NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Pisikopat

Obsesi Sang Pisikopat

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:199.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Ferina

Anindita Nicolai Hensel adalah wanita yang memiliki darah Rusia yang saat ini menetap di New York. Wanita itu hidup bersama keluarganya di sana.

Hingga pada suatu hari ia berniat menyusul orang tuanya yang pergi ke desa sang ibu untuk urusan bisnis pertanian. Namun karena umurnya yang masih terlalu mudah membuat ia baru saja belajar membawa mobil. Karena kurang mahirnya membawa mobil membuat Dita mengalami kecelakaan.

Anindita jatuh ke jurang dan untungnya ia masih bisa bertahan seraya mencari bantuan. Bukannya bantuan yang ia dapatkan malah ia bertemu dengan seorang pisikopat di tengah hutan yang sedang membunuh korbannya. Namun ada hal yang mengganjal dari pisikopat itu, karena dia seolah sangat tahu tentang Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Ferina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Antara percaya dan tidak dengan apa yang dilihatnya. Simon benar-benar sangat terkejut jika memang Abraham lah orang di balik semua ini. Ia sangat marah karena pria itu yang masih hidup dan bahkan mempermainkan hidupnya.

Tahu jika ayah dari cucunya yang tengah dikandung Dita adalah anak dari Abraham sontak membuat Simon langsung naik darah.

Tangannya terkepal. Ia tahu jika saat ini Abraham tengah mengejek dirinya. Simon sangat ingin menembak kepala Abraham itu dengan senapan yang ia bawa.

"Kau! Jadi benar itu kau! Aku akan membunuh mu." Simon langsung merogoh senapannya dan ingin menembakkan ke arah Abraham.

Abraham dengan lugas mengelak hingga peluru tersebut tak mengenai dirinya. Ia pun mendengus kasar dan menatap ke arah Simon dengan tatapan yang tak bisa diajak bercanda.

"Simon, kau!"

"Aku tidak akan membiarkan orang bejat seperti mu itu masih menghirup udara. Aku sungguh kesal jika kau ada di depan ku," ucap Simon sembari menarik napas panjang.

Abraham terkekeh. Ia tahu bagaimana suasana hati Simon saat ini. Pasti sangat campur aduk dan tak tahu ingin melakukan apapun. Karena semuanya benar-benar sudah hancur. Mau diperbaiki juga sudah sangat percuma.

"Bagaimana? Semua wanita yang ada di dekat mu akulah yang merebut kesucian mereka. Aku sangat beruntung, bukan?"

Abraham benar-benar telah keterlaluan. Dengan gampangnya ia mengatakan hal tersebut kepada Simon yang saat ini amarahnya tengah meletup-letup.

"Aku tidak akan membiarkan mu hidup. Maka dari itu hari ini ku harus mati di tangan ku," ucap Simon dengan gelap mata dan ingin menyerang Abraham.

Ia pun menembakkan beberapa kali senapan ke arah Abraham dan hasilnya memang ia tak dapat menembak pria itu karena berkali-kali Abraham tetap lolos dari senapannya.

Abraham pun menarik napas panjang. Ia tak melawan karena memang sedang mengukur sampai sejauh mana kemampuan Simon.

"Kau tidak seperti dulu lagi. Mungkin karena faktor usia? Sangat sulit untuk diterima tapi tampaknya memang karena hal itu," tutur Abraham dengan wajah gelinya.

"Kau terlalu banyak berbicara yang omong kosong."

"Kenapa? Aku rasa apa yang aku katakan itu benar."

"Aku akui itu. Tapi tetap saja kau akan mati di tangan ku!" ucap Simon dan lalu menembakkan sapaannya lagi tanpa mau menyerah sebelum salah satu pelurunya menembus pertahanan Abraham.

Abraham pun hendak melawan. Ia tak takut dengan darah dan malah itu adalah kesenangannya. Tapi ia belum siap untuk menghabisi Simon dengan cepat.

"Kenapa kau sangat lemah?"

"Kau! Ayo lawan aku, jangka hanya menghindar."

"Jika aku melakukannya kau akan lebih lagi kewalahan. Dengan begini saja tulang mu yang tua itu hendak keropos," ucap Abraham dan tertawa.

Abraham pun mencoba melawan Simon sekali lagi tatkala pria itu lengah. Hampir saja Simon terluka. Untung laki-laki itu memiliki kepekaan yang cukup tinggi hingga ia bisa menepis serangan Abraham.

"Jangan terlalu berambisi ingin membunuh ku. Katakan di mana kau menyimpan Dita?"

"Buat apa aku mengatakannya. Aku tak ingin kau membawa putri ku. Sudah cukup kau berhasil mengelabuhi ku. Untung hari itu aku ada dan bisa menyelamatkan dia," balas Simon sembari mendengus.

"Aku ingin dia."

"Kau ingat umur. Tidak tahu malu, apa kah kau tak memandang ke langit Bagaimana  jika dia tahu perbuatan mu? Satu lagi, berkat Dita aku tahu kenapa dia bisa mati. Kau membunuhnya, kau juga seorang pisikopat dan membunuh orang yang mirip dengannya," ujar Simon yang tampak sangat kesal dengan fetish yang dimilik oleh Abraham. "Kau sangat keterlaluan."

Abraham terdiam dan menatap Simon dengan pandangan kosong. Saat ini ia merasa tak hidup dan sesuatu seakan tengah terjadi pada hidupnya.

