NovelToon NovelToon
Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ijun Sibarani

Kisah nyata dari propinsi Sumatera Yunita (nama samaran) adalah gadis plin-plan yang selalu dibodohi pria , kepalsuan, asmara,cinta, bahkan nafsu birahi para pria menyelimuti kehidupan nya , gagal gagal trus dalam bercinta ,bergelut di dunia malam hingga menjadi janda ...apakah yunita menemukan cinta sejati nya ? , apakah impian nya akan terwujud? smoga menjadi inspirasi kita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ijun Sibarani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WMB 21

Hari ini hari minggu aku lagi janjian dengan Indar untuk ketemu disungai,sungai tersebut tempat orang- orang kencan karena disediakan gubuk-gubuk terbuka bagi pengunjung yang ingin mandi kedalam sungai.

Dengan berjalan kaki kami kesana,sedangkan Fandi,Rafa dan Putra menyusul dengan naik motor,karena Aku dan Indar memang sebelumnya sudah janjian dengan geng Rafa.

Aku,Indar dan Mery sebenarnya penasaran gimana sih style mereka saat tidak pakai pakaian seragam sekolah?.

Tidak berapa lama Geng Rafa datang sedangkan kami mulai bete menunggu mereka, wow Rafa jadi ganteng badannya yang berisi dibalut kaos ketat jadi mirip binaraga walau Rafa masih berumur belasan tahun.

Kalau Fandi biasa saja tuh cowok gendut yang jelek,usil dan mau tau urusan orang lain.

Sedangkan Putra sangat manis kulit kuning Putra dipadu kemeja hitam sangat elegan hanya saja sedikit kerempeng.

" Kami kencan dulu, daaa" ujar Indar yang lagi gandengan sama Rafa berjalan.

" Aku juga daaaa" Merry tidak mau kalah karena dia menunggu pacarnya.

" Anjrit kalian, bikin iri hati yang jomblo saja" kataku sambil tolak pinggang.

" Itu Putra dikemanakan?, percuma Rafa capek membujuknya supaya mau ikut kesini" sahut Indar yang langkahnya terhenti karena ucapan Yunita.

" Aih sana-sana, hus- hus jangan lama- lama" Balas aku yang merasa risih dengan jawaban Indar.

Indar entah kemana bersama Rafa kencan

kami melihat mereka berjalan kearah semak belukar yang berlokasi tidak begitu jauh dari tempat kami duduk.Merry juga sudah pergi bersama cowok baru entah kemana juga. Tinggalah aku dengan Putra dan Fandi.

Kami bertiga duduk santai didalam Joglo,

Indar yang membayar semua termaksud sewa Joglo ini, kami tinggal makan secara gratis karena Indar, memang Indar orangnya Royal.

Indar tidak pelit apa saja yang aku dan Merry minta pasti iya kasih,sungguh jiwa yang enak diajak bergaul,kami juga tau diri disaat Indar lagi Bokek kami juga mau membayar makanan yang Indar makan.

"Ahk mandi dulu aku,aku tidak mau ketularan gila mesum seperti Indar dan Fandi,kalian juga jangan contoh ya" Nyinyir Fandi.

"Gila kau" kataku sambil mencubit pinggang Fandi.

"Adaw sakit Yun" kata Fandi sembari mengucek pinggangnya.

Fandi melepaskan baju dan berlari kesungai untuk mandi, Fandi sifat masih kekanak- kanakan sekali mungkin karena itu cewek enggan dekat dengan Fandi.

Akhirnya aku duduk berduaan dengan Putra,

Aku punya ide mencoba menggoda putra apa dia cowok mesum atau sebaliknya.

"Ehhh ngapai gini ?,jangan dekat-dekat" kata Putra sambil buang muka saat aku mendekati dirinya.

"Kamu percaya diri betul,aku cuma dekat saja apa enggak boleh?" kataku sambil merapatkan lagi duduk dengan Putra.

Wajah Putra memerah disaat aku menyentuh sebentar jemari kepunyaan Putra.

"Jahat kamu ya,iseng betul kamu,aku berani kalau sebatas ini saja" kata Putra yang sebenarnya sudah gemetaran.

Tanpa berfikir entah setan apa aku mencium pipi kanan putra, cowok yang belum pernah pacaran itu terkejut langsung berdiri dari duduknya.

"Gil-gila kamu ya, tanpa izin cium pipi aku" kata Putra dengan canggung.

"Habisnya kamu nantangin aku sih " Jawab aku sambil nyengir saja tiada rasa malu.

Putra jadi pergi menyusul Fandi yang sedang mandi mungkin Putra sangat takut atau malu, karena itu aku tidak mau pacaran dengan seumuran aku,jadinya begini aku ditinggal Putra sendirian didalam Joglo.

Beberapa saat kemudian Indar dan Rafa datang kejoglo.

