NovelToon NovelToon
Sistem Harem Ku Aktiv

Sistem Harem Ku Aktiv

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Bad Boy
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Karensi

Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

​Langkah kaki gue beneran baru saja mau melewati puing-puing gerbang besi yang hancur, siap untuk meratakan seisi gudang dengan tangan kosong. Namun, belum sempat gue melepaskan pukulan pertama, suara gemuruh yang sangat dahsyat mendadak memecah langit di atas pelabuhan utara.

​Gubrak-gabruk-gabruk!

​Angin kencang bertekanan tinggi langsung menyapu area dermaga, menerbangkan debu-debu pelabuhan. Tiga helikopter taktis militer berwarna hitam legam dengan lambang emas Nusantara Group di bodinya mendadak muncul dari balik awan, mengepung atap gudang tua itu dari tiga arah yang berbeda.

​Para penculik di dalam gudang beneran langsung panik setengah mati. Bos preman yang tadinya menodongkan pistol ke arah Bella langsung gemetaran parah menatap ke langit lewat celah atap seng yang bocor. "S-siapa mereka?! Kenapa tentara elit Nusantara Group bisa ada di sini?!"

​Sret!

​Pintu helikopter utama terbuka lebar. Sosok wanita cantik berambut panjang dengan setelan jas formal hitam yang pas di tubuh indahnya melangkah keluar tanpa rasa takut. Amanda! Dengan tatapan mata yang sedingin es kutub, dia mencengkeram tali flying fox dan meluncur turun dengan sangat lincah, diikuti oleh puluhan pasukan khusus bersenjata lengkap di belakangnya.

​Brak!

​Amanda mendarat dengan sempurna tepat di depan gue. Aura dingin sebagai penguasa dinasti bisnis nomor satu di negeri ini beneran terpancar mutlak, membuat seluruh preman di dalam gudang langsung lemas ketakutan.

​"Berani menyentuh Bella, berarti kalian beneran menantang kematian dari seluruh jaringan Nusantara Group!" seru Amanda dengan nada suara yang sangat tegas dan penuh intimidasi. Dia menoleh ke arah gue, tatapan dinginnya langsung berubah menjadi penuh kepatuhan yang sangat manis. "Raka... maaf aku terlambat. Begitu satelit pribadiku melacak sinyal ponsel Bella, aku langsung menggerakkan pasukan terdekat."

​Gue cuma tersenyum tipis, mengusap rambutnya pelan. "Lu datang di waktu yang tepat, Amanda. Urus kecoa-kecoa ini. Gue mau fokus menenangkan Bella."

​"Siap, Pangeranku," ucap Amanda patuh. Dia berbalik, menatap dingin ke arah bos preman yang sudah terkencing-kencing di celana. "Hancurkan tangan dan kaki mereka semua! Pastikan tidak ada satu pun dari mereka yang keluar dari gudang ini dalam keadaan utuh!"

​"Siap, Nona Besar!" Puluhan pasukan elit langsung merangsek maju, memicu suara teriakan histeris dan retakan tulang dari para penculik yang dibantai tanpa ampun.

​Sementara pembantaian elit itu terjadi, gue menggunakan Kecepatan Kilat Level Satu untuk berpindah tempat dalam sekejap ke sudut ruangan, langsung berada di samping Bella yang terikat di kursi. Gue merobek tali yang mengikat tubuhnya seperti merobek kertas biasa.

​"Rakaaa!" Bella beneran langsung menangis histeris, menghambur erat ke pelukan dada bidang gue dengan tubuh yang gemetaran hebat. "Gue takut banget... gue pikir gue beneran bakal mati tadi!"

​Gue mendekap erat tubuh indahnya, mengalirkan energi hangat dari Fisik Level Tiga untuk menenangkan syok di tubuhnya. "Tenang, Bella. Ada gue di sini. Tidak akan ada satu pun bajingan di dunia ini yang bisa menyentuh lu selama gue masih hidup," bisik gue dominan.

​Bella mendongak dengan mata sembap, menatap gue lalu menoleh ke arah Amanda yang sedang berdiri anggun menyaksikan pasukannya menyelesaikan eksekusi. Rasa haru dan kagum beneran langsung memenuhi dada Bella. Pacar pertama gue itu tidak menyangka kalau madunya yang kaya raya itu bakal mengerahkan pasukan helikopter demi menyelamatkannya.

​Tepat di saat itu, notifikasi emas dari sistem dewa kembali berdering nyaring di dalam kepala gue.

​Tinggg!

​"Efek Kekompakan Harem Berhasil Memicu Kejutan Besar! Ikatan batin antara Bella dan Amanda meningkat ke tingkat Saudara Sejiwa. Selamat, kesetiaan mutlak harem telah terkunci seratus persen! Bonus Hadiah: Poin Sistem bertambah Lima Ratus Poin, dan Membuka Fitur Baru: Perisai Pelindung Dewa Level Satu (Dapat dipasang pada tubuh harem untuk melindungi mereka dari serangan fisik apa pun secara otomatis)!"

​Gue tersenyum sangat puas. Dengan fitur perisai baru ini, ke depannya tidak akan ada lagi tikus dunia bawah yang bisa menggunakan harem gue sebagai kelemahan gue!

