Kisah seorang gadis dari zaman modren yang mengalami perjalanan waktu dan masuk ke tubuh seorang putri yang tidak di inginkan keberadaanya.
Kanaya tantri adalah gadis berusia 21 tahun, putri bungsu dari pasangan alexander smith dan Diana smith. Di usianya yang masih muda kanaya mampu mendirikan perusahaannya sendiri dan dia juga seorang ketua mafia Mawar hitam.
Namun sahabatnya sendiri menghianatinya yang menyebabkan terjadinya sebuah kecelakaan maut. Dan membuat hidup aya berubah.
Mapmpukah kanaya menjalani hidup barunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andyni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
...***Happy Reading***...
Linxia yang masih bingung dengan apa yang telah terjadi padanya pun berusaha untuk mengingat kembali tentang siapa dirinya dan kenapa dia berada di sini. "Sudahlah nona kecil, jangan kau paksa untuk mengingat dulu. luka di kepalamu lumayan parah." kata bibi yu ramah. "Terimakasih bibi sudah bersedia menolongku!" ujar linxia berusaha untuk duduk. " Iya. itu sudah kewajiban kita sesama manusia dan kebetulan kamu saya temukan ter gelatak di atas batu besar dekat air terjun dengan luka yang cukup parah!" Kata bibi yu memberi penjelasan.
"Oh ya, apakah kamu ingat siapa namamu nona?" Tanya bibi yu yang bingung harus memanggil apa pada gadis di depannya. "Nama ku linxia bibi!" kata linxia yang rupanya masih dapat mengingat namanya sendiri. " Nama yang bagus xiaer!" sahut bibi dengan senyum yang manis. " Bibi, bagaimana cara saya untuk bisa kembali keatas?" tanya linxia ingin secepatnya kembali bertemu keluarganya. " Cukup sulit nak! Kamu harus terbang untuk sampai kembali keatas!" Jelas bibi yu. " Apa ini yang menyebabkan bibi tidak bisa kembali ke dunia luar?" tanya linxia antusias. " Tidak, kalau bibi memang ingin berada di sini, awalnya memang bibi ingin keluar tapi setelah sekian tahun bibi merasakan kedamaian di sini!" Jelas bibi yu sambil menyiapkan sup obat untuk linxia. " Minumlah sup ini selagi hangat agar tubuhmu lebih enakan." kata bibi yu. " Terima kasih bibi yu!" sahut linxia menerima mangkuk berisi sup obat tersebut.
...****...
Beberapa hari telah berlalu pencarian putri pun terus di lakukan, Kaisar lim pun mengerahkan pasukan pilihan yang di pimpin oleh pangeran linduan sendiri mulai menyisir daerah sekitar di mana linxia terjatuh. (Gadis nakal, kamu dimana? tidak taukah kamu kita semua kehilangan kamu!) gumam linduan lirih tak terasa air matapun menetes tanpa permisi. "pangeran linduan, sepertinya mustahil putri linxia selamat! jurang ini sangat dangkal dan terjal!" lapor seorang panglima yang di tugasi untuk membantu linduan. " Tidak, xiaer gadis yang kuat dia pasti selamat, kalau pun Dia tidak selamat kita harus membawa pulang j**s*dnya untuk kita kremasi. " kata pangeran linhong tidak ingin berhenti mencari adiknya.
Sementara linhong tak berhenti menyesali kebodohannya karena lalai menjaga adiknya. "Maafkan liner gege! maafkan!" Lirih linhong di depan linduan. "Berhentilah menyalahkan dirimu liner ini semua bukan salahmu!" kata linduan menenangkan adik keduanya dengan menepuk pundaknya. " Sekarang kita cari xiaer sampai ketemu bagaimanapun keadaannya." kata linduan memberi semangat.
...****...
Disisi lain ketika yang lain berusaha mencari keberadaan linxia, gadis itu kini tengah menjalani pengobatannya di kediaman bibi yu. " Xiaer, kini luka luarmu sudah sembuh sekarang bibi tinggal mengobati luka dalammu apakah kamu siap?" Tanya bibi yu takut linxia tak sanggup menahan rasa sakit akibat pengobatan itu. " Saya siap bibi yu!" kata linxia penuh tekat.
Saat itu juga penyaluran energi murni di lakukan oleh bibi yu, Sebuah bola kristal bening yang keluar dari tubuh bibi yu pun masuk kedalam tubuh linxia, Getaran hebat terjadi pada tubuh gadis itu namun dia tetap berusaha menahan dengan posisinya. duduk bersila dengan telapak tangan menyatu dengan telapak tangan bibi yu. Mereka berdua terpenjam memusatkan fikiran masing*. Tak berapa lama kristal putih tersebut telah menyatu dengan tubuh linxia. Gadis itu pun tertunduk lemas. Karena tubuhnya belum begitu menyesuaikan diri.
Bersambung
apa cambuknya juga di lumuri racun..