"Enaknya kalian kencan,aku yang jomblo gila disini" kataku sambil cemberut.

"Lho bukannya kamu sama Putra pendekatan?, kamu jadi sendirian?" kata Indar yang sudah duduk dijoglo.

"Iya kemana Putra?" sambung Rafa kernyit dahi heran.

"Tuh sama Fandi kencan berduaan disungai" kataku sambil menunjuk Fandi dan Putra asyik berduaan

"Hahahaha Gawat" Rafa jadi ngakak dan geleng kepala.

Setelah kami puas berkumpul, Indar membayar tagihan yang kami makan. Setelah itu kami pulang kerumah masing-masing.

-----------------------------------------------------------------------

*Hari Senin*

Entah kenapa aku bersemangat kesekolah hari ini, seperti biasanya Fandi menjahili Puput,Fandi melepas hijab Puput lalu menarik baju Puput.

"Jangan Fandi,nanti aku bilang Ibu guru !" ketus Puput yang sudah mulai marah.

"Mengadu saja sana, aku tidak takut" kata Fandi sambil pencet hidung Puput.

"Hei....,jangan kau ganggu Puput ,aku marah tau" Kataku sambil mencubit pinggang Fandi.

"Iya iiya,sementang kau sudah didekati Putra sekarang berani sama aku hemm" balas Fandi sambil garuk kepala.

"Bukan karena Putra lho,aku kasih tau sama kau Fandi,gimana kau mau dapat cewek kalau kelakuan kau kasar dan jahil,semua cewek jadi malas kenal dengan kau" balas aku sambil tolak pinggang didalam kelas.

" iya iya aku enggak ganggu lagi Puput,sekarang kau puas !!" ketus Fandi lalu duduk dikursi.

Jam istirahat tiba seperti biasa kami berjalan menuju warung bolek lontong.Kami semua berada didalam rumah Bolek lontong sambil menikmati jajanan.

" Jangan merokok lagi tidak baek untuk cewek" Rafa mulai atur Indar dan merampas sebatang rokok dari tangan Indar.

Rafa juga membatasi kami untuk merokok. cuma sebatang saja kami jadi menurut,karena kami fikir betul juga apa yang dibilang Rafa dan puput.

Tidak terasa waktu menujukan pukul satu sore, masa sekolah hari ini mulai habis dan kami sudah bisa pulang kerumah masing-masing.

Aku dan Indar diantar Rafa beserta Geng Rafa, tapi tidak sampai kerumah kami hanya berpisah dipersimpangan saja karena rumah kami tidak satu jalan.

Sambil berjalan aku menuju rumah entah

kenapa hari ini perasaan aku bahagia padahal tidak ada yang menyenangkan terjadi hari ini,tapi perasaan ini seperti mendapat lotre saja.

Saat aku sudah sampai kerumah langkah ini terhenti, sampai aku lari dari pintu belakang tidak mau dari pintu depan,aku melihat ada tamu datang kerumah dan suara itu seperti aku kenal.

Perlahan aku masuk kedalam kamar dengan cepat aku mengganti pakaian,tiba-tiba mama menemui aku kedalam kamar

"Lihat dia sana diruang tamu,kasihan dia selama ini dia enggak kesini karena ayahnya sudah meninggal, dia urus adik-adiknya dan urus mamanya pindah kekota lain" ucap Mama kepadaku.

Aku sangat-sangat terkejut dan menyesal

ternyata memang benar dugaan aku yang datang adalah RIANDI.

"Riandi aku sudah kotor,aku enggak sanggup temui kamu, aku sudah ternodai Riandi" Gumam hatiku sendiri sampai menahan Tangis.

"Yunita temani Riandi didepan,mama mau

jualan dulu" Ucap Mama yang siap- siap mau berjualan kesimpang kantor.

"Ow sudah pulang dia bu,Rian enggak lihat?" balas Riandi saat Mama diruang tamu.

"Sudah pulang dari pintu belakang,ya sudah Ibu pergi dulu ya,entar lagi ayah Yunita juga pulang Rian" kata Mama yang sudah siap keluar dari pintu depan.

"Iya bu hati-hati " kata Riandi tersenyum manis.

Aku melangkah keruang tamu untuk bertemu dengan Randi walau jantung ini tiada tenang untuk memompa darah.

"Degdeg deg deg"

Hampir satu tahun dia tiada kabar kenapa dia datang lagi?.

Ya Allah gantengnya Riandi,pakai kaos putih dengan jeans style rambut brubah jadi ala korea saat aku melihat Riandi duduk santai disofa ruang tamu.

Riandi tiada hentinya melihat aku terus seakan sudah lama dia menyimpan kerinduan, begitu juga dengan aku yang sudah lama sekali tidak melihat wajah pakistan itu.

