NovelToon NovelToon
Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali

Status: tamat
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Spiritual / Epik Petualangan / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Akademi Sihir / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:45.1k
Nilai: 5
Nama Author: made kusuma

Be Remake version from 'menjadi naga Satukan Dunia!'


ini adalah cerita dimana dunia yang menjadi begitu berbeda, namun pada awalnya menjadi satu. Meskipun berbeda, namun aturan tetap sama. Yang terkuat akan berkuasa dan Yang lemah akan tertindas.

Terpisahnya kedua belahan dunia ini telah membuat dunia ini sangat tidak stabil. Untuk itu, harus disatukan kembali. Tetapi, bagaimanakah caranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon made kusuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penghalang dihilangkan

Micah bersama kedua sahabat bersama seekor Faerie masih berada di sana, melihat para prajurit putih itu mendadak menunduk hormat kepada dirinya. Itu membuat Micah terkejut.

Mereka juga sama terkejutnya, namun juga sama sama tidak menyadari bagaimana dirinya bisa pingsan sebelumnya. Ini aneh, pikir mereka.

"Apa yang kalian lakukan?"

"Kami mengikuti perintah dari M'Lord yang baru."

"Maksudnya apa ini?"

"Mulai hari ini, M'Lord adalah pemimpin kami, siap membantu di saat tuan butuhkan."

"Apa-apaan ini?"

Rusk dan Collete mulai menanyakan kepada ketujuh prajurit tersebut. "Sebenarnya siapa kalian, dan siapa Lord kalian?"

"Kami adalah prajurit malaikat Surga dan Lord Micah adalah Lord kami."

Micah langsung mengerutkan keningnya, kemudian mulai berucap, "Kalian tidak bercanda, kan?"

"Kami tidak bercanda, Lord Micah."

Micah menghela nafas. "Terserah kalian."

"Lord Micah, kami adalah prajurit malaikat Surga yang tinggal dari tempat ini. Jadi, kami tidak bisa mengawal anda selalu. Namun, kami bisa datang kapan saja di saat kau butuhkan sebagai prajurit panggilan. Tinggal ayunkan pedang dan ucapkan mantra summon untuk memanggil kami."

"Baiklah, aku mengerti."

"Lord Micah, kami membutuhkan waktu untuk beristirahat. Ijinkan kami untuk pergi mengambil waktu istirahat."

"Lah, padahal kita hendak kembali dan para Demon pasti akan mempersulit kami," ucap Collete menggerutu.

Micah mulai mengangguk. "Beristirahatlah. Aku akan menangani mereka semua pada waktu ini."

"Tetapi, Lord Micah bisa saja meminta kami untuk tetap mengawal anda."

"Tidak! Setiap orang pasti memiliki waktu untuk beristirahat. Jadi, aku harap kalian beristirahat. Di suatu saat, aku akan memanggil kalian."

"Terima kasih, M'Lord. Kami undur diri."

Ketujuh pasukan itu kemudian mulai pergi meninggalkan mereka, yang kemudian menuai protes dari Collete. "Micah, apa yang kau lakukan?"

"Kalian jangan khawatir. Selama masih ada aku, kalian akan aman bersamaku."

"Menurutku keputusan Micah sudah benar. Tidak seharusnya kita minta bantuan untuk menghadapi mereka jika kukira sudah memiliki seorang kesatria sebagai Cover dan kita sebagai Support. Ini adalah waktunya unjuk kemampuan, loh!"

"Rusk!" teriak Collete tidak terima, namun melihat Micah sendiri menatap Colkete dengan pose miring nembuat gadis penyuka warna kuning itu menghela nafasnya. "Sudahlah, yang punya pasukan itu juga Micah, bukan aku. Lagipula, Micah sangat dapat di andaikan sejak dahulu. Jadi aku setuju."

---

Sementara itu, terlihat bahwa Raven tengah memikirkan Micah saat berada di lokasi dimana terdapat tenda yang mereka bangun. Di tenda tersebut juga terpasang segel sihir yang melindungi tenda tersebut dari serangan musuh, sekaligus menyamarkan lokasi.

"Raven, kau tidak tidur?"

Raven menoleh, mendapati Jack tengah berada di sisinya, namun agak berjauhan.

"Aku rasa harus berjaga agar siap dalam menghadapi Demon."

"Kau tidak perlu khawatir, tidur saja karena mereka tidak akan mungkin dapat menembus segel sampai pagi nanti. Kau juga tahu itu, bukan?"

