NovelToon NovelToon
Princess Celestial Dragon

Princess Celestial Dragon

Status: tamat
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Perperangan / Mata-mata/Agen / Chicklit / Tamat
Popularitas:66.7k
Nilai: 5
Nama Author: vheindie

Keiko adalah gadis panti yang berada di salah satu distrik Negeri Bamboo, kehidupan masa kanak-kanak hingga remaja tidaklah mudah, karena dirinya dan sebagian anak panti lainnya harus pergi ke ladang dipagi yang masih buta untuk sekedar menjadi buruh pemetik teh untuk membantu keperluan Panti yang sudah tidak lagi mendapatkan donatur, kadang dirinya pergi ke kawasan pasar sekedar untuk mengais-ngais sisa makanan.

Tapi siapa sangka Keiko adalah putri dari salah satu keturunan Naga Langit yaitu penguasa bayangan yang bergerak di dunia bawah atau disebut black market, dimana pengaruhnya terhadap suatu negera sangatlah besar, baik ekonomi maupun politik.

Bagaimanakah kehidupannya setelah kembali ke keluarganya yang sedang terjadi gesekan dengan beberapa keluarga Naga Langit lainnya, apakah Keiko mampu menyelesaikan konflik tingkat tinggi tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PCD 21

KEMATIAN PUTRA MAHKOTA DAN DUA PETARUNG TERBAIK

"Hosh...Hosh...Hosh.. Sepertinya aku memang sudah tidak muda lagi," ucap Master Han setelah berhasil menumbangkan lebih dari sepuluh orang dalam waktu kurang dari 10 menit.

"Huh.... Kau baru sadar ya Kak Han, bahwa kau itu sudah tua," timpal Bibi Kaede yang masih memegang erat dua katana andalannya yang sekarang sudah berlumuran darah dari musuh yang dia habisi.

"Ya setidaknya, kita berhasil menumbangkan seperempat pasukan musuh dan sepertinya mereka tidak dapat lagi menggunakan senjata apinya karena sudah kehabisan amunisi," ucap Hiro, dia pun sudah kehabisan peluru dan senjata yang bisa digunakan hanyalah katana serta suriken yang tingggal beberapa lagi, tapi peluru yang dia tembakkan tidaklah sia-sia, karena semua timah panas tersebut tepat mengenai sasaran berbeda dengan para petarung lawan, meski mereka menang jumlah tapi tetap saja mereka masihlah petarung kroco yang tidak sebanding dengan Bibi Kaede dan Master Han.

Meski berhasil menghalau peluru-peluru yang menghujami ketiganya, namun mereka pun tidak luput dari luka akibat peluru yang tidak sempat mereka blok dan hanya bisa menghindar sebisa mungkin agar tidak terkena dampak yang lebih parah.

Semua petarung ketiga keluarga menjadi gentar meladeni sepakterjang ketiga lawan yang ada dihadapan mereka, yang begitu terlihat sangat buas padahal mereka sebenarnya diuntungkan dengan jumlah.

PROK PROK PROK

"Hohoho... Sungguh sangat mengerikan, selain bisa bertahan dari hujaman peluru yang begitu banyak kalian juga mampu menumbangkan banyak bawahan kami, ternyata kehebatan seven fighters dan tuan muda mereka tidak hanya isapan jempol belaka," seru Essam salah satu petarung terkuat yang dimiliki keluarga Noise, dia adalah seorang petarung pengguna pedang Khopesh yaitu pedang khas tempat asalnya yang berada disemanjung benua hitam.

"Iya kau benar Sam, tapi sekarng mereka sepertinya tenaga mereka sudah cukup banyak terkuras, jadi akan lebih mudah untuk kita menghabisi mereka, ya sebenarnya aku ingin bertarung dengan mereka dalam keadaan sama-sama prima, tapi karena aku lebih menyukai pekerjaan yang lebih mudah jadi aku sich no problem," timpal Mateo salah satu petarung terkuat yang dikirim oleh keluarga Regulus untuk membantu ketiga aliansi keluarga tersebut.

