NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu Ustadz

Aku Mencintaimu Ustadz

Status: sedang berlangsung
Popularitas:148.9k
Nilai: 5
Nama Author: Umul khaira

Rania gadis manja yang dipaksa masuk ke sebuah pesantren karena kelakuannya yang tidak bisa diatur oleh kedua orang tuanya dan selalu membuat masalah.

Namun, Rania menolak mentah-mentah perintah orang tuanya lebih tepatnya perintah sang Mama.

Nikmati kisahnya hanya di NOVELTOON

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umul khaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Sambil menunggu Salman yang masih di kamar mandi, Rania duduk menatap seluruh sudut kamar Salman yang berwarna putih bersih. Mata Rania beralih menatap satu foto anak kecil yang ada di atas meja yang tidak jauh dari tempatnya duduk.

Rania bangun dari duduknya berjalan menuju foto tersebut dan mengambilnya. Rania tersenyum kala melihat foto tersebut yang dia yakini kalau itu adalah Salman kecil.

" Kenapa ustadz Salman sangat tampan dan juga sangat menggemaskan " Gumam Rania tersenyum ke arah foto Salman yang masih kecil.

" Jadi ada yang diam-diam memuji suaminya dibelakang ni ceritanya ," ucap Salman yang baru keluar dari kamar mandi sudah berpakaian lengkap.

" Dasar ustadz narsis, sudah siap? Kalau sudah cepat , saya mau cepat-cepat keluar dari kamar ini apalagi ada ustadz narsis di samping saya " ucap Rania mengalihkan pembicaraan.

" Siapa yang narsis, saya memang tampan dan juga menggemaskan seperti yang kamu bilang barusan," balas Salman membuat Rania tersenyum.

'' Saya tidak pernah bilang ustadz tampan apalagi bilang ustadz mengemaskan mungkin ustadz salah dengar kali''

Rania tidak mau mengakui apa yang dikatakan Salman adalah benar adanya jadi Rania memilih menghindar dari tatapan Salman dan keluar dari kamar.

Salman mengikuti Rania dari belakang, dia tau kalau istri kecilnya merasa malu karena ketahuan olehnya. Salman juga sengaja terlihat narsis dan sedikit kekanakan di depan Rania agar Rania nyaman dengannya. Walau sebenarnya itu bukanlah sikapnya selama ini, Salman yang cenderung pendiam harus membuat Rania yang masih remaja nyaman. Apalagi yang dia nikahi adalah anak remaja, jadi Salman harus pandai dalam membawa diri. Narsis untuk membuat istri nyaman tidak ada salahnya.

Salman dan Rania turun ke bawah di sana juga sudah ada Abah dan juga Ummi yang sudah siap.Mereka sudah terbiasa shalat subuh di pondok.

" Udah siap Abah?" Tanya Salman.

" Sudah, kalian juga sudah siap?" Tanya Abah.

" Udah, kita pergi sekarang saja ya!" Ucap Salman.

Rania yang ada di samping Salman hanya diam saja dan tersenyum ke arah Ummi yang ada di dekatnya.

" Rania sayang! Kamu ikut Salman atau shalat di sini sama Ummi?" Tanya Ummi.

Rania menatap Salman meminta pendapat persetujuan dari Salman melalui tatapannya. Salman yang tau maksud dari tatapan Rania tersenyum.

" Terserah kamu saja, mau shalat sama Ummi boleh di pondok juga boleh," ucap Salman.

" Rania shalat di pondok saja Ummi, lagian baju sekolah Rania masih di pondok." balas Rania menunduk.

" Baiklah kalau begitu terserah kamu saja, tapi setelah sekolah kamu kembali ke rumah kan?"Tanya Ummi Aisyah kepada Rania yang ada di hadapannya, takutnya Rania tidak mau kembali ke rumah dan memilih tetap di pondok.

"Kalau boleh...Sebenarnya saya ingin tetap di pondok saja..." begitu mendengar apa yang di ucapkan Rania Salman dengan cepat menyela perkataan Rania.

"Saya tidak akan mengizinkan kamu berada di pondok, sekarang kamu sudah menjadi istri saya" ucap Salam cepat menatap ke arah Rania.

Ummi Aisyah dan Abah Ilham, hanya tersenyum melihat kelakuan Salman yang mulai posesif terhadap istrinya. Sangat berbeda dari Salman yang mereka kenal selama ini.