"Hai dik" Riandi sedikit canggung dengan pertemuan kami ini, aku juga jadi canggung dan malu.

"Hemmm ...kabarnya sayang" kata Riandi sembari menatap aku dengan tatapan sendu.

"Baik bang"

Jawabku singkat karena masih malu dan canggung,kalau bisa jantung ini lepas dari tubuh maka lepaslah jantung ini.

"Aku ambilkan teh sebentar" kataku sembari beranjak dari duduk.

Riandi menatap aku dengan aneh saat aku menghidangkan Teh diatas meja, Riandi memperhatikan aku dari atas bawah sampai keujung kaki dan menatap lama bokong aku.

"Kenapa bang ?,ada yang aneh dari baju aku?" tanya aku heran dan bingung.

"Enggak sih,cuma laen saja abang lihat perkembangan body kamu dek " balas Riandi sambil mijat dahi.

"Maksudnya bang ?,enggak mengerti aku,coba diperjelas" kataku jadi penasaran.

"enggak apa-apa,abang salah makan dirumah tadi,jadi perut sedikit sakit,jadi omongan ini sedikit ngawur saja" kata Riandi mengalihkan pertanyaan aku.

"Owww begitu bang"

Semenjak Riandi memperhatikan perkembangan tubuh aku, sikapnya seketika berubah dingin,seperti ada yang iya fikirkan,aku heran saja Riandi yang hangat kenapa lama tak ketemu jadi dingin dan aneh.

Ayah Pulang dari kerjaannya, lalu melihat Riandi yang lagi melamun duduk disofa.

"Lho Rian kapan datang?" tanya Ayah dengan senyum lebar.

"Baru saja pak,baru pulang kerja pak?" Riandi sambil salam tangan Darman.

"Iya capek baru pulang kerja,Kamu sudah makan?,kalau belum makan kedapur sana" kata Darman tersenyum ramah.

"Iya pak terima kasih" Jawab Riandi dengan nada lembut.

"Kalau begitu bapak masuk dulu ya kedalam kamar,mau istirahat nak Rian" kata Darman.

"Oiya pak"

Darman pergi masuk kedalam kamar untuk istirahat, sedangkan Riandi yang penasaran mencari aku kesetiap sudut rumah.

Aku terkejut saat jemari Riandi menarik lengan aku dan membawa aku kedalam dapur dimana orang tidak mendengar percakapan kami.

" Aw sakit bang, jadi kasar gitu, enggak seperti dulu" kataku yang jadi heran dengan sikap Riandi.

"Tolong jawab dengan jujur dek,katakan padaku siapa yang merebutnya" balas Riandi dengan mata sendu.

"Apa sih,aku enggak paham maksud kamu" sahut aku jadi kesal.

"Jangan pura- pura bodoh,adek pikir aku enggak tau,lalu aku orang bodoh gitu,lihat bokong kamu yang dulu kencang jadi mengendur sedikit,dada kamu tambah besar lagi,aku bukan satu hari mengenal kamu,bahasa tubuh kamu,wangi tubuh kamu aku tau dek" Kata Riandi sembari menahan Airmata.

Aku tertunduk dan berlutut didepannya

tanpa sadar karena aku tidak tau mau bilang apalagi, aku malu pada Riandi,aku kotor karena tidak suci lagi,aku juga khianati cinta pertama aku pada Riandi,aku juga tidak tau kalau Riandi datang lagi.

"Wij-wijaya dikampung sebelah Hiksss" Jawabku sembari menangis dan menyesal.

"Berapa kali ...?!" tanya Riandi dengan nada kecewa.

"Se-sekali saja sebulan lebih yang lalu" jawab aku sambil tertunduk.

"Ahk teganya kau dik,capek aku mengkontrol nafsu birahi aku saat mencumbui kamu dulu, aku jaga kamu,aku didik,disaat bunga mekar malah orang yang memetik,tau begini mending aku nikahi saja kamu,katakan sejak kapan kalian pacaran?" kata Riandi sembari mengepal tangan karena kecewa.

"Sejak abang enggak ada kabar,aku pikir abang enggak mau lagi denganku,aku kira abang enggak sayang lagi sama aku,maafkan aku abang mungkin aku yang salah" kataku sambil tertunduk menangis.

"Hikss..hikss.."

Riandi menarik lengan aku berharap aku berdiri dari berlutut,saat aku berdiri Riandi langsung memeluk aku dengan erat sekali.

"itu juga salah abang dik, abang bingung karena ayah meninggal,abang pernah kirim surat sama kamu tapi bukan alamat sini melainkan alamat sekolah kamu yang lama,maafkan abang dek,maaf Hiks...." Riandi jadi ikut menangis.

Aku beru ini melihat seorang cowok menangis dihadapan aku, aku jadi tambah menyesal dengan perbuatanku dengan Wijaya, ini semua salah aku dengan berjuta kegilaan aku yang tidak sabar menunggu Riandi datang.