"Kalian semua jangan gentar, dan kali ini biar kami yang melawan mereka, sementara kalian support kami dengan menyerang mereka dari titik butanya, ketika mereka lengah," ucap David salah satu panglima perang keluarga Goliath pengguna Big Hammer(palu besar dengan gagang mencapai 1meter lebih).

"Tsk... Sepertinya mangsa besar sudah keluar," ucap Bibi Kaede.

"Hmmz... Ternyata mereka menunggu kita kehabisan tenaga, baru mereka menampakan diri," timpal Master Han.

"Bibi Kaede, apakah kelompok Black Hunter masih lama untuk sampai kemari?" Tanya Hiro.

"Entahlah..." Jawabnya singkat, ketiganya saling memunggungi karena posisi mereka berada ditengah-tengah pasukan musuh.

"Seraaaang," teriak David memberi perintah dan semua petarung bak air bah langsung menyerang Hiro dan kedua pengawal terbaik keluarganya.

"Kaede, sekarang," seru Master Han, lalu tanpa disuruh dua kali, Bibi Kaede langsung melempar bom asap ketika semua petarung lawan berada pada jarak yang cukup dekat.

BOOM

SLASH

SLASH

Setelah asap mulai mengganggu konsentrasi mereka, ketiganya pun langsung kembali melancarkan serangan, sehingga orang yang tidak sempat menghindar langsung terkena tebasan katana Bibi Kaede dan Hiro, sementara Master Han berhasil menghantam kepala beberapa petarung hingga ambruk ketanah.

WHUSSS

BRAAKK

TRAANKK

TRAANKK

Ketiganya mendapat serangan mendadak dari masing-masing petarung andalan keluarga penguasa bawah tanah tersebut, bahkan Master Han sempat terpental cukup jauh ketika menahan pukulan dari big hammer milik David.

"Cih... Akan sangat merepotkan sekali, kalau kalian sampai membantai semua bawahan kami," seru David, ketigapun langsung saling berhadapan tapi selain meladeni para panglima tempur dari tiga keluarga tersebut, Bibi Kaede, Hiro dan Master Han juga harus menahan serangan dari bawahan mereka yang mana ketika mendapatkan kesempatan.

"Hosh.... Hosh... Hosh.. Jadi cuman segini kemampuan panglima tempur keluarga Goliath dan sekutunya? Meski kalian dibantu oleh para kroco disekitar kalian, pantas saja kalian beraliansi hanya untuk menjatuhkan satu keluarga saja," ucap Bibi Kaede, meski kelelahan dia terus memprovokasi lawannya itu.

"Heh.... Orang yang sebentar lagi mati tidak usaha banyak protes," timpal Mateo yang kembali melesat kearah Bibi Kaede, percikan-percikan api pun kembali terlihat ketika senjata mereka saling beradu, sementara Master cukup kesulitan karena senjatanya sangat kerepotan meladeni senjata milik David, apalagi petarung andalan keluarga Goliath tersebut sangat lincah dalam memainkan senjatanya meski Big Hammer cukup berat bagi orang lain, tapi ditangannya seolah itu hanya mainan biasa saja.

"Hahaha..... Ini sangat menarik, tidak kusangka Tuan Muda keluarga Benjiro sekuat ini, membuatku tambah bersemangat saja," tawa Essam meski dia baru saja terkena serangan pedang dari Hiro.

"Sigh..... Apa ada yang lucu? Apa kau sangat senang mendapat tebasan dariku? Kalau begitu terima ini," seru sebal Hiro dan kembali melesat kearah petarung keluarga Noise tersebut.

"Huh.... Apa ini? Robot lebah?" Gumam Hiro bertanya dalam hati, ketika sesuatu terbang kearahnya, sementara Essam hanya tersenyum dan tidak beranjak dari tempat berdirinya.

