Kim Hana Ae-Ri, gadis yang mempunyai hobi balapan di malam hari, dan sangat jatuh cinta dengan drummer. Bekerja sebagai karyawan magang di Trans Big Farma.
Suatu malam, Kim Hana ketahuan balapan dan langsung di nikahkan malam itu juga dengan tujuan agar Kim Hana berhenti menjadi gadis barbar.
Siapa sangka jika Ryan Lee justru mengajukan diri sebagai suami Kim Hana.
Ryan Lee, atasan yang paling di benci Kim Hana karena tingkat kejahilannya yang diatas rata rata.
Penasaran dengan kisah rumah tangga mereka?
Bagaimana jadinya jika Ryan Lee tahu bahwa Kim Hana adalah wanita yang suka balapan dan drummer?
Dan bagaimana reaksi Kim Hana saat tahu bahwa kekasih Ryan Lee datang dan ingin kembali memperbaiki hubungan setelah sebelumnya Kim Sha Pie-then melarikan diri dari acara lamaran yang dibuat Ryan Lee??
Jangan lupa klik ❤️
Like dan komen nya di tunggu..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon idaa_nafishaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Destiny Of Love 21
"Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah sebuah pilihan, tetapi jatuh cinta padamu, aku tidak bisa mengendalikannya." Gumam Hana.
"Aku tak melihat satu bintang pun di langit, ternyata aku tahu mengapa. Karena bintang itu sekarang ada di hadapanku." Imbuhnya.
"Kau hadir memberi cinta, membawa bahagia, dan memberikan rasa rindu yang tak pernah ada habisnya." Balas Ryan.
"Istriku yang cantik, aku menginginkanmu seutuhnya, selamanya, kamu dan aku, setiap hari." Imbuhnya.
Itulah serangkaian kata mampu mewakili mereka berdua yang sedang menyatukan cinta mereka.
Walaupun awalnya penyatuan itu dari sesuatu hal ketidaksengajaan tapi nyatanya mampu untuk mendorong mereka mengungkapkan apa yang ada dalam hati masing-masing.
Pagi harinya...
Hana tersenyum sambil mengingat momen yang dia lakukan bersama dengan Ryan.
"Hatiku mengandung semua kebahagiaan di dunia karena kamu adalah cinta dalam hidupku." Lirih Hana saat dia merasakan sesuatu melingkar di pinggang nya.
"Sesungguhnya pria bukanlah yang menginginkan sejuta wanita mengelilinginya, namun pria sejati lebih menginginkan satu wanita yang ia dapatkan dengan sejuta langkah perjuangan." Lirih Ryan.
" Jadi berapa juta langkah yang sudah kamu perjuangkan untuk menjadikan aku sebagai wanitamu?" Tanya Hana sambil berbalik dan menatap Ryan.
" Tidak banyak, hanya satu langkah." Pekik Ryan yang membuat Hana memonyongkan bibirnya.
Ryan tersenyum dan mencium bibir itu sambil berkata.
" Aku memang mendapatkanmu hanya dengan satu langkah tapi aku akan memperjuangkan cinta kita walaupun aku melewati 1000 juta perjuangan."
Hana tersipu, dia lalu kembali mencium bibir Ryan.
"Tingkat keberhasilan pernikahan yang sukses didasarkan pada cinta dan kompromi. Hubungan apa pun yang berisi cinta yang dijahit dengan toleransi dan kompromi akan berhasil dengan segala cara."
...----------------...
Di luar kamar Hana dan Ryan. Ada para geng yang harap-harap cemas menunggu keluarnya mereka.
Mereka tentu saja ingin tahu apakah obat yang mereka gunakan membawa dampak positif bagi mereka atau justru obat itu membawa dampak negatif.
Mereka terus bertingkah seperti kipas angin dan setrika yang melangkah ke kanan dan ke kiri seperti tidak ada lagi yang dapat mereka lakukan.
Khing Khong dan Lhon Thong mencoba mengintip dibalik celah kunci pintu yang ada di sana. Tapi mereka tidak dapat menemukan apapun hingga pintu terbuka dan mengejutkan mereka semua.
Ckelek....
" Kalian sedang apa disini?" Tanya Ryan.
" Kami...."
" Kami...."
Lhon Thong dan Khing Khong saling berpandangan seolah-olah mereka saling meminta bantuan dan bertelekomunikasi untuk menemukan kata apa yang cocok menggambarkan situasi di mana mereka sudah ketahuan mengintip.
Sementara Ryan dan Hana memandang mereka dengan penuh kecurigaan dan tatapan tajam.
" Kami sedang memeriksa apakah pintunya masih kokoh atau rusak." Ucap Khing Khong.
" Ya benar karena semalam telah terjadi gempa besar dan kami khawatir apakah pintu kamar kalian juga bisa seperti pintu kamar kami." Imbuh Lhon Thong.
" Oh benarkah?" Pekik Ryan.
