NovelToon NovelToon
CINTA TAK PERNAH SALAH

CINTA TAK PERNAH SALAH

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Teras

Prolog
Cinta dan penantian adalah sebuah paket yang berbeda, namun memiliki keterkaitan.
Banyak laki-laki yang datang namun belum ada yang mematahkan penantian Sheina terhadap Dave selama bertahun-tahun?.
Hingga akhirnya Sheina bertemu dengan teman Dave yaitu Rangga.
Apakah Rangga dapat mematahkan penantian Sheina?
Apakah Sheina dapat membuka hatinya untuk Rangga?
Apakah Sheina dan Dave bisa bersatu? Atau justru Sheina dan Rangga yang akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Teras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 21

WISUDA RANGGA

Hari yang ditunggu Rangga pun tiba, pasalnya pada hari ini Rangga berwisuda.

Kemudian Rangga mengirim pesan melalui whatsappnya kepada Sheina.

Rangga : Shei, jangan lupa ya datang keacara wisudaku!.

Sheina : Memangnya kapan acara wisudanya, Rang?.

Rangga : Hari ini loh, Shei.

Sheina : Astaghfirullah, sorry Rang, aku lupa.

Rangga : Hmmm, jadi bagaimana? apakah kamu bisa datang sekarang?.

Sheina : Apakah harus sekarang datangnya, Rang?.

Rangga : Iya.

Sheina : Maaf, Rang, kalau sekarang aku tidak bisa karena masih bersih-bersih rumah, bagaimana kalau

waktu istirahat makan siang?.

Rangga : Ok deh, tetapi kamu harus janji ya untuk datang keacara wisudaku.

Sheina : Insyaallah ya, Rang. Akan aku usahakan untuk datang keacara wisudamu.

Rangga : Kalau kamu sampai tidak datang maka aku akan membencimu!.

Sheina : Kalau begitu maka lakukanlah!.

Rangga : Apakah kamu benaran tidak akan datang keacara wisuda ku, Shei?.

Sheina : Kan sudah aku katakan Insyaallah akan aku usahakan untuk datang.

Rangga : Kenapa harus diusahakan, Shei?apakah kamu tidak bisa berjanji untuk datang?.

Sheina : Tidak.

Rangga : Memangnya kenapa?.

Sheina : Memangnya agama mu apa?.

Rangga : Kenapa kamu justru bertanya tentang agamaku?memangnya apa hubungannya kedatanganmu dengan agamaku?.

Sheina : Aku hanya ingin tahu saja kamu beragama apa?.

Kemudian Rangga mengirim foto Ktp nya melalui whatsapp kepada Sheina.

Sheina : Oh, ternyata kamu beragama Islam. Tetapi kenapa kamu tidak tahu kalau didalam agama Islam ketika kita ingin memenuhi undangan seseorang maka dianjurkan untuk mengatakan Insyaallah bukan janji.

Rangga : Hmmm, ya sudah lah kalau begitu.

Kemudian Sheina membalas pesan Rangga dengan mengirimkan emoticon senyum lebar.

Rangga : Aku pasti akan menunggu kedatanganmu.

Sheina kemudian pekerjaannya agar bersih-bersihnya cepat selesai dan dia bisa datang ke accara wisuda Rangga.

Hmmm, harus menunggu hingga lima jam lagi agar bisa bertemu dengan Sheina, batin Rangga.

Tidak terasa jam di dinding telah menunjukkan pukul 12:00 wib, Sheina pun bergegas mandi dan bersiap-siap.

"Ma, Sheina pergi dulu, ya".

"Memangnya kamu ingin pergi kemana, Shei?".

"Ada teman Sheina yang lagi wisuda dan Sheina diundang untuk datang ke acara wisudanya, ma".

"Oh, ya sudah, tetapi kamu harus berhati-hati dan jangan kebut-kebut mengendarai motornya".

"Ok, ma", Sheina sembari mencium punggung tangan mamanya.

Sheina pun bergegas mengendarai motornya dan menuju lokasi dimana Rangga berwisuda.

Acara demi acara diikuti Rangga dengan khitmat hingga acara tersebut berakhir. Rangga pun dengan semangat keluar dari gedung mencari keberadaan orang tuanya dan Sheina.

Akan tetapi Rangga hanya menemukan keberadaan orang tuanya saja.

Apakah Sheina tidak akan datang hari ini, batin Rangga.

“Kamu kenapa kok tidak semangat seperti itu?apa yang membuat mu tidak bersemangat dihari wisudamu, son?”, tanya mama.

“Tidak ada kok ma”.

“Jadi kenapa wajah kamu lesu seperti itu?”.

“Mungkin karena kecapekan, ma”.

“Ya sudah, kita akan berfoto dimana sekarang?”.

“Disana saja ma”, tunjuk Rangga ke sebuah tempat foto yang dekat dengan pintu masuk gedung.

Kamu dimana, Shei? apakah kamu tidak akan datang keacara wisudaku?apakah aku memang tidak penting untukmu?datang lah, Shei, ku mohon, batin Rangga sembari menunggu antrian untuk berfoto.

“Apakah kamu menunggu ku?”, tanya Sheina dengan menyodorkan buket bunga dari belakang.

Seketika Rangga berbalik dan memeluk Sheina.

“Terima kasih karena kamu sudah datang”.

“Maaf karena telah membuat mu menunggu”.

“Tidak masalah yang terpenting sekarang kamu sudah ada disini?.

“Apakah kamu sekarang bisa melepaskan pelukannya?”.

“Maaf, Shei”.

Sheina hanya tersenyum mendengar perkataan Rangga.

Ditempat yang sama ada sepasang mata yang melihat kebersamaan mereka.

Apakah kamu sudah melupakanku, Shei?apakah cinta itu sudah tidak ada lagi untuk ku?,batin Dave.