" Tapi ustadz, saya ini masih sekolah lagian semua orang di pondok ustadz juga tidak tau tentang pernikahan konyol ini" balas Rania.

" Saya akan mengumumkannya nanti," Ucap Salman.

"Apa ustadz ini gila, yang benar saja..." ucap Rania kesal dia tidak mau kalau orang-orang di pondok mengetahui pernikahan yang menurutnya tidak masuk akal ini.

" Sayang..." tegur Aisyah.

" Ummi lihat kelakuan anak Ummi ini, aku nggak akan mau kalau pernikahan konyol ini ada yang tau, paling sebentar lagi juga cerai" ucap Rania dengan gampangnya.

" Astagfirullahaladzim," ucap Salman, dia begitu terkejut dengan apa yang dikatakan Rania.

" Sampai kapanpun saya tidak akan pernah menceraikan kamu dan sampai kapanpun saya tidak akan melepaskan kamu, ingat itu!" Ucap Salman berlalu dari hadapan Rania dan juga orang tuanya.

Salman merasa kecewa dengan apa yang dikatakan Rania tentang pernikahan mereka, padahal Salman pikir hubungan mereka sudah lebih baik tadi, namun dia salah.Rania masih saja belum bisa menerima pernikahan mereka.

" Apa perkataan Rania ada yang salah, inilah kenyataannya" ucap Rania tidak merasa ada yang salah dengan perkataannya.

" Sayang dengarkan Ummi, sekarang kamu shalat dulu di pondok. Setelah itu, kamu balik lagi ke sini ada yang mau Ummi bicarakan" Ucap Aisyah, dia bisa memaklumi Rania sesama perempuan.

Namun, Aisyah juga tidak bisa membenarkan apa yang dikatakan Rania. Aisyah juga ingin marah tapi dia juga pernah ada di posisi Rania.

" Iya Ummi, tapi Rania tidak mau ada yang tau tentang pernikahan ini," ucap Rania berlalu dari hadapan Aisyah dan juga Ilham.

" Kenapa putra kita menyukai gadis seperti dia" ucap Ilham mengelus dadanya sendiri.

" Sudah Bah, sekarang Abah ke pondok saja dulu. Masalah ini kita bicarakan nanti" balas Aisyah.

Ilham menurut saja apa yang dikatakan istrinya, karena Ilham percaya penuh kepada sang istri yang begitu lembut dan bijak dalam mengambil keputusan selama ini.

"Kalau begitu Abah ke pondok dulu, Ummi nggak mau berjamaah di pondok aja?" Tanya Ilham.

" Ummi di rumah aja Bah" jawab Aisyah lembut.

" Terserah sama Ummi aja, Assalamualaikum" ucap Ilham, tidak mau memaksa istrinya untuk ikut.

Aisyah memilih shalat sendirian di rumah karena, setelah melaksanakan shalat Aisyah bisa memasak sarapan untuk anak dan suaminya.

" Waalaikumsalam" balas Aisyah tersenyum.

Setelah Ilham keluar dari rumah, Aisyah masuk ke mushalla yang ada di dalam rumah dan menunggu azan di mesjid.

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAV

1
andriati kusuma
Luar biasa
Desy Linasari
ko ga ada kelanjutannya sie
Desy Linasari
ko ga up² lg thor
Husenhasnahasan UmiH3
kak mau tanya aq baca novel ton kok tiba2 g ada iklan ya, padahal kemarin banyak iklan itu gi mana ya kak, takut q nanti d tagih bayar karena bebas iklan,
Rais Rais
kenapa lama sekali upaya autor
Rais Rais
lanjut
marlina djalis
lanjuuut thor
Rais Rais
lanjut
Titik Sofiah
lanjut Thor
Titik Sofiah
awal yg menarik ya Thor
Pena Rindu: mampir juga di si oren kak
total 1 replies
Desy Linasari
ceritanya bagus, lebih sering lg upnya ya jgn lama² spy jelas alurnya
AwanMendung26: Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
Desy Linasari
thor ko lama sie updatenya
Rais Rais
lanjut
Agna
emang rentan klo hamil msh usia dibawah 20th, Salman hrs mengerti disitu
Agna
💖💖💖💖💖💖💖
Rais Rais
lanjut
Agna
semoga kedepanx Salman dan Rania lbh saling memahami ya
Rais Rais
next
Agna
msh dlm tahap belajar tuk saling mengerti Rania dan Salman, blm ada tanda bucin
AwanMendung26: Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
Agna
Rania msh labil, jd mood²an 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!