BOOM

BOOM

Robot lebah yang terbang kearah Hiro seketika meledak tepat didepannya, membuat Hiro tersungkur dan terluka parah akibat ledakan tersebut.

"Arrghh..."

"Sayonara Tuan Muda," Ucap Essam menyunggingkan senyum, kemudian dia menusukkan pedangnya pada Hiro yang sudah tidak berdaya tepat dijantungnya.

SLASH

JLEBB

ARRGHH

Hiro yang memang yang sudah tidak berdaya, karena terkena ledakan tepat didepan muka seketika tewas oleh tebasan dan tusukan yang dilakukan lawannya itu.

"Tuan Muda....." Seru Bibi Kaede dan Master Han yang melihat tuan mereka meregang nyawa.

"Lebah sialan," seru Bibi Kaede yang melihat lebah peledak yang sama menghampirinya dan dengan penuh amarah dia menebas lebah tersebut.

SLASH

BOOM

BOOM

BOOM

ARRGHH

Erang Bibi Kaede yang ternyata meski sudah terpotong, tetap saja lebah tersebut meledak apalagi dia diserang oleh tiga lebah peledak sekaligus.

"Hohoho... Sebuah kehormatan bagiku dapat membunuh salah satu seven fighter keluarga Benjiro yang terkenal," ucap Mateo dan tanpa basa-basi langsung menancapkan pedangnya pada tubuh Bibi Kaede yang sudah tidak berdaya.

JLEBBB

"Arghh... Cuihh... Dasar pecundang, menyerang secara diam-diam menggunakan trik licik seperti pengecut," ucap Bibi Kaede, meski dalam keadaan terluka parah dan pandangannya mulai kabur, dia sempat meludahi musuh yang ada didepannya itu.

"Heh.... Emangnya kau pikir ini arena kejurnas, bertarung harus dengan cara jujur dan adil, naif sekali," ejek Mateo sambil mencabut pedang weaponnya dari tubuh Bibi Kaede yang sudah tidak bernyawa.

Dan ditempat yang tidak jauh, Master Han juga sudah tergeletak tak berdaya, yang dimana dirinya pun mendapatkan luka fatal akibat lebah peledak yang ditambah dengan hantaman keras Big Hammer pada tulang rusuk dan wajahnya.

"Tuan muda bagaimana dengan mayat mereka?" Tanya David pada Bryan yang masih memantau dari jarak yang cukup aman bersama Miss kate jenius dalam pembuatan senjata peledak, dan lebah tersebut hanyalah salah satu dari 10 karya terbaik yang dia miliki.

"Biarkan saja, itu akan menjadi sebuah peringatan untuk keluarga Benjiro, bahwa mereka sebentar lagi akan bernasib sama dengan tiga orang ini, dan hubungi saja si Ducky untuk membawa mayat mereka kehadapan kepala keluarga Benjiro," jawab Bryan dengan senyum dingin.

1
molani💕
saya menunggu kelanjutan nya 💪
molani💕
ok makasih kak semangat trs berkarya
vheindie19: InsyaAllah akan tetap semangat😁
total 2 replies
molani💕
makin menarik
molani💕
akhirnya menang juga
molani💕
Luar biasa
molani💕
pemenang nya ya jelas harus keluarga benjiro
molani💕
makin greget ini mah
molani💕
banyak sekali penghianat nya duh
molani💕
mantepp bantuan sudah datang
molani💕
hancurkan si penghianat ituu keiko
molani💕
bagus banget kak cerita nya
vheindie19: terimakasih kak dan mohon maaf bila masih banyak tulisan yang typo atau kurang sesuai dengan puebi nya
total 1 replies
mochamad ribut
up
mochamad ribut
lanjut
mochamad ribut
up
mochamad ribut
lanjut
mochamad ribut
up
mochamad ribut
lanjut
mochamad ribut
up
mochamad ribut
lanjut
mochamad ribut
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!