"Tetapi, aku tetap merasa khawatir."

"Khawatir dengan Micah?"

Raven terdiam sejenak, kemudian menganggukkan kepalanya. "Benar."

"Aku tahu siapa Micah itu. Adikku punya pendirian keras, sangat tahan dengan pelatihan berat, jarang sekali mengeluh di saat pelatihan, namun suka mengeluh mengenai hal kecil. Sungguh adikku suka sekali membual."

"Ya, memang begitulah, namun dirinya begitu polos dahulu. Namun, semenjak semua yang telah terjadi, membuat sifatnya telah berubah. Namun, aku masih tidak bisa menyangka bahwa Micah masih seperti dahulu, tidak bisa menerima kenyataan kehilangan kedua sahabatnya."

"Begitulah, Micah. Namun, aku sebenarnya merasa lebih waspadalah lagi."

"Apa yang harus diwaspadai?"

"Soal Rahasia mengenai asalnya. Pada akhir-akhir ini, pada diary miliknya tertulis bahwa dirinya mulai meragukan apakah dirinya benar-benar bagian dari keluarga Anderson, dan tulisan yang terbarunya, dirinya menulis bahwa dirinya seolah berada di lingkungan asing."

"Mungkin itu hanyalah tulisan tangannya saja, terkadang hatinya beda."

"Aku harap begitu. Jujur saja, aku belum siap untuk kehilangan Micah. Bagaimana pun, Micah telah masuk ke keluargaku, jadi aku sangat menyayanginya."

"Ya, sebaiknya kau harus lebih berhati-hati, jangan sampai Micah menyadari semuanya. Jika itu sampai terjadi, dirinya pasti akan memutuskan untuk pergi."

"Ayo, Raven. Kau juga harus tidur agar tidak terkena efek Fatique saat melanjutkan pencarian. Ini sudah malam."

Sementara itu, Micah memasuki sebuah perkampungan Faerie, terlihat Fifi, mulai pergi dahulu ke sana, memberitahu orang tuanya.

Rusk dan Collete merasa takut-takut sekaligus berwaspada, sementara Micah memasuki tempat itu dengan santai. Micah tidak merasa khawatir sedikitpun, membuat mereka berdua mulai bertanya-tanya.

"Micah, kau tidak merasa takut?"

"Tidak ada yang perlu ditakutkan disini, Collete. Aku dan Fifi begitu akrab, bersama mereka juga."

Mendadak para Faerie keluar dan menyambut mereka. Micah merasa begitu terhormat. Kedua sahabatnya mulai berpandangan, kemudian berupaya untuk selalu ikut pada Micah.

Mendadak dirinya teringat sesuatu. "Fifi, apalah kau ingat Fairy Dust? Aku lupa memberikan ini kepadamu."

"Micah, bagaimana bisa kau punya Fairy Dust?"

"Di pasar sana banyak."

Mereka pun sampai di rumah yang begitu besar, mirip penginapan. Micah mulai memasuki Rumah tersebut. Micah mulai memasuki satu ruangan, sementara yang lainnya juga melakukan hal yang sama. Ini adalah waktunya untuk beristirahat sebelum kembali.

Micah mulai melakukan Semedi, mencoba menyelam ke kesadaran Spiritualnya. Dirinya mendapati Moonlight Goddess dalam keadaan terluka pada jiwanya.

"Moonlight Goddess! Kau tidak apa-apa?"

"Ini buruk, Micah. Setelah semua, jiwaku tidak lagi cocok denganmu. Mungkin dalam kurun waktu satu musiman, aku akan hilang."

"Bagaimana bisa?"

"Pedang kegelapan penjaga neraka telah merusak jiwaku, ditambah kekuatan yang baru kau peroleh juga menjadi alasannya."

"Jadi, kau ingin aku segera mencarikan pengganti, dimana jiwa mayoritas dirimu Direinkarnasikan?"

"Yah, itu adalah keinginanku."

Micah mulai merasa tidak rela saat mendengarnya. Bagaimana adil? Ini hanya baru satu musim, namun dirinya harus mulai kehilangan Moonlight Goddess. Namun dirinya tidak punya pilihan lain.

"Baiklah, Moonlight Goddess. Setelah ini, kita pasti akan kedatangan tamu dari berbagai daerah. Aku harap ada seseorang yang diantaranya memiliki kualifikasi itu."