Gue setuju banget, bro. Setelah tensi cerita naik gila-gilaan dari aksi penculikan dan helikopter di bab sebelumnya, sekarang adalah waktu yang paling pas buat menurunkan tensi (cooling down). Pembaca butuh napas, dan momen santai penuh kemesraan harem adalah obat paling manjur bikin mereka senyum-senyum sendiri dan makin nempel sama ceritanya.

Kita gas Pilihan A (Pemasangan Perisai Dewa & Momen Manja di Helikopter) dengan pembukaan Bab Dua Puluh Delapan yang beneran santai, hangat, dan manis:

Bab Dua Puluh Delapan

Suara bising baling-baling helikopter taktis Nusantara Group yang membawa kami kembali ke pusat kota beneran terdengar meredam di dalam kabin VVIP yang kedap suara dan super mewah. Di dalam kabin beludru ini, atmosfer ketegangan pelabuhan beneran sudah menguap habis, digantikan oleh keheningan yang hangat dan intim.

Gue duduk di sofa panjang dengan posisi yang sangat dominan. Bella masih setia memeluk lengan kiri gue, menyandarkan kepalanya yang kelelahan di bahu gue. Sementara Amanda duduk di sisi kanan gue, melepaskan jas formalnya dan menyandarkan tubuh indahnya dengan sangat pasrah pada dada bidang gue.

"Raka... makasih ya. Lu berdua beneran keren banget tadi," bisik Bella dengan suara serak yang sangat manja, menatap gue dan Amanda bergantian dengan sepasang mata yang penuh rasa haru. "Amanda... makasih juga ya udah bawa helikopter buat menyelamatkan gue. Gue beneran tidak tahu harus balas budi gimana..."

Amanda tersenyum sangat lembut—sebuah senyuman tulus yang tidak akan pernah dia perlihatkan di hadapan rekan bisnisnya. Dia mengusap pipi Bella pelan. "Jangan ngomong gitu, Bella. Kita kan sudah sepakat untuk menjaga pria yang sama. Mulai sekarang, lu beneran sudah seperti adik gue sendiri."

Melihat kekompakan kedua harem gue yang beneran sudah sejiwa, gue menyunggingkan senyuman puas. Ini saatnya gue memberikan proteksi mutlak pada mereka menggunakan hadiah sistem tadi.

“Sistem, aktifkan Fitur Perisai Pelindung Dewa Level Satu dan pasang pada Bella dan Amanda!”

Tinggg!

"Fitur Perisai Pelindung Dewa Level Satu Berhasil Diaktifkan! Silakan lakukan sentuhan fisik pada target untuk mengunci perisai pelindung!"

Gue langsung merangkul pinggang ramping mereka berdua, menarik tubuh indah Bella dan Amanda sekaligus agar semakin menempel erat di tubuh tegap gue. Tangan gue bergerak lembut mengusap tengkuk leher mereka secara bersamaan.

Seketika, secercah cahaya keemasan yang sangat tipis dan tidak terlihat oleh mata telanjang mengalir dari telapak tangan gue, meresap masuk dan menyelimuti seluruh tubuh indah mereka berdua. Efek dari perisai dewa ini beneran instan membuat tubuh mereka terasa sangat rileks, hangat, dan menghilangkan seluruh sisa syok serta rasa lelah dalam sekejap.

"Ahhh... Raka," Bella mendesah lirih, wajah cantiknya mendadak memerah padam karena sensasi hangat yang sangat nyaman menjalar di tubuhnya. "Kok tiba-tiba tubuh gue berasa aneh... rasanya nyaman banget, seperti dilindungi sesuatu yang hangat."

Amanda pun ikut memejamkan matanya, menikmati usapan tangan gue di tengkuknya dengan napas yang memburu halus. "Benar... rasa takutku dari sisa kejadian tadi beneran langsung hilang total. Raka... sentuhan lu beneran punya sihir ya?"

Gue cuma terkekeh bariton sangat rendah, mengecup puncak kepala mereka berdua secara bergantian dengan penuh rasa sayang yang mendominasi. "Itu rahasia. Yang jelas, mulai hari ini, tidak akan ada satu pun senjata atau bajingan di dunia ini yang bisa melukai kulit mulus kalian berdua. Lu berdua adalah milik gue, dan gue beneran bakal melindungi kalian mutlak."

Mendengar ucapan gue yang begitu jantan dan protektif, Bella dan Amanda beneran langsung lemas tak berdaya di pelukan gue. Mereka saling bertatapan, lalu dengan kompak mengecup kedua pipi gue secara bersamaan, membuat suasana di dalam helikopter mewah itu menjadi sangat manis, santai, dan penuh dengan asmara yang mengunci kesetiaan mereka abadi kepada gue.

1
Tang xu
rata" orang berapa min, 100 kah?
biar yg baca ada patokannya
Karensi: "Minimal bakal ada 100 lebih bab kok. Tapi kalau makin lama makin ramai, kita gas terus sampai tembus 200-300 bab! Kalau makin ramai lagi, kita panjangin sampai dia punya anak dan anak-anaknya masing-masing punya sistem juga! 🤭🥰🥰🥰"
total 1 replies
ayrhte
mokondoonya/Smile/
Karensi: Terimakasih sudah membaca kak🥰.pantau terus perjalanan kisah ini ya kak🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!