" Ya benardan setelah kami tahu bahwa pintu kamar kalian baik-baik saja kami memutuskan untuk pergi saja."
" Benar benar. Kami harus pergi.."
Lhon Thong dan Khing Khong langsung menarik pasangannya masing-masing dan lari secepat kilat dengan jurus 1000 bayang.
Ryan dan Hana saling memandang sebelum akhirnya mereka bergandengan tangan dan berjalan menuju ruang makan.
The geng yang bersembunyi tentu saja tersenyum melihat pemandangan yang baru saja melewati mereka.
" Lihatlah mereka saling menatap dengan penuh cinta lalu berjalan dengan bergandengan tangan." Ucap Lhing Lhung.
" Apa itu artinya apa yang kita lakukan sudah mengalami kesuksesan yang sangat besar?"
" Kita harus mencari tahu hal itu jika kita ingin tahu." Ucap Khing Khong yang kemudian mengajak mereka semua untuk membuntuti Ryan dan Hana secara diam-diam.
Di meja makan...
The geng dibuat heran dengan Ryan dan Hana yang saling menatap satu sama lain dan sesekali tersenyum.
Brak!!
" Apa yang sebenarnya kalian lakukan. Kenapa kalian hanya senyum-senyum begitu dan tidak memakan makanan kalian. Apa kalian berpikir dengan saling berpandangan seperti itu akan membuat makanan itu otomatis langsung masuk ke dalam perut kalian dan kalian merasa kenyang tanpa harus memakannya?" Ucap Lhing Lhung yang sangat tidak tahan untuk mengetahui sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka.
Ryan dan Hana yang hanyut dalam pemikiran mereka masing-masing tentu saja terkejut dengan suara gebrakan meja yang dilakukan oleh Lhing Lhung.
" Amma. Sebenarnya apa yang amma lakukan." Ketus Hana.
" Hais kenapa sekarang tingkahmu seperti Hyung Ji-Sung saat dia berada dalam puncak gila karena memikirkan Blackpink?"
" Ah jadi inilah yang dulu dirasakan Hyung Ji-Sung. Perasaan yang sangat bahagia ketika memikirkan seseorang yang begitu dia cintai." Pekik Hana.
"Saat seorang pria mengatakan 'saya terima' dalam sebuah akad pernikahan, maka itu berarti ia mengatakan 'bahwa saya menerima tanggung jawab untuk melayani, mencintai, dan melindunginya' " Ucap Ryan sambil kembali fokus menatap Hana dan memegang tangannya.
"Tugasmu bukanlah mencari cinta, tetapi hanya untuk mencari dan menemukan semua penghalang dalam dirimu yang telah kamu bangun untuk melawannya." Pekik Hana.
"Jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istrimu tidak bahagia maka seisi rumah pun akan tidak bahagia. Dan Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia dan meminimalisir kesalahan yang mungkin nantinya dengan sengaja atau tidak sengaja aku lakukan yang akan membuat hatimu terluka."
"Dalam setiap pernikahan, suami dan istri harus memiliki kepercayaan penuh terhadap satu sama lain. Suami yang baik itu menyenangkan. Istri yang baik itu menenangkan." Ucap Hana.
Para geng kembali saling berpandangan dan heran melihat Ryan dan Hana yang saling bertukar kata-kata bijak.
"Hari ini, kemarin, dan seterusnya, aku akan selalu bahagia dan berterima kasih kepadamu. Kamu adalah sumber kebahagiaanku sekarang." Ucap Ryan.
"Tidak peduli seperti apa masa lalumu, yang aku butuhkan hanyalah bisa hidup bersamamu dan menjalani masa depan bersamamu. Aku akan membantumu melewati masa lalu itu jika masa lalu itu menyimpan kenangan buruk untukmu."
"Satu-satunya hal sempurna yang dapat dibanggakan oleh alam semesta ini adalah cinta manis yang luar biasa yang kamu dan aku bagikan nantinya." Ucap Ryan yang kemudian mengangkat tangan Hana dan berdiri.
Hana yang tahu langsung meninggalkan tempat duduknya dan berjalan mendekati Ryan yang sudah berdiri menunggunya.
Para geng tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ryan dan Hana saling berpelukan sekarang.
"Suatu kebanggaan bisa memelukmu seperti ini dan dengan senang hati menyebutmu milikku." Ucap Ryan.
" Hei bocah apa kalian buta atau pura-pura buta Kenapa kalian tidak bisa melihat bahwa kita sedang berada di meja makan dan sedang bersiap untuk sarapan." Pekik Sha-rang Ghan.
" Ada yang bilang ketika jatuh cinta itu adalah dunia milik berdua, dan di mana-mana yang terlihat hanyalah Aku Dan Kamu saja. Yang lainnya hanya penonton bayaran." Ucap Ryan yang masih memeluk Hana.
Geng memutuskan untuk membawa diri mereka masing-masing dan pergi dari hadapan Ryan dan Hana.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...