"Mari kita perbaiki hubungan kita kedepan sayang,ayo jangan menangis,apa kau tau dik abang disana lelah memikirkan kamu,abang tidak pernah lupa wajah lugu yang cantik ini, senyum bibir tipis ini,Sumpah aku mencintai kamu dek" kata Riandi sambil mengecup kening aku mesra.

Tangis aku semakin kencang saat Riandi mengucapkan perkataan itu,aku jadi merasa hina didepan Riandi, Tuhan seandainya waktu dapat aku putar kembali pasti aku menjahui Wijaya.

"Aku bukan tidak mau,aku sudah kotor,aku tidak mau abang sakit hati,abang terlalu baik buat aku, aku hina...aku jijik sama diriku" kataku sambil memukul kepala karena merasa rendah dihadapan Riandi.

"Tidak....jangan bilang itu dek,lihat-lihat mata abang?, lihat aku mencintai kamu dengan tulus tanpa hal apapun,aku tetap menerima kamu apa adanya sayang" sahut Riandi sembari memegang kedua belah pipi aku.

"Aku tidak pantas diperlakukan begini bang" kataku sambil geleng kepala.

"Sssst...tolong jangan ucapkan perkataan itu lagi,yang hina bisa jadi mulia sayang, abang yakin kalau adik tidak ingin seperti ini, sebagai bukti kalau abang benar tulus,besok kita pergi kerumah abang" Kata Riandi berwajah serius.

"Maksud abang apa?" kataku dengan Heran dan terkejut.

"Besok tanggal merah,kamu libur sekolahkan, abang janji akan abang bawa kamu kerumah untuk mengenal ibu" kata Riandi sambil memeluk aku dengan erat.

Aku diam saja sambil membalas pelukan erat Riandi,melingkarkan kedua lengan aku kepinggang Riandi sungguh aku menyesal kalau tau Riandi akan datang kembali.

"Cup cup cup"

Riandi tiada hentinya cium rambut aku dengan mesra,seakan puas dengan kerinduan yang selama ini Riandi tahan.

------------------------------------------------------------

jangan lupa like nya say

Begitu lah jaman dulu

karena belum ada ponsel dijual murah

dan banyak komunikasi pun putus

jadi Yunita salah paham sama Riandi nya,kita sangat beruntung sekarang mempunyai ponsel ditangan.

semoga jadi inspirasi para pembaca

salam saya autor

horas horas horas

1
Jamal Hamadi
perem puan Kuwat tu Yunita
🌻Ruby Kejora
Salam kenal kK💐💐
Rustin
sampai disini aja...
Meiry Apriani
Gk ada
Nawan Damanik
srg = Siregar
siringo ringo
Leandra Arasy
juna kali nih jd suami yunita haha
Leandra Arasy
yunita gampang jatuh cinta..
Leandra Arasy
maaf ya yunita jg egois klunmemang menyadari siapa dirinya harusnya dia tegar..menghadapibkenyataan
Nova Tumoka
pengrnya yunita sma Andre😢
Puteri Yang Hilang
paok kali ah si Yunita,,dah di kasih tau jg msih ada longor
Afhy Ardiansyah
baru kali ini baca novel suka banget,,,,emang klo knyataan gitu endingnya nya,gk sesuai sma apa yg kita inginkn,,💪💪💪
Leandra Arasy
udh ada yg mau nikahin msh layanin yg gak jls
Leandra Arasy
penasaran
Herlis Parlingga
kirain Udah SMA... ternyata oh baru mau Lulu's SMP
Rafa Papua
yunita d dunia nyata masih hidupkah Thor?
Rafa Papua
yunita berkali kali maen ama cwok tp kok gak hamil y
Lasmini Cetar21
kata katanya Thor perbaiki,hihi
kadang Mak,kdang mama dan masih bnyak lagi
Nureti
hai kak 👋
sukses iya untuk karyanya

jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek.

Terimakasih 🙏
Oppo A12
bingung bacanya
Ayu siregar
maaf ya para pembaca selama ini saya tidak membalas pesan atau chat grop kalian,saya juga sibuk didunia real, novel ini sudah hampir semua saya rubah situs berbau pornonya, karena novel ini sudah dikontrak pihak mangatoon, saya berterima kasih atas suport dan dukungan kalian semua, jangan lupa like nya agar novel ini naik keatas,saya juga merubah sedikit cara bahasa dan penulisan nya, soal sebagian orang tidak paham karena penulisan bahasa sumatera.hanya sebagian belum saya perbaiki, karena saya bekerja seharu hari mengurus suami dan keluarga🙏🙏🙏
PATRALOVA: Excusme
Izin promo thor
Kuy mampir ke karyaku judulnya
'PAK CEO PEMIKAT HATI'

Makasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!