"Micah, Maafkan aku."

Micah menghela nafasnya. "Kau tidak perlu meminta maaf. Hal seperti wajar terjadi dan aku memakluminya."

Micah kembali ke dunianya, kemudian mulai berfikir bagaimanakah caranya untuk menemukan seseorang yang memiliki reinkarnasi jiwa mayoritas Moonlight Goddess?

Micah mulai mengangkat pedang, sambil mengucapkan mantra summon untuk memanggil seorang prajurit malaikat Surgawi.

"M'Lord, apakah ada sesuatu yang bisa kami bantu?"

"Beritahu aku soal Moonlight Goddess dan kemungkinan ciri-ciri orang yang memiliki jiwa mayoritas Moonlight Goddess."

"Moonlight Goddess adalah sosok dewi yang jiwanya terbelah dua. Salah satunya ada pada diri Lord Micah dan sisanya tereinkarnasi ke Orang lain dengan bentuk jiwa yang sama. Orang yang memiliki jiwa Moonlight Goddess biasanya sangat mudah untuk dikenali, jika memiliki aura seperti bulan, itulah dia."

"Maksudmu, jiwa mayoritas Moonlight Goddess tidak menjadi seorang manusia?"

"Benar sekali, Lord Micah. Namun, biasanya orang itu bukanlah orang sembarangan. Jadi, aku rasa kau dapat mendeteksi siapa dirinya melalui aura lainnya juga. Yun XiaoXoe mereinkarnasikan potongan jiwa para dewa dewo lainnya menjadi satu dan Moonlight Goddess mendapatkan tempat di sana. Aku rasa, menemukannya seharusnya tidaklah sulit, Lord Micah."

---

1
malest
bagus 👍
malest
bagus
Abi
susah di ingat nama tempat nya thor
Wind Sana: harap dimaklumi karena fantasi semacam ini tergolong baru.
total 1 replies
@Adeline
Aku Mampir
@Adeline: sama-sama
total 2 replies
Ryunivers
mawar buat karya menarik ini
Wind Sana: terimakasih atas kunjungan dan dukungan terhadap karyaku. mohon maaf jika saat membaca, di episode 50-60 Ke atas itu hanya terdapat adegan Filler
total 1 replies
sukses ya ka
Blue
semua nya pada baperan
Blue
Orng dewa terlalu ikut capur urusan anak muda hadehh
Wind Sana: hahaha, sebagai seorang dewi yang kesepian.
total 1 replies
Blue
bukankahc nya juga baperan? knpa solah olah yg cuma Dia? heran
Wind Sana: iya sih, tetapi Collete dan Raven tidak
total 1 replies
Blue
Lama lama jadi bosen sendiri sama mc nya
Wind Sana: lompat episode saja bang, soal nya ini scene Filler bukan Cannon
total 1 replies
Blue
Cuma grgr bercanda aja sampe di bikin rumit masalah nya-_
Blue
Najia jadi cowok baperan bgt,ending jadi cewe aja mc nya
Wind Sana: masih filler bang, coba langsung lompat episode saja bang
total 1 replies
Blue
Baperan amat jadi cowok😪
Wind Sana: ya, mau bagaimana lagi. saat memikirkan main Fighting begitu susah, tetapi sangat tidak menyukai ketinggalan update, oleh karena itu mengapa episode filler ini diciptakan. mohon maafkan kemampuan author yang tidak mampu menyuguhkan cerita Sacred Valley ini dengan baik
total 1 replies
Blue
bukankah master nya terlalu memaksakan kehendak orng lain?
Wind Sana: bagaimana pun hanya Dia yang bisa mengatasi tingkah bandel Pete, jadi ya mau bagaimana lagi
total 1 replies
Mommy Ai💙
mampir thor
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
Thor perutku
Wind Sana: kenapa??
total 1 replies
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
wih bisa di bilang sepuh umur segitu..
Wind Sana: ya bagi manusia. bagi siluman sih masih remaja namanya
total 1 replies
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
Imajinasi author buat alur cerita keren amat😁☝️👌
Wind Sana: terimakasih atas kunjungan dan dukungan terhadap karyaku
total 1 replies
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
momongannya kasian jdi rebutan..
ceritanya menarik..
Wind Sana: btw sankyu atas dukungannya terhadap karyaku, walaupun jalan ceritanya acakadul
total 2 replies
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
bagus novelnya.. recommend banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!