“Oh iya, Shei, ini mama dan papa ku”.

Sheina kemudian menyalami orang tua Rangga.

“Saya Sheina, om, tante”.

“Oh, jadi kamu orangnya yang telah membuat Rangga menunggu lama dan tidak bersemangat diacara wisudanya?”, sindir mama Rangga.

“Maaf tante, saya tidak bermaksud untuk membuat om dan tante apalagi Rangga menunggu lama”.

“Ma, pleace jangan marah denganya, dia sudah berusaha untuk datang kesini, kenapa ketika dia tiba disini justru mama ingin memarahinya?”.

“Oh, jadi kamu sekarang lebih memilih untuk membelanya daripada membela mama kamu sendiri?.

“Ma, bukan seperti itu maksud Rangga. Ma, pleace ini acara Rangga loh masa hanya masalah seperti ini kita menjadi tidak menikmatinya?”.

“Mama hanya ingin tahu gadis seperti apa yang telah berani membuat anak mama lebih memilihnya daripada mamanya sendiri?”.

“Ma, pleace”.

Mama kemudian berjalan mendekati Sheina.

“Kamu benar-benar sangat cantik, sayang. Dan Rangga tidak salah karena telah memilihmu”, puji mama dengan mengelus pipi Sheina.

“Terima kasih tante”.

“Rangga sayang banget dengan mama”, Rangga memeluk mamanya dan tangannya menggenggam tangan Sheina.

“Mama juga sayang denganmu, son”.

Setelah puas melakukan foto mama dan papa Rangga memilih untuk kembali pulang kerumah.

“Apakah hari ini kamu ada kegiatan lain?”, tanya Rangga.

“Tidak”.

“Apakah kamu bersedia menemaniku hingga malam?”.

“Maaf Rang, aku tidak bisa kalau harus menemanimu hingga malam tetapi aku akan menemanimu hingga sore”.

“Memangnya kamu ingin pergi kemana?apakah kamu memiliki janji untuk kencan dengan seseorang?”.

“Iya, aku ada janji untuk kencan”, goda Sheina.

“Memangnya kamu ingin berkencan dengan siapa?”.

“Ada deh”.

“Shei”.

“Hmmm”.

“Kamu ingin berkencan dengan siapa?”.

“Kok kamu menjadi kepo sih?”.

“Shei”.

“Hmmm”.

“Aku bertanya sekali lagi, memangnya kamu inign berkencan dengan siapa?”.

“Aku kencan dengan Mesjid”.

Rangga pun mengernyitkan alisnya mendengar penuturan Sheina.

“Aku ada acara pengajian untuk ini malam loh, Rangga”, senyum Sheina.

“Hmmm”.

“Apakah kamu lupa kalau aku tidak akan berkencan dengan seseorang dimalam ahad?”.

“Berarti kamu akan berkencan dengan seseorang di malam selain malam ahad, begitu?”.

“Mungkin”.

“Tetapi kenapa kamu tidak memenuhi syaratku untuk berkencan di malam yang lain?”.

“Karena aku tidak pernah mengatakan iya untuk syaratmu dan aku juga tidak pernah menyetujui syarat yang kamu berikan”.

“Hmmm”.

“Oh iya, aku kan sudah berusaha untuk datang ke acara wisuda mu berarti kelak kamu juga harus datang keacara wisuda ku, bagaimana?apakah kamu setuju?”.

“Memangnya kapan kamu akan wisuda?”.

“Tahun depan”.

“Kalau begitu aku tidak janji untuk itu”.

“Apakah kamu yakin kalau kamu tidak akan datang ke acara wisudaku kelak?”.

“Hmmm”.

“Ok, kalau begitu kelak aku akan membuat mu untuk datang keacara wisuda ku”.

“Memangnya kamu bisa melakukannya?”.

“Kit lihat saja nanti”.

“Ya sudah, ayok kita pergi dari sini!”.

“Memangnya kita ingin pergi kemana?”.

“Kemana saja yang terpenting bersama denganmu?”.

“Kenapa begitu?’.

“Karena aku hanya ingin bersamamu”.

Hmmm, Sheina menghela nafas dan membuangnya secara perlahan.

“Apakah kamu membawa motor?”, tanya Rangga.

“Iya, memangnya kenapa?”.

“Dimana kamu memparkirkannya?”.

“Disana”, tunjuk Sheina ke salah satu tempat parkir.

Sheina kemudian menunjukkan karcis motornya dan membayar uang parkirnya.

“Apakah kamu ingin memboncengku?”, tanya Rangga.

“Menurut mu?”.

“Silahkan kalau kamu berkenan”.

“Hmmm”.

Rangga kemudian mengambil ahli motor Sheina dan mulai mengendarainya.

Mereka menuju alun alun kota yang ternyata sudah ramai dengan para wisudawan dan wisudawati yang tengah asyik berfoto dengan toga yang mereka gunakan.

1
Yasmine Hafidzah
Luar biasa
Yasmine Hafidzah
Terima kasih sarannya Thor, sarannya sangat membngun sekali 😁
Ryu Zen
Halo thor, mau ngasi saran dikit. Sehabis tanda tanya g perlu koma lagi. Semangat yaa
Yasmine Hafidzah: Terima kasih thor untuk saran membngunnya 😁
total 1 replies
FTA
lanjutkan karya nya, semangat 🤩
mboke Ayux
semangat ya thor
Yasmine Hafidzah: ok mboke ayux
ditunggu saran yang membangunnya
total 1 replies
mboke Ayux
ayo dong Thor up lagi..jgn lama2.semangat ya thor
Yasmine Hafidzah: terima kasih sarannya mboke
maaf, authornya cuma bisa up setiap pagi saja

ditunggu saran lainnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!