada merendahkan diri seorang Athar.

"Ya Allah, Zena salah ngomong ya? Ampuni Zena Ya Allah, Zena tak bermaksud menyinggung perasaan Mas Athar sedikit pun."

Zena yang tidak mau berdosa atas kata-katanya tadi langsung memutuskan menyusul Athar untuk meminta maaf karena tidak sengaja melukai perasaan Athar. Sebab sebejat-bejatnya seorang pria tentu Ia tidak ingin merasa rendah di hadapan istrinya.

"Mas, tunggu. Zena mau minta maaf Mas kalau Zena salah ngomong tadi. Zena sama sekali tidak bermaksud melukai perasaan Mas Athar?"

"Lupain," jawab Athar lenang.

"Mas Athar masih marah ni, gak mau maafin Zena?" Ulangnya lagi sebelum Athar bisa berubah baik lagi padanya.

"Ya udah, gak papa. Kenapa berhenti memetik cabe. Emang udah selesai?"

"Belum, Zena gak mau Mas Athar marah dan Zena berdosa karenanya?" Perempuan itu sungguh-sungguh menatap Athar seolah menunjukkan rasa penyesalan yang besar. Tapi mau bagaimana lagi Athar memang tersinggung dengan ucapan Zena.

Lama Athar berkaca pinggang dan bertukar tatap dengan Zena yang akhirnya lemah dan menundukkan kepalanya. Melihat bola mata Athar terlalu lama tentu sangat lancang bagi Zena. Selain itu Ia juga masih malu-malu bila di lihat oleh Athar sedalam itu.

"Baiklah, begini saja. Kamu jangan ungkit-ungkit lagi masalah masa depan. Bukankah itu akan menjadi urusanku?"

"Iya Mas, Maaf!"

Hati Zena tertatan dengan perasaan perih, memang hal itu tadi belum pantas Zena katakan untuk Athar karena mereka baru saja menikah. Bahkan entah kapan mereka akan di karuniai anak karena Zena sendiri masih risih untuk di sentuh. Selain itu, Zena juga takut Athar tidak punya niat untuk menjalani biduk rumah tangga yang sungguh-sungguh bersamanya.

Keduanya tak lagi banyak bicara, mereka harus cepat menyelesaikan pekerjaan mereka sebelum maghrib. Selesai mengumpulkan sayuran itu dan mengikatnya satu persatu dengan rapi. Alzena hendak pergi mandi, tapi Athar menahan pintu yang baru akan Zena tutup.

"Mas, mau apa?" Zena ketar-ketir di buatnya.

"Mandilah, kelamaan kalau nunggu kamu," jawab Athar yang akhirnya ikut masuk dan mengunci pintu.

Bibi Marwah dan Paman Ardy yang melihat pemandangan itu tak dapat menahan tawa. Pasti Zena akan malu berada di ruangan yang sama dengan pria saat mandi untuk pertama kalinya.

"Lucu ya Yah, Ibu jadi ingat masa lalu kalau ngeliat begituan!"

"Hahaha... Ibu malah lebih parah dari Zena. Sampai gak kuat jalan pas lihat anu Ayah!"

"Is Ayah, malu di dengar anak-anak nanti. Namanya juga aneh Yah. Itukah pengalaman pertama paling menakutkan buat Ibu!"

Melihat keduanya nampak harmonis, Malik pun ikut nimbrung. Ia sangat beruntung hidup bersama keluarga yang begitu hebat seperti orang tuanya.

"Ciye, pasangan ideal kesayangan Malik ni. Teruslah begini ya Yah, Bu, Malik senang jika melihat kalian akur selalu dalam setiap kesempatan!" Sahutnya setengah menggoda orang tua kebanggaannya itu.

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
haish dena terlalu terburu-buru sih
buk e irul
penting udah punya dasar ya thar
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
Hah masa udah tamat lagi bang, kalau bisa ada bonchap ny dong bang 😂masih penasaran nih sama kisah nya zena dan athar
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
lebih baik lapor polisi aj deh drpda athar di fitnah terus, seenggaknya polisi bisa mencari keberadaan farid dn teman teman ny
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
typo lgi bng harus nya malik😀bukan farid
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
malik mungkin thor kn bukan athar 😂
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
lagian itu s zena suami belum tentu bersalah udh nyerah aja mu di poligami yg ada nnti kamu nyesel lho kl athar terbukti tdk bersalah
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
bagaimana pun juga zena pulang ke rumah bibi harus ada izin suami, ga bisa pergi begitu saja
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
Dan akhir nya zena harus merasakan sakit hati dan kecewa, ah semoga aja farid in the cepet ketemu deh biar athar ga kena fitnah terus,maknya thar taubat jangan gaul lg sama mereka
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
selamat ya zena akhirnya kamu hamil, athar ingat kamu udh mau jadi ayah lho,perbaiki sifat dan akhlak kamu, dan lebih semangat cari cuan nya
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
seneng banget liat mereka akur, biasanya kan ipar itu suka ada rasa iri atau gmna,suka kl cerita nya kayak gini ga bikin darting 😂
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
semoga aja kabar baik yg di dengar keluarga, zena hamil dan athar bisa menjadi suami siaga dan lebih menyayangi zena
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
sepertinya zena hamil tuh,, thor jangan sampai ya athar kena getah nya si farid, masa iya teman2 athar yg nanam benih athar yg tnggung jawab kn ga lucu😳, kasian zena ya bang😂
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
manis banget sih kalian, kakak ipar nya thar udh hamil semua tuh, ayoo thar lebih semangat lagi bikin dedek bayi nya😂
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
aku hadir lagi nih😂
Duh kok feeling aku ga enak ya aku takut ny athar kena imbas dri kelakuan teman2 nya palagi waktu itu syfa ambil fhoto ny athar di markas
udah tamat loh....tu lah syifa,msin tuduh dah terhadap suami mu....mentang2lah berandal....kadang2 apa kita lihat pada sifat seseorang adakala tdk sama di dlm hatinya....

untung malik masih percya lg sama athar,padahal athar pernah membuat malik sengsara.....kok masih ada kepercayaan nya....

jgn kita terlalu menilai dari segi sifat,sikap seseorang.......
terimakasih thor ceritanya.....walaupun pendek....manfaat juga..
nah...udah ketahuan loh.....ibu syifa.....sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh ketanah juga....
verry good lah kau thar,berandal2an pun...nggk juga mau menikah...setia juga pada yg 1.....
dasar berandal nggk punya otak.....klo di keroyok bantai aja...apa nggk mati loh...kok ngomong gitu...
Mio Amore
mulai dpt cobaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!