Abraham pun menghela napas dan menatap Simon. "Antarkan dia ke luar gerbang. Aku sudah tak ingin berurusan dengannya lagi."

Abraham masuk ke dalam ruangannya meninggalkan Simon yang tampak kesal karena tak bisa melukai Abraham.

"Ingat, dia masih belia dan tak tahu apa-apa. Kau sangat tega mengenalkan dia kepada kejamnya dunia. Tidak bisa kah kau bersimpati kepada Dita. Satu lagi jangan harap kau bisa mendapatkan Dita kembali karena aku akan menjadi orang yang pertama kali untuk kau hadapi saat ingin membawa Dita."

___________

5 Bulan Kemudian

Dita berada di Yunani untuk menenangkan diri di tempat itu. Banyak hal telah ia lalui di dunia ini dan pengalaman di Yunani lah yang paling menyenangkan.

Dita melupakan masalah yang pernah terjadi pada dirinya di New York dan memiliki identitas baru di New York. Yang hanya memanggilnya Dita hanyalah dari orang tuanya saja.

Selain itu Dita juga sudah menerima dengan penuh kehadiran anak yang ada di dalam perutnya. Ia tak ingin menerka-nerka jenis kelamin anak itu dan menunggu kapan dia akan lahir ke dunia dan di situlah ia akan tahu apa jenis kelamin anaknya. Bahkan Dita juga tak melakukan USG.

Dita hanya bersama sang ibu di sini. Sementara itu Simon tetap di New York dan sesekali datang ke Yunani untuk menghindari agar Dita tidak ditemukan oleh Abraham.

"Dita. Kamu ini baca buku terus. Jangan lupa tidur. Lihat kamu, susu juga sampai tidak kamu minum."

Dita pun mengerjapkan matanya dan menatap ke arah susu yang tergeletak di atas meja dan masih utuh tersebut.

Dita pun menghela napas panjang dan dan kemudian meminum susu tersebut.

"Maaf Bunda. Dita terlalu serius membaca buku," jawab Dita dan lalu kemudian menghabiskan sisa susu tersebut.

Clarissa pun tersenyum lebar lalu menghampiri Dita. Ia menatap novel yang Dita sedang baca, akan tetapi dengan cepat Dita menjauhkan novel tersebut dari ibunya karena ia merasa sangat malu.

"Kok bunda tidak boleh lihat?"

"Hem, Dita tidak ingin."

Mata Clarissa menyipit. Dan di saat itu pulalah Dita sangat deg-degan.

"Hayo baca novel apa kamu."

"Tidak baca novel apa-apa," jawab Dita cengengesan.

Clarissa berusaha untuk mengambil buku yang tengah dibaca oleh Dita. Tapi sayang ia tak berhasil merampasnya.

"Yaudah, Bunda ke dapur. Hari ini Ayah akan datang."

Dita pun mengangguk. Ia tak peduli ayahnya datang atau tidak, karena Dita sudah sering melihat ayahnya kemari. Padahal Dita sudah melarang pria itu ke sini karena pasti Ayahnya sangat lelah jika bolak balik Yunani-New York.

"Oh."

"Kenapa kamu malah kaya gitu? Bukannya senang malah jawab seperti itu," ucap Clarissa seraya menghela napas panjang.

"Kasian Ayah. Dia harus bolak-balik. Dita senang tapi Dita mau biasa aja biar Ayah tidak sedih, dan akan terus ke sini jika melihat aku sedih."

"Jika begitu Ayah mu akan semakin sedih. Karena dia sudah berusaha meluangkan waktu tapi kau tidak peduli kepadanya." Benar juga apa yang dikatakan oleh ibunya.

__________

TBC

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

1
+52
🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚
matcha latte
ditaa hikss kesiannn
Sabrina Salsabila
Luar biasa
Liza Lili Liu
Klo bisa dia jangan sama Abraham , Abraham nya mati aja deh klo bisa bareng tangan kanannya yg sama” sakit jiwa
Yuyu
akhirnya mau juga🥰
Yuyu
yee ketemu de😍
Yuyu
aduh gimana ni
Yuyu
bagus ah ketemu jga
Yuyu
anak keduanya, ayah nya siapa
Yuyu
Dita kali ini beruntung😍
matcha latte: jadiii si abraham seumuran sm ayhnya dita donkk ,behhh om om menggoda
total 1 replies
ayfujoakut
Biasa
ayfujoakut
Kecewa
Safitri Tok
Abraham ae bingung itu anak siapa yg laki2, nah apalagi gueeeeh yg baca. tiba2 punya 2 ank beda satu tahun lagi . hadeeeeh g jelas
Yuyu: mungkin anak angkat
total 1 replies
TIMS
masih kepikiran motif cowok nya apa keren nih cewek😭
TIMS
bicara nya jadi banyak menandakan mental nya sudah balik lagi, agak aneh bagi ku soalnya dia disiksa terus harusnya diem karena mental nya drop. semangat terus ceritanya menarik🔥👍
Aletta Azkha Alexsandra
bagus sekali ceritanya
Shetrum Geovani
👍👍👍👍
❄️ sin rui ❄️
alur nya bagus tapi bahasa bikin bingung, banyak typo
Fatma Ningsih
lanjut kak
Fatma Ningsih
tertarik aku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!